Home / Romansa / Pesona Ibu Kos Kesayanganku / Bab 6. lidahmu Terasa Geli Andi

Share

Bab 6. lidahmu Terasa Geli Andi

last update Last Updated: 2026-02-06 19:06:33

"apa yang kamu lakukan andi, ini sangat geli..." kata mbak maya, tubuhnya seakan ingin kejang-kejang saat lidah andi menjilat putingnya dan menghisapnya.

"itu tandanya mbak menikmatinya, buktinya mbak suka kan?" ucap andi, mbak maya diam tidak menjawab, bohong kalo dia bilang tidak, tapi dia juga malu kalo dia bilang menikmatinya, jadi dia memutuskan buat diam saja.

karena tidak ada jawaban dari mbak maya di tambah lagi dari respon tubuh mbak maya andi tahu kalo mbak maya gak mungkin tidak menikmatinya, oleh sebab itu andi lanjut menghisap buah dada mbak maya.

"ohh...andi geli...andi..." desah mbak maya mulai mendesah sembari menarik rambut belakang kepala andi.

tangan kanan andi mulai naik untuk meremas buah dada yang sebelahnya, saking besar dan bulatnya dada mbak maya tangan andi yang terbilang lebar pun tidak dapat meremas semuanya.

"astaga ini enak sekali, bukan cuma wangi tapi juga lembut dan halus di lidah," gumam andi sambil terus melanjutkan.

andi dapat merasakan getaran tubuh mbak maya menandakan kalo mbak maya sedang ejakulasi.

"serius dia sudah ejakulasi?" gumam andi bertanya-tanya, sebab andi ini terbilang sudah berpengalaman jadi dia tahu betul tanda-tanda wanita sedang ejakulasi, pengalaman itu di dapatkan andi dari kekasihnya di kampung yaitu ayu dimana mereka sering sekali berhubungan intim dan andi mengenal betul tanda-tanda itu.

karena andi terbilang tidak suka dengan rasa penasaran, andi pun langsung menurunkan tangannya lalu memasukkannya ke dalam celana ketat mbak maya, seketika andi langsung merasakan kalo di bawah sana memang sudah becek sekali.

"tidak salah lagi wanita ini memang punya hasrat yang kuat, terbukti dia cepat sekali ejakulasi, baguslah jadi tidak perlu pemanasan terlalu lama," gumam andi sambil mulai memasukkan jarinya.

hal itu membuat mbak maya memejamkan mata merasakan jari andi di masukkan ke lubang bawahnya.

"andi...ohh....jarimu andi..." desahnya terputus-putus saking dia menikmati sentuhan jari andi di dalam lubang miliknya.

"kenapa mbak?" andi sengaja bertanya.

"hentikan, itu terlalu geli andi..." jawab mbak maya sambil mengeraskan remasan tangannya pada rambut bagian belakang kepala andi.

"tapi enak kan mbak, aku tahu kok mbak kalo mbak sering memasukkan jari mbak sendiri di sini..." kata andi, tanpa sadar andi sedang memberitahu mbak maya kalo dia pernah mengintip.

"bentar apa kamu bilang tadi, kok kamu bisa tahu, kamu mengintip saya ya?" benar saja mbak maya langsung curiga.

"hehe iya mbak, lagian salah mbak sendiri suara mbak begitu kencang siapa saja bisa dengar kok jika di posisi saya, tapi tenang mbak mulai sekarang saya yang bantu mbak jadi mbak gak perlu repot-repot memakai jari sendiri," kata andi mengakuinya langsung.

"sebentar, kok rasanya sempit sekali ya, gak mungkinkah mbak maya masih perawan bukankah dia seorang janda?" pikir andi setelah memasukkan jarinya dan terasa sempit di sana.

andi pun semakin mempercepat jari tangannya membuat mbak maya kembali kejang-kejang hingga jari andi merasakan semburan hangat dari lubang itu.

andi tersenyum, dia pun melumat bibir mbak maya membuat mereka berciuman cukup lama, hingga terlihat hidung mbak maya langsung memerah, ya begitulah saking beningnya kulit mbak maya jadi cepat sekali memerah, bahkan pada buah dada mbak maya saja sudah merah sekali bekas isapan andi.

"sebentar mbak," kata andi sambil melepas cumbuannya pada bibir mbak maya, dan saat andi melepaskan bibirnya terlihat mbak maya seperti kehilangan sebab tadi sudah merasa nyaman saat mereka berciuman.

"berbaring mbak..." pinta andi, mbak maya menyipitkan mata tidak mengerti kenapa dia di minta berbaring terlentang.

"kamu mau apa?" tanyanya.

"sudah berbaring saja..." ulang andi, dan mbak maya benar-benar menurut dia pun berbaring.

