Home / Fantasi / Pengendali Sistem Terkuat / 1092. TANGKISAN TIGA ELEMEN

Share

1092. TANGKISAN TIGA ELEMEN

Author: Rendi OP
last update publish date: 2026-09-30 09:21:04

SCREECH!

Ignis mengepakkan sayapnya penuh semangat bertarung, lalu meluncur cepat menyambar Kiki dengan cakar apinya. Duel sengit antara kera petir dan Phoenix api seketika pecah membakar langit sore.

Di atas tanah pelataran gerbang desa, tinju batu raksasa milik Estias tinggal berjarak setengah meter dari kepala Rian, sementara sabetan kaki perunggu Brakas hampir menyapu pinggang Lina.

Namun, Rian dan Lina yang telah melewati penggemblengan brutal di Lembah Jurang Kabut Purba tidak sediki
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengendali Sistem Terkuat   1092. TANGKISAN TIGA ELEMEN

    SCREECH! Ignis mengepakkan sayapnya penuh semangat bertarung, lalu meluncur cepat menyambar Kiki dengan cakar apinya. Duel sengit antara kera petir dan Phoenix api seketika pecah membakar langit sore. Di atas tanah pelataran gerbang desa, tinju batu raksasa milik Estias tinggal berjarak setengah meter dari kepala Rian, sementara sabetan kaki perunggu Brakas hampir menyapu pinggang Lina. Namun, Rian dan Lina yang telah melewati penggemblengan brutal di Lembah Jurang Kabut Purba tidak sedikit pun menunjukkan kepanikan di mata mereka. "Lina, gunakan perisai!" teriak Rian. "Siap, Kak Rian!" Lina kecil memutar Tongkat Sihir Kecil Bintang Murni dengan satu jemari anggunnya. Tanpa membuang waktu sekejap pun, kubah Cahaya Perak Murni (Yang) meletup mekar melingkupi raga mereka berdua dalam satu kejapan mata. BRUAKKKKKKKKKK! Sabetan kaki perunggu Brakas menghantam kubah perisai Lina secara telak. Namun, bukannya meremukkan perisai seperti latihan bulan lalu, kaki perunggu Brakas

  • Pengendali Sistem Terkuat   1091. SERANGAN KEJUTAN

    Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian penggemblengan fisik, batin, dan fusi Tri-Elemen di Lembah Jurang Kabut Purba, keluarga Pahlawan Api bersiap untuk kembali. Dengan bantuan ruang penyimpanan dimensi tak terbatas milik sistem Martis, seluruh perlengkapan perkemahan, kemah sutra purba, alat memasak, serta sisa pasokan logistik dikemas masuk hanya dalam waktu beberapa detik tanpa menyisakan sebutir debu pun. Kiki melompat anggun ke atas pundak Rian seraya membenarkan ikatan kain merah di dahinya. Belati Naga Perak Yin di pinggang Rian berpendar perak-hitam yang halus, sementara Tongkat Sihir Kecil Bintang Murni di genggaman Lina kecil memancarkan kehangatan suci. "Semua sudah rapi, Martis," ujar Mia hangat seraya menggandeng tangan Lina. Martis mengangguk mantap. Ia mengibaskan tangan kanannya, memicu pendaran Api Suci Abadi Tingkat Dewa yang membungkus raga dirinya, Mia, Rian, Lina, Kiki, serta Duo Naga Lele Purba dalam kubah cahaya keemasan yang teramat megah. BOOOOOOOO

  • Pengendali Sistem Terkuat   1090. RESTU SANG PENGUASA API

    Naga energi gabungan tiga warna—Hitam Onyx, Perak Murni, dan Emas Murni—melesat bagaikan meteor jatuh, membelah angkasa Lembah Jurang Kabut Purba dengan raungan dahsyat yang menggetarkan seluruh bukit batu. Udara di sekeliling lapangan terdistorsi hebat oleh gesekan energi Tri-Elemen yang teramat padat. Di titik tengah ledakan, Martis berdiri terkunci oleh kubah cahaya milik Lina. Melihat ketepatan waktu dan sinergi tanpa cela dari ketiga muridnya, senyuman bangga yang teragung terukir manis di wajah Penguasa Api tersebut. "Sinergi yang teramat sempurna, Anak-anakku!" gumam Martis bangga. BOOOOOOOOOOOOOOOOMMMM! Naga energi Tri-Elemen menghantam raga Martis secara mutlak. Ledakan cahaya tiga warna membumbung tinggi ratusan meter ke udara, memicu badai angin panas dan pendaran petir keemasan yang menyapu seluruh pelataran rumput Danau batu di dekat mereka terangkat belasan meter memiringkan tirai air yang amat megah. Asap tebal dan percikan bunga api meluruh perlahan-lahan.

