Share

Sakit Hati

Author: Stary Dream
last update Last Updated: 2026-01-05 18:17:16

"Shi.. Shireen.." Malik terbata. Ia sampai mengerjap memastikan wanita yang saat ini tersenyum memandangnya.

"Maaf kalau kedatanganku membuat kalian terkejut.." ucap Shireen dengan ketenangan yang luar biasa. "Selamat untuk kelahiran buah hati kalian.. Mas Malik dan Mbak Elena." Shireen beralih pada Elena, lalu tersenyum manis. Seakan dia ikut bahagia dengan kehadiran buah hati itu.

Elena sama terkejut seperti Malik, dia bahkan merengkuh erat bayi yang di dalam gendongannya.

"Shireen..." panggil Malik. Ah, bodoh sekali. Kenapa tiba-tiba Malik merasa kaku seperti ini? Menggerakan tubuhnya saja sangat sulit.

Lagi-lagi Shireen tersenyum manis.

"Aku tadi buru-buru kesini, jadi nggak sempat beli hadiah. Tapi, aku membawakan ini untukmu."

Shireen berjalan mendekati Malik yang tengah mematung. Map coklat yang sedari tadi dipegangnya diberikan pada Malik.

Sekejap Malik seperti kebingungan, untuk bersuara saja tidak bisa. Dia lalu mengambil map coklat itu dan membuka isinya. Sebuah kertas puti
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Dyah Wiryastini
Kasihan Shiren
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Permainan Pernikahan : Bertukar Istri   Tawaran Pekerjaan

    Satu pesan masuk ke ponsel Shireen, wanita ini hanya melihat sekilas karena tangannya tengah membuat adonan. Di kursus sore ini, ia akan membuat bomboloni dengan aneka toping.["Nggak jadi ya hari ini, mama lagi nggak enak badan."]ⁿShireen memicingkan mata membaca pesan dari Nani. Rencananya, Nani ingin mengajak Shireen berbelanja. Tapi rupanya ia tengah tak enak badan."Ada kesulitan, Shireen?""Oh!" Shireen jadi kaget. "Aku susah mengadonnya saja. Tapi udah selesai, sekarang tinggal menunggu adonannya mengembang."Sekitar 15 menit, Reyhan datang kembali ke meja Shireen."Bagaimana? Sudah mengembang?"Shireen menatap dengan sedih. Adonannya gagal lagi. Membuat Reyhan jadi tertawa geli."Apa yang salah? Rasanya aku sudah membuat takarannya sesuai resep? Apa aku nggak kuat ngadonnya?"Reyhan terkekeh. "Kalau begitu, ulang saja dari awal. Biar aku yang lihat."Wanita ini menurut dan membuat kembali adonan, ternyata Shireen membuat adonan dengan memasukan banyak air. Pantas saja jika ti

  • Permainan Pernikahan : Bertukar Istri   Rapat Yang Gagal

    Bangun dini hari lalu berangkat pagi menuju bandara dan terbang kemari selama 2 jam. Rasa lelah itu memang ada, tapi gairah harus dituntaskan.Elena lebih bersemangat siang ini. Bahkan, ia membiarkan dirinya bekerja sendiri. Biarlah Malik menikmati tariannya dari bawah.Setelah sampai ke puncak, ia memeluk Malik dengan kuat. Tubuhnya jatuh, ia terengah-engah."Aku capek!""Kamu terlalu bersemangat!" Malik mengecup bahu polos istrinya dan membaringkan tubuh ini ke sebelahnya."Aku ngantuk." Elena menarik selimut sampai ke batas leher. Matanya terpejam.Melihat itu, Malik hanya menggeleng lalu tersenyum. Membayangkan permainan Elena tadi membuatnya geli. Pikirannya sedang kalut karena rapat nanti malam, tapi istrinya malah menyerangnya tiba-tiba. Ya, dia akui sedikit kesal tadi. Tapi juga menginginkannya.Ponsel Malik berdering, ternyata Mia sang sekretaris menelpon. Memintanya untuk bertemu dengan Bram sekarang."Elena," Malik menggoncang tubuh istrinya."Hmm?" Mata Elena berat sekali.

