แชร์

Bab 24

ผู้เขียน: Addarayuli
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-15 19:54:21

Adrian masih terus menenangkan Meysa di tengah usaha para dokter menyelamatkan nyawa bu Ningsih, melihat sitrinya yang tak berdaya seperti ini membuat Adrian ikut sedih dan terpukul. Dia meraih tubuh lemas Meysa dan membantu Meysa berdiri dari duduknya.

"Selagi menunggu tim dokter, sebaiknya kita tunggu di luar dulu ya," ajak Adrian.

Meysa hanya bisa pasrah ketika Adrian membawanya keluar dari ruang ICU dan mengajaknya duduk di kursi tunggu bersama suster Rini yang tak kalah khawatir.

"Nyonya,
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Suara Ara
apaan sih thor.. gak jelas banget itu karakter si meysa.
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 47

    Me: Aku langsung pulang ke rumah setelah acara selesai, kakak titip ibu ya.Meysa tersenyum tipis setelah selesai mengirim pesan untuk Maya, meski sudah hampir tengah malam namun dia tetap mengirim pesan pada Maya karena tak ingin adiknya khawatir."Mey," panggil Adrian.Meysa meletakkan ponselnya ke meja rias menatap Adiran dari cermi besar dimana suaminya baru saja masuk ke kamar sambil membawa segelas cangkir di atas nampan."Buat kamu."Meysa berdiri dari duduknya lalu menghampiri suaminya yang duduk di sofa, tercium aroma harum dari coklat panas yang Adrian bawa."Minum selagi masih panas," ucap Adrian.Meysa mengangguk kemudian mengambil cangkir itu, Meysa meniupnya pelan sebelum meminumnya. Rasa manis dan hangat bercampur jadi satu membuat tubuh Meysa terasa rileks dan hangat."Hem...enak," puji Meysa."Benarkah?"Adrian meraih tangan Meysa lalu ikut meminum coklat itu dari cangkir yang sama. Meysa sedikit membelakan matanya terkejut karena tindakan Adrian yang tiba-tiba, kini

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 46

    Ting.Layar tablet milik seorang reporter terkenal tiba-tiba menyala sesaat setelah Celine meletakkan ponselnya, pira itu lekas membuka pesan yang baru saja di kirim oleh Celine. Dia mengerutkan keningnya melihat isi pesan itu lengkap dengan keterangan serta foto seseorang pria paruh baya."Siapa ini, dan apa yang harus saya lakukan?" tanya reporter itu."Buat berita tentang pria ini, sesuai dengan apa yang aku kirim tadi.""Dia bukan siapa-siapa, hanya seorang pria yang sedang mendekam di penjara karena kasus korupsi.""Apa menariknya?" tanya reporter sambil menatap Celine.Celine mengangkat cangkir berisi kopi yang masih mengepul, dia menyeruput kopi panas itu lalu meletakkan kembali cangkirnya ke meja."Dia adalah ayah angkat dari istri Adrian Lysander.""Adrian Lysander? Dia sudah menikah?"Celine mengangguk sebagai jawaban. "Aku ingin berita ini tranding, sebisa mungkin meredam berita yang sedang naik sekarang."Reporter pria itu mnegangguk. "Aku akan mengirimnya pada tim editor,

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 45

    "Apa maksud kamu?"Nora menatap layar ponselnya yang menujukkan sebuah foto seseorang lengkap dengan keterangan serta latar belakang hingga kehidupannya. Dia tidak mengetahui siapa seseorang yang baru saja dikirim oleh Celine, dia pun menatap sahabatnya dengan tatapan bingung.Celine hanya tersenyum sambil bersedekap dada."Cel, siapa pria dalam foto ini?""Ayah angkat pengasuh miskin itu," jawab Celine."Apa? Jadi, dia ayah angkat Meysa?"Celine mengangguk sebagai jawaban. "Benar, saat aku menyuruh orangku untuk nenyelidiki Meysa, mereka menemukan fakta ini. Awalnya, memang kebenaran ayah Meysa disembunyikan oleh keluarga karena meninggalkan jejak buruk unutk keluarga mereka.""Lalu, apa rencana kamu?" tanya Nora."Mudah saja, aku hanya perlu menyebarkan berita ini.""Apa kamu yakin, Cel?" tanya Nora sedikit ragu.Celine menegakan tubuhnya. "Setelah aku pikir-pikir lagi, tidak ada salahnya mencoba rencana ini. Aku punya beberapa kenalan media yang, ya...mungkin mereka mau kerja sama

