LOGIN"Ooaaammm..." pagi harinya Andi terbangun dari tidur nyenyaknya semalam.
Dan seperti biasa setelah bangun tidur dia langsung berolahraga untuk meregangkan otot-ototnya dengan cara push up dan sit up sebanyak seratus kali, dan itu dilakukan Andi secara rutin setiap pagi setelah bangun tidur. "Huh... target tercapai, sekarang tinggal memulai pagi yang baru," katanya setelah menyelesaikan olahraga setelah bangun tidur, Andi pun keluar dari kamar itu untuk melihat suasana baru. Tapi saat dia keluar dari kamar, Andi mendapati rumah itu kosong, tidak ada mbak Maya di sana, sepertinya Mbak maya sedang keluar. "Mbak... selamat pagi mbak..." panggil Andi, berharap ada yang menjawab, akan tetapi hanya keheningan dan suara angin yang bertiup di dengar. "Sepertinya gak ada orang, mbak Maya ke mana ya? keluar kah?" gumamnya. Andi akhinya melangkah menuju ke belakang rumah di mana di sana tempat kos-kosan berada, karena tidak ada aktivitas yang dimiliki Andi pagi ini mengingat dia baru saja berada di kota ini, Andi pun memutuskan buat berkeliling melihat-lihat suasana kos-kosan itu sambil berharap dia bisa mendapatkan setidaknya teman baru. Baru saja Andi mendekat ke salah satu kamar kos di depannya, Andi langsung diperlihatkan oleh pemandangan yang membuat Andi senyum-senyum sendiri, iya Andi melihat dua sepasang kekasih sedang bercumbu di sana. "Sayang aku pergi dulu ya, kamu libur kerja kan hari ini, jadi nanti siang pas aku balik aku kembali lagi ke sini menemui mu dan kita bisa melanjutkan yang semalam," kata si wanita berpamitan sebelum akhirnya pergi. Si pria yang ditinggal ceweknya tadi melihat ke arah Andi yang berdiri memperhatikannya lalu langsung menyapa Andi. "Hai bung, anak baru ya? Sepertinya saya baru melihatmu di sini?" tanya pria itu. "Ah... iya bang, saya baru di sini, salam kenal bang, saya Andi..." jawab Andi sambil melempar senyuman ramah. "Salam balik, saya Ardi..." balas pria itu dan menjabat tangan Andi. "Kalo boleh tahu anda dari mana ya Andi?" tanya pria itu yang bernama Ardi itu menanyakan asal Andi. "Ee saya dari kampung bang, baru saja tiba kemarin, untuk tujuan saya ke kota ialah untuk melanjutkan kuliah saya sekalian mencari pekerjaan," jawab Andi masih dengan wajah ramahnya. "Oh, begitu ya, berarti kita sama dong, saya juga dari kampung sih, ke sini merantau juga, ngomong-ngomong gimana kalo kita jalan ke warung kita pesan kopi akan lebih enak kita ngobrol sambil ngopi kan?" kata Ardi mengajak Andi ke warung terdekat buat ngopi. "Wah boleh tuh bang, kebetulan saya juga belum sarapan, ayo bang," setuju Andi langsung. Sambil berjalan menuju warung mereka lanjut mengobrol, sepertinya mereka akan menjadi teman akrab apalagi Ardi juga orangnya ramah sekali ke Andi. "Oya Andi, kamu tinggal di kamar berapa ya?" tanya Ardi. "Ee untuk kamar sih belum ada bang, mbak Maya bilang dua hari lagi salah satu penghuni kamar akan berhenti dan saya bisa tinggal di kamar itu nanti kalo sudah kosong," jawab Andi. "Oh iya saya juga dengar kalo memang dua hari lagi salah satu penghuni kos akan pindah, kalo gak salah ada di kamar nomor sepuluh." "Jadi semalam anda tidur di mana, bukankah anda bilang baru tiba kemarin?" tanya Ardi mengenai di mana Andi tidur semalam. "Di rumah mbak Maya bang, gak tahu kenapa mbak Maya