LOGIN“Baik, Tuan.” Dizon menunduk, lalu berjalan keluar ke arah pintu ruangan kerja sang atasan.
“Tunggu.”
“Alika?”
Dizon menunduk sebelum menjawab. “Dari laporan mata-mata, Nona Betrix semakin menggila saat tahu Anda membawa Nona Flint ke rumah Anda.”
Nigel tersenyum puas.
“Sudah saya sebarkan juga gosip sesuai perintah Anda, Tuan. Nona Betrix semakin marah besar sampai pingsan untuk kedua kalinya saat mendengar gosip Anda berpacaran dengan Nona Flint. Mungkin sekarang masih belum sadarkan diri di rumah sakit. Kalau sudah sadarkan diri, saya rasa dia pasti akan segera mencari Nona Flint ke rumah Anda.”
Nigel tersenyum miring. Dia semakin puas mendengar kabar bagus tentang calon tunangannya. Tiba-tiba ia berdiri. “Lanjutkan rapat.”
“Baik, Tuan. Perlu saya siapkan mobil, Tuan?”
“Hm.”
***
“Tidak ada hal serius yang mengancam, Tuan. Nona terlalu syok, kemungkinan dia baru saja mendengar sebuah kabar mengejutkan yang memancing sedih atau mungkin amarah. Atau bisa juga karena dia mendapat tekanan. Jadi karena batinnya tidak siap menerima karena terlalu terkejut atau karena terlalu tertekan, Nona sampai berkeringat dingin lalu berakhir pingsan, bahkan sekarang dia demam—badannya sedikit panas.” Seorang dokter menjelaskan kondisi Bea kepada Nigel.
Sebelah alis Nigel terangkat mendengar penjelasan dokter. Ia memperhatikan wajah pucat Bea yang masih penuh berkeringat. Awalnya Nigel mengira Bea hanya pura-pura pingsan demi menarik perhatiannya.
“Saya sudah meresepkan obatnya, Tuan.”
Suara dokter mengembalikan kesadaran Nigel. “Saya ingin dia segera sadar dan segera sembuh.”
“Saya mengerti, Tuan. Saya sudah resepkan obat terbaik.” Dokter itu menunduk singkat ke arah Nigel, lalu ia melirik singkat ke arah Bea yang terbaring di ranjang sembari berbicara di dalam hati. “Ternyata gosip itu benar, ya? Tuan Luca benar-benar memanjakan wanita yang dia beli dari lelang? Tidak disangka, pria arogan yang dingin ini rupanya bisa menyukai wanita juga. Dia bahkan bersedia mengeluarkan uang 100 miliar demi membeli wanita ini, lalu sekarang pun diperlakukan dengan baik. Yah, sekeras dan sedikit apa pun seorang pria, memang akan lunak dan hangat pada wanita yang tepat. Wanita ini beruntung bisa mendapatkan hati Tuan Luca yang keras dan berkuasa.”
Sesuai keinginan Nigel, berita tentang dirinya dan Bea sudah mulai tersebar luas di media masa. Sebagai CEO muda yang memiliki kekuasaan besar, berita tentang Nigel sangat dicari dan diminati masyarakat luas. Ini membuat berita apa pun tentang Nigel sangat cepat menyebar, apalagi pasangan gosipnya adalah Bea—seorang model yang cukup ternama di kota itu.
***
Bea sedikit terkejut melihat wajah tampan Nigel. Setelah beberapa saat tidak sadarkan diri, akhirnya Bea siuman. Dan, orang pertama yang ia lihat adalah Nigel yang sedang duduk di kursi tak jauh dari ranjang tempat ia berbaring.
Masih tak ada suara di antara mereka. Bea memperhatikan sekitar dengan wajah masih sedikit pucat, ia sedang mengumpulkan kesadaran penuh. Hingga wanita itu mengingat kejadian di rumahnya yang memicu amarah sampai ia tidak sadarkan diri. Dan, saat ia siuman sudah berada di tempat yang asing ini.
“Ini bukan kamar gedung lelang tadi. Apa sekarang aku sudah berada di rumah pria ini?” gumam Bea.
Bruk!
Bea terkejut ketika Nigel tiba-tiba melempar sebuah map ke arahnya. Dengan kepala masih sedikit pusing, Bea mencoba duduk lalu meraih map itu. Tanpa bertanya, Bea langsung mengecek isi map yang dilemparkan oleh Nigel.
