共有

18. Calon Pacar

作者: Rilla
last update 公開日: 2026-04-24 18:49:00
Mia menatap kesal Dirga. Pria ini benar-benar menyebalkan.

"Ambilkan pakaianku." Ucapnya.

Tak mau bicara banyak, Mia mendorong Dirga yang menghalangi jalan. Ia berdiri di kamar Dirga, "Dimana lemari pakaianmu?" Tanyanya.

Dirga menunjuk lemari dua pintu yang cukup besar di sudut kamar.

Mia bukannya tak mau cari sendiri, ia takut nanti yang ia periksa justru tempat penyimpanan barang berharga atau pakaian dalam. Jadi lebih baik ia bertanya dulu.

Mia melangkah ke sana dan memilih kemeja
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    23. Nugget & Kaarage

    Mia terdiam beberapa detik namun setelahnya ia tertawa. Tawa yang lepas namun bagi Dirga, itu adalah tawa ejekan."Kenapa kau tertawa?" Tanya Dirga sewot.Tawa Mia tiba-tiba terhenti. Ia menatap Dirga serius, "Kau pikir aku percaya dengan ucapanmu? Kau bermain sangat profesional. Kau menyentuhku seperti seorang yang sudah berpengalaman. Jangan menipuku." Mia mendengus."Kau ingin tahu apa alasannya?" Dirga menyentuh dagu Mia. Wajah mereka sangat dekat. "Karena aku seorang pria.""Ha? Alasan macam apa itu?""Tapi memang itu alasannya. Dan jika kau tak percaya kau orang pertama yang kumasuki, terserah." Dirga kembali menatap laut. Mia menatap ke arah Dirga. Selain yang Dirga jelaskan tadi, Mia juga penasaran kenapa Dirga menembaki pria-pria di hutan itu. "Lalu kenapa kau menembaki pria di hutan itu?""Karena mereka brengsek." Jawab Dirga santai namun membuat Mia naik darah. Ia memukul lengan Dirga kuat. "Kau mengatakan mereka brengsek. Lalu kau apa?" Kesalnya. Ia berdiri dari dudukny

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    22. Perempuan Pertama

    Mia merobek satu bungkus kondom dan memasangkan sesuai arahan Dirga. Setelah terpasang sempurna, Mia kembali menduduki milik Dirga dan masuk.Aagghhh....Desahan keduanya semakin terdengar keras. Mia bergerak liar. Pinggulnya maju mundur dengan cepat. Keduanya kembali berciuman sebagai pelampiasan rasa nikmat yang kini tubuh mereka rasakan. Dirga bahkan sudah tak mengenakan apapun lagi. Merasa tempat mereka terlalu sempit, Dirga membuka pintu mobil. Menggendong Mia keluar dengan pusat inti mereka yang masih menyatu. Ia membawa Mia pada bagian depan mobil dan membaringkan Mia di sana. Dengan begini, Dirga lebih leluasa. Ia juga bisa melihat miliknya keluar masuk di bawah sana. Cukup lama Dirga bergerak di posisi ini, sampai mereka kembali merubah posisi dengan Mia sujud. Posisi ini membuat keduanya mengerang semakin nikmat. Hentakan Dirga semakin kuat namun pria itu tak ingin keluar dengan posisi ini. Ia kembali menggendong Mia masuk ke dalam mobil dan posisi Mia berada di bawah. D

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    21. Dalam Mobil (21+)

    (Area 21+)*****Dirga menarik Mia keluar dari pembicaraan tak masuk akal itu. Bahkan pria itu tak menghiraukan papi dan kakeknya yang memanggil."Hei, kenapa kau kabur? Bukannya bagus kalau kau bisa punya istri secantik itu?" Ucap Mia bertanya saat mereka sudah berada di dalam mobil."Aku tak tertarik.""Kenapa? Kau homo?"Ciiittt!!Dirga menginjak rem mobil kuat. Padahal ia baru saja menginjak pedal gas."Kau bilang apa tadi?""Hehehe. Nggak. Aku hanya bercanda. Aku cuma menebak. Lagian diberi gadis secantik itu, kau menolak.""Ck! Aku bahkan lebih tertarik gadis nakal sepertimu." Ucapnya pelan namun tak cukup pelan untuk Mia."Ck! Jangan bercanda. Aku tak tertarik dengan itu.""Kenapa? Kau penyuka sejenismu jugaa?"Mia mendelik, "Jangan mencuri ucapanku."Kali ini giliran Dirga yang tertawa. Ia kembali menginjak pedal gas nya dan melajukan mobil tersebut dengan kecepatan sedang.Ponsel Dirga terus berdering dan pria itu tak menggubrisnya sama sekali."Dari awal aku sudah di tipu. P