mengizinkan saya menginap di rumahnya sementara menunggu kamar kos yang kosong," jelas Andi, mendengar itu raut wajah Ardi sedikit berubah sepertinya dia agak terkejut mendengarnya. "Seriusan kamu diminta tidur di rumahnya? Wah... wah beruntung sekali kamu bisa satu atap dengannya," ujar Ardi sambil menepuk pundak Andi. "Haha, biasa aja bang, kan cuma sementara juga," kata Andi. "Ya sih tapi siapa coba yang gak beruntung, melihat mbak Maya memakai pakaian rapi saja di luar langsung membuat orang-orang terpesona apalagi jika melihatnya memakai pakaian rumahan di dalam rumahnya, aduduh..." ujar Ardi, Andi mengerti apa yang dimaksud oleh Ardi. "Tapi kamu harus hati-hati sih," tambah Ardi. "Maksud abang apa ya?" tanya Andi tidak mengerti. "Begini, mbak Maya itu seorang janda, dan mantan suaminya masih sangat menginginkannya kembali, mantan suaminya bernama Bimo dia ketua preman di sekitaran sini, dan dia sangat tidak menyukai siapapun yang berani dekat dengan mbak Maya, pernah suatu ketika seorang pria mencoba mendekati dan berkenalan dengan mbak Maya hari itu juga saat Bimo mengetahuinya pria itu langsung dikeroyok hingga tak berani lagi muncul, entah ke mana pria itu sekarang, dia juga dulu penghuni kos di sini, tapi gara-gara hal sepele seperti itu dia menghilang," ujar Ardi sekedar memberitahu Andi bahwa mendekati mbak Maya itu sangat beresiko. "Begitu ya bang, bahaya juga tuh, tapi tenang saya kan cuma sementara nanti juga akan sama seperti abang yang cuma penghuni kos biasa," kata Andi. "Buk, kopinya dua ya sama nasi gorengnya dua piring," pesan Ardi saat mereka tiba di warung yang mereka tuju. "Baik, ditunggu ya," balas ibu-ibu pemilik warung. "Andi, ee saya punya tantangan nih buat kamu mau gak?" tiba-tiba Ardi menawarkan tantangan kepada Andi. "Tantangan? Tantangan apa bang?" tanya Andi. "Jadi gini, saya gak tahu kenapa saya suka sekali memberikan tantangan kepada orang-orang, tapi tenang ini tentu saja ada imbalannya tapi kalo kamu berhasil saja," kata Ardi. "Iya bang tapi tantangan apa ya?" "Begini Andi, ee saya punya tantangan nih buat kamu, tantangannya adalah kamu merayu mbak Maya bagaimanapun caranya yang terpenting kamu bisa berakhir di ranjang dengannya, aku tahu kamu pasti terkejut mendengar tantangan ini tapi ketahuilah saya sudah memberikan tantangan ini ke beberapa pria di kos-kosan tapi mereka menolak, jadi kira-kira kamu mau gak menerima tantangan dari ku ini?" jelas Ardi. Mendengar itu Andi seketika kaget, gimana tidak, Ardi tiba-tiba saja menawarkannya tantangan gila padanya padahal Ardi baru saja memberitahunya bahwa mendekati mbak Maya itu adalah sesuatu yang berbahaya karena ada Bimo yang akan berurusan dengan mereka yang berani mendekatinya. "Bang, bukannya saya mau menolak nih, tapi itu sangat gila loh, apalagi abang tadi memberitahu saya bahwa mantan suami mbak Maya akan mencelakai siapapun yang berani mendekati mbak Maya, tapi sekarang abang malah memberikan saya tantangan seperti itu?" kata Andi merasa heran. "Haha justru itulah alasannya kenapa saya memberi tantangan ini, begini ya Andi, dari dulu hingga sekarang belum ada yang berani mendekati mbak Maya bahkan hanya sekedar mengedipkan mata di depannya, itu karena faktor keberadaan Bimo dan saya tidak tahu kenapa saya merasa agak jengkel saja