Beranda / Romansa / Pesona Ibu Kos Kesayanganku / bab 2. Bokong Yang Kenyal

Share

bab 2. Bokong Yang Kenyal

last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-02 20:49:50

"Apa yang kamu lakukan di sini?," Mbak Maya keluar dari kamar mandi dan mendapati Andi berdiri di depan pintu dengan wajah memerah, di tambah dengan keringat yang membasahi sekitar pelipisnya.

"Ah.. ee itu aku sedang melihat-lihat isi rumah mbak, ternyata luas juga ya," jawab Andi beralasan, sambil mengetuk-ngetuk dagunya dengan telunjuk tangannya sementara kepalanya mendongak ke sudut-sudut langit-langit plafon rumah itu.

"kamu gak lagi mengintip saya mandi kan?," kata Mbak Maya agak curiga, sebab Andi saat ini tepat berdiri di depan pintu kamar mandi.

"Haha, gak kok, mana mungkin saya melakukan ini, gak berani lah, mbak ada-ada saja," bantah Andi, terlihat dari raut wajahnya bahwa jelas sekali kalau dirinya sedang berbohong.

"Terus ada apa dengan celanamu kenapa basah begitu?," tunjuk Mbak Maya, seketika itu juga Andi langsung menutupi celananya yang basah oleh air pipisnya dengan kedua tangannya.

"Astaga, ini basah kenapa ya?, serius aku habis ngompol di celana?," gumam Andi, sambil menunduk memeriksa celananya yang basah.

"Ah.. ini, maaf mbak saya...saya ngompol di celana.." ucapnya jujur lalu berlari masuk ke dalam kamar mandi,

"Dasar aneh, sebentar jangan-jangan dia beneran mengintip aku dan.. ah... dia, dia melihat aku, astaga itu memalukan kalo beneran dia mengintip.." Mbak Maya menepuk keningnya, wajahnya mulai memerah antara marah dan malu.

"Astaga aku baru sadar kalau aku habis ngompol di celana, kejadiannya begitu cepat hingga aku tak menyadarinya bahkan tak merasakan kehangatannya," gumam Andi segera melepas celananya yang basah.

Pandangan mata Andi mengarah ke bak mandi di mana dia tadi melihat dengan jelas lewat lubang kunci Mbak Maya sedang berada di sana sedang menikmati jarinya sendiri, Andi lalu mendekat dan mengelus bak mandi itu.

"Andai saja aku bisa berganti wujud jadi bak mandi ini aku pasti bisa merasakannya...., aduh astaga aku mikir apa sih, sejak kapan coba kepalaku jadi sekotor ini terus, bentar-bentar aku gak salah lihat kan kalau Mbak Maya habis..." kata Andi sadar bahwa dia selalu berpikiran mesum sekarang.

Beberapa saat kemudian, Andi pun keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di pinggangnya karena dia tak memakai celana, di mana celananya habis dia cuci tadi.

Sekeluarnya dari kamar mandi Andi mendapati Mbak Maya sedang menyisir rambutnya di sofa sambil duduk di sana dengan hanya memakai baju berwarna putih panjang dan sepertinya tak memakai celana membuat pahanya tentunya kelihatan.

"Lihatlah bagaimana aku gak berpikiran mesum coba jika melihat pemandangan seperti ini, astaga perempuan ini apakah dia tidak menganggap ada laki-laki juga di rumahnya," kata Andi dalam hati sambil menghela napas, berusaha untuk tak berpikir mesum lagi.

"Mbak, maaf ya aku tadi meminjam kamar mandi anda, aku bingung mau mandi di mana soalnya," ucap Andi sembari melangkah mendekat, dengan memegangi handuk yang melingkar di pinggangnya agar tak melorot.

"Iya gak papa asalkan kamu tidak mengotorinya," balas Mbak Maya santai.

"Oya mbak, kalau boleh tahu warung yang jual nasi bungkus di mana ya, hari sudah mau malam dan aku merasa lapar?," tanya Andi sambil memegangi perutnya yang mulai lapar.

"Warung ya?, ee ada gak jauh dari sini, tapi kamu gak perlu pergi beli nasi, kebetulan saya habis masak banyak tuh jadi kamu makan di sini saja," kata Mbak Maya sambil menyisir rambutnya.

