Share

#7 Gagal

Author: Brown Sugar
last update publish date: 2026-06-07 08:03:27

Malam itu Andini belum memejamkan mata, ia masih menatap layar ponselnya. Memeriksa CCTV yang ia pasang, meski tak sekalipun ia mendapatkan sebuah kejutan. 

“Mungkin benar, Fahmi ke tempat bilyard,” gumam Andini.

Tak lama terdengar suara mesin mobil yang menepi di halaman rumahnya. Ia segera beranjak dari tempat tidur,melihat ke luar jendela. Setelah tahu itu Fahmi, Andini buru-buru keluar kamar dan turun ke lantai dua.

Sebelum Fahmi menginjak teras depan, Andini sudah berdiri di ambang pintu. Ada sesuatu yang hendak ia tanyakan pada Bagas. Tetapi,harus menunggu dulu Fahmi masuk ke rumah. 

“Kamu belum tidur?” tanya Fahmi menatap Andini. 

“Belum, aku gak bisa tidur,” jawab Andini menyambut Fahmi lalu memeluknya.

“Ya sudah, ayo masuk,” ajak Fahmi mengelus rambut halus Andini yang mengeluarkan aroma harum blossom. 

“Kamu duluan aja, aku mau menghirup udara segar dulu, kamu kan tahu ritual aku jika tidak bisa tidur.” Andini menempelkan kedua telapak tangannya di pipi Fahmi. Wanita itu harus menjinjitkan kakinya sedikit. 

“Kebiasaan kamu itu harus dihilangkan, angin malam bukan solusi untuk bisa tidur,” ujar Fahmi, ia berlalu membawa tas selempang branded nya di lengan sebelah kiri. 

Andini memastikan Fahmi benar-benar masuk ke dalam rumah. Ia mendekati Bagas yang sedang memarkirkan mobil untuk dimasukan ke garasi. 

“Pak Bagas!” seru Andini mengetuk kaca mobil. 

Bagas mematikan mesin mobil, ia keluar dengan wajah ditekuk. 

“Tadi Fahmi beneran ke tempat bilyard?” tanya Andini penasaran. 

“Iya nyonya,” jawab Bagas. 

“Dia ….” Andini celingukan sebentar, memastikan tidak ada yang mengintip dari jendela ataupun di balik tembok, kemudian melanjutkan, “bertemu dengan siapa saja?” 

“Hanya dengan sahabatnya nyonya, lalu ada pak Julian juga,” jelas Bagas mengatakan yang sebenarnya. “permisi nyonya, saya … mau memasukan mobil dulu.” 

Andini hanya diam, ia percaya pada Bagas. Setelah puas dengan rasa penasarannya,Andini masuk kembali ke rumah dan menuju kamar tidur. 

“Sudah?” tanya Fahmi saat Andini masuk. 

“Mana martabak Bangka ku?” tanya Andini mencecarnya. 

Fahmi menepuk jidatnya, diiringi tertawaan. 

“Astaga! Aku lupa, minta maaf ya sayang,” bujuk Fahmi kedua tangannya memohon. 

Andini melotot garang,ia mencubit kecil pinggang Fahmi hingga CEO itu meringis kesakitan. Andini begitu puas melihat ekspresi wajah Fahmi. 

Mereka saling bersenda gurau, melempar cubitan. Hal yang tidak pernah lagi mengisi keheningan ruangan itu. Semenjak Andini sibuk dengan butik, mereka bertemu pun jarang. Seketika tubuh Andini berada di bawah Fahmi. Nafas keduanya berat, mereka saling pandang. Segala kekecewaan Andini terhadap Fahmi hilang sejenak. 

“Kamu selalu cantik,” puji Fahmi, ia mencium kening sekaligus kedua pipi istrinya itu. 

“Selalu saja menggodaku,” balas Andini. 

“Aku tidak menggoda, aku serius kamu selalu membuatku jatuh cinta setiap hari,” ujar Fahmi. 

Ia menggerayangi Andini penuh gairah. Sehingga Andini pun larut dalam nafsu membara. Kecupan menepi di bibir Andini yang lembut dan kenyal. Warna pink alami nya selalu membuat Fahmi tergoda. 

Tubub keduanya mulai berpeluh, apalagi saat Fahmi membuka gaun tidur yang dipakai Andini. Menampakan bagian atas tubuhnya, membuat Fahmi makin beringas dan menuju ke puncaknya. Satu persatu yang melekat pada Andinj terhempas, giliran bagian bawah. Namun, ada sesuatu yang membuat Fahmi kesal. Benda yang paling di benci Fahmi saat Andini datang bulan. 

“Aku … lagi menstruasi,” ucap Andini singkat, membuat Fahmi putus asa. 

Ia merubuhkan badan di samping Andini, seraya mengatur nafas. 

“Berapa lama?” tanya Fahmi mengeluh. 