dengan Bimo yang seolah dirinya sendiri yang boleh mendekati mbak Maya, mbak Maya juga perempuan normal yang pastinya membutuhkan pendamping, saya ingin dia segera menemukan pendamping itu, pria yang berani mengambil resiko," jelas Ardi. "Hai Ardi, mau sampai kapan kamu akan terus mengurus hidup mbak mu, yang namanya belum menemukan jodoh ya mbak mu akan tetap sendiri, nanti juga kalo jodohnya sudah datang dia pasti gak akan sendiri lagi," ibu-ibu pemilik warung yang tak sengaja mendengar tantangan dari Ardi yang ditawarkan kepada Andi seketika nimbrung. "Buk, saya tidak bermaksud ingin ikut campur dengan kehidupan mbak saya, cuma saya gak suka aja kehidupan mbak saya dibatasi oleh preman bodoh itu, saya hanya mau mbak saya segera bebas dari preman sialan ini," balas Ardi. Dari pembicaraan Ardi dengan ibu-ibu pemilik warung itu, kita bisa menyimpulkan bahwa Ardi ini ternyata adik laki-laki mbak Maya, dan Ardi ingin kakaknya atau mbak Maya segera bebas dari tekanan Bimo mantan suami mbak Maya yang selalu melarang siapapun mendekati mbak Maya. Melihat Andi lumayan karena memiliki wajah yang tampan serta ramah Ardi memberikan tantangan itu kepada Andi walaupun dia sendiri tidak bisa menjamin apakah Andi akan berhasil nantinya. "Maaf Andi sekarang kamu jadi tahu bahwa saya sebenarnya saudara mbak Maya, dia kakak perempuan ku satu-satunya," ungkap Ardi jujur memberitahu Andi. "Ah iya gak apa-apa, tapi aneh jadinya kalo anda memberi tantangan semacam itu kepada saya sementara targetnya adalah saudara perempuan anda," ujar Andi. "Haha iya itu memang agak aneh tapi aku tidak punya pilihan lain, saya sangat percaya sama mbak saya kalo dia tidak akan mudah didekati kalo memang bukan keinginannya sendiri, jadi jika memang ada yang berhasil tidur dengannya itu berarti keinginan mbak saya langsung," ujar Ardi. "Gimana kamu mau terima atau gak, kalo menolak juga gak apa-apa, saya juga bisa nanti menawarkan ke orang lain, tapi kalo kamu mau dan kamu berhasil saya janji saya akan menuruti permintaanmu sebagai hadiahnya gimana?" lanjut Ardi menanyakan ulang apakah Andi mau menerima tantangan itu. "Eee..." terlihat Andi masih berpikir tidak berani terlalu cepat mengambil keputusan. "Ayolah Andi jangan ragu, kamu itu sudah punya modal paras yang tampan, dan itu adalah salah satu keuntunganmu untuk bisa memenangkan tantangan ini, tidak peduli asalmu dari mana dan keluargamu seperti apa jika kamu berhasil dan mbak Maya mau menerimamu saya pastinya juga akan bersedia menjadi adik iparmu nantinya gimana?," kata Ardi, lebih tepatnya mengharapkan Andi menerima tantangan itu, sambil menyakinkan Andi kalo Andi pasti bisa melakukannya. "Hah... baiklah apa boleh buat kalo adiknya sendiri yang memintaku, baiklah aku terima tantangan itu, tapi aku gak menjamin ya kalo aku berhasil nantinya, tapi tapi aku akan tetap berusaha sebisaku," balas Andi. "good, saya tidak salah menilaimu, selamat mencoba ya, buk, semua pesanan ini saya yang bayar..." seketika Ardi langsung senang setelah mendengar persetujuan dari Andi. "Et... sebentar dulu tapi kamu jangan pakai cara curang ya, contohnya dengan pemaksaan dan juga sengaja membuat mabuk atau hal sebagainya, jika itu terjadi kamu tentunya akan berurusan denganku bukan hanya dianggap gagal," Ardi tidak lupa memberitahu