Home / Fantasi / Perjalanan Petualang Terkuat / 16. Ultimate Swordmanship Martha

Share

16. Ultimate Swordmanship Martha

Author: Ideabadar
last update publish date: 2024-10-07 00:00:21

Dua menit! Wira harus mengalihkan Pempers dari Martha.

Wosh!

[Langkah pembunuh dimaksimalkan sesuai level, level anda level 2]

Wira merasakan kakinya begitu ringan, kecepatan yang baik dan matanya yang menjadi tajam. Dia mendapatkan kekuatan yang baik sebagai seorang pembunuh. Wira mencari celah dan mengitari Pempers yang besar.

”Monster jelek! Akulah lawanmu!”

”MANUSIA LEMAH, BERANI SOK HEBAT DI DEPANKU!”

Kaki-kaki Pempers bergerak sangat cepat, semuanya menyerang Wira dari segala arah karena
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perjalanan Petualang Terkuat   57. Pintu Dimensi Aethel

    Wira tidak perlu lagi menggunakan sistemnya atau mengandalkan penyerapan terhadap core musuh yang dibunuhnya. Kemampuannya alami dan melalui dagger Matic, dia mampu merasakan energi core bintang lima dari jenderal Kastor dan menyerapnya untuk memperkuat kekuatannya secara mandiri.Ini sangat luar biasa! Sangat berbeda ketika harus bergantung pada sistem yang diberikan dewa dan seolah harus meminta izin. Namun sekarang, dia mampu merasakan energi sekecil apapun yang ada di sekitarnya.Lembah Kabut menjadi saksi pertempuran besar antara manusia melawan para celestial. Sisa-sisa para dewa yang melihat kematian Jenderal Kastor melarikan diri dan terbang ketakutan. Celah dimensi yang terbuka dari langit sebelumnya, yang memberi karpet merah pada para dewa untuk membunuh manusia. Kini telah mulai hilang dan bekas pertempuran terlihat puing-puing yang hancur atau bebatuan yang meledak di sekitar para manusia.Matic berdenyut setelah Wira menyerap core dahsyat milik Kastor. Dagger Matic juga

  • Perjalanan Petualang Terkuat   56. Domain Pembunuh Angin

    ”Ugh!”Cengkeraman tangan berlapir armor cahaya milik Kastor begitu kuat sehingga Wira terlihat kesulitan bernapas. Tangan Kastor itu bagaikan cepitan baja yang kuat dan mendominasi. Leher Wira terasa terbakar dan menembus hingga pembuluh darah hingga meresap ke seluruh jalur mana milik Wira.Di bawah, Bisma dan Lylia berteriak sambil terus bertempur melawan pasukan celestial.”Bagaimana manusia rendahan! Apakah kamu merasa bahwa kami memang kuat dan abadi! Memohonlah ampun dan aku akan membunuhmu dengan cepat dan tanpa rasa sakit.” Tombak petir di genggaman tangan Kastor lainnya bersiap untuk membunuh Wira dengan tanpa halangan.Namun, bukannya panik. Tiba-tiba, Wira tersenyum kecil dan sejak tadi berpura-pura kesakitan. Sepasang mata Wira menyala dan dia menatap tajam pada dua mata jenderal Kastor.Wira tidak lagi mau melihat angka stat atau status, meskipun dirinya sedang di ambang kematian. Namun, kini dia percaya bahwa semua status itu dibuat oleh mereka para dewa. Jadi, untuk men

  • Perjalanan Petualang Terkuat   55. Resonansi Empat Elemen

    Jenderal Kastor menekan dengan kekuatan celestial yang kuat, tekanan gravitasi yang menghantam Wira dan rekan-rekan lainnya membuat mereka merasakan tekanan. Di Lembah Kabut itu mereka benar-benar bertemu dengan seorang dewa yang sangat kuat. Udara di sekitar Wira seolah membeku dan berisi energi yang membekukan, energi yang membelenggu kekuatan lawan dalam radius domain gravitasi yang dibentuk Jenderal Kastor.Kastor sang Bintang Lima dari celestial tersenyum sinis, dia menganggap bahwa kekuatannya mampu menghancurkan para semut itu. Namun, Wira masih berusaha sekuat tenaga menahan kekuatan tekanan Kastor dan berdiri tegak. Wira segera memunculkan dagger Matic miliknya dan menyerap sisa-sisa hembusan angin di sekitarnya. Dia sedang mengkoordasikan elemen angin dan kekuatan asassin yang sudah dipelajarinya sejauh ini.WOSH!”Langkahi mayatku dulu, jenderal sialan!” Wira menerjang dan suaranya mendesing keras, memantul di antara bukit di lembah tersebut.Jenderal Kastor marah dan menggu