“Satu minggu,” tutur Andini menu

tupi tubuhnya dengan selimut tebal berwarna abu-abu itu. 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Pernikahan Rahasia Suamiku    #29

    "Bagaimana bisa dihubungi?" tanya Fahmi dengan nada panik, pandangannya tidak fokus berkali-kali menoleh jok belakang tempat Andini duduk. Andini menggeleng, tanpa menatap Fahmi. Ia merasa begitu bodoh, harus mengikuti permintaan Fahmi. Tidak ada suara keluar dari mulut wanita itu, sejak memasuki mobil. Ia hanya menatap ke luar jendela, memandangi jalanan Ibukota yang selalu ramai. "Sialan!" decak Fahmi menghantam stir mobilnya. "Coba pakai ponsel kamu Mas," bujuk Sintya yang duduk di sampingnya. "Tertinggal di apartemen, tapi ... aku tau, kemana dia akan membawa Indri." Fahmi memutar stir, ia berbelok menjauh dari jalan protokol. "Kalau kamu tidak memposting apapun di sosial media, ini semua tidak akan terjadi," tambah Fahmi menggerutu. "Apa aku salah jika mencari pembelaan?" "Kamu bukan mencari pembelaan, tapi mencari sensasi dan kegaduhan!" "Memangnya penculikan Indri, itu sebabku?" Andini bergejolak, ia memasang wajah garang. "Tentu saja, bisa saja ada ora

  • Pernikahan Rahasia Suamiku    #28 2M harga mati

    Ia membekap mulut Indri, pekikan dari wanita itu masih terdengar samar. Indri berusaha melindungi dirinya, dengan memukuli dada Alex menggunakan kedua tangannya. Ia juga hendak menendang dengan kaki, saat Alex mulai menciumi kedua pipi Indri secara paksa. Melihat itu, lelaki bertubuh lebih besar dari Indri hanya tertawa sedemikian keras, merasa puas. Namun, aksi Alex tersebut terhenti oleh suara dering dari ponsel Indri. Alex berdecak kesal, ia melepaskan tangannya dari mulut Indri. Gadis itu mencoba mengatur nafas dalam ketakutannya. "Siapa itu?" tanya Alex menoleh sedikit kearah ponsel yang digenggam Indri. "Mbak Andini," ucap Indri gemetar. Sigap Alex merebut ponsel itu, Indri berusaha merebut kembali. Namun, tenaga Alex lebih besar dari dirinya. Ia kembali dibekap sekuat tenaga saat Alex menerima telepon tersebut. "Hallo ... Ha-ha-ha, kalau kamu ingin Indri selamat, berikan uang dua miliyar untukku!" ancam Alex dengan suara keras. Mata Indri membulat lebar, dua mil

  • Pernikahan Rahasia Suamiku    #27 Penculikan

    "Apa?" Fahmi tersentak dengan wajah memerah. Sialnya, dia tidak membawa ponsel. "Coba hubungi Indri," perintah Fahmi memohon. "Kamu saja yang hubungi, itu bukan urusanku." Andini melenggang begitu saja, disusul Sintya dibelakangnya. "Aku minta tolong," ucap Fahmi suaranya lirih. Mendengar itu, Andini menghentikan langkah. Ia menghela nafas berat, haruskan ia menolong orang yang telah menghancurkan rumah tangganya. Itu adalah sebuah ketidak mungkinan. "Kali ini saja, tolong ... telpon Indri, tanyakan keadaan dia," bujuk Fahmi melas. Andini menatap kearah Sintya, gadis di sampingnya itu mengangguk samar. Namun, matanya seolah berkata tidak perlu. Dilema dan bingung, masih banyak permasalahan yang harus Andini selesaikan. "Andini, tolong ini demi anakku," Fahmi memohon dengan suaranya yang gemetaran, seketika ia menangis sesegukan begitu saja. Pemandangan itu sedikit menjijikan di mata Andini, ia mendelikan mata keatas. Sambil mencibir dalam hati bagaimana Fahmi memohon. "Oke, t

  • Pernikahan Rahasia Suamiku    #26 Kenapa Indri?

    "Ini semua karena postingan kamu! pak Julian dan Om Hans batal menjadi investor di perusahaanku," hardik Fahmi berjalan kearah Andini dengan bahu naik turun. Wajahnya merah, bola mata melotot seakan mau keluar. Tangannya mengepal dengan urat yang nampak. Andini tak gentar, ia menengadahkan kepala menyambut Fahmi yang kian mendekat. Kedua pasang mata mereka saling bertatapan, tak ada kata yang keluar dari keduanya. Ruangan itu kian memanas, menjadi saksi bisu ketika tangan Fahmi melayang menampar pipi Andini. Hingga, Andini tersungkur jatuh tak berdaya. Air matanya jatuh setetes, namun tidak membuat ia ciut atau takut. "Kamu harus menghapus postingan itu!" bentak Fahmi. Andini tertawa seraya menyeka air matanya dan bangkit, ia menatap tajam kearah Fahmi dan berkata, "semua orang sudah tahu kelakuan kamu, kamu harus bisa menerima konsekuensinya." "Apa yang aku lakukan bukanlah kriminal, ada banyak laki-laki yang berpoligami di dunia ini dan itu bukanlah hal ilegal," tambah Fahmi. "

