LOGINAyah Rigo si perundung sekolah itu mendudukkanku di atas meja lalu memelukku. Pria itu mengapit rokok di bibir, berpenampilan seperti pria terpelajar tetapi berengsek. Buka kakimu lebih lebar .... Saat itu Rigo masuk, lalu ayahnya menekan kepalaku dan menyembunyikanku di bawah meja. Detik berikutnya, dia langsung melepas sabuk celananya ....
View MoreSebelumnya ibu Rigo pergi ke luar negeri untuk urusan perjalanan bisnis, belakangan ini baru pulang.Saat melihatku sebagai calon menantu, dia juga sangat menyukaiku. Kami punya banyak hobi yang sama. Pikiran ibunya sangat muda dan modis, serta mengerti lelucon yang ada di internet. Kami punya banyak topik pembicaraan dan sangat cocok.Pria berengsek itu takut aku bakal bicara sembarangan sampai ketakutan setengah mati. Melihat penampilannya yang seperti itu, timbul niatku untuk menggodanya."Tante, Om ganteng banget begini, apa nggak ada yang mengejar?"Tante tersenyum pelan. "Harusnya ada, tapi belum pernah ada yang berani berulah di depanku.""Aku malah pernah dengar gosip, loh. Katanya Om pernah membohongi seorang gadis di sekolah kami, bilang kalau dirinya belum nikah, lalu membujuk gadis itu untuk jadi selingkuhannya selama satu tahun. Dia bahkan jadikan gadis itu sebagai alat pencari uang untuk menyenangkan hati investor."Wajah pria berengsek itu seketika suram. Aku melihat rau
Dia menampar wajahku dengan keras. "Dasar perempuan murahan, anakku bukan orang yang bisa kamu ganggu, anak itu sangat penurut.""Masa, sih? Kalau begitu kita lihat nanti, ya?"Setelah berkata demikian, aku bersiap pergi, tapi dia menahan tanganku."Ada apa, Ayah?"Dia seketika bungkam tidak bisa menjawab."Oh, iya, hampir lupa." Setelah berkata begitu, aku menggunakan seluruh tenagaku untuk menampar mukanya dua kali dengan keras."Aku ini orangnya nggak suka berutang sama orang lain. Tentu aja orang lain juga nggak boleh berutang sama aku, kalau nggak, bakal kubalas berlipat ganda."Setelah mengucapkannya dengan penekanan di setiap kata, aku meninggalkannya yang terpaku lalu berbalik pergi.Sebentar lagi sudah mau tahun baru, jadi aku bilang sama Rigo kalau aku mau menginap di rumahnya. "Sayang, aku mau kenal keluargamu lebih dekat, biar bisa beradaptasi lebih awal buat persiapan kehidupan pernikahan kita. Liburan tahun baru ini kita rayain sama-sama di rumahmu, ya?""Boleh banget, it
Rigo benar-benar menyukaiku. Setelah tahu aku daftar di kampus mana, dia juga mendaftar di kota yang sama denganku.Di sisinya sudah tidak ada lagi anak buah, rasa angkuh berkurang dari tatapannya, lalu bertambah rasa polos dan konyolnya.Dia juga masih tetap sesantai itu. "Amira, aku udah mengejarmu cukup lama, kasih kesempatan dong.""Boleh."Dia mengira telinganya salah mendengar. "Kamu bicara apa? Coba katakan sekali lagi.""Aku bilang boleh, aku kasih kamu kesempatan."Dia malah mendadak jadi malu-malu, daun telinganya memerah, lalu sudut bibirnya sulit sekali ditahan untuk tidak tersenyum. "Beneran, Sayang?"Ibunya Rigo bilang makin cantik seorang wanita, makin pandai dia membohongi orang. Menurutku pria yang tampan juga cukup pandai membohongi orang.Sama seperti ayahnya.Gara-gara pria berengsek itu, sebenarnya aku sekarang sudah bukan tipe cewek pemalu lagi, tapi berhubung Rigo masih cukup polos, aku tetap harus berpura-pura. Aku berpura-pura malu. "Kamu ngapain, sih? Banyak o
Dia pergi, kami pun otomatis putus.Aku masih merindukannya. Aku benar-benar tidak berpendirian. Sekitar seminggu kemudian, aku kembali mendatangi om itu tanpa tahu malu untuk mengajak balikan.Hatiku merasa sangat menderita, kali ini aku benar-benar menjadi mainan yang tidak memiliki harga diri lagi.Tapi, dibandingkan harus kehilangan om itu, aku merelakannya dengan senang hati.Tapi, baru hari kedua kami balikan, om itu mendadak tidak memedulikanku lagi. Pesan yang kukirim tidak dibalas, telepon dariku juga dimatikan.Aku merasa agak cemas. Awalnya aku mengira dia sibuk, tapi makin memikirkannya rasanya makin tidak beres, jadi aku pergi menghadangnya di bawah gedung perusahaannya.Dia mengatakan yang sebenarnya padaku. "Kita putus aja, ke depannya nggak bisa berhubungan lagi.""Kenapa? Bukannya aku udah turuti semua kemauan Om?""Bukan masalah itu. Istriku kayaknya udah mulai curiga, demi keamanan mending kita pisah aja."Aku seketika merasa seperti tersambar petir di siang bolong.






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.