Home / Romansa / Madu Untuk Ndoro / Kamu Satu-Satunya!

Share

Kamu Satu-Satunya!

Author: Strawberry
last update publish date: 2026-10-16 21:13:31

“Kamu… serius?” tanya Satria dengan suara yang bergetar.

Nismara mengangguk kecil. Rambutnya yang sedikit berantakan jatuh menutupi sisi wajahnya.

“Aku tidak bilang aku sudah sepenuhnya percaya. Aku juga tidak bilang semua amarahku sudah hilang. Masih ada luka dan juga banyak pertanyaan. Tapi… aku akan mencoba menunggu. Asalkan Mas tidak lagi memaksaku. Tidak lagi menarikku kasar seperti tadi. Dan tidak lagi membuatku merasa seperti aku hanya benda yang bisa diatur sesuka hati.”

Satria menundu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Madu Untuk Ndoro   Kamu Satu-Satunya!

    “Kamu… serius?” tanya Satria dengan suara yang bergetar.Nismara mengangguk kecil. Rambutnya yang sedikit berantakan jatuh menutupi sisi wajahnya. “Aku tidak bilang aku sudah sepenuhnya percaya. Aku juga tidak bilang semua amarahku sudah hilang. Masih ada luka dan juga banyak pertanyaan. Tapi… aku akan mencoba menunggu. Asalkan Mas tidak lagi memaksaku. Tidak lagi menarikku kasar seperti tadi. Dan tidak lagi membuatku merasa seperti aku hanya benda yang bisa diatur sesuka hati.”Satria menunduk. Keningnya menempel di lutut Nismara sejenak. Napasnya berat, hangat, dan gemetar. Ia memejamkan mata, membiarkan keheningan mengisi ruang di antara mereka.“Aku janji,” bisiknya. Suaranya hampir tenggelam di kain gaun Nismara. “Aku akan berusaha lebih baik. Aku tidak akan memaksamu lagi seperti tadi. Aku akan belajar… menjadi seseorang yang bisa kamu percaya tanpa harus takut.”Nismara mengulurkan tangan. Gerakannya ragu-ragu di awal, seolah masih menimbang. Lalu jari-jarinya menyentuh rambut

  • Madu Untuk Ndoro   Janji

    “Mas…!”Pekikan Nismara memecah udara di dalam paviliun. Suara itu pelan, tapi cukup untuk menghentikan segalanya.Satria membeku di tempat. Tangannya yang sempat menarik kain gaun Nismara berhenti di tengah gerakan. Napasnya masih memburu dan…berat, dadanya naik-turun tak beraturan, tapi matanya melebar—seolah baru saja tersadar dari sebuah mimpi buruk yang ia ciptakan sendiri. Jari-jarinya masih mencengkeram sobekan kecil di bahu gaun itu, dan ia bisa merasakan getaran halus di ujung jarinya.Keheningan yang menyusul terasa jauh lebih berat daripada amarah mana pun.Satria melepaskan cengkeramannya pelan-pelan, seolah takut kalau ia bergerak terlalu cepat, Nismara akan hancur di hadapannya. Ia mundur satu langkah, lalu dua langkah. Jarak yang ia ciptakan terasa seperti tembok. Jari-jarinya gemetar di sisi tubuhnya. Bukan karena marah yang belum selesai, melainkan karena takut. Takut pada dirinya sendiri dan juga takut pada apa yang hampir ia lakukan.“Maaf…” suaranya serak, hampir

  • Madu Untuk Ndoro   Kebenaran yang Tertunda

    Nismara mendongak, menatap lurus mata pria yang berdiri tegap di hadapannya demi menemukan sebintik kejujuran di sana. Sebuah senyum tipis terukir di bibirnya—senyuman yang tak lagi memuat ketakutan, melainkan sebuah penantian dingin."Mas Satria tahu kan bukti itu ada di mana?" tanyanya pelan.Satria bergeming. Hening menggantung di antara mereka beberapa saat, membiarkan deru rintik hujan di luar koridor membalas pertanyaan Nismara. Satria menatap Nismara dengan sorot mata yang tak tertebak."Aku tidak tahu," jawab Satria akhirnya, suaranya terdengar rendah dan berjarak.Nismara tak memprotes. Ia hanya mengangguk pelan, lalu berbalik membelakangi Satria."Baiklah... kita istirahat," ucap Nismara halus.Tanpa menunggu balasan dari pria di belakangnya, Nismara mempercepat langkahnya. Tumit kakinya menapak tegas di atas lantai kayu koridor, bergerak menuju kamar dengan ketetapan hati.“Nismara, aku benar-benar tidak tahu!” Ucap Satria setengah berteriak tapi Nismara menulikan pendenga

