Share

90. Terdengar Luka

Author: CacaCici
last update publish date: 2026-06-18 20:23:48

"Elleh." Sza menatap Aluna dengan mata berang, "katanya mau cerai?" ucapnya.

Saat ini Aluna dan Sza berada di kursi tunggu rumah sakit. Kaizen sedang menemui dokter yang memeriksa Aluna untuk menanyakan kondisi Aluna agar lebih pasti dan meyakinkan.

"Syuut! Pelan-pelan! Ada Pak Alan," bisik Aluna, memperingati Sza supaya sahabatnya tersebut berbicara dengan nada pelan.

"Intinya itu." Sza melirik sejenak pada Alan yang duduk di kursi seberang, di mana pria itu terlihat tengah fokus pada pons
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   264. (G) Kisah Kelam Namun Waspada

    "Ma-maaf, Ser. A-aku benar-benar nggak tahu kalau kamu ada janji ke Kak Xavier," cicit Kaina pelan. "Aku rasa kamu nggak perlu minta maaf, soalnya aku pun bingung kamu di sini salah atau a-aku yang berlebihan. Cuma … kan kamu tahu kalau aku sama Kakak kamu sudah menikah. Aku juga sahabatmu kan? Tapi kok kamu nggak ngasih tahu aku, yah, kalau kamu lagi pergi jemput sepupu kamu sama Mas Xavier. A-aku tahu kalau Mas Xavier itu kakak kamu dan hubungan kalian itu benar-benar dekat, nggak masalah seharusnya kalau kalian jalan ke mana-mana. Tapi kan … kamu tipe yang suka ngasih kabar ke aku. Kamu kalau lagi apa-apa suka ngirim pesan ke aku. Kenapa waktu itu kamu nggak ngabarin aku dan nggak pernah kirim pesan? Apalagi habis itu kamu bikin story kalau kamu habis senang-senang sama kakak dan sepupu kamu.""Aku minta maaf, Ra. Sumpah! Minta maaf banget!" ucap Kaina pelan, menatap Sera penuh perasaan bersalah campur gugup karena takut Sera tak mau memaafkannya. "Aku salah karena waktu itu aku k

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   263. (G) Peringatan

    "Kamu tahu kan kalau Kak Xavier itu sudah menikah?" ucap Aluna dengan tegas. Safara menganggukkan kepala secara pelan, menatap gugup dan was-was pada Aluna. "Tahu, Tante.""Berarti kamu paham dong kalau--" Aluna diam sejenak, menekan kata kalau sambil menatap penuh peringatan pada Safara, "dikit-dikit kamu nggak boleh ke Kak Xavier lagi. Sekarang Kak Xavier itu sudah punya istrinya. Waktu, tenaga, kesempatan, dan hidup, itu semua sudah dibagi ke istrinya. Kamu itu harus sadar diri kalau kamu hanya sebatas sepupu, bukan suatu hal yang harus diutamakan. Kemarin Kak Xavier sama istrinya bertengkar loh gara-gara kamu," tambah Aluna secara blak-blakan. "Maaf, Tante," ucap Safara secara pelan, "a-aku cuma merasa nggak punya siapa-siapa. Da-dan hanya Kak Xavier yang peduli sama aku. Sebelum ini, sekalipun Kak Xavier sibuk, dia selalu menyempatkan diri untuk memastikan kalau aku baik-baik saja.""Kamu bilang kamu nggak punya siapa-siapa? Padahal yang sering ngurus kamu itu Kaina loh, bukan

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   262. (G) Menemanimu Seharian

    "Kamu?!" dingin pria itu, menatap Sera penuh peringatan dan marah. "Mas." Sera mengganti panggilannya, "aku sudah di toko buku jadi Mas bisa pergi menemui sepupu Mas." Xavier menaikkan sebelah alis. Genggamannya di tangan Sera semakin mengencang, tak ingin melepas perempuan ini sedetik pun. "Kau tidak ingin kutemani, Ghazalah?" "Untuk apa? Aku bisa sendiri," jawab Sera santai, menoleh ke sana kemari untuk mencari-cari spot rak mana yang akan lebih dulu ia hampiri. "Aku suamimu," datar Xavier, cukup kesal mendengar jawaban Sera. Sera mengerutkan kening, aneh dan tak paham dengan jawaban pria ini. Namun, dia memilih mengabaikan. Sera berjalan ke arah rak buku yang dipenuhi dengan warna biru, di mana Xavier yang menggenggam tangannya otomatis ikut dengannya. Xavier menatap gengganam tangannya pada Sera lalu menatap wajah istrinya yang saat ini terlihat penuh semangat. Perempuan yang ia nikahi ini … sebenarnya punya kebahagiaan yang sangat sederhana. Toko buku, kucing, makanan fa

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   262. (G) Memilih Siapa?