"Hehe, makasih mbak, mbak baik sekali," ucap Andi senang.

"Jangan senang dulu, itu gak gratis nanti bayarnya masuk pada tagihan bulanan kamu," kata Mbak Maya langsung, padahal baru saja Andi merasa senang atas kebaikannya.

"Yee... kirain gratis," gerutu Andi.

"Enak aja, gak ada yang gratis untuk pria asing," balas Mbak Maya.

"Baiklah aku mau pergi ganti celana dulu, handuknya aku pinjam dulu ya," ujar Andi sambil berlalu pergi ke kamarnya untuk ganti pakaian.

Sekembalinya Andi, Andi melihat makanan sudah tersaji di meja makan sementara Mbak Maya sudah duduk menunggu di sana.

"Wah makanannya banyak sekali, pasti enak deh, ini semua mbak yang masak ya?," kata Andi sambil mengusap-usap tangannya lalu duduk di kursi kosong samping Mbak Maya.

"Iya, makanlah mumpung masih hangat,"

"Iya mbak makasih ya.." ucap Roni lalu mulai makan dengan begitu lahap, Mbak Maya sampai tersenyum diam-diam melihatnya.

Singkat waktu, setelah selesai makan Mbak Maya membawa piring kotor ke dapur untuk segera dia cuci, sementara Andi bersandar di kursi sambil memegangi perutnya yang terasa kenyang sekali.

"Kenyangnya, masakan perempuan cantik memang sangat nikmat, aku jadi teringat Ayu di kampung, dia kira-kira lagi ngapain ya?," gumam Andi teringat kekasihnya di kampung yang biasa diam-diam membawakannya makanan saat Andi bekerja di ladang waktu itu.

"Andi tolong bantu bawakan piring kotornya kemari kalau kamu sudah selesai makan.." teriak Mbak Maya, membuyarkan lamunan Andi yang sedang memikirkan kekasihnya di kampung.

Andi ketika itu juga langsung membereskan piring bekas makan lalu dia bawa ke dapur untuk dicuci oleh Mbak Maya.

"Ini mbak," Andi memberikan piring itu ke Mbak Maya.

"Iya letakkan dulu di situ," pinta Mbak Maya, Andi pun meletakkan piring-piring itu di sana.

Andi lalu berjalan berniat buat kembali ke kamarnya untuk beristirahat, akan tetapi langkahnya terhenti ketika dirinya kembali menyadari bahwa Mbak Maya masih memakai pakaian yang seperti sebelumnya yaitu dengan hanya memakai baju panjang dan dalamannya saja.

Sambil tersenyum Andi menggerakkan alisnya di mana dia punya niat nakal buat mengintip sedikit.

Andi mundur perlahan ke belakang lalu meraih sendok kotor setelah itu sengaja dia jatuhkan untuk dia ambil kembali, dan dia pun menunduk mengambil sendok itu kembali tapi kepalanya menoleh ke arah bawah baju Mbak Maya yang sedang fokus mencuci piring.

"Yah aku kira polosan ternyata ada dalamannya, gagal deh melihat keindahan di dalam nya" gumam Andii sebab tak sesuai dengan ekspektasinya.

"Hemm, kok bisa mulus dan bening begitu ya, kira-kira kalau disentuh halus gak ya, mulus banget kelihatannya?," gumam Andi sambil mengeluarkan lidahnya membayangkannya.

Dengan nakalnya Andi pun mengutarakan niatnya itu di mana dia dengan sengaja mendekati Mbak Maya berpura-pura membawakan piring bekas dan ditaruhnya di depan Mbak Maya tapi tangan kanannya mengambil kesempatan dengan mengelus bokong Mbak Maya.

"Mbak ini piring kotornya hehe, boleh aku bantu gak?," katanya beralasan, mungkin dia kira Mbak Maya tidak merasakan tangan nakal Andi yang menyentuh bokongnya.

"Terima kasih tapi gak usah saya bisa sendiri dan satu lagi singkirkan tangan nakal mu," jawab Mbak Maya tanpa menoleh, dan marah.

"Ah.. hehe maaf," ucapnya tapi sambil meremas bokong Mbak Maya sebelum akhirnya melepaskan tangannya lalu berbalik pergi.