  • Perjalanan Petualang Terkuat   54. Manifestasi Bintang Lima

    Proyeksi dari wajah sang Ibu, Rania di depan Wira perlahan menguap hilang. Pesan terakhir itu benar-benar menampar kesadaran Wira. Semua hal yang selama ini tidak diketahui tiba-tiba menjadi sulaman kisah yang harus dia pahami dengan cepat. liontin tua peninggalan ibunya yang menampilkan pesan terakhir ibunya kini tersisa batu oval biru emas yang mengalirkan energi di tangan Wira. Setelah pesan dari Rania, tampat itu menjadi hening dan semua orang mencerna apa yang baru saja disampaikan Rania.Liontin itu didekap Wira, itu adalah kenang-kenangan dari Ibunya sebelum pergi melawan para celestial. Tekadnya yang semula hanya bertahan hidup, kini harus mencari cara untuk menemukan ibunya. Sejak kecil, tak ada yang memberikan kehangatan dan cinta untuknya, dia mengira kalau dia dibuang. Namun, sang Ibu mengorbankan dirinya untuk mempertahankan bumi dan bertarung sendirian mencoba menghancurkan sang penghancur, yaitu para dewa.”Jadi ... karena inilah Ibu harus meninggalkanku?” Wira mengepalk

  • Perjalanan Petualang Terkuat   53. Sinyal dari Pengawal Tua

    Nyala dari simbol rune itu adalah tiga pedang yang saling bersilangan dan memantulkan cahaya keemasan biru ke langit di atas Lembah Kabut. Simbol itu terlihat cukup jelas hingga akhirnya pudar, hilang tertiup angin. Rune itu menandai dengan berakhirnya bau busuk dari bangkai parasit yang telah dimusnahkan oleh serangan Wira sebelumnya.Wira bertanya tentang Faksi Guardian yang disebutkan pemandu Avatar, kata-kata Guardian seolah pernah didengar Wira dari seorang rekannya saat di kampus. Benar, itu adalah penjelasan dari Martha!Pertanyaan Wira membuat Avatar berbalik dan terlihat berpikir sejenak. Pria yang sudah terlihat tua dengan rambut perak itu akhirnya berdehem dan melankah maju hingga dekat dengan tebing yang berada tidak jauh dari air terjun.”Wira, ikuti aku. Ada sesuatu yang tidak bisa aku katakan padamu di langit yang terbuka. hal itu karena mata para dewa celestial itu terus mengintai apapun yang ada di seluruh bagian dunia yang terbuka.”Wosh!Pemandu Avatar tak menunggu j

  • Perjalanan Petualang Terkuat   52. Badai di Lembah Sunyi

    Wira bertemu untuk ujian ketiga dari cermin, terlihat kehancuran di sekitar takhta milik Dewa Celestial dan Wira di masa depan terlihat sudah memegang kepala sang Dewa. Takhta kristal dan megah itu hancur menjadi kepingan cahaya yang memenuhi semua ruangan dan redup kemudian sirna dibawa angin.BRUSH!Wira terngiang pesan dari Wira di masa depan yang membunuh Dewa Celestial sebelum semuanya hancur menjadi serpihan cahaya. Perjalanan baru saja dimulai!Cermin ketiga akhirnya hancur dan Wira kembali melangkah ke arah teman-temannya. Lembah Kabut masih terlihat berkabut, rekan-rekan Wira sudah menunggunya berada di ujian cermin. Wira mencium bau aroma herbal yang langsung tercium dengan baik dari inderanya. Di depan sana, teman-temannya berkumpul dan menyambut Wira mereka semua lega Wira tidak terjebak dalam ujian tiga cermin.Namun, belum sempat Bisma membuka suara untuk menyapa sahabatnya, ketenangan surga tersembunyi itu pecah seketika.BOOOOOOMMMM!Getaran dahsyat merambat dari arah t

  • Perjalanan Petualang Terkuat   6. Selamat, Anda Resmi Menjadi Pembunuh

    Makhluk tinggi itu datang ke arah Wira, benturan tubuh mereka terjadi dan membuat para mahasiswa lainnya ada yang menutup matanya.Slap!Brush!Wira terdorong ke belakang dan tubuh monster kurus tinggi itu menimpa Wira, suaranyanya terdengar menyayat.KUUUUKKKKK! (Sakit, sakit ....)Bruk! Kepala mo

  • Perjalanan Petualang Terkuat   5. Saatnya Menyala, Bisma!

    Klap![Status petualang; Wira][Bertahan hidup adalah tujuan anda di awal kehancuran dunia. Tingkatkan kekuatan anda dan naikkan kemampuan anda untuk mempersiapkan tahap kehancuran dunia selanjutnya]Wira membaca status jendela dengan kemampuannya sebagai Petualang. Saat itu, empat orang yang sela

  • Perjalanan Petualang Terkuat   2. Aku Mengalahkanmu, Sistem!

    Kilauan cahaya menyala di langit, Wira kaget melihat pemandangan di langit. Apa yang sebenarnya terjadi?Gempa berhenti, meja yang semua saling berderak dan bertabrakan sudah kembali normal. Semua mahasiswa di kelas itu bangkit dari tiarap. Semuanya saling memandang dan kebingungan. Mereka mulai be

  • Perjalanan Petualang Terkuat   1. Wira dan Hari Aneh!

    Tangan wanita itu memegang kepala anak kecil yang baru berumur lima tahun, dia mengecup kening bocah lelaki itu.”Wira, Ibu pergi tidak akan lama. Ibu harus menjemput Ayahmu, kamu ikut bibimu selama Ibu pergi ya.”Senyuman wanita itu menguatkan putra satu-satunya, dia harus pergi. Wanita itu, Rania

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status