bahwa Andi tidak boleh curang harus bermain bersih. "Iya siap, tenang saja saya juga tidak menyukai hal-hal kotor semacam itu," balas Andi langsung. "saya akan meniduri Mbak maya dengan cara merayunya, tapi bentar anda gak akan menyesal kan jika saya berhasil menidurinya?," tanya Andi, memastikan kalo Ardi tidak menyesalinya nanti. "Iya tentu saja tidak, itu kan tantangan dari saya, jadi tenang saja, yang terpenting kamu berusaha mulai sekarang untuk bisa berhasil melakukannya," balas Ardi sambil tersenyum, menandakan bahwa dia tidak akan menyesali akan rencananya ini. BERSAMBUNG..."apa yang kamu lakukan andi, ini sangat geli..." kata mbak maya, tubuhnya seakan ingin kejang-kejang saat lidah andi menjilat putingnya dan menghisapnya."itu tandanya mbak menikmatinya, buktinya mbak suka kan?" ucap andi, mbak maya diam tidak menjawab, bohong kalo dia bilang tidak, tapi dia juga malu kalo dia bilang menikmatinya, jadi dia memutuskan buat diam saja.karena tidak ada jawaban dari mbak maya di tambah lagi dari respon tubuh mbak maya andi tahu kalo mbak maya gak mungkin tidak menikmatinya, oleh sebab itu andi lanjut menghisap buah dada mbak maya."ohh...andi geli...andi..." desah mbak maya mulai mendesah sembari menarik rambut belakang kepala andi.tangan kanan andi mulai naik untuk meremas buah dada yang sebelahnya, saking besar dan bulatnya dada mbak maya tangan andi yang terbilang lebar pun tidak dapat meremas semuanya."astaga ini enak sekali, bukan cuma wangi tapi juga lembut dan halus di lidah," gumam andi sambil terus melanjutkan.andi dapat merasakan getaran tubu
Keesokan paginya, Andi bangun tidur seperti biasa. Suara kicau burung terdengar dari setiap sudut-sudut pepohonan yang berdiri kokoh di samping kediaman rumah Mbak Maya. Andi bangkit dari tidurnya. Dia berjalan ke arah jendela, menatap keluar di mana pohon jati berdiri kokoh di sana. "Wah, sudah pagi saja, gak kerasa sekali. Bentar, hari ini hari Minggu kan? Apa yang harus aku lakukan ya? Astaga, semoga hari libur begini tidak membosankan," katanya sambil mengulurkan tangannya ke atas untuk meregangkan otot-otot tangannya itu. Andi lalu memulai rutinitas olahraga sebelum pagi seperti biasa, lalu setelah itu keluar dari kamarnya menuju kamar mandi. Tepat saat dia berjalan menuju kamar mandi, Andi melihat sebuah pintu yang kelihatan terbuka. Dengan sedikit menyipitkan matanya, Andi bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, "Sebentar, perasaan aku baru ngeh deh kalau ternyata ada ruangan di sebelah sana. Ruangan apa ya itu kira-kira?" "Nanti deh aku periksa, aku perlu membasuh muka dul
"Astaga bang, aku harus pergi sekarang, aku lupa kalo hari ini aku mau mendaftar kuliah," kata Andi, dia baru teringat bahwa hari ini dia berencana untuk mendaftarkan dirinya kuliah di salah satu universitas yang menarik namanya dalam daftar mahasiswa yang mendapatkan beasiswa berupa mendaftar gratis di universitas tersebut. "Oh iya baiklah, apa perlu aku antar?" tawar Ardi. "Gak usah bang, deket kok aku juga sambilan jalan-jalan," tolak Andi. "Oke dah kalo begitu, hati-hati ya," pesan Ardi. "Siap bang," Andi pun pergi, sebelum berangkat ke kampus yang dia tuju Andi terlebih dulu kembali ke rumah mbak Maya untuk mengambil berkas-berkas yang diperlukan. Setibanya di rumah mbak Maya ternyata mbak Maya sudah ada di rumah sekarang setelah sebelumnya Andi tidak melihatnya tadi pagi. "Loh mbak, mbak sudah pulang ya?" sapa Andi. "Iya nih, maaf saya lupa menyiapkan mu sarapan tadi pagi, makanya saya kembali, tuh di meja makan saya sudah siapkan buat kamu," jawab mbak Maya. "As
