Partager

7. Lupa Bawa Handuk

Auteur: CacaCici
last update Date de publication: 2026-05-07 12:57:41
"Mau malam pertama yah, Om?" tanya Aluna dengan ekspresi muka gugup, senyum cengenges, dan mata melebar sehingga terlihat kalau dia seperti panik.

Kaizen tak langsung menjawab, pria itu diam sejenak sambil menatap intens dan dalam ke arah Aluna. Hal tersebut membuat Aluna semakin gugup, diam-diam perempuan itu meneguk saliva secara kasar.

"Mandi," ucap Kaizen, berkata dingin dan dengan ekspresi yang datar.

"Ma-mandi yah?" beo Aluna, masih cengengesan sambil menatap kaku pada Kaizen. Apa
CacaCici

Selamat membaca dan semoga suka dengan bab ini, MyRe. Yuk, dukung novel kita dengan cara vote gems, hadiah, dan ulasan manis yah. Sehat selalu buat kalian semua dan tetap semangat dalam menjalani hari-hari .... IG:@deasta18

| 75
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (2)
goodnovel comment avatar
CacaCici
Siap, Kakku sayang. ꒰⁠⑅⁠ᵕ⁠༚⁠ᵕ⁠꒱⁠˖⁠♡(⁠◕⁠ᴗ⁠◕⁠✿⁠)
goodnovel comment avatar
Clover
up lagi kak caci
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   301. (G) Cinta Terhalang?

    "Dude, kau baik-baik saja?" Darian berkata hati-hati lalu mendekat dengan pelan-pelan pada Xavier. Tak ada jawaban atau sahutan. "Tuan, an-anda kenapa?" panik Aiden, melangkah cepat mendekati Xavier lalu membantu Xavier untuk bangkit. Saat Aiden menyentuh pundak Xavier, barulah Darian, Xyron dan Rezvan berani ikut membantu Xavier. Bukan apa-apa, tadi Xavier marah besar dan mereka cukup takut mendekatinya. Saat mereka berhasil membantu Xavier duduk, mereka semakin panik karena Xavier memegang dadanya. Di sisi lain, wajah Xavier sangat tegang, wajahnya cukup pucat, dan pria ini hanya diam. "Xa-Xavier," panggil Xyron pelan, melambaikan tangan di depan wajah Xavier. Dia sangat khawatir karena Xavier tak menjawab dan pria ini masih memegang dadanya. Sepertinya ada luka dalam. "Panggilkan dokter. Cepat! Panggil dokter!" pinta Xyron dengan nada seperti membentak pada Arlond ataupun Gavin, itu efek panik. Arlond berniat pergi memanggil dokter di bangunan lain. Namun, tiba-tiba saja Ser

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   300. (G) Tangga

    "To-tolong. Argkk …!" Gavin menyeru cukup kencang. Pukulan Xavier begitu kuat dan sakit. Dia berniat membalas, akan tetapi Gavin seperti tak punya kesempatan. Si iblis ini memukulnya bertubi-tubi. "Xavier, sudah!" tegur Xyron, menarik Xavier supaya menjauh dari Gavin. Tak hanya dia, Darian dan Elzeren ikut membantu menarik Xavier. "Istriku sama dengan tubuhku yang lain, Sialan! Jika tubuhku yang lain sakit, berarti aku harus merawatnya hingga benar-benar pulih, bukan malah berpesta. Stupid!" maki Xavier, begitu marah dan kesal pada Gavin. Gavin hanya diam, menatap ke arah lain karena tak berani menatap mata Xavier. Wajahnya sepertinya sudah hancur, dan sakit akibat pukulan Xavier telah menyebar hingga ke batang lehernya. Tenaga Xavier memang gila! Dan dia lebih gila karena memancing kemarahan Xavier. "Tenangkan dirimu," ucap Darian pelan, mencoba menenangkan Xavier. Nakilla yang menundukkan kepala, mendongak pada Xavier. Sekalipun kakak sepupunya tersebut sangat mengerikan dan m

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   299. (G) Pertengkaran Teman

    "Ya, karena kamu drop lah." Kaina berkata santai, "ya kali Kak Xavier tetap merayakan ulang tahun di saat istrinya sedang tidak enak badan. Itu namanya brengsek," tambahnya. "Ta-tapi aku kan baik-baik saja, Kai. Aku bahkan udah sanggup salto belakang loh," ujarnya cukup ngaur demi meyakinkan Kaina kalau dia tidak kenapa-napa. Yang Sera khawatirkan, teman-teman suaminya marah pada Xavier karena perayaan tersebut diundur. Bukan hanya Sera yang ikut ke sini, ada banyak orang. Faktanya, mereka ke sini juga karena permintaan teman-teman suaminya yang ingin merayakan ulang tahun Xavier di pulau ini. Jadi, Sera merasa bersalah jika perayaan ulang tahun suaminya diundur gara-gara dia. "Ya, karna itu." Kaina kini membuka coklat yang ia bawa dari kamarnya, miliknya sendiri. Sepotong coklat ia berikan pada Sera, "kamu kan baru mendingan, makanya jangan langsung diajak party-party nanti kamu sakit lagi, gimana?" "Aku jarang sakit, Kai." Sera berkata malas, "tadi saja … itu gara-gara sediki

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   298. (G) Pesta yang diundur