"apa sebenarnya yang akan dia lakukan, bukankah tadi itu sudah sangat nyaman?" pikir mbak maya.

andi tiba-tiba menarik celana mbak maya untuk melepasnya.

"andi...." panggil mbak maya.

"sudah gak apa-apa, sebentar lagi mbak akan merasakan kenikmatan yang sesungguhnya," ujar andi.

andi lalu melebarkan kaki mbak maya membuat mbak maya mengangkang di depannya.

"wah benar-benar mulus tanpa bulu, sungguh aku tak melihat sedikit pun kecacatan pada tubuh wanita ini," gumam andi, sembari menatap keindahan lubang itu yang terlihat sempit dan tipis.

mbak maya melihat andi mendekatkan wajahnya di sana.

"andi..." katanya langsung tetapi andi tidak merespon, sedetik kemudian mbak maya merasakan adanya sentuhan nafas andi yang lembut di sana.

"bukan hanya mulus ini juga aromanya wangi sekali, benar-benar wanita yang sangat-sangat rutin merawat tubuhnya," gumam andi lagi sambil mengenduskan hidungnya di antara sela-sela selangkangan mbak maya.

"ohhh....aahhh....andi..." desah mbak maya dengan nafas yang di tarik ulur terlihat dari perutnya yang naik turun ketika andi mulai menjulurkan lidahnya menjilat benda itu.

"gimana mbak enakkan?" tanya andi.

tanpa menunggu mbak maya menjawab andi langsung menghisapnya, seketika mbak maya kembali kejang-kejang tapi kali ini lebih hebat dari sebelumnya.

"andiii...ooohhh...cukup..andi..." rintihnya hebat, membuat andi bukannya berhenti malah semakin menjadi-jadi.

"srrrrrrr..." seketika, sebuah cairan hangat menyembur mengenai wajah andi membuat wajah andi langsung basah kuyup di tambah tubuh mbak maya yang terus bergerak kejang-kejang karena tak bisa menahannya.

"buset aku di sembur begitu, seperti sedang berada di bawah pancuran air sungguhan," kata andi.

"sudah andi plis hentikan aku tidak bisa mengendalikan diri lagi," pinta mbak maya, terlihat jelas bahwa ini adalah kali pertama dirinya berada di situasi seperti ini.

"oke..oke mbak aku cukupkan sampai di sini, sekarang kita tinggal masuk ke mode final," ujar andi, sambil bangkit berdiri.

"maksudmu?" tanya mbak maya tidak mengerti apa yang di maksud andi, dia bangun dan duduk menatap andi berdiri, dan tiba-tiba andi melepas resleting celananya setelah itu melepas celananya membuat sebuah benda langsung menyembur keluar begitu besar dan panjang, saking panjangnya mbak maya yang berada di posisi duduk hampir bersentuhan dengan hidung mbak maya.

"apa ini, kenapa begitu besar dan panjang, apakah ini beneran nyata?" gumam mbak maya, tidak percaya dengan apa yang di lihatnya sampai-sampai matanya melebar dengan bibir menganga.

"kenapa mbak apa anda terkejut?" kata andi malah pakai nanya lagi.

"andi...apa ini, kenapa begitu besar, ini asli kan?" tanya mbak maya.

"iya dong mbak masa tempelan sih, mbak kayak gak pernah lihat beginian saja, mbak kan janda jadi mbak pasti tahu kok," jawab andi.

"tapi ini terlalu besar andi, ini tidak normal..." ujar mbak maya sambil menjulurkan jarinya dan menyentuhnya pelan.

"haha sudah gak usah malu genggam saja kalo mau," pinta andi dan mbak maya melakukannya sebab dia penasaran masih mengira itu palsu.

"astaga ini beneran nyata, andi kenapa sebesar ini sih, kamu pakai apa hingga bisa sebesar ini?" tanya mbak maya.

"haha gak ada kok, memangnya punya mantan suami mbak gimana besarnya?" tanya andi balik.

"hemm, soal itu saya sendiri gak tahu," jawab mbak maya jujur sebab memang dia belum pernah juga melihatnya.

"lah kok bisa, mbak kan sama dia pernah sepasang suami istri gak mungkin dong gak pernah lihat," kata andi gak percaya begitu saja, sebab itu sangat mustahil sosok istri belum pernah melihat punya suaminya.

"kalo kamu tidak percaya juga gak apa-apa," kata mbak maya, tidak memaksa andi mau percaya atau gak, apalagi mbak maya lagi malas buat membahas masalah rumah tangganya dengan bimo mantan suaminya.

"baiklah..baiklah," balas andi sembari kembali duduk sambil melebarkan kembali kaki mbak maya dan menariknya agar bisa lebih dekat dengan pinggangnya membuat posisi batang miliknya sangat dekat dengan lubang selangkangan mbak maya.

