Share

Bab 39

Author: Atieckha
last update publish date: 2026-04-26 16:40:31

“Laura, lebih dalam,” pinta William lagi. Kepalanya mendongak ke atas dengan mata terpejam menikmati sentuhan bibir istrinya di aset paling berharga miliknya. Rasanya lama sekali dia tidak pernah merasakan nikmatnya bercinta dengan istrinya sepanas ini.

Setelah puas dimanja, dia minta Laura untuk berdiri membelakanginya di pinggir ranjang. William mulai melakukan penyatuan. Dia bergerak menghasilkan sumber kenikmatan yang hanya bisa mereka dapatkan ketika mereka sama-sama menikmati permainan p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 40

    “Baik, Pak. Nggak usah bebani diri Bapak atas masalah yang harusnya ditanggung oleh orang lain. Dengan memiliki anak cacat saja itu merupakan sebuah hukuman dari Tuhan karena dia sudah berani mengkhianati anda.”“Kamu benar, Paula. Sakitnya masih terasa. Andai waktu itu kamu tidak menyarankanku untuk segera melakukan tes DNA, mungkin sampai saat ini aku menerima anak sopir itu sebagai anakku. Terima kasih ya Paula sudah membuatku sadar kalau aku tak perlu ambil alih tanggung jawab orang lain.”“Sama-sama, Pak.”Paula segera melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah William. Dengan hati berbunga-bunga dia mengendarai mobilnya menuju ke rumah sakit. William menerima sarannya itu artinya pendapat dirinya sangat diperhitungkan oleh William. “Dia nurut banget. Calon suami kayak gini gak boleh sampai lepas,” gumam Paula.Setelah sampai di rumah sakit dia langsung menuju ke ruangan administrasi. Kebetulan yang berjaga saat ini adalah karyawan baru di rumah sakit itu.“Saya Paula, sekreta

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 39

    “Laura, lebih dalam,” pinta William lagi. Kepalanya mendongak ke atas dengan mata terpejam menikmati sentuhan bibir istrinya di aset paling berharga miliknya. Rasanya lama sekali dia tidak pernah merasakan nikmatnya bercinta dengan istrinya sepanas ini. Setelah puas dimanja, dia minta Laura untuk berdiri membelakanginya di pinggir ranjang. William mulai melakukan penyatuan. Dia bergerak menghasilkan sumber kenikmatan yang hanya bisa mereka dapatkan ketika mereka sama-sama menikmati permainan panas ini. Desahan demi desahan memenuhi kamar mewahnya dan rasa panas hingga membuat keringat sampai menetes saking hebatnya hentakan William di tubuh istrinya.Sebelum mencapai puncaknya William mencabut miliknya dari aset sang istri lalu merangkak naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang. “Ayo Laura, kau di atas,” ucapnya.Mana berani Laura menolak perintah William saat pria itu sedang bernafsu seperti ini. Dia pun segera merangkak ke atas tubuh sang suami dan mulai berger

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 38

    Di saat majikannya sedang larut dalam gairah yang hebat, Victoria justru sedang duduk terpaku sambil menempelkan ponsel di telinganya. Ia sedang berbicara dengan Paula, sosok yang memberinya upah jauh lebih besar dibandingkan gaji yang ia terima dari William setiap bulannya."Jadi awalnya dia memang tidur di kamar tamu?" tanya Paula setelah mendengar laporan bahwa pasangan itu sempat tidak tidur seranjang. Entah kenapa setelah mendengar William tidur seranjang dengan Laura membuat hati Paula menjadi sangat panas. Rasanya ia ingin datang ke rumah itu dan melabrak Laura agar tidak tidur satu ranjang dengan William. William hanya miliknya."Iya, Bu. Awalnya memang pisah kamar karena Bu Laura bilang dia merasa jijik kalau harus tidur dengan Pak William. Tapi saat Bu Laura sudah terlelap, Pak William menggendongnya dan membawanya kembali ke kamar utama," sahut Victoria sambil mengecilkan suaranya agar tidak terdengar sampai keluar kamar."Sial! Apa-apaan itu? Seolah tidak ada wanita lain

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 37

    “Setidaknya kamu harus bisa berterima kasih karena biaya operasi pertama anakmu sudah kubayar dengan jumlah yang tak sedikit. Kau harus menikmati permainan ini, melayaniku sepenuh hati agar tidak terus-terusan merasa kau seperti sedang diperkosa oleh suamimu sendiri. Aku tidak akan menyakitimu kalau kau mau dengan tulus melayaniku, melayani donatur utama atas biaya rumah sakit putrimu.”Suara William terdengar sangat lembut tapi juga begitu menyakitkan di telinga Laura. Mungkin ini salah satu pengorbanan yang harus ia lakukan demi putrinya. Laura harus melayani sang suami meskipun dia jijik membayangkan suaminya menyentuh perempuan lain selama 10 hari ke belakang. Tubuh mereka sudah dalam keadaan polos. William sudah berada di samping Laura namun tangannya menggerayangi tubuh istrinya. Lama sekali rasanya menunggu Laura sampai benar-benar tidak mengeluarkan darah lagi di bagian intimnya. Dan kini, William tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, senjatanya hampir karatan karena tida

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 36

    "Apa-apaan kamu ini, William? Kita datang ke sini untuk menghadiri undangan teman baik Mama dan Papa, tapi kamu malah mengajakku masuk ke kamar hotel. Apa belum cukup puas pelayanan wanita penghibur yang selama sepuluh hari ini menemanimu sampai kamu lupa jalan pulang?" cibir Laura dengan suara tertahan.Untungnya mereka sedang berada di meja sudut yang agak jauh dari kerumunan, sehingga cecaran Laura tidak sampai tertangkap oleh telinga tamu undangan lainnya."Pelankan suaramu, Laura!" bentak William dengan rahang mengeras.Hasrat yang tadinya sempat berkobar di dalam dada pria itu mendadak surut, berganti dengan rasa kesal yang meluap setelah mendengar tuduhan istrinya. Namun, William tetap memilih bungkam. Dia sama sekali tidak berniat menjelaskan ke mana sebenarnya dia pergi atau apa yang dia lakukan selama sepuluh hari menghilang. Dibiarkannya Laura tenggelam dalam pikirannya sendiri, meyakini bahwa suaminya memang sedang asyik memadu kasih dengan wanita lain di tempat lain.Kedu

  • Penyesalan Suami Posesif   Bab 35

    “Suster, saya titip Aurora, ya. Nanti jam tujuh malam suster Jessica yang akan menjaganya. Terima kasih sebelumnya. Saya sudah menghubungi suster Jessica dan bilang saya ada urusan penting,” ucap Laura di depan ruangan suster.“Baik, Bu. Tenang saja, saya akan menjaga Aurora dengan baik sampai suster jaga datang,” jawab suster itu.Setelah mengucapkan terima kasih, Laura pun segera pergi dari rumah sakit. Sesuai dengan perintah William, dia benar-benar menunggu di lobby sampai akhirnya salah satu mobil mewah William berhenti di depan lobby rumah sakit. Seorang wanita yang usianya tak beda jauh dari Laura turun dan menghampiri Laura. “Selamat sore, Bu Laura. Saya mendapatkan perintah dari Pak William untuk menjadi sopir pribadi Ibu mulai detik ini. Perkenalkan nama saya Victoria, yang akan bekerja untuk Anda dan Pak William. Saya dibayar untuk menjadi pelayan di rumah anda serta sopir pribadi anda. Saya siap mengantarkan kemanapun Ibu mau pergi,” ucapnya ramah sambil sedikit membungku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status