共有

Bab 40

作者: Stary Dream
last update 公開日: 2026-03-12 06:09:19

Lima hari berlalu sejak Selina sadar kembali. Wanita ini mulai membaik, perlahan ia sudah bisa duduk kembali meski tangan dan kaki kirinya sulit untuk digerakkan.

Berdasarkan rencana, Selina diperbolehkan besok hari.

Selama lima hari ini juga hanya ada Aldi yang setia menemani. Maryono sering datang dan pergi karena harus mengurus sesuatu. Tapi ada satu orang yang ingin Selina ketahui keberadaannya, yaitu mertua cerewetnya, Husna.

"Mama nggak kesini ya, mas?" Tanya Selina tiba-tiba.

"Oh.. mama
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (2)
goodnovel comment avatar
Adfazha
Wah Selina pura2 amnesia ya sengaja mw balas Aldi cr celah tuk bs berpisah hm smg aja mereka nanti bnrn pisah biar Selina sm anaknya bebas dr mertua toxic
goodnovel comment avatar
Susilawati Arum
Nggak rela banget Selina kembali sama Aldi
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 92

    "Untuk apa sebenarnya kamu jam tangan itu?" Nisa jadi penasaran.Kemarin adik iparnya datang kemari untuk mencari suaminya dan hari ini dia datang dengan berbeda tujuan."Ambil saja dan jangan banyak tanya. Aku sudah meminta izin pada suaminu." Sahut Rama malas.Nisa mencebik. Ia menutupi rasa dongkolnya dengan senyuman manis dan berlalu ke kamar pribadinya. Setelah itu, dia membawakan jam tangan berwarna navy tersebut."Ini." Ujar Nisa memberikan jam tangan tersebut.Rama mengambil jam tangan tersebut dan ditaruhnya di dalam saku celananya. Ia lalu berbalik untuk keluar dari apartement milik kakaknya."Bagaimana rencana pernikahanmu? Ternyata dua minggu lagi kamu akan menikah dengan wanita pujaanmu.""Lancar. Semuanya baik-baik saja." Balas Rama acuh."Tunggu sebentar, Rama!" Ucap Nisa menahan kepergian adik iparnya."Ada apa lagi? Aku sibuk, Nisa!""Aku tahu!" Seru Nisa tersenyum penuh arti.

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 91

    Malam ini, Selina tak bisa tidur. Tak ada putri kecil yang biasanya dipeluk, tak ada gurauannya, suaranya bahkan rengekan merdunya membuat Selina rindu setengah mati.Bantal kesayangan Aulia dipeluknya dengan erat. Wanita ini kembali menangis dalam diam."Maafkan mama, nak.." lirih Selina. Dia sangat merindukan putrinya.["Aku berjanji akan membawa Aulia kembali padamu."]Semilir suara Rama terngiang di telinganya.["Aldi berbohong dengan mengatakan kalau dia sudah menggugat hak asuhmu. Dia malah menyewa orang untuk berpura-pura menjadi pihak komnas untuk mengambil putrimu.. dan aku berjanji akan membawa Aulia ke tanganmu serapi mungkin."]Rama sudah memiliki cara. Aldi tak bisa dikerasi dengan cara mengambil Aulia secara paksa. Melawan pria itu harus menggunakan taktik untuk membuat Aldi tak berkutik. Dan Rama meminta Selina untuk bersabar menunggu. Setelah itu, ia akan kembali lagi bersama putrinya.Rama sendiri sudah

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 90

    "Rama, kemarilah!" Ajak Mala pada putranya yang baru saja tiba.Dengan gugup, Rama jalan mendekat ke arah dua wanita yang sedang duduk mesra di sofa ruang keluarga. Pria ini lalu mengambil tempat duduk di hadapan mereka."Lihat ini. Tadi mama pergi ke percetakan. Ternyata undangan kalian hendak di cetak. Jadi mama bawa satu sebagai contoh. Gimana? Kamu suka nggak?" Tanya Mala.Rama mengambil undangan tersebut dan menatapnya. Dr. Rama dan Selina. Nama itu terukir diatas kertas ini dengan menggunakan tinta emas. Seketika hati Rama menciut. Ia takut jika undangan pernikahan ini tak akan pernah sampai ke tangan tamu undangannya."Rama.." panggil Mala lagi.Rama berdeham. "Cantik, ma. Warna biru membuat undangan ini terlihat sederhana tapi juga megah.""Mama juga setuju." Sahut Mala mengulum senyum.Rama lalu mengangkat wajahnya dan menatap Selina."Kenapa Selina menangis, ma?"Mendengar itu, Mala

