登入Kaisar Michael mengepalkan tangannya, walaupun sempat marah.Kesadarannya segera kembali, saat tangannya menyentuh buku harian milik Griceliene. Sekarang ini dia adalah seorang kaisar, bukan hanya itu saja. Dia adalah pemilik kekuatan besar, dirinya adalah satu-satunya transenden di dunia ini dengan kekuatan murni dewa matahari. Kekuatannya sangat besar, selain bisa memurnikan kekuatan jahat, ia kekuatan dewa matahari miliknya bisa menghidupkan tumbuhan bahkan membuat tumbuhan tumbuh dengan subur. Ia malah teringat kata-kata yang diucapkan Griceliene saat masih berada di akademi. "Yang Mulia, walaupun semua orang di dunia ini meragukan mu, tapi saya yakin. Suatu saat Anda pasti bisa menjadi Kaisar yang sukses dengan kekuatan yang besar, jadi untuk masa depan yang belum pernah di ketahui, saya harap Anda tidak pernah menyerah pada sebuah mimpi."Saat itu, Griceliene mengatakan hal itu padanya dengan senyuman tulus. Senyuman yang mengingatkan dirinya pada ibunya yang sudah meningg
Camille malah tertawa tipis, senyumannya terlihat licik. "Malah bagus kalau semua orang di kekaisaran ini tahu tentang sumpah darah itu, di tambah langit yang marah karena Griceliene berniat menceraikan ku." Dylan sedikit kelelahan dengan semua keributan yang ada di Grand Duchy, jadi sekarang ini ia tidak langsung memahami siasat Camille. Namun akhirnya ia mengerti arti senyuman licik yang di tunjukkan oleh atasannya. "Jadi, Yang Mulia sengaja menyebarkan rumor ini lewat pelayan, agar tidak ada satupun orang yang berniat mendekati Nyonya lagi." Kata Dylan dengan nada terkejut. Camille mengangguk, ekspresi wajahnya nampak puas. "Tulis surat permohonan tidak ikut ke medan perang dan kirim ke istana." "Yang Mulia, saya yakin Yang Mulia Kaisar pasti tidak akan menyetujui permintaan Anda," sahut Dylan dengan ekspresi ragu. Camille berniat bangkit, Dylan dengan cekatan membantu atasannya. Walaupun luka di sekujur tubuh Camille tampak mengerikan, namun semua itu tak sebanding den
"Semua perkataan yang barusan keluar dari mulut ku terdengar sampah dan hanya sebuah omong kosong untuk mencari pembelaan, tapi Celine istri ku ... "Air mata keluar deras dari kedua pelupuk mata Camille, dan ia juga memasang ekspresi yang sangat menyedihkan. "Aku mohon, jangan tinggalkan aku! Aku rela melakukan apapun untukmu ... "Griceliene kembali goyah, ia bisa membayangkan betapa menyedihkannya kehidupan Camille waktu kecil, laki-laki kecil yang hidup harmonis dengan kasih sayang dan hangatnya keluarga, tiba-tiba hidupnya berubah dan di kendalikan sekaligus di manipulasi oleh orang yang di percaya menjadi walinya. Griceliene pada dasarnya memang orang baik dan berhati lembut, ia pun tanpa sadar malah menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua pelupuk mata suaminya. Amarah dendam dan kebencian yang menumpuk sekarang seperti lenyap begitu saja. Tak berselang lama, suara langkah kaki terdengar. Para pelayan dan kesatria Grand Duchy masuk ke dalam kamar Griceliene, merek
"Camille aku sangat membencimu ... Sekarang aku sudah tidak bersandiwara lagi," kata Griceliene berusaha melepaskana pelukan dari suaminya. Namun, bukanya melepaskan pelukan Griceliene, Camille malah memeluknya semakin erat. Walaupun sudah menduga kalau ucapan itu akan keluar dari mulut istrinya, ntah kenapa rasanya tetap saja sangat sakit. "Memang, semua yang aku lakukan kemarin adalah bagian dari rencanaku dengan Kaisar Michael. Aku benar-benar ingin lepas dari mu, dan mungkin akan mempertimbangkan untuk menjadi ratu Kekaisaran ini." Kata Griceliene dengan nada suara yakin. Camille mengerutkan bibirnya, ia masih tak percaya, istrinya akan mengatakan itu padanya. Mengatakan kalau dirinya siap menjadi ratu orang lain, artinya istrinya tak menyembunyikan niatnya untuk menikah dengan sepupunya sendiri di saat sekarang ini masih menyandang status sebagai istrinya. Camille merasa hatinya seperti di tusuk-tusuk, sungguh semua itu sangat menyakitkan. Sontak ia pun melepaskan pelukann