    "Nyonya Muda." Xavier menjawab pelan. Wajahnya tampak tak bersahabat dan tatapannya begitu tajam. "Pergilah lebih dulu ke rumah sakit. Hubungi Kaina dan ajak dia denganmu," tambah Xavier pada Aiden, mendapat anggukan dari Aiden. Xavier berjalan terburu-buru dari rumah, dia langsung menghampiri mobil yang telah di keluarkan dari garasi. Namun, ketika dia akan masuk ke mobil, dia langsung mengurungkan niat. Pandangan Xavier tak sengaja bertemu pada sosok seorang perempuan muda di taman halaman depan—dekat tembok dan pohon mangga. Di bawah pohon tersebut terlihat seorang perempuan yang sedang berjongkok. Xavier menghela napas panjang, lega melihat perempuan itu. Dia menutup pintu mobil yang sempat ia buka lalu segera menghampiri perempuan itu. Xaviee berdiri tepat di belakang Sera yang sedang berjongkok dan dengan mengelus seekor kucing domestik berwarna orange. Dari penampilannya, perempuan ini memang sepertinya ingin keluar. Namun, mungkin kucing yang entah dari mana bisa masuk

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   261. (G) Antara Istri dan Keluarga

    "Aku baik-baik saja, Tante.""Kenapa masih manggil Tante, Sera? Kamu sudah sangat-sangat resmi menjadi menantuku loh," tegur Aluna. Sera tampak gugup, wajahnya kentara panik. Dia menatap cemas pada Aluna lalu menoleh ke sana kemari. Senyumannya benar-benar kaku dan nafasnya terasa berat. "Sayang, kamu kenapa?" tanya Aluna lagi. Dia berdiri lalu menghampiri Sera yang sejak tadi masih berdiri. Dia menarik Aluna lalu mengiring menantunya tersebut supaya duduk di sebelah Xavier. Sera menurut saja. Akan tetapi dia sempat terlonjak kaget saat dia mendongak pada Xavier dan ternyata pria itu sedang menatapnya dingin. Ah, pria ini menakutkan sekali. "Kamu baik-baik saja kan, Nak?" tanya Aluna, menatap lekat pada menantunya untuk menemukan apakah ada jejak kekerasan yang dilakukan oleh Xavier. Untungnya tak ada. "Aku baik-baik saja, Tante," ucap Sera, memasang senyum manis untuk meyakinkan mama mertuanya kalau dia baik-baik saja. "Ke-kenapa Sera masih manggil Tante ke Mommy? Sera nggak m

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   260. (G) Suami yang Menyeramkan

    Tuk' Sera menatap nanar pada pintu yang di kunci. Oh shit! Pantas saja langkahnya terasa ringan saat berjalan ke pintu ini, ternyata pintunya terkunci. Sera menghela napas panjang, berjalan mundur lalu memutar tubuh. Dia sama sekali tak menoleh ke arah Xavier, dia berjalan terburu-buru menuju kamar mandi. Namun, mengingat dia tak membawa baju ganti ke sini, Sera kembali membuka pintu kamar mandi. Mata Sera melebar ketika melihat Xavier bangkit dari sofa. Wajah pria itu terlihat marah, tatapannya terasa sangat membunuh. Sera buru-buru menutup pintu kamar mandi. Dia menguncinya supaya iblis itu tak masuk ke dalam. Sedangkan Xavier, dia berjalan cepat ke arah kamar mandi. Ketika dia mencoba membuka pintu kamar mandi, ternyata Sera telah mengunci dari dalam. Bug' Xavier meninju pintu dengan kuat dan penuh kemarahan. "Buka, Ghazalah!" marahnya dari luar. Sera menjauh dari pintu, wajahnya pucat pasi dan tubuhnya mulai gemetaran. Ketakutan mulai menyelimutinya! Brak' Suara

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   2. Malam Panjang

    Kaizen segera memeriksa mobilnya, mencari keberadaan sumber suara tersebut. Saat Kaizen menoleh ke belakang mobil, dia tidak menemukan apapun. "Sssst … mmm …." Akan tetapi suara itu jelas dari arah jok belakang. Kaizen memutuskan lebih teliti memeriksa, membuka pintu jok belakang untuk melihat

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   1. Jebakan dan Pertolongan

    "Aku sudah memasukkan obat perangsang ke dalam minumanmu, Aluna Sayang." Aluna Rasya Adam (24 tahun), melebarkan mata saat mendengar ucapan pria tersebut. Ia menatap takut campur panik pada seorang pria yang saat ini berdiri di hadapannya. Pria itu menjulang tinggi, memperlihatkan senyuman miring

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   51. Suami Alergi ….

    "Karena Mas Zen sudah baik padaku, membantuku untuk mengantar bukti rekaman CCTV, hari ini aku mau masakin serba udang buat dia. Umm … sepertinya udang garlic butter enak," monolog Aluna, berjalan antusias ke dalam rumah. Dia baru pulang dari tempat kerja. Sekalipun wajahnya sudah terlihat lelah aka

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   6. Menikah

    Aluna dan Kaizen jatuhnya memang dijodohkan, karena selain insiden itu keduanya tidak pernah terikat apapun. Kaizen bukan pilihan Aluna dan Aluna juga bukan pilihan Kaizen. Keluarga mereka lah yang menentukan. Insiden itu bukan alasan mereka menikah, tetapi faktor yang menjadi alasan kuat mereka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status