MasukKeterlaluan. Pantas selama ini Jimmy selalu memanjakan anak angkat itu, ternyata karena Joice adalah anak kandungnya.
Mereka mengincar harta keluarga Bea.
Tubuh Bea bergetar hebat. Membayangkan bagaimana ibu tercinta dibodohi selama ini, membuat Bea sangat murka. Kakinya bahkan seakan tak memiliki kekuatan untuk melangkah. Jangankan melangkah, untuk berdiri saja Bea sudah kehilangan kekuatan. Dadanya naik turun menahan amarah.
“Sebentar lagi rumah ini juga akan resmi menjadi milik kita, proses untuk mengganti nama di sertifikat akan lebih mudah karena sekarang Bea sudah tidak di sini, dan ini akan dianggap sebagai hilang atau meninggal. Begitu juga perusahaan, aku sangat beruntung dia dengan begitu bodoh tidak bersedia mengurus perusahaan ibunya. Jadi aku bisa dengan bebas menjalankan rencana ini, sampai begitu mulus seperti sekarang. Bahkan dia juga percaya begitu saja saat aku bilang perusahaannya hampir bangkrut. Padahal ini hanya trik untuk mengganti nama perusahaan menjadi Flint Company, dengan begitu perusahaan itu akan sepenuhnya atas namaku juga. Semua harta Mea benar-benar akan jatuh ke tanganku. Meski di surat wasiat Mea tertulis nama Bea sebagai ahli warisnya, tetapi karena Bea sekarang sudah dibuang dari keluarga Flint dan dinyatakan hilang, secara otomatis semua ini akan menjadi milikku sebagai suami sah-nya.”
“Kamu itu suami sah aku,” protes wanita paruh baya.
“Iya, Sayang, iya. Itu ‘kan hanya penjelasan saja. Bagaimanapun semua orang tahu aku ini adalah suami sah Mea, dan orang-orang juga tahunya aku hanya memiliki Mea sebagai istri. Padahal kenyataannya kamu istri pertama aku, dan dia hanyalah istri kedua. Lebih tepatnya istri yang aku manfaatkan demi mendapatkan harta ini, supaya kita bisa hidup bahagia bertiga. Kamu tahu sendiri, selama ini aku sangat tertekan dengannya, sudah lama aku tidak sabar ingin dia segera mati. Sekarang akhirnya penantian kita tidak sia-sia. Kamu akan menjadi nyonya kaya mulai sekarang, Sayang. Jangan merajuk lagi, oke?”
“Kalau bukan karena demi mendapatkan harta banyak ini, mana mungkin aku merelakan suamiku sendiri bahkan putriku sendiri hidup bersama wanita brengsek itu. Pokoknya ke depannya kamu harus memperhatikan aku, aku yang harus kamu prioritaskan.”
“Tentu saja, Sayang. Aku pun kalau bukan karena tahu dia kaya raya, mana mungkin juga aku bersedia menikahi wanita yang hamil di luar nikah dan punya anak tidak tahu bapaknya siapa. Bodoh sekali aku mau mengakui anak haram itu sebagai anak sendiri, kalau bukan karena ibunya kaya, saat dia masih kecil, aku sudah ingin mencekiknya sampai mati. Mereka berdua sama-sama menjijikkan, aku menahan jijik selama ini setiap bersama mereka. Kamu dan putriku ini selalu yang terbaik, mulai sekarang kita akan hidup bahagia, kalian tenang saja.”
Napas Bea terasa semakin berat. Ia tidak menyangka semua ini benar-benar gila. Kenyataan yang baru ia ketahui saat ibunya sudah meninggal dunia. Rupanya selama 20 tahun lebih mereka hidup dalam permainan dan kebohongan Jimmy. Kenyataannya yang terlalu mengejutkan serta menyakitkan ini membuat dada Bea terasa sesak dan sakit. Ia memegang dadanya yang berdenyut.
“A-ayo pergi.” Bea menatap 2 pengawal Nigel dengan wajah mulai pucat.
“Anda baik-baik saja, Nona?” tanya salah satu pengawal.
“Saya baik-baik saja.” Dengan keringat dingin memenuhi wajah pucatnya, Bea mencoba mengangkat kaki untuk melangkah menuju mobil. “Silakan kalian tertawa bahagia sekarang, sebelum aku membalas dendam, aku akan membuat hidup kalian hancur, berkali lipat lebih sengsara dari apa yang kalian perbuat kepada ibuku dan kepadaku. Aku bersumpah, kalian pasti akan aku buat menderita.” Bea berdesis penuh dendam di dalam hati.