"apa..apa yang akan kamu lakukan?" tanya mbak maya dengan heran, entah mengapa mbak maya kelihatan lugu dan polos di sini, iya itu terjadi sejak andi pertama kali menghisap buah dadanya, dimana kepala mbak maya jadi kurang loading jadinya.

"astaga kok mbak pakai nanya, ini pastinya kita mau berhubungan intim mbak, saya akan memasukkan benda saya ke lubang mbak apa lagi?" jawab andi terus terang.

"hah, gak-gak, itu gak boleh," ucap mbak maya langsung sambil menarik dirinya kembali menjauh tapi andi langsung menahan pahanya dengan kedua tangannya.

"kenapa mbak, kita tadi sudah pemanasan jadi tinggal melakukan ini yang belum," tanya andi heran mengapa mbak maya malah menolak setelah menurut dari tadi.

"kamu malah tanya lagi, coba pikirin dengan punya kamu sebesar itu bahkan tangan saya tidak muat menggenggamnya mana mungkin bisa masuk," ujar mbak maya langsung.

"astaga mbak, pasti masuk kok tenang saja, di paksa sedikit masuk kok," kata andi sambil memegang batangnya siap untuk dia arahkan.

"hentikan andi, aku bilang jangan..." larang mbak maya.

"kenapa lagi mbak?" tanya andi, menunda untuk memasukkannya.

"karena gak mungkin, itu tidak akan muat, kalo pun di paksa pasti sakit aku gak berani, jadi tolong jangan lakukan..." kata mbak maya terlihat dari wajahnya kalo dia memang sangat takut kalo andi melakukannya.

"tapi mbak nanggung loh ini, tahan dikit ngapa, tahan bentar ya..." ujar andi tidak mau berhenti sampai di situ.

BERSAMBUNG...

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Pesona Ibu Kos Kesayanganku   Bab 6. lidahmu Terasa Geli Andi

    "apa yang kamu lakukan andi, ini sangat geli..." kata mbak maya, tubuhnya seakan ingin kejang-kejang saat lidah andi menjilat putingnya dan menghisapnya."itu tandanya mbak menikmatinya, buktinya mbak suka kan?" ucap andi, mbak maya diam tidak menjawab, bohong kalo dia bilang tidak, tapi dia juga malu kalo dia bilang menikmatinya, jadi dia memutuskan buat diam saja.karena tidak ada jawaban dari mbak maya di tambah lagi dari respon tubuh mbak maya andi tahu kalo mbak maya gak mungkin tidak menikmatinya, oleh sebab itu andi lanjut menghisap buah dada mbak maya."ohh...andi geli...andi..." desah mbak maya mulai mendesah sembari menarik rambut belakang kepala andi.tangan kanan andi mulai naik untuk meremas buah dada yang sebelahnya, saking besar dan bulatnya dada mbak maya tangan andi yang terbilang lebar pun tidak dapat meremas semuanya."astaga ini enak sekali, bukan cuma wangi tapi juga lembut dan halus di lidah," gumam andi sambil terus melanjutkan.andi dapat merasakan getaran tubu

  • Pesona Ibu Kos Kesayanganku   Bab 5. Sentuhan Kenyal Yang Berkeringat

    Keesokan paginya, Andi bangun tidur seperti biasa. Suara kicau burung terdengar dari setiap sudut-sudut pepohonan yang berdiri kokoh di samping kediaman rumah Mbak Maya. Andi bangkit dari tidurnya. Dia berjalan ke arah jendela, menatap keluar di mana pohon jati berdiri kokoh di sana. "Wah, sudah pagi saja, gak kerasa sekali. Bentar, hari ini hari Minggu kan? Apa yang harus aku lakukan ya? Astaga, semoga hari libur begini tidak membosankan," katanya sambil mengulurkan tangannya ke atas untuk meregangkan otot-otot tangannya itu. Andi lalu memulai rutinitas olahraga sebelum pagi seperti biasa, lalu setelah itu keluar dari kamarnya menuju kamar mandi. Tepat saat dia berjalan menuju kamar mandi, Andi melihat sebuah pintu yang kelihatan terbuka. Dengan sedikit menyipitkan matanya, Andi bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, "Sebentar, perasaan aku baru ngeh deh kalau ternyata ada ruangan di sebelah sana. Ruangan apa ya itu kira-kira?" "Nanti deh aku periksa, aku perlu membasuh muka dul