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 44

    "Bagaimana semua bisa jadi seperti ini Nora? Bukankah Adrian adik kamu? Seharusnya kamu lebih bisa mengendalikan Adrian agar dia tidak berbuat seenaknya seperti ini pada kebijakan perusahaan.""Benar, dia memang CEOnya tapi bukan berarti dia bisa bertindak semaunya tanpa mempertimbangkan pendapat pemegang saham yang lain."Nora merasakan telinganya semakin panas ketika beberapa oknum pemegang saham serta petinggi perusahaan protes kepadanya, ini di luar kendalinya. Rencana awal mereka bukan seperti ini, namun kini dia justru mendapat protes dari beberapa petinggi."Maaf atas kekacauan yang terjadi di sini, kami juga tidak tahu rencana Adrian meski kami ini keluarga," ucap Bagas mencoba melindungi istrinya."Tapi kami juga butuh kejelasan, bagaimana pun kami juga memiliki hak atas perusahaan Lysander.""Sial, kenapa semua orang justru menyalahkan aku?" batin Nora kesal."Maaf tuan, tapi melihat bukti yang tuan Adrian berikan sudah lebih dari cukup untuk menyetuji keputusan beliau.""Sa

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 43

    Hening.... Suasana ballroom hotel mendadak hening setelah Adrian menampilkan bukti legalitas saham yang dia berikan kepada Meysa, dia tersnyum menatapseluruh anggota keluarga yang tadi mengecamnya kini hanya bisa diam tak bisa berbuat apa-apa. Tatapan Adrina beralih menatap kakak dan kakak iparnya secara bergantian dengan tatapan datar, ini adalah satu-satunya cara untuk mempertahankanapa yang dia punya sebelum semuanya jatuh ke tangan kakak iparnya yang serakah. "Sudah cukup keributan malam ini yang kakak buat," ucap Adrian. Tangan kanan Adrian ternagkat lalu menarik pinggang Meysa agar mendekat ke arahnya, tubuh keduanya menempel sempurna tanpa celah membuat Nora bertambah geram. "Aku peringatkan sekali lagi sama kakak, stop menganggu kehidupan Meysa dan Adrian. Adrian sudah menuruti keinginan kakak dan Oma untuk segera menikah dan ini lah pilihan Adrian. Tolong hargai pilihan Adrian dan biarkan sisanya Adrian sendiri yang menjalani," sambung Adrian datar. Perkataan Adrian mem

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 42

    "Wah, nyonya Meysa cantik sekali.""Benar sus, May aja sampai pangling sama kakak May sendiri saking cantiknya."Maya kembali menjauhkan ponselnya ketika selesai memperlihatkan foto Meysa pada suster Rini."Kakak lagi apa ya sekarang? Pasti makanan di sana enak-enak," ucap Maya sambil menatap foto sang kakak.Suster Rini tersenyum melihat Maya yang saat ini sedang tersenyum sambil terus memandangi foto sang kakak, dia lega sekaligus senang karena setelah pertengkaran malam itu Maya sudah bisa menerima pernikahan Meysa dan Adrian."Sus, kira-kira kak Meysa diterima baik nggak ya di keluarga kak Adrian?" tanya Maya.Suster Rini mengangguk. "Tentu saja nona, mereka pasti menerima nyonya Meysa dengan baik. Saya yakin pasti keluarga tuan Adrian akan bersikap baik pada nyonya Meysa."Meski suster Rini sedikit ragu mengatakan itu namun dia tetap mengatakannya karena dia tak ingin Maya berpikir yang tidak-tidak dan membuatnya semakin merasa bersalah pada Meysa. Suster Rini tahu betul seperti

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status