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 89

    "Indah sekali, ya?"Senyum mengembang dari wajah Mala sembari menatap Selina. Di hadapan kedua wanita ini terhampar sebuah undangan berwarna biru coral. Begitu cantik dengan warnanya.. dan begitu indah dengan dua nama yang tersemat di atas sana.. Rama dan Selina."Tadi ibu sama papanya Rama pergi ke percetakan untuk melihat undangan pernikahan. Sekalian mau meninjau ulang gedung pernikahan kalian. Syukurlah undangannya sudah selesai, besok undangan ini akan siap dicetak. Jadi lima hari lagi kita bisa menyebarkan undangannya." Sambung Mala.Selina menatap getir undangan hard cover yang ada di sebrang sana. Ia sama sekali tak berniat menyentuh undangan tersebut."Kenapa, Selina? Kamu nggak suka undangannya, ya?" Tanya Mala pada Selina yang hanya diam.Selina terkesiap. "Suka, bu. Undangannya cantik sekali."Mala lalu mengulum senyum. "Seila juga sudah mengirimkan foto gaun pengantinmu kemarin.. sungguh indah sekali, nak. Kamu pasti

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 88

    "Terima kasih atas bantuannya."Aldi menyodorkan sebuah amplop berwarna coklat kepada pria dihadapannya.Dengan tersenyum, pria berkacamata ini mengambil amplop tersebut dan mengintip sedikit isinya. Ternyata hasilnya memuaskan."Sama-sama, pak. Saya juga sangat senang karena Alina sudah kembali pada bapak." Sahut Novran tersenyum penuh arti."Tapi cukup diingat, pak. Rahasia ini cukup kita berdua yang mengetahuinya." Ujar Aldi mengingatkan."Kalau soal itu anda tenang saja. Saya pandai menyimpan rahasia." Balasnya terkekeh. "Jangan segan untuk meminta bantuan kepada saya. Dengan senang hati, saya akan membantu."Aldi hanya tersenyum tipis. Ia lalu membiarkan Novran berlalu dari rumahnya."Pak Aldi." Panggil Eva dari dalam. "Alina nggak mau makan."Aldi mendengkus. "Buka TVnya, suruh dia menonton kartun. Pasti dia mau makan.""Sudah, pak. Tapi Alina malah menangis.""Kasih yutub aja dari ponsel

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 87

    "Ma! Lihat siapa yang datang!" Seru Aldi sumringah.Pria ini datang sambil menggendong Aulia yang masih sesegukan menangis. Ia menunjukkan putrinya pada Husna yangs sedang duduk di kursi roda."Aa.. li.. na.." panggil Husna dengan suaranya yang pelo.Aldi menurunkan putrinya dan membantu Aulia mendekat. Tapi anak ini menangis dan meringkuk ketakutan."Ini nenek, sayang.. jangan takut." Ucap Aldi memeluk putrinya.Ia tetap memaksa Aulia agar mendekat pada Husna. Namun yang terjadi Aulia menjerit hebat."Ya sudah kalau tidak mau." Aldi menggendong Aulia dalam pelukannya. "Ini semua salah mamamu yang nggak mau memperkenalkan kamu ke dunia luar makanya kamu jadi penakut." Gerutu Aldi.Pria ini lalu melihat perawat pribadi Husna yang baru muncul dari dapur."Eva!""Iya, pak.." wanita muda ini mendekat."Ini anak saya, namanya Alina. Mulai hari ini selain mengurus mama kamu juga harus mengurus Alina.

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 18

    Aldi bangun dengan nafas yang memburu. Detak jantungnya berlari dengan cepat. Peluh ini bercucuran membasahi dadanya.Pria ini mengerjap memandang sudut kamar. Tak ada lagi Selina yang berdiri disana. Memandangnya dengan penuh kesedihan. Wajah yang pucat, hijab yang berlumuran darah. Ya, Tuhan.. ap

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 17

    "Sudah jam 7.." gumam Selina.Aldi berjanji akan pulang tepat waktu. Malam ini rencananya mereka akan pergi ke baby shop untuk membeli perlengkapan demi menyambut buah hati mereka. Tapi sudah 2 jam berlalu, Aldi belum pulang juga.Selina mengusap ponselnya perlahan. Perlukah ia menghubungi Aldi? Ha

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 16

    "Perempuan ini.."Mata Rama memicing melihat wanita muda yang baru saja masuk dengan menggunakan brangkar. Evan, teman sejawatnya yang tengah berjaga lalu mengambil alih memeriksa keadaan wanita ini."Siapa nama pasiennya, pak?" Tanya Evan pada pria paruh baya yang mengantar."Mayang Sari."Tak sal

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 15

    "Selin!"Aldi yang baru saja pulang memanggil nama istrinya ke seluruh penjuru rumah. Biasanya istrinya itu terbaring di tempat tidur, tapi sekarang tak ada.Setelah beberapa kali memanggil, Aldi mendengar jawaban dari ruang belakang. Rupanya Selina sedang berada di ruang cuci. Duduk disana dan ber

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status