Short
Terjerat Ayah Teman Sebangkuku

Terjerat Ayah Teman Sebangkuku

By:  GoldhourCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
9Chapters
4views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Ayah Rigo si perundung sekolah itu mendudukkanku di atas meja lalu memelukku. Pria itu mengapit rokok di bibir, berpenampilan seperti pria terpelajar tetapi berengsek. Buka kakimu lebih lebar .... Saat itu Rigo masuk, lalu ayahnya menekan kepalaku dan menyembunyikanku di bawah meja. Detik berikutnya, dia langsung melepas sabuk celananya ....

View More

Chapter 1

Bab 1

Namaku Amira Setiawan, seorang murid teladan yang penurut di mata guru dan orang tua.

Di mata teman-teman, aku adalah kembang sekolah yang dingin dan pernah menolak cinta dari banyak anak laki-laki.

Namun, mereka tidak tahu kalau aku sebenarnya perempuan gatal.

Aku sudah membayangkan diperlakukan kasar oleh pria lebih dari sekali.

Namun, aku tidak tertarik dengan teman seumuran.

Aku hanya menyukai om-om matang yang penuh akan aroma tembakau.

Hormon yang terpancar dari tubuh mereka membuatku gila.

Sayangnya, aku hanya seorang murid, tidak berani sembarangan mencari om-om untuk bertanya apa dia mau memperlakukanku dengan kasar.

Di hari-hari yang hampa dan sepi, aku hanya bisa mengandalkan jari kecilku.

Hari ini ada rapat orang tua murid, jadi banyak om-om yang datang ke sekolah.

Ada om-om kekar yang bekerja sebagai buruh, ada juga om-om yang lembut dan elegan ... tapi, sosok yang paling membuat jantungku berdebar dan bikin gila adalah ayahnya teman sebangkuku yang suka merundung itu.

Dia mengenakan setelan jas, bertubuh tegap, serta memiliki garis wajah yang tegas dan tampan, terkesan liar dan tidak terkendali. Jakunnya yang menonjol dan pantatnya yang tegap memancarkan daya tarik seksual yang sangat kuat.

Sekali lihat saja sudah kelihatan kalau dia sangat hebat dalam urusan ranjang.

Rapat dimulai, guru berbicara di depan, sedangkan aku bersembunyi di balik celah pintu sambil memperhatikan om itu seperti orang gila.

Kemeja putih membingkai tubuhnya yang kekar, lalu lengan kemejanya digulung asal-asalan hingga memperlihatkan lengan bawah yang berotot.

Napasku hampir terhenti saat pandanganku turun ke bawah dan melihat tonjolan di balik celananya.

Seandainya aku tidak tahu malu dan tidak punya moral, aku pasti sudah berlari ke sana untuk menyergapnya ....

Makin memikirkannya, bagian bawahku justru mengalami perubahan yang sulit dijelaskan ....

Begitu menyentuhnya, astaga, aku ternyata ... aku membelainya pelan, hanya sekali, tapi aku sudah hampir meleleh.

Aku tahu ini berbahaya, jadi aku buru-buru kabur sebelum ada yang melihat.

Wajah dan tubuh om itu terus terbayang di otakku.

Aku benar-benar ingin diperlakukan kasar dan dihancurkan olehnya.

Aku menyuruh diriku sendiri untuk menahan diri karena hari ini sedang ramai, tapi tubuhku justru meronta dan minta segera dipuaskan.

Karena benar-benar tidak bisa menahannya lagi, aku diam-diam menyusup ke dalam ruang belajar mandiri.

Aku memejamkan mata sambil duduk di kursi, membayangkan diriku sebagai wali kelas lalu menarik om itu ke dalam ruang guru.

"Bapak ayahnya Rigo, pasti nggak mau 'kan kalau Rigo dianiaya orang lain di sekolah?"

Setelah berkata begitu, aku berjongkok, lalu ....

Makin memikirkannya, aku makin berhasrat. Seluruh tubuhku terasa panas, jantung berdebar kencang, dan napas makin memburu ....

Tepat saat aku hampir mencapai puncak, terdengar suara gerakan dari luar.

Aku terkejut sampai mendadak membuka mata dengan wajah pucat pasi.

Namun, sebelum sempat merapikan jejak-jejak gairah ini, seseorang sudah mendorong pintu dan masuk.

Aku tergesa-gesa menarik rokku ke bawah lalu menengadahkan kepala dengan perasaan bersalah.

Sosok di depanku ternyata adalah ayah Rigo.

Kenapa dia bisa ada di sini, apa dia udah melihat semuanya?

Dia melirik kartu pelajarku lalu berbicara dengan nada tegas.

"Amira, tempat suci seperti ruang belajar ini bukannya kamu pakai buat menuntut ilmu, malah kamu pakai buat berbuat hal kotor?"

"Om, Om, aku ...."

Sebenarnya dia tidak tahu kalau sejak pertama kali dia mengantarkan anaknya ke sekolah, aku sudah menyukainya.

Sejak saat itu, aku selalu mencuri pandang ke arahnya di depan gerbang sekolah setiap hari.

Aku sudah membayangkan pertemuan dengannya berkali-kali, tetapi tidak menyangka kalau akhirnya akan seburuk ini.

Aku begitu malu sampai tidak sanggup mengangkat kepala dan hampir menangis.

Karena tertangkap basah melakukan hal seperti ini, aku sama sekali tidak tahu harus menjelaskan apa.

Om itu pasti menganggapku sebagai gadis nakal yang liar.

Saat itu, dia menggoyangkan ponselnya lalu mendekatkan bibir ke telingaku dan berbisik.

"Amira, perbuatan buruk yang kamu lakukan barusan udah Om rekam. Tadi gurumu baru aja puji kamu sebagai murid teladan, kira-kira apa yang terjadi kalau video ini Om kasih lihat ke gurumu ...."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status