Mbak Maya menoleh setelah memastikan Andi sudah benar-benar pergi bibirnya mulai tersenyum. Iya dari senyuman itu bermakna bahwa sebenarnya Mbak Maya suka sekali dengan kenakalan Andi tadi, jadi dia hanya pura-pura saja tadi marah padahal nyatanya dia menyukai sentuhan itu.

Mbak maya mengigit bibir bagian bawahnya sambil tangannya meremas sebelah gumpalan daging di dadanya, dan sentuhan tangan Andi pada bokongnya yang memancing hasrat itu keluar.

BERSAMBUNG....

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Pesona Ibu Kos Kesayanganku   Bab 6. lidahmu Terasa Geli Andi

    "apa yang kamu lakukan andi, ini sangat geli..." kata mbak maya, tubuhnya seakan ingin kejang-kejang saat lidah andi menjilat putingnya dan menghisapnya."itu tandanya mbak menikmatinya, buktinya mbak suka kan?" ucap andi, mbak maya diam tidak menjawab, bohong kalo dia bilang tidak, tapi dia juga malu kalo dia bilang menikmatinya, jadi dia memutuskan buat diam saja.karena tidak ada jawaban dari mbak maya di tambah lagi dari respon tubuh mbak maya andi tahu kalo mbak maya gak mungkin tidak menikmatinya, oleh sebab itu andi lanjut menghisap buah dada mbak maya."ohh...andi geli...andi..." desah mbak maya mulai mendesah sembari menarik rambut belakang kepala andi.tangan kanan andi mulai naik untuk meremas buah dada yang sebelahnya, saking besar dan bulatnya dada mbak maya tangan andi yang terbilang lebar pun tidak dapat meremas semuanya."astaga ini enak sekali, bukan cuma wangi tapi juga lembut dan halus di lidah," gumam andi sambil terus melanjutkan.andi dapat merasakan getaran tubu

  • Pesona Ibu Kos Kesayanganku   Bab 5. Sentuhan Kenyal Yang Berkeringat

    Keesokan paginya, Andi bangun tidur seperti biasa. Suara kicau burung terdengar dari setiap sudut-sudut pepohonan yang berdiri kokoh di samping kediaman rumah Mbak Maya. Andi bangkit dari tidurnya. Dia berjalan ke arah jendela, menatap keluar di mana pohon jati berdiri kokoh di sana. "Wah, sudah pagi saja, gak kerasa sekali. Bentar, hari ini hari Minggu kan? Apa yang harus aku lakukan ya? Astaga, semoga hari libur begini tidak membosankan," katanya sambil mengulurkan tangannya ke atas untuk meregangkan otot-otot tangannya itu. Andi lalu memulai rutinitas olahraga sebelum pagi seperti biasa, lalu setelah itu keluar dari kamarnya menuju kamar mandi. Tepat saat dia berjalan menuju kamar mandi, Andi melihat sebuah pintu yang kelihatan terbuka. Dengan sedikit menyipitkan matanya, Andi bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, "Sebentar, perasaan aku baru ngeh deh kalau ternyata ada ruangan di sebelah sana. Ruangan apa ya itu kira-kira?" "Nanti deh aku periksa, aku perlu membasuh muka dul

  • Pesona Ibu Kos Kesayanganku   Bab 4. Hampir Berhasil

    "Astaga bang, aku harus pergi sekarang, aku lupa kalo hari ini aku mau mendaftar kuliah," kata Andi, dia baru teringat bahwa hari ini dia berencana untuk mendaftarkan dirinya kuliah di salah satu universitas yang menarik namanya dalam daftar mahasiswa yang mendapatkan beasiswa berupa mendaftar gratis di universitas tersebut. "Oh iya baiklah, apa perlu aku antar?" tawar Ardi. "Gak usah bang, deket kok aku juga sambilan jalan-jalan," tolak Andi. "Oke dah kalo begitu, hati-hati ya," pesan Ardi. "Siap bang," Andi pun pergi, sebelum berangkat ke kampus yang dia tuju Andi terlebih dulu kembali ke rumah mbak Maya untuk mengambil berkas-berkas yang diperlukan. Setibanya di rumah mbak Maya ternyata mbak Maya sudah ada di rumah sekarang setelah sebelumnya Andi tidak melihatnya tadi pagi. "Loh mbak, mbak sudah pulang ya?" sapa Andi. "Iya nih, maaf saya lupa menyiapkan mu sarapan tadi pagi, makanya saya kembali, tuh di meja makan saya sudah siapkan buat kamu," jawab mbak Maya. "As