  • Madu Untuk Ndoro   Hilang

    “Ndoro Ayu…sebaiknya Ndoro Ayu tenangkan diri dulu…” ucapan Nismara berhasil membuat Prameswari terkejut. Suara Nismara terdengar begitu tenang, bahkan ketika mata Prameswari membulat penuh terkejut. Nismara berdiri tegak di tempatnya tanpa sedikitpun ragu atau rasa panik, menatap Prameswari yang terlihat kacay hadapannya dengan sorot mata jernih.Bahkan, saat ini Nismara malah kasihan dengan Prameswari setelah tahu kebenarannya dari Budhe Murni."Aku yakin kamu tidak akan setenang itu setelah tahu kenyataannya, Nismara!" cibir Prameswari, bibirnya yang pucat menyunggingkan senyum sengit.Nismara tak bergeming. Ia hanya merapikan jemarinya yang saling bertaut di balik lipatan kain gaunnya. "Apa pun itu, Ndoro Ayu...Sebaiknya Ndoro Ayu istirahat dulu, Ndoro Den sudah ada di sini, ia tidak akan kemana-mana."“Kamu hanya pelayan! Kamu mengajariku?!” sungutnya dengan emosi yang menggulung.Nismara mencoba menyentuh bahu Prameswari “Ndoro Ayu…tenang ya…”Prameswari memutar tubuhnya kasar,

  • Madu Untuk Ndoro   Berhenti Mengancamku!

    “Nismara…apapun yang terjadi di dalam nanti, perasaanku, janjiku padamu tidak akan berubah! Kamu mengerti?” tegas Satria sebelum mesin mobil benar-benar mati.Nismara tersenyum, kemudian mengangguk “Mengerti.”Hujan yang mengguyur Tirtawening belum sepenuhnya reda saat mobil hitam milik Satria akhirnya berhenti presisi di depan halaman kediaman utama Sasmita. Lampu gantung teras membiaskan pendar kekuningan yang temaram, memperlihatkan beberapa abdi dalem yang berdiri cemas dengan wajah pucat di dekat anak tangga.Satria melangkah turun lebih dulu tanpa mematikan mesin, memutari kap mobil lalu membukakan pintu untuk Nismara. Tanpa mengucap sepatah kata pun, jemari tegapnya menggenggam erat tangan Nismara—sebuah gestur diam yang menegaskan bahwa wanita itu tak akan melangkah sendirian di dalam rumah ini.Sastro yang sudah tiba lebih awal bergegas menyambut mereka di ambang pintu utama."Bagaimana di atas?" tanya Satria singkat, nadanya datar tanpa ada riak kepanikan."Ndoro Ayu mengun

  • Madu Untuk Ndoro   Pengganti Ranjang

    "Kirana... Kirana..."Napas Budhe Murni terdengar tersendat saat melafalkan nama itu. Pandangannya bergeser ragu, menatap wajah kaku Satria."Kirana pernah menjadi perempuan pengganti di ranjang Ayah Ndoro Den Satria... saat Ibunda Ndoro Den sedang mengandung Ndoro Den."Satria tak memudar ekspresinya, seolah informasi itu sudah lama singgah di kepalanya. Berbeda dengan Nismara—dada gadis itu seketika bergemuruh pelan. Nismara memilih merapatkan bibir, kini mengerti alasan Kirana menyindir bahwa dirinya sudah ada di sekitar orang tuanya jauh sebelum Nismara lahir ke dunia."Bibi tahu apa saja yang ia lakukan selama satu tahun itu?" tanya Satria singkat, bernada datar tanpa intonasi tinggi."Selama satu tahun itu, dia selalu pergi bersama Ayah Ndoro Den," cerita Budhe Murni, suaranya pelan dan bergetar. "Lebih banyak ikut ke tempat kerja ketimbang diam di rumah. Karena Kirana cerdas, dia juga membantu mengurus pekerjaan Ndoro Besar.""Apa dia pernah bertemu dengan Harya Kalingga?" poto

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status