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    20. Bayaran Keperawanan

    Dirga menatap ponselnya. Ia baru saja mengecek M-banking untuk rekening yang tadi ia serahkan pada Mia dan benar tak ada satu rupiah pun yang kurang. Dirga menghela nafas panjang. Ia menatap kamar Mia yang tertutup. Dirga berdiri dari duduknya dan melangkah menuju kamar Mia. Ia membuka tanpa mengetuk.Ia melihat Mia sedang duduk bersandar di sandaran tempat tidur. Mia sadar Dirga masuk ke kamarnya namun ia tak peduli."Uang ini milikmu." Ucap Dirga kembali menyerahkan kartu ATM itu pada Mia."Aku tak merasa punya uang sebanyak itu.""Aku memang memberikannya. Karena aku sudah mengambil keperawananmu." Ucap Dirga dengan tenang.Mia melirik ke atas tepat di mata Dirga."Kau ingin membayar keperawananku? Hahaha. Kupikir kau lelaki brengsek." "Aku memang brengsek, karena itu aku membayarmu. Kalau aku tak brengsek, aku tak akan membayarmu." Ucap Dirga.Mia melirik ATM tersebut. "Mau atau tidak?"Sret!Mia merebut ATM tersebut, "Oke. Aku anggap kau brengsek." Ucapnya santai. "Toh tak ada

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    19. Perkara ATM

    Mia masih betah menatap kartu ATM yang tadi Dirga berikan padanya. Ia tak tahu saat ini saldonya berapa, namun untuk pin ATM nya, ia sudah mendapatkan itu. Perkara mudah untuk mencari itu saja. Ia tinggal masuk ke ruang kerja Dirga dan mencari perihal data diri pria tersebut.Setahunya di swalayan depan gang perumahan ini ada mesin ATM. Sepertinya ia harus mengeceknya sendiri. Mia beranjak menuju kamarnya dan beberapa menit kemudian keluar lagi. Ia hanya mengambil jaketnya yang ia dapat dari Dirga. Sebenarnya itu jaketnya Dirga yang pria itu berikan tak lama sejak ia ada di rumah ini.Mia keluar rumah. Setelah memastikan pintu terkunci dengan baik, ia pun bergegas menuju swalayan. Beruntung tak terlalu jauh, jadi ia bisa berjalan kaki saja menuju ke sana. Awalnya Mia sedikit ragu untuk keluar rumah sendirian. Ia teringat kejadian dimana posisinya selalu berbahaya jika berada di luar rumah. Namun satu yang ia tahu, bahaya itu ada jika dia sedang bersama Dirga. Dan sekarang ia tak ber

  • Perawat Pribadi Tuan Mafia    18. Calon Pacar

    Mia menatap kesal Dirga. Pria ini benar-benar menyebalkan. "Ambilkan pakaianku." Ucapnya. Tak mau bicara banyak, Mia mendorong Dirga yang menghalangi jalan. Ia berdiri di kamar Dirga, "Dimana lemari pakaianmu?" Tanyanya. Dirga menunjuk lemari dua pintu yang cukup besar di sudut kamar. Mia bukannya tak mau cari sendiri, ia takut nanti yang ia periksa justru tempat penyimpanan barang berharga atau pakaian dalam. Jadi lebih baik ia bertanya dulu. Mia melangkah ke sana dan memilih kemeja, jas dan celana dasar kantor untuk Dirga kenakan. Mia menarik satu setelan dari deretan pakaian Dirga, jemarinya berhenti pada jas berwarna krem yang terlihat lembut namun tegas. Ia mengangkatnya perlahan, menilai potongannya yang rapi, lalu tanpa ragu menyerahkannya pada pria itu. “Yang ini,” ucapnya singkat, tapi matanya terlihat berbinar puas dan Dirga bisa melihat itu. Dirga melangkah mendekat. Mia menatap Dirga namun pandangannya kembali ia jatuhkan pada stelan tersebut. Pasalnya pria

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status