Kening Bea berkerut melihat kepala tulisan dalam lembaran pertama isi map dokumen. “Surat perjanjian hubungan kekasih kontrak?” gumamnya.
Nigel masih duduk santai dengan wajah datarnya menatap Bea. “Baca, pahami dan tandatangan.”
Bea menatap Nigel yang sedang duduk bersilang kaki—auranya begitu mendominasi, khas seorang CEO berkuasa. “Intinya kamu ingin saya menjadi kekasih kontrakmu?” tanya Bea.
“Hm. Berpura-pura menjadi kekasihku saat di depan umum, selama tidak ada orang lain, jangan mendekati saya.” Nigel memainkan korek api di jemari tangan berurat itu, lalu ia melanjutkan kalimat dinginnya. “Tugas utamamu adalah menghadapi Alika Betrix—buat dia marah.”
“Alika Betrix? Bukannya dia tunangan Anda?” tanya Bea cukup heran.
“Bukan tunangan.”
“Oh, maksud saya calon tunangan Anda. Kenapa Anda ingin membuatnya marah?” koreksi Bea.
“Semakin sedikit yang kau tahu, semakin aman nyawamu.” Nigel menyeringai ke arah Bea.
Bea sempat tertegun, suara dingin dan mata tajam Nigel membuat bulu kuduknya berdiri. Aura Nigel benar-benar terlalu mendominasi. Dari gosip yang Bea dengar tentang Nigel dan Alika, mereka adalah calon tunangan yang dijodohkan demi kepentingan bisnis.
“Durasi kontraknya 1 tahun, tetapi kontrak itu bisa lebih cepat diakhiri kalau saya sudah tidak membutuhkanmu,” jelas Nigel.
Bea tersenyum miris, kalimat Nigel membuatnya semakin terlihat rendah. Bea hanya bisa menerima nasibnya untuk saat ini, karena ia tidak memiliki kuasa sebear itu untuk berhadapan dengan Nigel Luca. Ia memilih terus membaca setiap detail perjanjian dalam map, dan mengetahui Nigel tak memanfaatkannya hanya di balik uang 100 miliar dalam pelelangan kemarin. Nigel akan membayarnya setiap bulan selama perjanjian ini berlaku.
“Dibayar untuk berakting menjadi kekasihnya di permukaan? Bukannya ini sama saja dengan menjual tubuh sendiri?” Bea benci membayangkan dirinya seperti seorang wanita malam yang dibayar pria.
Ingin marah dan benci seperti apa pun, Bea tetap tak bisa melawan. Ia hanya bisa menerima jalan nasibnya. Situasi ini menciptakan ide bagus dalam benak Bea. Tak ingin tertekan menjalani status sebagai kekasih bayaran, Bea akhirnya ingin manfaatkan situasi ini.
Menjadi kekasih yang dimanja oleh Nigel Luca? Ia bisa memanfaatkan kekuasan Nigel untuk balas dendam. Meski ini hanya drama yang diperlihatkan di permukaan, tetapi Bea memang membutuhkan status ini untuk berdiri di atas kepala Jimmy dan Joice.
“Bukannya dia sendiri memanfaatkan aku untuk kepentingannya? Maka aku juga akan memanfaatkan kekuasannya untuk kepentinganku. 1 tahun, ya? Aku akan menyelesaikan balas dendam ini sebelum kontrak kami usai. Aku jamin tidak sampai 1 tahun, Jimmy, Joice dan wanita brengsek itu akan menderita di tanganku.” Bea bergumam penuh dendam.
Mata Nigel memicing curiga melihat ekspresi Bea yang berbisik pelan. Lagi-lagi Nigel mengira Bea sedang memikirkan berbagai trik untuk mendekatinya. Bagi Nigel, wanita adalah hal paling tak berguna di matanya, beban yang hanya menyukai uang.
“Saya setuju,” cetus Bea.
Nigel menanggapi kalimat itu dengan wajah datar. “Saya tidak meminta persetujuanmu, saya memintamu membaca, memahami dan tandatangani surat kontrak itu.”
Bea berdeham pelan. “Egois sekali, semua pria memang egois, apalagi karena dia punya kuasa. Masih untung aku setuju karena ingin memanfaatkan kekuasannya, kalau tidak, aku sudah menjalani semua ini dengan tertekan.” Bea bergumam dengan wajah kesal.