  • Pesona Ibu Kos Kesayanganku   Bab 3. Tantangan Gila

    "Ooaaammm..." pagi harinya Andi terbangun dari tidur nyenyaknya semalam. Dan seperti biasa setelah bangun tidur dia langsung berolahraga untuk meregangkan otot-ototnya dengan cara push up dan sit up sebanyak seratus kali, dan itu dilakukan Andi secara rutin setiap pagi setelah bangun tidur. "Huh... target tercapai, sekarang tinggal memulai pagi yang baru," katanya setelah menyelesaikan olahraga setelah bangun tidur, Andi pun keluar dari kamar itu untuk melihat suasana baru. Tapi saat dia keluar dari kamar, Andi mendapati rumah itu kosong, tidak ada mbak Maya di sana, sepertinya Mbak maya sedang keluar. "Mbak... selamat pagi mbak..." panggil Andi, berharap ada yang menjawab, akan tetapi hanya keheningan dan suara angin yang bertiup di dengar. "Sepertinya gak ada orang, mbak Maya ke mana ya? keluar kah?" gumamnya. Andi akhinya melangkah menuju ke belakang rumah di mana di sana tempat kos-kosan berada, karena tidak ada aktivitas yang dimiliki Andi pagi ini mengingat dia baru

  • Pesona Ibu Kos Kesayanganku   bab 2. Bokong Yang Kenyal

    "Apa yang kamu lakukan di sini?," Mbak Maya keluar dari kamar mandi dan mendapati Andi berdiri di depan pintu dengan wajah memerah, di tambah dengan keringat yang membasahi sekitar pelipisnya. "Ah.. ee itu aku sedang melihat-lihat isi rumah mbak, ternyata luas juga ya," jawab Andi beralasan, sambil mengetuk-ngetuk dagunya dengan telunjuk tangannya sementara kepalanya mendongak ke sudut-sudut langit-langit plafon rumah itu. "kamu gak lagi mengintip saya mandi kan?," kata Mbak Maya agak curiga, sebab Andi saat ini tepat berdiri di depan pintu kamar mandi. "Haha, gak kok, mana mungkin saya melakukan ini, gak berani lah, mbak ada-ada saja," bantah Andi, terlihat dari raut wajahnya bahwa jelas sekali kalau dirinya sedang berbohong. "Terus ada apa dengan celanamu kenapa basah begitu?," tunjuk Mbak Maya, seketika itu juga Andi langsung menutupi celananya yang basah oleh air pipisnya dengan kedua tangannya. "Astaga, ini basah kenapa ya?, serius aku habis ngompol di celana?," gumam A

  • Pesona Ibu Kos Kesayanganku   bab 1. wanita Berparas Cantik

    "Astaga, kok aku apes banget sih? Baru saja tiba di kota ini aku main dikejar preman segala, untung aku bisa melarikan diri," dengan napas tersengal Andi duduk bersembunyi di belakang pagar halaman rumah seseorang, iya dia baru datang dari kampung merantau ke kota ini tetapi baru sesaat dia menginjakkan kakinya di kota yang masih asing baginya, dia malah mendapatkan kesialan yaitu dipalak sekumpulan preman, untungnya dia berhasil melarikan diri dan sekarang sedang bersembunyi dari kejaran mereka "Huuuhhh... sepertinya sekarang aku sudah aman, mereka tak menemukanku," helanya lega, melihat tak ada tanda-tanda preman-preman tadi yang mengejarnya ada di sekitarnya. Saat Andi baru saja merasa lega, sebuah benda terbang singgah di kepalanya membuat Andi tampak kaget, setelah diamati oleh Andi ternyata itu sebuah celana dalam perempuan yang habis diterbangkan angin dari atas jemuran dan singgah di atas kepalanya. "Hehe, wangi juga, pasti pemiliknya perempuan gak asing dari wanginya, h

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status