  • Pengendali Sistem Terkuat   1089. TANTANGAN

    Pagi hari di Lembah Jurang Kabut Purba disambut oleh embusan angin dingin yang membelah tebalnya tirai kabut perak. Di tengah pelataran rumput luas di tepi danau batu, Rian, Lina, dan Kiki telah berdiri tegak. Ketiganya memancarkan pendaran aura Tri-Elemen yang kian pekat dan stabil, sebuah bukti nyata bahwa Sirkulasi Jiwa Bertiga telah mengakar sempurna di dalam meridian mereka. Namun, suasana latihan pagi ini terasa sangat berbeda dari biasanya. Tidak ada sasaran tebing batu yang disiapkan, tidak ada arahan teori dari Duo Naga Lele Purba. Di hadapan mereka, berjarak sepuluh langkah, Martis melangkah perlahan ke tengah lapangan. Jubah tempur berujung keemasannya melambai tenang. Sang Penguasa Api tidak memegang senjata apa pun, namun hanya dengan berdiri tegak, pendaran Api Suci Abadi Tingkat Dewa yang melingkupi raganya sudah cukup untuk membuat udara di sekeliling lembah mendidih dan menekan tanah batu hingga retak-retak halus. "Ayah...?" bisik Rian ragu seraya meremas gaga

  • Pengendali Sistem Terkuat   1088. KETAHANAN TANPA BATAS

    Sesi latihan khusus pada hari berikutnya dimulai dengan metode yang sama sekali baru dan unik. Di tengah pelataran rumput Lembah Jurang Kabut Purba, Rian, Lina, dan Kiki tidak lagi berdiri terpisah dalam jarak beberapa meter seperti biasanya. Ketiganya duduk melingkar di atas tanah batu latihan, saling berhadapan dengan telapak tangan yang saling bertautan erat. Rian memegang telapak tangan kiri Lina dan telapak tangan kanan Kiki. Lina memegang telapak tangan kanan Rian dan tangan mungil Kiki di sisi lain. Di tengah lingkaran kecil mereka, Belati Naga Perak Yin, Tongkat Bintang Murni, dan guci batu milik Kiki diletakkan secara sejajar, memancarkan pendaran tiga warna yang bergetar lembut. Martis berdiri di sisi lapangan bersama Mia, mengawasi setiap pergerakan denyut nadi dan aliran meridian ketiga muridnya dengan Mata Penglihat Kehampaan. Sementara Duo Naga Lele Purba melayang rapat di atas kepala mereka, siap memberikan arahan teknis secara terperinci. "Dengarkan intruksiku

  • Pengendali Sistem Terkuat   1087. RAHASIA ALIRAN STAMINA

    Sinar mentari pagi membiaskan pendaran cahaya keemasan yang hangat menembus celah tebing tinggi di Lembah Jurang Kabut Purba. Di atas tanah rumput yang masih basah oleh embun pagi, Rian, Lina, dan Kiki duduk bersila dalam lingkaran kecil. Meskipun senyuman kebahagiaan atas keberhasilan mengeksekusi jurus kombinasi Badai Naga Penghancur Yin-Yang Petir kemarin masih berbekas jelas di bibir mereka, raga ketiga murid kecil itu tampak masih lemas dan tak bertenaga. Napas mereka tersengal-sengal pendek, dan pendaran aura di sekeliling kulit mereka belum sepenuhnya pulih. Dua Naga Lele Purba melayang pelan di atas kepala mereka. Ikan Lele Hitam mengibaskan kumis naga kegelapannya seraya mengamati aliran meridian Rian dengan seksama, sementara Ikan Lele Putih memancarkan hujan gelombang cahaya perak halus untuk menyegarkan raga Lina dan Kiki. Martis melangkah mendekat dengan jubah tempurnya yang berujung keemasan melambai lambat ditiup angin pagi. Di sisinya, Mia berjalan anggun membawa

  • Pengendali Sistem Terkuat   847. Diundang

    Dalam sejarah hidupnya, sampai saat ini hanya ada dua orang yang mampu menghadapi serangan meteor miliknya. Dan orang kedua itu adalah Martis. "Si-siapa kau sebenarnya?" tanya Edmiral Kaziru yang akhirnya penasaran. "Aku?" Martis menunjuk dirinya sendiri. "Bukankah kau sudah tahu, bahwa namaku ada

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Pengendali Sistem Terkuat   837. Misi

    Martis dan Gozil melihat bahwa Edmiral Kaziru berhasil menahan serangan yang Gozil lakukan. Melihat itu, Gozil sangat frustasi. Matanya melotot dan ia mengeraskan rahangnya lalu berteriak, "Jangan remehkan kekuatan Ras Naga...!" Gozil pun kembali membuka mulutnya berniat sekali lagi menembakkan bola

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Pengendali Sistem Terkuat   783. Suku Senyap

    Martis yang terus ditatap oleh Mona dengan cara tidak biasa akhirnya merasakan tatapan itu. "Ada apa, Mona? Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Martis secara langsung, ia justru mendekatkan wajahnya pada Mona. Mona yang tersadar langsung terkejut. "Eh, anu, itu, aku..., tidak, tidak! Tidak ad

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Pengendali Sistem Terkuat   970. Petir Putih

    Sosok misterius itu menatap tajam petir yang Martis maksud. Ia pun berkata dalam hatinya, 'Apa...?! Bukankah Petir ini adalah petir putih? Petir putih adalah petir yang paling tinggi! Celaka, aku belum pernah sebelumnya melawan petir tingkatan ini. Tapi apa boleh buat, aku tidak akan mau dipermaluk

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status