  • Pesona Ibu Kos Kesayanganku   Bab 4. Hampir Berhasil

    "Astaga bang, aku harus pergi sekarang, aku lupa kalo hari ini aku mau mendaftar kuliah," kata Andi, dia baru teringat bahwa hari ini dia berencana untuk mendaftarkan dirinya kuliah di salah satu universitas yang menarik namanya dalam daftar mahasiswa yang mendapatkan beasiswa berupa mendaftar gratis di universitas tersebut. "Oh iya baiklah, apa perlu aku antar?" tawar Ardi. "Gak usah bang, deket kok aku juga sambilan jalan-jalan," tolak Andi. "Oke dah kalo begitu, hati-hati ya," pesan Ardi. "Siap bang," Andi pun pergi, sebelum berangkat ke kampus yang dia tuju Andi terlebih dulu kembali ke rumah mbak Maya untuk mengambil berkas-berkas yang diperlukan. Setibanya di rumah mbak Maya ternyata mbak Maya sudah ada di rumah sekarang setelah sebelumnya Andi tidak melihatnya tadi pagi. "Loh mbak, mbak sudah pulang ya?" sapa Andi. "Iya nih, maaf saya lupa menyiapkan mu sarapan tadi pagi, makanya saya kembali, tuh di meja makan saya sudah siapkan buat kamu," jawab mbak Maya. "As

  • Pesona Ibu Kos Kesayanganku   Bab 3. Tantangan Gila

    "Ooaaammm..." pagi harinya Andi terbangun dari tidur nyenyaknya semalam. Dan seperti biasa setelah bangun tidur dia langsung berolahraga untuk meregangkan otot-ototnya dengan cara push up dan sit up sebanyak seratus kali, dan itu dilakukan Andi secara rutin setiap pagi setelah bangun tidur. "Huh... target tercapai, sekarang tinggal memulai pagi yang baru," katanya setelah menyelesaikan olahraga setelah bangun tidur, Andi pun keluar dari kamar itu untuk melihat suasana baru. Tapi saat dia keluar dari kamar, Andi mendapati rumah itu kosong, tidak ada mbak Maya di sana, sepertinya Mbak maya sedang keluar. "Mbak... selamat pagi mbak..." panggil Andi, berharap ada yang menjawab, akan tetapi hanya keheningan dan suara angin yang bertiup di dengar. "Sepertinya gak ada orang, mbak Maya ke mana ya? keluar kah?" gumamnya. Andi akhinya melangkah menuju ke belakang rumah di mana di sana tempat kos-kosan berada, karena tidak ada aktivitas yang dimiliki Andi pagi ini mengingat dia baru

  • Pesona Ibu Kos Kesayanganku   bab 2. Bokong Yang Kenyal

    "Apa yang kamu lakukan di sini?," Mbak Maya keluar dari kamar mandi dan mendapati Andi berdiri di depan pintu dengan wajah memerah, di tambah dengan keringat yang membasahi sekitar pelipisnya. "Ah.. ee itu aku sedang melihat-lihat isi rumah mbak, ternyata luas juga ya," jawab Andi beralasan, sambil mengetuk-ngetuk dagunya dengan telunjuk tangannya sementara kepalanya mendongak ke sudut-sudut langit-langit plafon rumah itu. "kamu gak lagi mengintip saya mandi kan?," kata Mbak Maya agak curiga, sebab Andi saat ini tepat berdiri di depan pintu kamar mandi. "Haha, gak kok, mana mungkin saya melakukan ini, gak berani lah, mbak ada-ada saja," bantah Andi, terlihat dari raut wajahnya bahwa jelas sekali kalau dirinya sedang berbohong. "Terus ada apa dengan celanamu kenapa basah begitu?," tunjuk Mbak Maya, seketika itu juga Andi langsung menutupi celananya yang basah oleh air pipisnya dengan kedua tangannya. "Astaga, ini basah kenapa ya?, serius aku habis ngompol di celana?," gumam A

  • Pesona Ibu Kos Kesayanganku   bab 1. wanita Berparas Cantik

    "Astaga, kok aku apes banget sih? Baru saja tiba di kota ini aku main dikejar preman segala, untung aku bisa melarikan diri," dengan napas tersengal Andi duduk bersembunyi di belakang pagar halaman rumah seseorang, iya dia baru datang dari kampung merantau ke kota ini tetapi baru sesaat dia menginjakkan kakinya di kota yang masih asing baginya, dia malah mendapatkan kesialan yaitu dipalak sekumpulan preman, untungnya dia berhasil melarikan diri dan sekarang sedang bersembunyi dari kejaran mereka "Huuuhhh... sepertinya sekarang aku sudah aman, mereka tak menemukanku," helanya lega, melihat tak ada tanda-tanda preman-preman tadi yang mengejarnya ada di sekitarnya. Saat Andi baru saja merasa lega, sebuah benda terbang singgah di kepalanya membuat Andi tampak kaget, setelah diamati oleh Andi ternyata itu sebuah celana dalam perempuan yang habis diterbangkan angin dari atas jemuran dan singgah di atas kepalanya. "Hehe, wangi juga, pasti pemiliknya perempuan gak asing dari wanginya, h

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status