แชร์

Bab 53

ผู้เขียน: Kael_99
Hari berganti. Pagi hari, Bradford seperti biasa bangun pukul 6. Setelah berlatih sebentar, dia turun untuk menyiapkan dua porsi sarapan sederhana tetapi bergizi.

Sherine juga bangun lebih awal hari ini. Sejak Bradford menyembuhkan masalah pencernaannya, dia merasa tidurnya jauh lebih nyenyak. Kini, dia pun mulai menjaga pola hidup sehat, tidak berani lagi mengabaikan tubuhnya.

Selesai sarapan, Sherine buru-buru mengambil alih pekerjaan mencuci piring. Sementara Bradford membawa botol giok yang dia siapkan, lalu berkemas untuk menghadiri ulang tahun Sekar.

Belum sempat keluar pintu, ponselnya berdering. Elaine menelepon.

"Halo." Suara Bradford datar.

Nada Elaine terdengar agak rumit. "Hari ini ulang tahun Nenek. Kamu pasti bakal datang, 'kan?"

Bradford hanya bergumam singkat, "Ya, aku memang mau berangkat."

"Mau aku jemput nggak? Kamu di mana sekarang?" tanya Elaine lagi.

"Nggak usah, aku sendiri saja. Nanti ketemu langsung di rumah Nenek." Bradford menolak halus tawaran Elaine.

Setela
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 366

    "Tapi ...." Divya mengkhawatirkan keselamatan Bradford dan masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi Bradford tersenyum dan menyela ucapannya, menyuruhnya agar tenang.Divya pun hanya bisa memberi tahu Bradford nomor tempat parkir mobilnya, lalu berbisik, "Setelah aku pergi, aku akan telepon polisi. Kamu tahan mereka dulu.""Nggak apa-apa, nggak perlu telepon polisi. Cepat bawa anakmu pergi dulu." Bradford menggeleng, menghentikan niat Divya untuk melapor ke polisi.Divya takut sesuatu terjadi pada Hasna, sehingga dia hanya bisa pergi lebih dulu. Setiap beberapa langkah, dia akan menoleh dengan khawatir."Bocah, kamu sudah menyinggung Pak Saguna, masih ingin pergi? Hari ini, bersiaplah masuk rumah sakit!" Begitu Divya pergi, salah satu orang yang dibawa Saguna langsung mengambil langkah besar ke depan Bradford, berniat bertindak.Bradford berkata, "Tenang dulu. Di sini penuh kamera pengawas. Kita ke sana saja, ke sudut yang nggak ada kameranya.""Heh, bocah ini lumayan teliti juga. Ayo!"

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 365

    Selama perjalanan, Aulia kerap mendatangi sisi Bradford, entah disengaja atau tidak. Dia melayani dengan penuh perhatian.Para penumpang lain juga tahu bahwa Aulia memang memiliki keperluan dengan Bradford, sehingga tidak merasa ada perlakuan istimewa.Bukankah yang lain juga sama? Dalam kurun waktu tersebut, sudah ada beberapa penumpang yang secara aktif mendatangi Bradford, dengan sopan meminta nomor kontaknya.Walaupun saat ini keluarga mereka belum mengalami penyakit besar atau musibah, siapa yang bisa menjamin bahwa diri mereka atau keluarga mereka tidak akan tertimpa hal buruk di masa depan?Jika suatu hari mereka sendiri atau kerabat mereka mengidap penyakit yang sulit disembuhkan, satu kontak Bradford mungkin saja menjadi penolong nyawa.Bradford tidak punya waktu untuk menerima begitu banyak pasien. Lagi pula, dia selalu memiliki aturan tersendiri dalam mengobati orang. Karena itu, dia langsung memberikan nomor telepon Ismawan, tabib kekaisaran nomor satu di Kota Kyora.Dia me