Meski kesal karena karakter Nigel yang egois, Bea tetap menandatangi surat kontrak itu. Di satu sisi, Bea memang sebenarnya tidak memiliki peluang untuk menolak, karena pada kenyataannya Bea sekarang milik Nigel. Pria itu sudah membeli Bea dengan uang yang besar dalam lelang, dan secara tak langsung hingga detik ini Bea memang masih milik Nigel. Jika pria itu tidak ingin melepaskan Bea, maka Nigel memiliki hak.
“Sudah saya tandatangan.” Bea menatap Nigel sembari mendorong map itu ke tepian ranjang.
Nigel pun berdiri dari duduknya, lalu pergi dari sana. Ia memberi kode kepada kepala pelayan yang berada di pintu kamar.
Kepala pelayan itu menunduk ke arah Nigel, lalu berjalan masuk ke arah Bea. “Mari saya bantu pindah, Nona.”
Kening Bea berkerut, ekspresi bingung tercetak jelas di wajahnya. “Pindah ke mana?”
“Ke kamar utama bersama Tuan.”
Mata Bea seketika membulat. “Kamar utama bersamanya? Maksudnya kami tidur satu kamar? Satu ranjang?”
Kepala pelayan itu hanya tersenyum, ia terus mendekat, lalu mengulurkan tangan untuk membantu Bea turun dari ranjang. “Mari, Nona.”
“T-tunggu, saya belum setuju.”
“Aku tahu sekarang. Wanita ini pasti Alika Betrix—calon tunangan Nigel. Dia datang ke sini untuk mengamuk dan ingin memukuliku? Ternyata dia sangat ganas dan sombong, tidak jauh beda dengan Nigel. Huh, padahal mereka berdua cocok sekali, kenapa Nigel malah ingin wanita ini marah?” Bea jadi bertanya-tanya dalam hati.Benar!Wanita yang sedang memakai seragam pasien itu adalah Alika Betrix—calon tunangan Nigel. Nigel sengaja membiarkan Alika naik ke lantai atas, mendatangi kamar utama untuk berhadapan langsung dengan Bea. Nigel ingin melihat secara langsung bagaimana Bea menghadapi Alika.“Masih tidak melepaskan saya? Pembantu rendahan! Kalian benar-benar ingin dipecat! Brengsek!”“Tunggu, tenang dulu, Nona. Santai, tarik napas dalam, lalu embuskan.” Bea akhirnya bersuara, ia tersenyum tenang ke arah Alika. Ia memperhatikan Alika dari atas sampai bawah, wanita itu masih pakai seragam pasien. “Salah satu dari kalian, coba hubungi pihak RSJ—eh, maksud saya pihak rumah sakit, untuk menjemp
Bea sudah ternganga tak percaya. Padahal ia baru saja menandatangani surat kontrak beberapa menit lalu, tetapi isi kamar utama rumah mewah ini sudah penuh oleh perlengkapan sehari-hari Bea.Dari hal ini, Bea jadi semakin tahu jika sedari awal Nigel memang tidak menerima penolakan. Bersedia atau tidaknya Bea berpacaran kontrak dengannya, Nigel tidak peduli. Hanya saja, Bea merasa heran. Ada berbagai pertanyaan yang memenuhi benaknya saat ini.Dengan kekuasaan Nigel, pria itu tak akan sulit mendapatkan wanita baik-baik untuk berpura-pura menjadi kekasih kontraknya. Kenapa Nigel malah memilih Bea yang dijual dalam rumah lelang?Luar biasanya, Nigel sampai mengeluarkan uang 100 miliar untuk membeli Bea. Itu bukanlah uang yang sedikit. Ini menjadi tanda tanya besar bagi Bea.“Ingat tugas utama Anda, Nona.”Suara berat Dizon sedikit mengejutkan Bea yang sedang sibuk berperang kata dalam hati. Ia melirik Dizon singkat. “Saya tidak lupa, saya juga tidak ada niat untuk menggoda atasanmu, jadi