Bea tak ingin menemui mereka dengan kondisi lemah seperti sekarang. Ia sudah bertekad akan membalas dendam. Kemarahan dan kebencian di hatinya sudah menumpuk hingga ke ubun-ubun, sebisa mungkin, pakai cara apa pun, Bea akan membalas dendam kepada mereka.
“Aku pasti akan membuat kalian hidup menderita, bahkan lebih mengerikan dari pada di neraka.” Bea bergumam dengan sorot mata penuh dendam.
Sebelum akhirnya wanita itu ambruk tak sadarkan diri. 2 pengawal utusan Nigel dengan sigap menahan tubuh Bea, lalu membawa wanita itu ke dalam mobil untuk pergi dari sana.
***
Kening Nigel berkerut ketika mendengar bisikan dari Dizon. Ia pun kembali menatap layar laptop. “Trik pingsan?”
“Entahlah, Tuan. Dari penjelasan pengawal yang mengantarnya, dia bahkan belum sempat masuk ke dalam rumah, tapi sudah pingsan. Mereka bilang, Nona Flint mendengar percakapan orang-orang dalam rumah, dan seperti sangat terkejut sampai pingsan.”
Nigel masih tak mengalihkan pandangan. Ia tetap fokus memperhatikan penjelasan rapat dari layar laptop. “Cari tahu lebih detail tentang kehidupannya, semuanya tanpa terkecuali.”
“Sshh, panas sekali.” Bea bergerak tak nyaman.Ia menggapai leher Nigel yang sedang menggendongnya. Tak hanya mengusap, Bea mulai menciumi leher Nigel.“Tenang ‘lah sebentar. Jangan sampai aku menyerangmu di sini, Bea.” Nigel berdesis menahan diri dari godaan.Jika biasanya Nigel disebut sebagai pria batu yang tak tertarik sama sekali kepada rayuan wanita. Sekarang pria itu tampak sangat murahan di depan Bea.Hanya dengan sentuhan jari Bea, Nigel bisa langsung terangsang. Tak heran Nigel sampai mengira Bea memakai obat pemikat.Nigel terus melangkah sembari menggendong Bea ala bridal style. Pergerakan Bea malah semakin liar.Efek obat itu semakin kuat. Bea tak terkendali.“Sialan.” Nigel mengumpat. “Obat sekuat ini diberikan kepada wanitaku? Beraninya memberi obat untuk melempar wanitaku kep
Fitri berusaha melawan sekumpulan pria dengan tetap memegangi Bea. Namun, ia jadi kesulitan.Saat Fitri tampak semakin tersudut, salah satu di antara pria itu menarik lengan Bea.“Nona!” Fitri berusaha menarik kembali Bea, tetapi dihalangi oleh pria-pria lain. “Brengsek! Kalian mau mati? Dia adalah wanita milik Tuan Utama Luca!”“Tidak usah banyak bicara, Nona. Kamu pun nanti akan dapat jatah dari kami.” Para pria itu malah tertawa mengejek Fitri.Fitri menendang dan memukul mereka semua. Kemudian ia berlari mengejar pria yang kabur membawa Bea.Pergerakan Fitri lagi-lagi dihalangi oleh sekumpulan pria tadi. Situasi itu membuat Jimmy tersenyum puas. Ia merasa rencananya sudah berhasil.Sedikit lagi, pria suruhannya akan tiba di kamar yang sudah ia siapkan untuk Bea.“Setelah ini asisten pribadinya
“Waw, siapa ini?”Bea menoleh ke belakang. Suara sinis itu berasal dari mulut Alika.Bea berdecih malas. Ia kembali fokus kepada minuman di tangannya.Alika menggeram. Ia selalu kesal dan marah saat Bea mencuekinya. Sangat berani.Kali ini Alika tak sendiri. Ia bersama beberapa nona muda keluarga kaya.Pesta bisnis yang dihadiri oleh orang-orang penting ini, tentu menjadi tempat berkumpulan orang kaya. Entah itu tuan utama, tuan muda, sampai nona muda seperti Alika dan teman-temannya.Seperti yang diucapkan oleh Bea sebelumnya, lelang amal dalam acara ini akan menjadi ladang unjuk kekayaan antara penguasa bisnis negara. Para orang angkuh akan bersaing demi gengsi keluarga.Saling serang, saling sindir, atau malah saling jilat demi mendapatkan hati orang yang lebih berpengaruh.Itu ‘lah gemerlap dunia
