LOGINSelama tiga bulan menikah, Rinoa belum pernah bertemu langsung dengan papa tiri suaminya. Sayangnya pertemuan pertama mereka malah terjadi karena sebuah kesalahpahaman yang membuat Rinoa makin lama makin terjerumus dalam sentuhan penuh gairah dari papa tiri suaminya yang bernama Barra. Rinoa sadar kalau ini salah, tapi bagaimana caranya menghentikannya kalau terlanjur ketagihan dengan pria berumur yang dominan itu? follow IG author: ikaarmeini
View MoreRinoa bingung, kenapa Barra tak kunjung kembali mencarinya di balik rak buku? Dia pun menghela napas dengan kasar, lalu memberanikan diri untuk keluar dari persembunyiannya."Pergi ke mana sih Papa? Kenapa lama?" Rinoa mondar mandir di ruang kerja Barra sambil menggigit jarinya. Mau keluar dari ruang kerja tersebut tapi takut ketahuan si asisten rumah tangga. Masalahnya harus berapa lama Rinoa menunggu dengan bersembunyi di sini? Haruskah Rinoa bersabar menunggu kedatangan Barra?Lama Rinoa kembali menunggu, sampai akhirnya dia pun memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut. Walaupun dengan mengendap-ngendap karena takut ketahuan.Mata Rinoa mengawas di sekitar, tak ada tanda-tanda si asisten rumah tangga di sana. Sepertinya sudah kembali ke kamarnya untuk nonton sinetron. Lantas ke mana perginya Barra?Kalau begini rasanya Rinoa seperti digantung saat sedang nafsu-nafsunya. Mungkin sebaiknya Rinoa kembali ke kamar, siapa tahu nanti Barra akan kembali muncul.Saat Rinoa hendak kemb
Kepanikan terjadi sejenak, Rinoa buru-buru merapatkan kedua kakinya dan langsung turun dari atas meja kerja Barra. Perempuan itu pun secara otomatis merapikan pakaiannya dengan cepat. "Mbak Pur, Pa," bisik Rinoa dengan ekspresinya yang sangat tegang. Kaki dan tangannya pun ikut gemetar."Mungkin lebih baik dibiarkan aja," jawab Barra dengan cuek. Ada rasa kesal yang muncul akibat suara asisten rumah tangga itu. Sungguh mengganggu momen nikmat berdua bersama Rinoa.Rinoa menggelengkan kepalanya. "Enggak, kalau dibiarin malah bikin Mbak Pur curiga, Pa.""Terus Papa harus bukain pintu dalam kondisi yang seperti ini?" Barra menunjuk miliknya di bawah sana yang baru saja dipasangkan pengaman. Bukan masalah rugi satu pengaman bercinta, tapi masalahnya birahi sudah terlanjur di puncak."Bisa dilepas dulu, kan? Atau mungkin Papa langsung tutup aja pakai celana." Rinoa nyengir tipis, takut kalau ide yang terpaksa ini membuat Barra kecewa.Maunya Barra tetap keras kepala, tapi ketukan pintu da
Barra lagi-lagi tak menjawab pertanyaan Rinoa, tapi caranya merespon adalah dengan tindakan langsung. Laki-laki itu membuka celah celana dalam Rinoa, lalu secara perlahan mendekatkan bibirnya pada bagian sensitif milik Rinoa tersebut. "Paaaaaahhh ...." Tubuh Rinoa gemetaran begitu rasa hangat dari bibir dan lidah Barra menyentuh bagian sensitifnya di bawah sana. Ah, sial ... rasanya geli tapi sungguh nikmat. Barra tidak hanya jago urusan ciuman bibir, tapi urusan membahagiakan titik sensitif milik Rinoa pun perlu diacungi jempol. Sungguh Rinoa sangat menyukai bagian ini, sensasi geli tapi nikmat itu membuat tubuh Rinoa merasakan hormon oksitosin yang meningkat. Sibuk Barra menikmati bagian bawah milik Rinoa dengan bibir dan lidahnya, sementara Rinoa berkali-kali melenguh dan mendesah. Sebisa mungkin desahan itu ditahan agar tidak terlalu keras, masalahnya kenikmatan ini adalah sesuatu yang sulit ditahan. Sesaat Rinoa tidak peduli, biar saja desahannya menggema di ruangan ini. Lagi
"Ma-maaf, Pa. Ma-maaf ka-kalau Papa berkali-kali nu-nungguin aku," ucap Rinoa dengan terbata-bata. Barra kembali menyisir rambut Rinoa dengan jari-jarinya. "Nggak masalah, Papa punya tingkat kesabaran yang cukup. Tapi ... belakangan ini kesabaran Papa sedikit diuji, sepertinya ada sesuatu yang membuat Papa jadi nggak sabaran lagi." Rinoa yang duduk menyamping di pangkuan Barra itu pun seketika menatap ke arah Barra. "Apa, Pa?" "Kamu ... kamu yang bikin Papa jadi nggak sabaran, Noa." Jari-jari Barra yang tadi menyusuri rambut Rinoa kini berpindah ke pipi Rinoa. Perlahan jari itu mengelus lembut pipi Rinoa, lalu berpindah ke bibir Rinoa. "Papa sengaja makan malam dalam porsi yang sedikit, karena makan malam utama Papa ada di sini." "Maksudnya?" tanya Rinoa dengan ekspresi bingung. Barra tersenyum tipis kepada Rinoa. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut Barra lagi, hanya gerakan tangannya yang kini sudah berpindah ke bagian bawah tubuh Rinoa. Berawal dari mengelus pelan paha
Rinoa menggigit bibirnya. Hasratnya tidak bisa dibendung lagi. Kepalanya pun mengangguk, tanda kalau dirinya mengizinkan mertuanya untuk melakukan apa saja saat ini. Barra agak ragu, tapi satu sisi jiwa hausnya memanggil-manggil untuk segera menikmati benda lembut yang sudah terbuka di depan matan
Barra menahan napas, menatap Rinoa dengan sorot penuh gejolak. "Noa..." suaranya rendah, berat, tapi penuh keraguan. "Kamu harus sadar kalau kita—" Belum sempat kata-katanya selesai, Rinoa yang lebih dulu tergerak. Dia menutup jarak tipis itu, bibirnya menyentuh bibir Barra dengan hati-hati. Sentu
Rinoa baru saja mau kembali ke dekat Enzo, tapi tiba-tiba saja ada suara yang sangat familiar menghentikan langkahnya. “Noa?” Rinoa menoleh, matanya melebar. “Reo?” Di hadapannya berdiri seorang pemuda dengan setelan jas navy yang pas di tubuh, wajah tampan dengan garis rahang tegas, senyum muda
Rinoa menatap pantulan dirinya di cermin kamar. Gaun berwarna gading dengan potongan sederhana melekat pas di tubuhnya, menonjolkan keanggunan tanpa berlebihan. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai alami, hanya disisir rapi dengan sentuhan lembut di bagian depan. Lipstik tipis bernuansa peach mengh












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.