  • Permainan Pernikahan : Bertukar Istri   Ego Yang Sama

    Pagi ini, Nani mendapatkan tiga tamu tak terduga. Tiga orang yang sudah lama tak mengunjunginya."Mama pikir kamu lupa kalau masih punya mama." Nani menyambut pelukan Malik.Malik berdeham. "Sekalian kami jalan-jalan, jadi mampir kemari.""Oh, jadi cuma karena sekalian? Bukan memang niat?""Sudahlah, ma.."Malik lalu memberikan Lay ke dalam pelukan omanya."Cucu oma yang tampan." Nani tersenyum senang. Walau ia tak menyukai ibunya Lay, tapi dalam darah anak ini mengalir darahnya juga."Mama apa kabar?" Elena menyalimi."Baik."Elena memilih diam karena dari awal sudah mendapatkan sambutan yang tak mengenakkan."Itu siapa diluar?" Tanya Nani karena ia melihat ada seorang wanita muda duduk di teras."Pengasuhnya Lay.""Kalian membawa pengasuh?"Nani jadi tak habis pikir. Padahal Lay masih berusia 3 bulan, tapi pengasuh bayi ini sudah diajak kemana-mana. Tapi, terserah. Nani tak mau ikut campur."Tiga hari lagi, aku harus keluar kota. Mungkin satu minggu disana." Ucap Malik."Tumben lama

  • Permainan Pernikahan : Bertukar Istri   Tertolak Cinta

    Pukul 7 pagi, Shireen sampai merengut karena ada yang mengetuk pintu rumahnya. Padahal, dia baru saja bangun. Kebetulan hari ini tanggal merah, jadi dia tidak perlu repot menyiapkan diri untuk pergi kursus."Ya, sebentar!" Ucap Shireen sambil menguap. Ia berjalan santai menuju pintu rumah. Nasib ketika menjadi janda, tak ada yang mau diurus jadi dia bisa sesantainya.Ketika membuka pintu, mata Shireen mengerjap. Apa dia tak salah lihat?"Mas Zayn??" Sepagi ini!Zayn tersenyum. "Selamat pagi, Shireen. Apa aku menganggu?""Oh, nggak. Ada apa mas?" Heran sekali pagi-pagi pria ini malah muncul di depan rumahnya."Aku mau ajak kamu olahraga sebentar. Kita jogging ke taman dekat rumahku."Shireen tampak berpikir."Kalau kamu sibuk nggak apa-apa.. aku bisa pergi.""Aku belum mandi, mas." Shireen merutuki dirinya yang hanya memakai daster dan juga hijab instan."Aku bisa menunggu kalau kamu mau." Kata Zayn tanpa paksaan.Shireen tersenyum. "Kalau begitu masuk aja dulu."Shireen memundurkan tu

  • Permainan Pernikahan : Bertukar Istri   Terbakar Cemburu

    Rapat kali ini gagal, bagaimana tidak? Map kerja yang harusnya dibawa Malik entah hilang kemana. Dia sudah menyelusuri isi rumah tapi map itu bak hilang ditelan bumi. Padahal isi map itu sangat berharga untuk rapat hari ini.Jadilah, Malik kerja keras semalaman membuat proposal baru. Namun sayang, isi yang baru dibuat tak sesuai dengan apa yang sebelumnya dirancang. Rapat gagal karena para pemegang saham tak mau memberikan dana tambahan untuk meluaskan jangkauan perusahaan yang kini ingin mengepakkan sayap di luar negeri.Malik hanya bisa menekukan wajahnya dengan dalam. Dia sudah dibantai habis-habisan tadi."Akhir-akhir ini kamu tidak fokus bekerja, Malik. Ada apa? Apa kamu juga ikut mengganti popok anakmu di tengah malam?" Sindir Bram."Maafkan saya, Pak. Ini keteledoran saya." Malik tertunduk."Satu kali lagi, Malik.. setelah itu tidak akan ada kesempatan." Jelas Bram kecewa atas performa kinerja Malik yang menurun. Beberapa belakang ini Malik suka tidak fokus, belum lagi laporan

  • Permainan Pernikahan : Bertukar Istri   Bertemu Rival

    Baru satu jam di taman, Elena mengomel saat sampai di rumah. Padahal tadi inspirasi menulisnya sedang lancar jaya."Kamu kenapa nyuruh aku pulang? Apa nggak bisa bicara di telpon aja?" Gerutu Elena."Kamu lihat map kerjaku yang di meja kerja?""Meja kerja?""Ruang kerja.""Map yang mana? Aku nggak tahu. Coba tanya bibi." Mana Elena tahu barang-barangnya Malik, masuk ke kamar kerja suaminya saja tidak pernah."Bibi!" Teriak Malik."Pelan-pelan, sayang! Lay baru tidur!" Elena melotot pada suaminya."Bibi!" Teriak Malik lagi.Bibi yang menjadi pelayan di rumah ini pun lalu datang tergopoh-gopoh."Ada apa, Tuan?""Map kerja saya yang ada di ruang kerja dimana?""Map kerja warna apa ya, Tuan? Tadi ketika bibi bersihkan nggak ada map disana.""Map kerja berwarna merah." Malik meninggikan suaranya. "Semalam masih ada, masa sekarang udah nggak ada lagi? Bibi buang?""Nggak, Tuan. Sumpah.. mapnya nggak ada.." jawab Bibi ketakutan."Kamu lupa naruh kali, sayang..""Jangan ikut campur kamu, Elen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status