“Tuan.”Nigel menoleh. Dizon masuk dan mendekat ke arah meja kerjanya.Melihat ekspresi Dizon yang tampak ragu, Nigel curiga.“Katakan,” cetus Nigel datar.Dizon menunduk. Ia meletakkan map di atas meja Nigel.“Hasil penyelidikan tentang detail biodata Nona Chloe, Tuan.”Nigel memandangi map berwarna merah itu. “Lengkap?”Dizon mengangguk. “Lengkap, Tuan. Semua tentang ibu kandung Nona Chloe, bahkan ... tentang ayah kandungnya.”Sebelah alis Nigel terangkat. Dizon tampak ragu membahas ayah kandung Bea.Nigel membaca biodata itu seksama. Matanya memicing melihat seseorang yang ikut hadir dalam dokumen itu.Dizon langsung menunduk saat Nigel menatapnya tajam.“Sudah dipastikan?” desis Ni
“Brengsek!”Teresa kaget saat Jimmy tiba-tiba membanting ponsel. “Kenapa? Membuat kaget saja.”Rahang Jimmy mengeras. Sorot matanya tampak begitu tajam. “Tidak mungkin dia yang mengirim ini ‘kan? Wanita brengsek itu baru beberapa hari mengurus keuangan kantor. Tidak mungkin sudah langsung dapat data keuangan tentang penggelapan dana yang aku lakukan. Apalagi selama ini semua itu tidak pernah terdeteksi siapa pun. Sebagai anak ingusan yang baru terjun ke dunia bisnis, mustahil dia bisa mengetahui keanehan dalam pembukuan. Pasti ada orang lain yang ingin memanfaatkan situasi ini.”Jimmy memukul meja. Tangannya terkepal erat, ia marah.“Kenapa, sih? Tiba-tiba marah begini. Apa? Wanita brengsek yang kamu maksud itu, si Bea itu?” tanya Teresa heran.Jimmy menarik napas dalam. “Ada yang mengancamku. Dia mengirim pembukuan, buk
“Dizon.”“Ah, iya?” Dizon sedikit kaget ketika Bea kembali memanggilnya. “Oh, itu. Tuan Utama ada urusan mendadak, Nona. Mungkin sebentar lagi juga kembali. Saya akan menyusulnya sekarang.”Mata Bea memicing. “Memangnya urusan apa lagi malam-malam begini?”“Menidurimu.”“Setan!” Bea mengumpat keras karena kaget oleh suara berat Nigel di belakang tubuhnya.Wanita itu langsung membalikkan badan, dan semakin kaget melihat kondisi tubuh Nigel yang penuh oleh bercak darah.Wajah Bea seketika memucat. “K-kamu kenapa?”Dengan tenang Nigel memberikan pistol dan pisau kepada Dizon.Bea meneguk ludahnya kasar. Bau anyir dari tubuh Nigel mulai tercium.“Kamu terluka?” Bea melirik Dizon yang tampak tenang. “K
“N-nigel, aku ingin pulang.” Bea akhirnya mengeluarkan suara lemahnya.“Kamu tidak ingin melihat mereka dieksekusi?” Nigel tersenyum penuh makna ke arah Bea.Bea menggeleng. Wajahnya sudah pucat.Penembakan di
Brum!Brum!“Bos! Makin banyak mobil yang mengepung pergerakan kita. Sepertinya mereka satu komplotan, Bos. Bagaimana ini?”Bea memperhatikan sekitar.Benar. Satu per satu mobil muncul, bahkan ada pula yang menggunakan motor sport mengejar mobil penculik itu.Senyum Bea sedikit terbit. “Kalian tida
“Sstt.” Bea merintih merasakan pusing dan sakit pada tengkuknya.“Akhirnya dia bangun, Bos.”“Wah, bangun lebih cepat, ya?”Mata Bea langsung terbuka lebar. Ia memperhatikan sekitar.
“Aku sudah tidak tahan, Mom, Dad! Wanita murahan itu semakin sombong dan angkuh. Dia sengaja memanasiku, hanya karena sekarang dia dimanja oleh Nigel. Aku ingin sekali membunuhnya!” Alika mengadu kepada kedua orang tuanya.“Kalau begitu, bunuh saja dia. Kenapa kita harus repot menghadapi wanita mur