Pagi itu, kabut tipis masih menyelimuti halaman kediaman Grand Duke Camille Lorens ketika Duke Tristan Vale tiba-tiba muncul di depan pintu utama. Wajahnya yang tegas dan mata yang memancarkan kegelisahan membuat Dylan, ajudan setia Grand Duke, terperangah. "Dimana anak haram atasanmu?" suara Tristan dalam dan tanpa tedeng aling-aling memotong kesunyian pagi.Dylan menelan ludah, merasakan getaran aura yang aneh dari pria di hadapannya, sebuah kekuatan yang mengingatkannya pada Camille sendiri. Namun, ia tetap memilih diam, tahu bahwa rahasia itu terlalu berharga untuk diungkap sembarangan. Tristan menghela napas panjang, lalu menatap Dylan dengan tatapan penuh kepastian. "Kamu tidak berubah, tetap saja setia seperti dulu. Sebenarnya aku adalah Camille di kehidupan sebelumnya," ucapnya pelan, suaranya penuh beban namun meyakinkan.Cerita tentang kelahiran kembali dan ingatan yang terpendam keluar begitu saja dari mulut Tristan, mengalir bagai sungai yang tak terbendung. Dylan te
Beberapa hari berlalu, situasi di istana semakin kacau. Para delegasi dari kerajaan Olso datang mengajukan penolakan atas permintaan kekaisaran Utara yang menuntut ganti rugi tak masuk akal. Bagi mereka, Raja Rubellian hanya melakukan kesalahan kecil dengan menyelinap ke Grand Duchy. Alasan itu terasa masuk akal, mengingat hampir semua orang di kekaisaran Utara tahu bahwa Grand Duchess Griceliene Lorens memiliki hubungan persahabatan dengan sang raja. Namun, Kaisar Michael Lorens malah menjatuhkan denda yang sangat berat: Raja Rubellian ditahan di istana pengasingan sampai mampu membayar seratus pistol sihir dan uang satu miliar emas. Tindakan itu sungguh tak masuk akal. Kaisar Michael sendiri menyadari bahwa keputusannya terlalu berlebihan dan tergolong gegabah. Namun, karena Raja Rubellian mengaku sebagai selingkuhan Griceliene, hubungan Kaisar Michael dengan wanita itu menjadi semakin rumit, dan semua rencananya terancam gagal.Rokan menghela napas, merasakan frustrasi yang
Saat asyik melamun, tiba-tiba kereta berhenti. Griceliene bertanya pada kusir, "apa yang terjadi?"Kusir itu menjawab, "ada pohon besar yang tumbang dan menghalangi jalan kereta."Tak lama kemudian, ksatria yang ditugaskan mengawal Griceliene atas perintah Camille datang menghampiri. Ksatria itu b
"Aku pikir siapa pria brengsek yang sedang menggoda istri orang lain ... Ternyata Anda Putra Mahkota Rubellian Orlando," sindir Camille. Wajah Camille terlihat semakin menyeramkan dari samping, bahkan ia memegang tangan Griceliene semakin erat. Griceliene sendiri merasa tulang di tangannya hampi
Griceliene memundurkan langkah kakinya, ia menyipitkan matanya, ia tidak menyangka akan bertemu Pangeran Rubellian sekarang.Rubellian bangkit dan melihat Griceliene yang mundur langkahnya. Ia tak ingin memaksa, lalu ikut mundur pelan. Dengan suara penuh kesedihan, Rubellian berkata, "Maafkan aku
Griceliene melangkah berat berniat meninggalkan balkon. Di belakangnya, suara Camille masih bergema, mencoba menahan dengan kata-kata yang setengah mengancam namun penuh kekhawatiran. Wajah Griceliene memerah, campuran antara lelah dan kemarahan yang terpendam lama. Matanya menatap jauh ke







