Share

Permainan Gairah Istri Bos
Permainan Gairah Istri Bos
Penulis: Liam

Bab 1

Penulis: Liam
Bos bilang, dia akan beri aku 10 miliar, asal bisa bikin istrinya hamil.

Dia mengucapkan kata-kata itu sambil menatap istrinya, Riana Merisa, yang sedang menunduk membaca dokumen.

Hari ini Riana mengenakan gaun terusan ketat berwarna putih dengan kerah yang terbuka pas, memperlihatkan sedikit kulitnya yang seputih salju dan tulang selangka yang indah. Bagian bawah gaun itu membungkus pantatnya yang padat, membentuk lekukan tubuh yang sangat memikat.

Secara tidak sadar, aku menelan ludah dan merasakan bagian bawah tubuhku mulai bereaksi.

Bos Burhan melihat reaksiku lalu mendengus sambil tersenyum.

"Aku curiga istriku mandul. Makanya, Tommy, kamu 'kan masih muda, coba kamu tiduri dia, lihat apa dia bisa hamil atau nggak."

Dia mengetuk dokumen di tanganku, memberi isyarat agar aku menggunakannya sebagai alasan untuk mendekati istrinya malam ini.

"Kalau berhasil, uangnya bakal langsung ditransfer."

Itulah alasan kenapa aku sudah berdiri di depan pintu rumah Bos tepat jam delapan malam.

Jantungku berdegup kencang, rasanya hampir melompat keluar dari tenggorokan.

Aku menarik napas dalam-dalam lalu menekan bel pintu.

Riana yang membukakan pintu.

Dia sudah melepas pakaian kerjanya dan berganti mengenakan baju tidur tali spageti dari bahan sutra hitam dengan belahan dada rendah, memperlihatkan belahan dadanya yang samar-samar terlihat seksi. Dia tampaknya tidak memakai bra, sehingga udara malam yang dingin merangsang dadanya yang lembut, hingga samar-samar putingnya yang menonjol terlihat mencetak bulatan kecil di balik kain hitam, membuatku tidak bisa mengalihkan pandangan.

Rambut panjangnya dibiarkan terurai acak di bahu, dengan beberapa helai rambut basah menempel di lehernya yang putih, menandakan dia baru saja selesai mandi.

Udara di sekitar dipenuhi keharuman sabun mandi yang bercampur dengan aroma tubuh wanita, membuat tenggorokanku terasa kering.

Wanita itu tampaknya menyadari arah pandanganku, membuat tatapannya seketika berubah dingin.

"Bilang sama Burhan, aku nggak tertarik punya anak. Aku juga nggak merasa ada masalah sama tubuhku. Kamu pulang aja."

Aku sempat tertegun karena niatku langsung terbongkar, tapi untungnya aku segera menemukan alasan.

"Bu Riana, Pak Burhan suruh saya antarkan dokumen penting ini." Aku mengangkat map dokumen di tanganku, berusaha keras agar suaraku terdengar tenang.

Dia melirik map tersebut, lalu beralih menatapku dengan raut wajah yang makin tidak sabar.

"Taruh aja depan pintu, kamu boleh pergi." Dia berkata sambil hendak menutup pintu.

Aku panik dan langsung menahan pintu itu dengan tangan.

"Pak Burhan bilang, dokumen ini harus diserahkan langsung ke tangan Ibu, saya harus memastikan Ibu selesai memeriksanya."

Ini adalah alasan yang diajarkan oleh Burhan kepadaku.

Wajah Riana bertambah dingin, dia memperhatikanku dari atas sampai bawah dengan tatapan mata setajam pisau.

"Pergi."

Tatapan matanya membuatku agak emosi, seketika gairah liar langsung memuncak dari perut bawah ke kepala.

Sialan, sok suci sekali jadi perempuan? Kalau bukan karena suamimu yang bayar, aku juga malas melihat wajah ketusmu itu.

Aku pun nekat, dengan memanfaatkan keunggulan tinggiku yang menang satu kepala darinya, aku langsung menerobos masuk ke dalam rumah, lalu berbalik menutup pintu dan menguncinya.

"Kamu!"