“Baik, Tuan.” Dizon menunduk, lalu berjalan keluar ke arah pintu ruangan kerja sang atasan.“Tunggu.”“Alika?”Dizon menunduk sebelum menjawab. “Dari laporan mata-mata, Nona Betrix semakin menggila saat tahu Anda membawa Nona Flint ke rumah Anda.”Nigel tersenyum puas.“Sudah saya sebarkan juga gosip sesuai perintah Anda, Tuan. Nona Betrix semakin marah besar sampai pingsan untuk kedua kalinya saat mendengar gosip Anda berpacaran dengan Nona Flint. Mungkin sekarang masih belum sadarkan diri di rumah sakit. Kalau sudah sadarkan diri, saya rasa dia pasti akan segera mencari Nona Flint ke rumah Anda.”Nigel tersenyum miring. Dia semakin puas mendengar kabar bagus tentang calon tunangannya. Tiba-tiba ia berdiri. “Lanjutkan rapat.”“Baik, Tuan. Perlu saya siapkan mobil, Tuan?”“Hm.”***“Tidak ada hal serius yang mengancam, Tuan. Nona terlalu syok, kemungkinan dia baru saja mendengar sebuah kabar mengejutkan yang memancing sedih atau mungkin amarah. Atau bisa juga karena dia mendapat tekan
Keterlaluan. Pantas selama ini Jimmy selalu memanjakan anak angkat itu, ternyata karena Joice adalah anak kandungnya. Mereka mengincar harta keluarga Bea.Tubuh Bea bergetar hebat. Membayangkan bagaimana ibu tercinta dibodohi selama ini, membuat Bea sangat murka. Kakinya bahkan seakan tak memiliki kekuatan untuk melangkah. Jangankan melangkah, untuk berdiri saja Bea sudah kehilangan kekuatan. Dadanya naik turun menahan amarah.“Sebentar lagi rumah ini juga akan resmi menjadi milik kita, proses untuk mengganti nama di sertifikat akan lebih mudah karena sekarang Bea sudah tidak di sini, dan ini akan dianggap sebagai hilang atau meninggal. Begitu juga perusahaan, aku sangat beruntung dia dengan begitu bodoh tidak bersedia mengurus perusahaan ibunya. Jadi aku bisa dengan bebas menjalankan rencana ini, sampai begitu mulus seperti sekarang. Bahkan dia juga percaya begitu saja saat aku bilang perusahaannya hampir bangkrut. Padahal ini hanya trik untuk mengganti nama perusahaan menjadi Flint
“Maksud Anda–”“Sekarang kau adalah pelayanku. Milikku.” Nigel menyatakan. “Aku membayarmu mahal. Uang itu bahkan mungkin bisa menyelamatkan kebangkrutan perusahaan mendiang ibumu. Bukankah, seharusnya kau berterima kasih?”Bea menggigit bibirnya. “Saya … berterima kasih untuk itu. Tapi, uang itu tidak bisa untuk membeli saya,” ucap Bea. Tidak terlalu keras, tapi terdengar cukup tegas. “Anda tampaknya seorang pebisnis hebat. Bisa menghamburkan seratus miliar dalam semalam. Namun, lelang itu ilegal, dan Anda tahu itu. Saya, adalah milik saya pribadi.”Nigel mengangkat alisnya, tersenyum tipis. Perlahan, ia melangkah mendekat, memangkas jarak antara dirinya dan Bea. Hal itu membuat Bea mundur hingga punggungnya makin menempel di kepala tempat tidur.“A-apa yang akan Anda lakukan!?” bisik Bea. Otaknya langsung memikirkan segala macam jalan untuk kabur, tapi urung karena setiap gerakan tubuhnya menimbulkan nyeri yang luar biasa. “Saya akan teriak–”“Kembali lagi. Dengan uang sebanyak itu
Getaran ponsel di atas meja membangunkan pria itu esok pagi. Nigel Luca duduk, lalu mengecek waktu dan sederet pesan serta panggilan tak terjawab di ponselnya. Melihatnya, tanpa sadar Nigel tersenyum tipis.Puas.Pria itu melirik ke samping, tempat perempuan yang kemarin ia beli di pelelangan masih terlelap. Banyak tanda merah mewarnai kulit putih perempuan itu sekarang.Nigel kemudian bangkut berdiri, mengenakan jubah mandi, lalu menghubungi asistennya.“Selamat pagi, Tuan.” Dizon, pria yang membawa Bea ke hadapan Nigel semalam, segera menyapa tuannya di telepon.“Bagaimana?”Si seberang saluran telepon, Dizon mengangguk singkat. “Tunangan Anda mengamuk, marah besar, saat dia mendengar kabar Anda membeli model cantik di pelelangan tadi malam, Tuan. Pagi ini Nona Betrix dilarikan ke rumah sakit karena sempat pingsan setelah mendengar Anda juga menghabiskan malam dengan model tersebut.”Kepuasan di wajah Nigel makin tampak nyata. Sudah ia duga, perbuatannya semalam akan mendapatkan r







