Share

Bab 72 - Pacaran Diam-Diam

Author: EYN
last update publish date: 2025-08-28 23:42:32
"Nenek!" sapa Maureen dan Erland hampir bersamaan. Mereka nyaris memekik karena terkejut.

Mata Nenek memindai Erland dan Maureen dari ujung kepala hingga ke ujung kaki seakan tidak ingin melewatkan hal sekecil apa pun. Ekspresi wajahnya tampak suram. Beliau melihat sendiri Maureen sedang duduk di pangkuan Erland dan mereka tampak sedang bermesraan. Dia tidak mungkin salah lihat.

Seketika Maureen melompat turun dari pangkuan Erland, lalu merapikan rambut dan pakaiannya dengan gugup. Matanya menat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal   Bab 161 -- Mencintai Tanpa Syarat

    Suasana di dalam mobil terasa hening, mereka baru tiba di rumah Reinner setelah acara nongkrong bersama Erland dan Lourdes di coffee shop. Reinner menoleh pelan, matanya tak lepas menatap Maureen. Dia mencoba membaca wajahnya. Sepanjang jalan, gadis disampingnya tidak berbicara apa pun. Apakah ada guratan sedih, luka, atau bahkan amarah yang tersembunyi setelah pertemuan barusan dengan Erland dan Lourdes? Tapi, tidak ada. Maureen tampak tenang, bahkan sangat tenang hingga membuat Reinner justru khawatir. “Kamu baik-baik saja?” tanyanya lembut, memecah keheningan. Maureen mengerjap, sedikit bingung, lalu menoleh dengan raut heran. “Aku baik-baik saja. Kenapa kamu bertanya seperti itu?” Reinner menghela napas pendek. Dia menatap jemari Maureen, lalu tanpa berpikir panjang, meraih tangan itu. Sentuhan hangat itu membuat Maureen terdiam. Reinner menunduk, mengecup punggung tangannya dengan lembut. “Aku cuma khawatir. Aku takut pertemuan dengan Erland tadi...." Reinner berhenti sej

  • Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal   Bab 160 - Mencintai Tanpa Beban

    Keduanya sama-sama terperanjat melihat seseorang yang tidak disangka-sangka bertemu di lorong rumah sakit seperti ini. Seorang wanita muda yang cantik dan modis sedang tersenyum kepada mereka. Senyumannya ramah dan bersahabat. "Maureen?" sapa Erland seakan tak percaya. Mereka terakhir bertemu saat perceraian dan tidak pernah berhubungan lagi setelah itu. "Hai, apa kabar kalian?" Maureen merentangkan tangan dan memeluk Lourdes dengan hangat. "B-baik. Bagaimana kabarmu?" balas Lourdes gugup. Dia buru-buru melepaskan genggaman tangan Erland dan membalas pelukan mantan istri Erland dengan canggung. Seramah apa pun Maureen, tetap saja Lourdes merasa dia adalah penyebab perceraian Erland dan Maureen. "Siapa yang sakit?" tanya Maureen kemudian. Dia melerai pelukannya, lalu mundur satu langkah dan mengamati Lourdes penuh perhatian. "Eh, ehm, tidak ada. Aku cuma cek kesehatan saja," jawab Lourdes, tidak ingin mengatakan tentang kehamilannya karena masih sungkan pada Maureen. "Oh

  • Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal   Bab 159 - Melindungi Dan Mencintainya

    Mobil yang dikendarai Erland baru saja meninggalkan bandara. Setelah kasusnya dengan Clarisse terekspose, dan berakhir dengan dia menikahi Lourdes, kagum dan simpati terus mengalir kepadanya.Agensinya sengaja memanfaatkan moment itu untuk mengatur jadwal yang padat supaya momentum popularitasnya tidak turun.Mulai dari shooting iklan, promo album baru, mini konser, tampil sebagai tamu undangan dan rangkaian kegiatan lain yang susul menyusul tanpa jeda.Dan akhirnya setelah dua bulan, bertepatan dengan kabar kehamilan Lourdes, Erland bisa kembali ke rumahnya."Langsung pulang ke rumah," perintah Erland pada Jefta yang melajukan mobilnya. Dia tidak bisa mendefinisikan perasaannya pada kabar kehamilan Lourdes.Bahagia atau tidak? Erland benar-benar tidak tahu. Yang dia tahu, pulang ke rumah dimana Lourdes tinggal adalah hal yang benar dan harus dia lakukan."Baik, Tuan." Jefta menjawab sambil melirik sekilas pada majikannya. Dia tahu rumah yang dimaksud oleh Erland adalah tempat tingga

  • Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal   Bab 158 - Garis Dua

    Lourdes tercengang.Meski sudah menduga sebelumnya, tetap saja dia terkejut."Bagaimana, Nyonya?" tanya Bibi Maretha. Menghempaskan Lourdes kembali kepada kenyataan.Lourdes menoleh pada Bibi Maretha yang berdiri di ambang pintu kamar mandi. Wajah wanita itu tampak harap-harap cemas.Perlahan Lourdes mengangkat batang testpack ditangannya dan berkata pelan, "Warnanya kurang jelas."Bibi Maretha yang sudah berusia diatas empat puluh tahun menyipitkan mata, lalu mendekat."Bagaimana, bagaimana?" tanyanya antusias."Dua garis, Bibi.""O'ya?" pekik Bibi Maretha."Dua garis, tapi warnanya kurang jelas. Artinya, aku hamil atau tidak?" tanya Lourdes yang tiba-tiba saja merasa bodoh sekali. Dia tahu Erland bertanggung jawab atas kejadian malam itu, tapi tidak ada pembicaraan soal anak."Bodoh sekali! Seharusnya aku minum pil pencegah kehamilan," sesal Lourdes dalam hati. Saat itu dia terlalu fokus pada pelaku kejahatan yang sudah menjebaknya.Bibi Maretha mengambil testpack dari tangan Lourde

  • Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal   Bab 157 - Jangan-Jangan...

    "Tampaknya aku harus pergi malam ini, Lou. Masih ada beberapa jadwal yang harus aku selesaikan," kata Erland dengan raut wajah penuh sesal.Lourdes tersenyum manis. Dari awal dia sudah tahu pekerjaan Erland adalah seorang penyanyi yang sedang naik daun. Saat ini agency sedang gencar-gencarnya promo album terbarunya.Mengharapkan bersama Erland di malam pernikahan adalah hal yang konyol. Terlebih pernikahan mereka karena kecelakaan."Kamu harus maklum, Lou," ucap Lourdes dalam hati."Istirahatlah. Aku akan bersiap-siap." Ucapan Erland berikutnya membuyarkan lamunan Lourdes."Bagaimana kalau aku membantumu bersiap-siap?" tawar Lourdes, bersiap memulai tugas pertama sebagai seorang istri. Toh, mereka sudah terlanjur menikah.Erland tersenyum tipis. "Terima kasih."Selanjutnya, mereka berbenah. Lourdes mempersiapkan keperluan Erland dengan detail. Hal yang tidak pernah dilakukan oleh Maureen selama ini karena Erland terlalu mandiri."Kamu tahu kemana harus menghubungiku kalau butuh sesuat

  • Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal   Bab 156 - Kamu Bersedia?

    Lourdes mengangkat wajah dan menatap wajah Erland. Lelaki itu tampak berbeda hari ini. Entah caranya memandang kepada Lourdes, atau karena sikap bertanggung jawabnya yang membuat Lourdes semakin jatuh cinta pada Erland.Sebelumnya dia sudah kagum pada Erland berkat penampilannya di layar televisi.Dan, sekarang?Kekaguman itu naik berlipat-lipat, ditambah dengan hati yang meleleh. Lelaki ini bersedia menanggung kesalahan orang lain, dalam hal ini Clarisse."Bagaimana, Lou?" tanya Erland, memecahkan keheningan yang tercipta beberapa saat."Erland, apa kamu serius?" tanya Lourdes untuk memastikan. Dia menatap mata Erland dalam-dalam.Erland membalas tatapan Lourdes."Tentu saja," jawabnya sungguh-sungguh. Seumur-umur, dia tidak pernah meminta seorang gadis menikah dengannya. Dengan Maureen sekali pun. Tapi kali ini, dia harus - yang anehnya, dia tidak merasa keberatan menikahi Lourdes.Lourdes menahan napas saat Erland memalingkan wajah, dan melanjutkan ucapannya."Tapi, Lou... aku tida

  • Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal   Bab 67 - Saya Suaminya

    Penjaga keamanan segera melapor pada kepala pelayan kalau seorang Tuan Muda Diandra menunggu di gerbang utama. "Persilahkan masuk," jawabnya wanita paruh baya itu. Dia terheran-heran melihat cctv yang menampilkan mobil mulus milik Erland meluncur dan berhenti di depan rumah. Buru-buru dia membuka

  • Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal   Bab 66 - Let's Dance! And, Party!

    Jengkel, Erland merebut ponsel itu dengan kasar. Tatapannya langsung membara saat melihat sebuah kalimat yang ditulis oleh Jefta di sebuah aplikasi AI yang digandrungi oleh anak muda saat ini. "Sebutkan tempat tujuan wanita yang kabur dari suami yang menyeramkan," baca Erland, kepalanya tiba-tiba t

  • Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal   Bab 65 - Dimana Maureen?

    "Huh! Sialan. Kemana perginya si Maureen ini," omel Erland kesal. Dia kebingungan mencari-cari keberadaan Maureen ke seluruh penjuru kamar.Ruang ganti pakaian. Kamar mandi. Teras. Tapi, gadis itu tidak ada dimana-mana. Saat terbangun tadi, dia tidak menemukan Maureen di pelukannya. Tidak ingin ket

  • Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal   Bab 61 - Aku Ingin Kamu

    UHUK! Maureen pura-pura keselek. "Aku mau minum," ucapnya beralasan, berusaha melepaskan tangan Erland yang melingkar di pinggangnya. "Jangan bohong!" tolak Erland, tidak mau melepaskan Maureen begitu saja. Dia justru menarik tubuh Maureen makin rapat, tangan kirinya menyusup ke belakang leher Ma

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status