Riana terkejut setengah mati. Dia mundur selangkah sambil menatapku penuh waspada, "Kamu mau ngapain? Kamu pikir aku nggak berani telepon polisi sekarang?"

"Telepon polisi?" Aku menyeringai sinis sambil terus melangkah maju mendekatinya, "Kamu pikir kalau polisi datang, mereka bakal percaya sama istri direktur yang pakai baju tidur seksi malam-malam begini waktu membukakan pintu buat bawahan pria, atau percaya sama karyawan jujur kayak aku yang cuma menjalankan perintah untuk mengantar dokumen?"

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Permainan Gairah Istri Bos   Bab 11

    Namun, dia sama sekali tidak peduli, melainkan justru membalas ciumanku dengan makin bergairah. Lidahnya yang lembut dengan aktif menyelinap masuk ke dalam mulutku, saling membelit.Kami bagaikan dua ekor binatang yang sedang dilanda berahi, saling melumat satu sama lain dengan liar demi meluapkan gairah yang sudah lama terpendam.Entah berapa lama waktu berlalu, kami akhirnya saling melepaskan tautan dengan napas yang terengah-engah.Bibirnya tampak bengkak kemerahan dengan tatapan mata yang sayu, sementara wajahnya merona padam karena gairah yang memuncak."Ke kamar tidur," ucapnya dengan suara serak.Aku menggendongnya, lalu melangkah lebar menuju kamar tidur.Kali ini, tidak ada Burhan, tidak ada polisi.Hanya ada kami berdua.Aku mengempaskannya ke atas ranjang yang empuk, setelah itu menanggalkan pakaianku satu demi satu, memperlihatkan tubuhku yang tegap dan kekar.Dia pun ikut bekerja sama, melepas selembar pakaian terakhir yang menutupi tubuhnya.Kami saling berhadapan tanpa s

  • Permainan Gairah Istri Bos   Bab 10

    Tepat saat aku bersiap untuk pergi, sebuah mobil Porsche berwarna merah berhenti di hadapanku.Kaca mobil diturunkan, memperlihatkan wajah Riana yang anggun sekaligus dingin.Dia memakai sepasang kacamata hitam, membuatku tidak bisa melihat sorot matanya, tapi senyuman tipis yang samar di sudut bibirnya terlihat begitu menusuk mataku."Naik," kata dia datar.Aku tidak bergerak."Kenapa? Mau bikin aku bicarakan urusan kita yang belum selesai malam itu di sini?" Dia melepas kacamata hitamnya, lalu mengangkat alis sambil menatapku.Wajahku seketika berubah, tetapi pada akhirnya aku tetap menarik pintu mobil lalu naik.Mobil melaju kencang sepanjang jalan, hingga akhirnya berhenti di bawah sebuah apartemen mewah dengan pemandangan sungai.Ini adalah rumah baru yang dia beli menggunakan uang Burhan."Turun."Dia membawaku masuk ke dalam apartemen.Ruangannya sangat luas dengan dekorasi yang sangat mewah, jendela kaca yang besar menghadap langsung ke permukaan sungai yang berkilauan.Sekali

  • Permainan Gairah Istri Bos   Bab 9

    "Ah!" Dia menjerit kesakitan.Aku bisa merasakan kalau tubuhnya kembali memberikan respons.Di tempat yang setengah terbuka seperti ini, dan dengan posisi yang begitu menghina ini, dia ternyata ... kembali basah.Perempuan ini, di dalam lubuk hatinya, memang seorang pelacur!Aku tidak lagi memiliki rasa iba sedikit pun padanya.Aku memegang benda besarku yang sudah menahan diri sampai batas maksimal, lalu mengarahkannya ke area belakangnya yang sedikit berkedut karena tegang."Tommy! Kamu berani!" Dia tampaknya menyadari niatku, sehingga langsung berteriak histeris penuh ketakutan."Kamu lihat aja aku berani atau nggak!"Aku menyeringai kejam, lalu menyentakkan pinggangku dengan kuat.Tepat pada saat itu, terdengar suara dentuman keras yang membahana.Pintu kamar tidur ditendang terbuka dengan sangat keras dari luar.Beberapa pria berseragam polisi langsung menerobos masuk ke dalam."Polisi! Jangan bergerak!"Sekujur tubuhku seketika kaku, seluruh gerakanku langsung terhenti.Aku melih