    "Kakak satu kamar yah dengan Sera?"Sera yang berada di gendongan Xavier—antara sadar dan tak sadar, seketika membuka mata lalu menatap cukup shock pada perempuan itu.'Nih cewek gila yah?' batin Sera, di mana setelahnya dia kembali menutup mata. Emosinya cukup terpancing oleh pertanyaan Gabby, akan tetapi karena tubuhnya sangat lemas dan dia tidak punya energi untuk sekadar bersuara, Sera kembali memilih tidur. "Itu pertanyaan?" ucap Xavier, membuka pintu kamar cukup lebar akan tetapi dia tak langsung masuk. Dia menoleh tajam pada Gabby. "Maksudku siapa tahu Sera satu kamar dengan Kaina. Kulihat mereka sangat dekat," ucap Gabby dengan kikuk karena Xavier terus melihat ke arahnya. "Sedekat apapun mereka, aku suami Ghazalah," datar Xavier, setelah itu masuk ke dalam kamar. Dia menutup pintu cukup kuat, membuat Gabby yang masih di sana terlonjak kaget. Wajahnya kaku, muram, dan kesal secara bersamaan. Andai saja dulu Sera tak merebut Xavier, mungkin dialah yang saat ini sedang dig

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   297. (G) Satu Kamar?

    "Kak Xavier, kamu nggak apa-apa?" tanya Gabby, menatap tak percaya dan sedikit cemas pada Xavier. Bukan hanya Gabby, orang-orang di sana juga sama-sama terkejut saat melihat Sera lancang melempar pasir ke wajah Xavier. Mereka semua tahu Xavier itu pemarah dan mudah meledak. Di antara mereka semua, tak ada yang berani memancing kemarahan Xavier. Darian dan Xyron yang merupakan sepupu Xavier pun tak berani melakukan itu. Terlalu danger! "Memangnya aku kenapa?" tanya balik Xavier, berkata santai dan tanpa beban. Dia meraih sapu tangan lalu mulai membersihkan wajahnya dari sisa pasir. Xavier menyerahkan sapu tangan pada Aiden lalu melanjutkan langkah. Namun, sebelum itu, dia meraih koper dan tas milik istrinya yang tertinggal—membawanya ikut bersamanya. "Beruntung yah istri Kak Xavier," gumam Gabby pelan sambil menatap Xavier yang tanpa diminta oleh siapapun bersedia sukarela membawa koper dan tas Sera. "Mereka sama-sama beruntung." Darian berkomentar, menatap santai pada

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   296. (G) Sera Cemburu

    "Ciee … ada yang terik tetapi bukan matahari." "Apa tuh?" tanya Sera, ikut menggoda setelah dia paham apa maksud Kaina. Ouh, pria itu Gavin? Teman suaminya yang mencelakai Xavier waktu itu hanya karena mengira istri yang Xavier sembunyikan itu adalah Nakilla? Ouh, jadi pria manis ini si gila yang menginginkan Nakilla? 'Muhehehe … aku suka yang sedikit gila. Kek di novel-novel.' batin Sera, masih menatap Nakilla dengan sorot menggoda. "Apalagi kalau bukan hati seorang perempuan yang menunggu kepastian dari kekasihnya," jawab Kaina sambil menyenggol pundak Nakilla yang mendadak diam. "Cieee … Kakak." Sera dan Kaina sama-sama menyeru. "Apasih kalian berdua. Ck, nggak asyik banget," ucap Nakilla dengan ekspresi cemberut, "aku sama dia nggak ada hubungan apa-apa yah." "Cieee … namanya saja sulit untuk terucap." Kaina kembali menggoda. "Kiu … kiu … kiu …." Sera tak mau kalah. "Stop yah atau aku merajuk!" ancam Nakilla, seketika berhasil membuat Sera dan Kaina diam. "Oke

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   3. Nikahi Dia, Kaizen!

    Di sisi lain, Aluna yang panik langsung bersembunyi dalam selimut. Sedangkan wanita yang masuk ke kamar ini, tiba-tiba saja berlari keluar. Di dalam selimut, Aluna mencoba menangkan diri. Namun melihat pria di sebelahnya hanya mengenakan celana pendek, Aluna semakin panik. Rasa paniknya lebih tak

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   2. Malam Panjang

    Kaizen segera memeriksa mobilnya, mencari keberadaan sumber suara tersebut. Saat Kaizen menoleh ke belakang mobil, dia tidak menemukan apapun. "Sssst … mmm …." Akan tetapi suara itu jelas dari arah jok belakang. Kaizen memutuskan lebih teliti memeriksa, membuka pintu jok belakang untuk melihat

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   1. Jebakan dan Pertolongan

    "Aku sudah memasukkan obat perangsang ke dalam minumanmu, Aluna Sayang." Aluna Rasya Adam (24 tahun), melebarkan mata saat mendengar ucapan pria tersebut. Ia menatap takut campur panik pada seorang pria yang saat ini berdiri di hadapannya. Pria itu menjulang tinggi, memperlihatkan senyuman miring

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   90. Terdengar Luka

    "Elleh." Sza menatap Aluna dengan mata berang, "katanya mau cerai?" ucapnya. Saat ini Aluna dan Sza berada di kursi tunggu rumah sakit. Kaizen sedang menemui dokter yang memeriksa Aluna untuk menanyakan kondisi Aluna agar lebih pasti dan meyakinkan. "Syuut! Pelan-pelan! Ada Pak Alan," bisik Aluna

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status