"Ooaaammm..." pagi harinya Andi terbangun dari tidur nyenyaknya semalam. Dan seperti biasa setelah bangun tidur dia langsung berolahraga untuk meregangkan otot-ototnya dengan cara push up dan sit up sebanyak seratus kali, dan itu dilakukan Andi secara rutin setiap pagi setelah bangun tidur. "Huh... target tercapai, sekarang tinggal memulai pagi yang baru," katanya setelah menyelesaikan olahraga setelah bangun tidur, Andi pun keluar dari kamar itu untuk melihat suasana baru. Tapi saat dia keluar dari kamar, Andi mendapati rumah itu kosong, tidak ada mbak Maya di sana, sepertinya Mbak maya sedang keluar. "Mbak... selamat pagi mbak..." panggil Andi, berharap ada yang menjawab, akan tetapi hanya keheningan dan suara angin yang bertiup di dengar. "Sepertinya gak ada orang, mbak Maya ke mana ya? keluar kah?" gumamnya. Andi akhinya melangkah menuju ke belakang rumah di mana di sana tempat kos-kosan berada, karena tidak ada aktivitas yang dimiliki Andi pagi ini mengingat dia baru
"Apa yang kamu lakukan di sini?," Mbak Maya keluar dari kamar mandi dan mendapati Andi berdiri di depan pintu dengan wajah memerah, di tambah dengan keringat yang membasahi sekitar pelipisnya. "Ah.. ee itu aku sedang melihat-lihat isi rumah mbak, ternyata luas juga ya," jawab Andi beralasan, sambil mengetuk-ngetuk dagunya dengan telunjuk tangannya sementara kepalanya mendongak ke sudut-sudut langit-langit plafon rumah itu. "kamu gak lagi mengintip saya mandi kan?," kata Mbak Maya agak curiga, sebab Andi saat ini tepat berdiri di depan pintu kamar mandi. "Haha, gak kok, mana mungkin saya melakukan ini, gak berani lah, mbak ada-ada saja," bantah Andi, terlihat dari raut wajahnya bahwa jelas sekali kalau dirinya sedang berbohong. "Terus ada apa dengan celanamu kenapa basah begitu?," tunjuk Mbak Maya, seketika itu juga Andi langsung menutupi celananya yang basah oleh air pipisnya dengan kedua tangannya. "Astaga, ini basah kenapa ya?, serius aku habis ngompol di celana?," gumam A
"Astaga, kok aku apes banget sih? Baru saja tiba di kota ini aku main dikejar preman segala, untung aku bisa melarikan diri," dengan napas tersengal Andi duduk bersembunyi di belakang pagar halaman rumah seseorang, iya dia baru datang dari kampung merantau ke kota ini tetapi baru sesaat dia menginjakkan kakinya di kota yang masih asing baginya, dia malah mendapatkan kesialan yaitu dipalak sekumpulan preman, untungnya dia berhasil melarikan diri dan sekarang sedang bersembunyi dari kejaran mereka "Huuuhhh... sepertinya sekarang aku sudah aman, mereka tak menemukanku," helanya lega, melihat tak ada tanda-tanda preman-preman tadi yang mengejarnya ada di sekitarnya. Saat Andi baru saja merasa lega, sebuah benda terbang singgah di kepalanya membuat Andi tampak kaget, setelah diamati oleh Andi ternyata itu sebuah celana dalam perempuan yang habis diterbangkan angin dari atas jemuran dan singgah di atas kepalanya. "Hehe, wangi juga, pasti pemiliknya perempuan gak asing dari wanginya, h







