Share

Barbara Sanksi

Author: Susi_miu
last update publish date: 2025-01-27 13:13:11

“Kau tak bilang Abi memberimu ponsel yang seharusnya masih dalam tahap peluncuran, itu seingatku sebagai istrinya.”

Lurus ... perhatian Barbara terpaku pada satu titik di mana Moreau masih menempatkan sentuhan tangan pada benda pipih yang tampak mencolok.

Dia segera menelan ludah kasar. Hampir secara naluriah menyembunyikan segala sesuatu dari hadapan Barbara, tetapi sisa keberanian dalam dirinya terus mengingatkan supaya tidak menunjukkan ketakutan mencolok. Barbara akan menaruh
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perjanjian Terlarang   Gelisah

    “Kau terlihat memikirkan sesuatu. Ada yang mengganggumu?” tanya Moreau pelan setelah mengenyakkan punggung ke sandaran jok. Dia memang tidak menolak ketika Abihirt mengajukan ajakan pulang bersama. Pola yang mereka hadapi selalu sama. Gabriel akan membawa mobilnya, sementara ... mereka berdua di sini. Masih dengan kebutuhan menunggu apa yang akan Abihirt katakan. Moreau akan coba mengerti jika pria itu butuh waktu sedikit lebih lama.“Tidak apa – apa. Aku mungkin kelelahan.”Senyum tipis di sana, menyiratkan sesuatu yang berbeda. Moreau tidak tahu mengapa tiba – tiba dia merasa sangat mengerti konflik perasaan yang sedang Abihirt hadapi. Firasat memberi tahu bahwa pria itu sedang berusaha menyembunyikan sesuatu—ntahlah—sesuatu yang berharga—sebisa mungkin darinya.“Kau yakin hanya kelelahan?” dia kembali bertanya, kemudian mendapati Abihirt mengangguk samar.Mesin mobil dinyalakan, tetapi atmosfernya benar – benar berbeda. Mengapa dia mendadak sangat takut? Benak Moreau berusaha meny

  • Perjanjian Terlarang   Ancaman

    Tidak ada keinginan murni untuk mengirimkan foto memalukan miliknya secara suka rela. Namun, Abihirt mengerti bagaimana Moreau akan marah jika dia tidak setuju. Gambar yang baru saja diambil sudah dikirim, dan sekarang merupakan momen paling menyenangkan untuk mengamati setiap detil tindakan yang Moreau lakukan.Satu bagian penting. Abihirt tidak pernah melewatkan kesempatan saat memperhatikan bagaimana pinggul itu bergerak seksi. Moreau benar – benar hampir membuatnya tak bisa menahan diri dan menjadi sedikit tidak waras.Tak bisa menyangkal bahwa pengaruh Moreau memang besar. Sesekali mereka akan melakukan kontak mata saat iris biru terang di sana dengan sengaja melirik ke arahnya. Tidak ada protes, tetapi Abihirt bisa melihat bagaimana Moreau sengaja melotot tajam.Sialnya, dia hanya tersenyum konyol. Berusaha melupakan bahasa isyarat yang melambung ke udara. Ironi. Tidak dibutuhkan waktu lebih lama untuk membuat Abihirt menyadari satu hal.Dia nyaris terpaku menyadari gelombang ba

  • Perjanjian Terlarang   Kuku yang Bagus

    “Kuku yang bagus, Daddy. Dari mana kau mendapatkannya?” Meski Moreau cukup keberatan melihat keberadaan Abihirt. Dia tetap tak bisa menolak satu pemandangan menggemaskan di hadapannya. Lore dapat dipastikan telah melakukan sesuatu sebelum pria itu bisa melarikan diri; sekadar memesan minum atau meminta dia duduk lebih lama di sini. Mereka berhadapan. Cara Abihirt mengamati kuku tangan sendiri tidak dapat dimungkiri. Ada rasa kesal, tetapi juga semacam suatu kebanggaan ketika pria itu berkata, “Dari little princess, dia mengaku tidak ingin tidur jika belum melakukan ini.” Sebelah alis Moreau terangkat tinggi. Bertanya – tanya tindakan apa saja yang sudah dilakukan anak – anak saat dia tidak di rumah? Mereka senang bermain. Moreau tahu. Menyimak itu sebagai proses di mana Abihirt menjadi kewalahan dan harus menunggu saat – saat paling tepat sekadar berada di sini. “Sekarang anak – anak sudah tidur?” tanyanya sambil menyelidik. Abihirt sempat memberi gestur tak acuh sebelum