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 364

    Bradford maju secara sukarela, tetapi tindakannya tidak mendapatkan pengakuan dari semua orang. Sebagian besar penumpang justru memandang Bradford dengan sikap meragukan.Pramugari bertubuh sempurna itu juga mengerutkan kening dan berkata, "Apa Bapak yakin?""Tenang saja, sejak kecil aku belajar pengobatan tradisional. Aku sangat yakin." Bradford mengangguk."Pengobatan tradisional?""Bercanda ya? Pengobatan tradisional malah lebih nggak bisa diandalkan.""Benar, sekarang pengobatan tradisional itu kebanyakan cuma tipu-tipu. Mana mungkin bisa menyembuhkan penyakit.""Nggak sepenuhnya begitu, memang masih ada dokter pengobatan tradisional yang hebat, tapi itu biasanya dokter tua yang punya banyak pengalaman. Dia masih muda begini, jadi mustahil punya kemampuan setinggi itu."Begitu Bradford mengatakan bahwa dirinya adalah dokter pengobatan tradisional, suara keraguan justru semakin banyak terdengar.Saguna yang duduk di barisan belakang juga mencibir, "Pengobatan tradisional? Heh. Kamu

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 363

    Bagi manusia, terbang sejak dulu selalu menjadi daya tarik yang sangat besar. Karena itulah muncul balon udara, pesawat terbang, dan hingga sekarang orang-orang bahkan sudah terbiasa dengan roket serta pesawat luar angkasa, meninggalkan bumi untuk menjelajahi alam semesta yang lebih jauh.Namun bagi para kultivator, terbang adalah sesuatu yang bisa diwujudkan hanya dengan mengandalkan kekuatan diri sendiri.Dengan basis kultivasi Bradford yang telah mencapai tingkat inti emas, terbang menuju Kota Jiramo sebenarnya bukanlah hal yang sulit.Hanya saja, terbang membutuhkan konsumsi energi spiritual di dalam tubuh secara terus-menerus. Saat ini, basis kultivasi Bradford berada dalam situasi aneh, di mana sewaktu-waktu bisa saja jatuh tingkat, sehingga dia tentu tidak akan melakukan hal yang dapat merusak fondasinya.Lagi pula, jika dia terbang sepanjang perjalanan, tidak ada jaminan dia tidak akan ketahuan orang lain. Sebisa mungkin tidak menggunakan kekuatan spiritual juga merupakan kunci

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 362

    "Maaf." Pramugari itu hanya tersenyum tipis sambil menggeleng, menolak pria itu dengan sangat tegas.Ekspresi pria itu sedikit berubah. Dia merasa agak malu, tetapi tidak marah. Sebaliknya, dia mengeluarkan sebuah kartu nama dari sakunya dan menyerahkannya kepada pramugari itu. "Kamu bisa menyimpan kartu namaku. Kalau ada kesempatan, hubungi aku."Bradford melirik sekilas kartu nama itu. Di atasnya tertulis manajer utama salah satu departemen Majestic Group, bernama Saguna.Pramugari itu tetap menggeleng. "Pak, mohon maaf, kami nggak menyediakan layanan seperti itu."Setelah berkata demikian, dia mengingatkan para penumpang di sekitar dengan ramah untuk mengenakan sabuk pengaman dan mengatur ponsel ke mode pesawat, lalu melangkah pergi."Sialan, masih sok jual mahal! Cuma pramugari, tapi sombong amat!" Kali ini, Saguna benar-benar tak bisa menjaga citranya dan memaki dengan penuh kebencian."Dia hanya nggak tertarik mengenalmu, jadi menolak godaanmu secara langsung. Itu wajar, 'kan? Ap

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 361

    Penerbangan dari Kota Herburt ke Kota Jiramo menggunakan pesawat kecil. Kelas utama hanya memiliki beberapa kursi, yang sudah dipesan lebih dulu. Bradford memesan tempat duduk di kelas ekonomi.Bradford mengikuti ibu dan anak itu. Begitu masuk ke pesawat, mereka langsung bertemu dengan seorang pramugari yang sangat menawan. Tangan pramugari itu disatukan di depan perut, memberi hormat kepada setiap penumpang yang naik. Dia tersenyum sambil menyapa dengan sopan.Tinggi badan pramugari ini sekitar 1,7 meter, dengan proporsi tubuh yang sempurna dan kaki yang panjang. Pinggangnya pun ramping dan wajahnya mungil. Bahkan di dunia modeling, tubuhnya termasuk sangat luar biasa."Selamat datang. Silakan masuk dan cari tempat duduk sesuai nomor."Saat Bradford menyerahkan tiket, pramugari itu tersenyum padanya, menunduk hormat sambil menyapa.Di sekitar Bradford ada banyak wanita cantik. Dia melihat pramugari itu. Meskipun terpesona, dia hanya melirik sebentar, lalu menunduk dan berujar, "Baik,

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status