  • Pernikahan Rahasia Suamiku    #25 Berkas perceraian

    "Kamu lihat! netizen sudah menghujat aku Mas!" bentak Indri menunjuk-nunjuk ke ponsel yang ia pegang. Fahmi merebut ponsel itu, ia memperhatikan dengan seksama. Beberapa DM dari pengikut Indri, hujatan dan ujaran kebencian terlontar begitu saja. Fahmi mempererat genggaman tangannya, urat di atas punggung tangannya timbul, bibirnya menutup dan giginya gemeretak. "Andini," gumam Fahmi kesal. "Aku gak mau kehilangan pekerjaan aku,yang sudah aku bangun dengan susah payah," caci Indri sesegukan. "Iya, aku akan meminta Andini untuk menghapus semua postingan tentang ini," timpal Fahmi. "Menghapus? Terlambat! Semua orang sudah tahu,dan semua orang mengira aku ini gundik! Wanita murahan! Padahal, jelas-jelas aku juga korban." Wanita itu mondar-mandir dengan menggigiti jari telunjuk. Perasaan resah dan gelisah menyelimuti tubuh Indri. "Huek! Huek ...." Indri memegangi perutnya yang terasa mual. "Sayang, kamu ...kenapa?" tanya Fahmi mendekat. "Jangan mendekati aku!" sergah Indri menepis d

  • Pernikahan Rahasia Suamiku    #24

    "Mau apa kamu?" tanya Indri tanpa menoleh. "Hanya ingin tahu kabarmu, memastikan kamu tidak betul-betul bahagia dengan pernikahanmu! Apalagi ... kamu menikah dengan suami orang," ujar lelaki itu. Laki-laki itu berjalan mendekati Indri. Keringat dingin menyeringai di area pelipis dan kening. Indri terus memencet-mencet tombol lift di depannya panik. "Ayo buka," rintih Indri melirik sedikit kearah mantan pacarnya itu. Saat pintu terbuka, Indri buru-buru masuk untung saja dalam lift itu ada beberapa orang yang hendak naik dari basement. Ia menyelipkan diri diantara mereka. Lelaki itu hanya berdiam diri, berdecak kesal karena gagal menghampiri Indri. Ia menghentakkan kakinya ke lantai penuh emosi. "Awas kamu!" ancam lelaki itu menatap kearah lift. Dengan tergesa-gesa, Indri langsung keluar dari dalam lift setelah pintu terbuka pada lantai tujuannya. Tangannya gemetar hebat, jantungnya masih bertalu-talu. Kartu akses yang ia pegang pun sempat terjatuh. Ia terhenti di pintu, sekit

  • Pernikahan Rahasia Suamiku    #6 Simalakama

    "Kamu main bilyard sama siapa aja?" tanya Andini sambil membetulkan jaket Fahmi. Ia meraba keseluruhan dada bidang Fahmi. Tercium aroma parfum yang begitu menyengat, sehingga Andini sedikit ingin batuk. "Seperti biasa, Aditya, Raihan ... Sebelum itu aku akan menemui pak Julian," jelas Fahmi. Andi

  • Pernikahan Rahasia Suamiku    #5 Tawaran menggiurkan

    Perkataan Fahmi masih membekas. Apakah itu penyebab Fahmi berselingkuh dengan wanita lain? Ia berjalan menuju halaman belakang rumah, untuk sekadar menenangkan diri. Menikmati suara air mancur yang gemericik. Tampak Bagas tengah duduk santai sambil mengusap-usap rambutnya yang basah dengan handu

  • Pernikahan Rahasia Suamiku    #4 Romantis tapi najis

    Andini membisu sepanjang perjalanan pulang, ia begitu syok. “Sabar ya Mbak,” hibur Sintya matanya fokus ke jalanan. Andini hanya tersenyum sebentar, setelah itu kembali murung. Mereka sudah tiba di depan pintu gerbang rumah Andini. Mata Andini terbelalak saat melihat mobil berwarna putih di halam

  • Pernikahan Rahasia Suamiku    #3 Gaun pengantin

    Lampu menyala seketika, Andini menyipitkan matanya sedikit silau. Ruangan dengan satu kamar tidur itu terasa sunyi. Andini melangkah lagi menyusuri setiap sudut di susul Sintya. "Seperti ditinggalkan sudah lama," kata Sintya seraya meletakan jari telunjuk di atas meja kayu, "berdebu." "Lihat!" tu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status