  • Perjanjian Terlarang   Kepiting Rebus

    “Dia mengambil sepedaku.”Suara serak dan dalam Abihirt terdengar di antara teriakan anak – anak yang berusaha mengejar Juan. Harus Moreau akui bahwa ini adalah pemandangan—nyaris tidak pernah dia dapatkan; Lore dan Arias begitu menggemaskan saat sedang tersulut keinginan mengejar posisi Juan di depan. Ntah bagaimana pria itu melihat keberadaan sepeda Abihirt dan memutuskan untuk menaikinya tanpa izin.Sambil tersenyum, Moreau menyentuh lengan pria yang masih menjulang tinggi di sampingnya. Mereka sama – sama terbangun dengan keadaan—persis terakhir kali sebelum tertidur; bertelanjang, berantakan, dan akhirnya dia harus mengambil tindakan cepat, sebelum terlambat. Sebelum Abihirt kembali meminta sesuatu yang sudah pria itu dapatkan.Dan di sini. Berada di depan pintu rumah dan menyaksikan pemandangan menenangkan di pagi hari, Moreau tak ingin Abihirt melakukan sesuatu, selain tetap bersamanya.“Juan hanya memakai sebentar. Lagi pula, dia menemani Lore dan Arias bermain. Meminjamkan se

  • Perjanjian Terlarang   Bercerita

    Tubuh mereka sama – sama gemetar. Ini bukan kali pertama Abihirt mengeluarkan bagian dalam diri pria itu ke dalam tubuhnya. Ada sedikit ketakutan bahwa dia mungkin akan hamil, tetapi bagaimana Moreau bisa menolak kehadiran bayi lucu lagi ketika dia melahirkan nanti? Sebuah pertanyaan yang tanpa sadar membuat dia tersenyum konyol. Seharusnya tidak berpikir sejauh ini, karena bagaimanapun ... kesiapan harus selalu berada di kedua belah pihak. Namun, Moreau juga tidak akan memungkiri pertanyaan anak – anak beberapa waktu lalu. Sekarang cukup penasaran dengan pemikiran Abihirt. “Kau tidak takut aku hamil?” Dia tak bisa menahan diri lebih lama dan bertanya. Ada jeda beberapa saat, seolah Abihirt butuh waktu berpikir, meski akhirnya pria itu bertanya, “Hamil?” Moreau mendengkus. Sepertinya Abihirt terlalu fokus dengan kesibukan di kantor, sehingga apa pun yang menjadi kemungkinan di antara mereka nyaris tidak terpikirkan. “Yang kutahu, kau tidak melakukannya

  • Perjanjian Terlarang   Tidak Bisa Menahan

    Abihirt masih menunggu. Betapa tidak sabar pria itu, yang langsung menyusupkan jari – jari tangan sekadar menjambak rambutnya, tetapi cukup pelan; memberi Moreau petunjuk supaya melakukan sesuatu—secara tidak langsung telah mereka sepakati.Kenyataan bahwa dia pelan – pelan menyingkirkan jarak antara bibir dan permukaan perut Abihirt, membuat pria itu menggeram singkat, yang tertahan di udara ketika Moreau menjulurkan lidah sekadar menjilat tubuh seksi di hadapannya, meski tindakan yang dia lakukan menjadi kecupan – kecupan ringan.Sesekali Moreau akan menengadah hanya untuk mendapati bagaimana Abihirt menikmati setiap tindakan yang dia lakukan. Tangannya tak diam. Mulai membuka resleting celana kain di sana. Abihirt mungkin sedikit terkejut, tetapi pria itu mengerti sisanya. Prospek yang membuat Moreau sedikit ragu, meski dia benar – benar mengambil keputusan penuh tekad sekadar menggenggam bagian dari tubuh Abihirt; mengurut pria itu, sampai kejantanan di sana membengkak mantap.Ab

  • Perjanjian Terlarang   Terdesak

    “Apa yang kau lakukan di sini, Moreau?” Suara serak dan dalam Abihirt menyerupai parau, seakan pria itu telah benar – benar tenggelam, sehingga butuh waktu beberapa saat mengembalikan suatu memoar yang sempat hilang. Bahkan, dengan sisa – sisa rasa ngantuk masih meliputi, ayah sambungnya b

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Perjanjian Terlarang   Membicarakannya

    “Dia bilang kepadamu begitu?” Namun, Abihirt malah bertanya persis seseorang yang telah kehilangan informasi krusial. “Ya.” Moreau yakin tidak ada yang salah, terlepas apakah Barbara telah mengirim pesan dengan pelbagai alasan atau tidak. Sejak awal Abihirt tidak menyibukkan di

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Perjanjian Terlarang   Kembalikan

    Gloriya tidak akan memiliki pilihan lebih banyak ketika wanita itu memulai rangkuman dengan mengajukan pertanyaan. “Apa yang terjadi di sini?” Yang secara ringkas menunjukkan suatu prospek signifikan. “Kau dapat dari mana kalung itu?” Alih – alih menjawab, suara serak dan dalam Ab

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Perjanjian Terlarang   Di Rumahnya

    “Terima kasih tumpanganmu, Juan. Yakin tidak mau ikut masuk? Tidak mau bertemu Pipao?” Moreau mengajukan tawaran sekali lagi, ketika dalam perjalanan pria itu secara berulang telah menolak ajakannya. Ini sudah disertai alasan. Dia tahu. Hanya sekadar menguji sejauh mana Juan akan memiliki p

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status