Short
Penghentian Terakhir Kapten Jenius

Penghentian Terakhir Kapten Jenius

By:  RabbitCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Chapters
8views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah kapal pesiar menabrak terumbu karang, Yilin dan aku didorong ke laut oleh para turis yang panik. Pacarku, sang kapten, terjun ke laut, dan membawa Yilin menaiki sekoci penolong terakhir. Saat aku berjuang dan berteriak minta tolong, dia menepis tanganku dari tepi sekoci sambil berkata, “Kau bisa berenang, hentikan drama berebut perhatian ini! Yilin mengalami hipotermia, aku harus segera membawanya ke rumah sakit!” Laut di sekitar kami hitam pekat seperti tinta. Kata-kata itu sama saja dengan menyuruhku untuk mati. Ketika gelang yang tak pernah kulepas ditemukan di perut hiu, Jerry menyelam sendirian ke perairan yang dipenuhi hiu dan mencariku selama tiga hari tiga malam. Kemudian, kapten jenius yang telah menaklukkan lautan itu tak pernah berlayar lagi.

View More

Chapter 1

Bab 1

Air laut yang dingin membekukanku, hawa dinginnya meresap hingga ke tulang-tulangku.

Aku berjuang mati-matian, berpegangan pada harapan terakhir.

Dalam kelinglunganku, aku melihat Jerry melompat keluar dari kokpit dan terjun ke laut.

“Jerry! Aku di sini!”

Aku melambaikan tangan dengan sekuat tenaga.

Meskipun suaraku sangat lemah di tengah gemuruh ombak, dia langsung menyadari keberadaanku.

Namun detik berikutnya, dia menoleh dan langsung berenang menuju ke arah Yilin yang tidak jauh darinya.

“Yilin! Jangan takut, aku di sini!”

Suara Jerry dipenuhi kecemasan.

Yilin terbaring lemah di dadanya.

“Kak Jerry, aku dingin sekali. Apa aku akan mati sebentar lagi?”

Suaranya hampir tak terdengar. Jerry langsung mengerutkan dahi, dan genggamannya mengencang.

“Jangan takut. Aku nggak akan biarkan apapun terjadi padamu. Kubawa ke rumah sakit sekarang juga.”

Dia dengan hati-hati mengangkat Yilin ke sekoci penolong, ekspresinya lembut, seolah-olah Yilin adalah barang pecah-belah yang berharga.

Aku mengerahkan sisa tenaga untuk mengikuti, jari-jariku yang gemetar hampir mencengkeram tepi sekoci penolong.

Jerry tiba-tiba berbalik, menepis tanganku dengan keras.

“Apa yang kau pikirkan, berebut perhatian di saat seperti ini?”

Dia menatapku dengan dingin.

“Jangan pura-pura lagi. Kau bisa berenang. Ada banyak sekoci penolong di kapal ini, piilihlah satu dan pakai saja!”

Aku terjatuh ke laut, tersedak air dan batuk hingga tenggorokanku terasa seperti berdarah.

Ekspresi Jerry pun melembut dan hendak mengulurkan tangan, tapi Yilin mencengkeram tangannya saat itu, dan mendesis lemah, “Kak Jerry, aku takut aku nggak bisa tunggu sampai rumah sakit. Aku ... aku nggak bisa bernapas ....”

Jerry memucat.

“Kau naik sekoci lain nanti,” katanya dengan kasar.

“Yilin nggak bisa tunggu lagi!” lalu bergegas pergi dengan sekocinya.

Di tengah gemuruh mesin sekoci, aku batuk mengeluarkan sisa air.

Aku ingin memberitahunya bahwa aku tidak berpura-pura.

Ketika aku terjatuh dari kapal pesiar, kakiku menghantam sisi kapal dengan keras. Kakiku yang patah tak berdaya untuk berenang.

Sekalipun aku cukup beruntung dan tidak cedera, para turis yang panik di kapal itu sudah merebut semua sekoci penolong.

Aku menatap putus asa saat sekoci penolong menghilang dari pandanganku, laut perlahan menelanku.

Ah, sudahlah, Jerry takkan mau mendengarkan semua ini.

Aku mencintainya selama tiga tahun, pada akhirnya, di matanya aku hanyalah seorang aktris yang pandai berpura-pura, seorang penipu yang terampil.

Memang masuk akal, bagaimana mungkin siapa pun yang datang dapat dibandingkan dengan teman masa kecil?

Lagi pula, sekoci penolong jelas bisa menampung empat orang, namun dia tidak menarikku naik. Sama seperti sekoci penolong itu, hatinya tidak pernah ada tempat untukku.

Aku memenjamkan mata dengan tak berdaya, membiarkan air laut yang dingin menelan tubuhku sepenuhnya.

Jiwaku melayang tak terkendali menuju sekoci penolong yang dikemudikan Jerry.

Tangan Yilin yang halus dan lemah mencengkeram erat kemejanya.

“Kak Jerry, aku ... aku merasa sangat nggak enak, aku nggak bisa bernapas ....”

Melihat wajah pucatnya yang berlinangan air mata, Jerry mengepalkan tangannya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status