  • Permainan Gairah Istri Bos   Bab 8

    Tepat saat aku sedang asyik bermain dan bersiap memberikan serangan terakhir untuk menghancurkan pertahanannya sekalian, pintu kamar tidur kembali didorong terbuka.Burhan masuk.Dia melirik Riana yang sudah setengah sadar di atas ranjang, lalu beralih menatapku yang sedang berlutut di tepi ranjang dengan wajah berlumuran cairan tubuh istrinya, membuat alisnya seketika mengernyit."Udah setengah jam, belum masuk juga?" Nada bicaranya dipenuhi rasa tidak puas.Aku berdiri dengan agak canggung, lalu menyeka mulutku."Pak Burhan, Nyonya ... agak pemalu.""Nggak guna!" umpat Burhan pelan sambil berjalan ke tepi ranjang.Dia menatap Riana yang pakaiannya sudah berantakan dengan wajah memerah padam di atas ranjang. Kilasan emosi yang rumit terpancar di matanya, ada rasa cemburu, amarah, tetapi yang paling mendominasi adalah sejenis gairah yang sakit.Dia mendadak melayangkan tangan, lalu menampar wajah Riana dengan sangat keras.PLAK!Suara tamparan yang nyaring itu terdengar sangat kentara

  • Permainan Gairah Istri Bos   Bab 7

    Aku hanya merasa seperti menabrak sebuah dinding, membuat pinggangku rasanya hampir patah.Aku membelalakkan mata dan baru menyadari kalau entah sejak kapan, Riana ternyata sudah mengganjal bagian bawah tubuhnya dengan sebuah bantal, menutupi satu-satunya jalan masuk.Aku tertawa saking kesalnya."Nyonya, apa yang kamu lakukan? Mau main permainan seksi?"Dia tidak menjawab, hanya menatapku dengan sepasang mata yang memerah penuh keras kepala."Oke, aku memang suka tantangan."Aku merenggut bantal itu lalu melemparnya ke samping.Namun, dia langsung merapatkan kedua kakinya dengan sangat ketat, bagaikan cangkang kerang yang tertutup rapat.Aku mencoba beberapa kali, tetapi tetap tidak bisa membukanya.Kaki wanita ini terlihat ramping, tapi kekuatannya luar biasa besar.Aku mulai agak tidak sabar.Waktu tidak banyak lagi.Aku mencengkeram dagunya, memaksanya untuk menatapku."Riana, aku kasih kamu satu kesempatan terakhir. Mau buka sendiri, atau mau kubantu?"Suaraku berubah dingin.Dia

  • Permainan Gairah Istri Bos   Bab 6

    Bahunya berguncang naik turun, terlihat sangat malang.Sekilas kilasan rasa tidak tega terlintas di hatiku, tetapi dengan cepat langsung tersapu oleh gairah yang bergejolak.Setengah jam.Aku harus menyelesaikan tugas ini dalam waktu setengah jam.Aku melangkah ke hadapannya, lalu berjongkok dan mengangkat wajahnya dengan lembut.Wajahnya sudah dipenuhi bekas air mata dengan tatapan mata yang kosong, tampak seperti boneka yang hancur."Nyonya, jangan nangis lagi." Aku mengusap air matanya perlahan dengan ujung jari, "Sebenarnya, ini nggak sepenuhnya hal buruk."Dia tidak memberikan respons, masih tenggelam dalam kepedihannya sendiri."Coba kamu pikir, kamu bakal dapatkan anak yang kamu inginkan, aku dapatkan uang yang kuinginkan, dan suamimu juga mendapatkan ahli warisnya. Kita semua dapat apa yang kita butuhkan masing-masing, 'kan?"Aku membujuknya perlahan, bagaikan ular beracun yang sedang menghasut Hawa."Ditambah, aku janji, aku bakal bikin kamu lebih bahagia daripada suamimu."Ak

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status