Partager

Ganti Rugi Lagi

Auteur: Zhu Phi
last update Date de publication: 2026-05-20 22:40:53
Debu masih beterbangan di udara.

Api kecil menyala di beberapa mobil mewah yang hancur, sementara jalan kompleks elite itu sudah berubah seperti medan perang. Rumah-rumah mahal yang sebelumnya berdiri megah kini retak, berlubang, bahkan ada yang runtuh total akibat pertarungan dua monster kultivasi tadi.

Di tengah kekacauan itu...

Kevin berdiri santai sambil memperhatikan reruntuhan rumah yang ambruk dihantam tubuh Madras Xarvis.

Ia mengangguk kecil seolah sedang menghitung biaya renovasi dalam
Zhu Phi

Bab Utama : 1/59 (termasuk 5 bab hari ini)

| 1
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Pilihan Tepat

    “Kita ke Istana Presiden di Kansas City!”Keputusan Kevin membuat semua orang terdiam.Suara angin yang melewati pepohonan di sisi jalan tol seolah menjadi satu-satunya bunyi yang tersisa. Bahkan Amber yang biasanya paling cepat berkomentar hanya membuka mulut tanpa suara.Angelica menatap Kevin tidak percaya. “Kau mau ke Kansas City?”“Benar.” Jawaban Kevin singkat, tetapi tegas.Ia menatap cahaya merah yang masih terlihat samar di balik pegunungan. Dua ledakan telah mengguncang dua lokasi berbeda—Lembah Angin Hitam dan wilayah dekat Jurang Keabadian.Bagi orang lain, dua ledakan itu mungkin terlihat seperti tanda bahaya. Bagi Kevin, justru sebaliknya. Itu terlalu sempurna dan terlalu kebetulan.Amber mengerutkan kening. “Tuan Muda, kenapa kita tidak ke Jurang Keabadian atau Lembah Angin Hitam?”Ia menunjuk ke arah pegunungan. “Mikaela mungkin dalam bahaya.”Sasha langsung mengangguk. “Benar, Kev.”Tatapannya serius. “Kenapa kita tidak pergi ke Jurang Keabadian lebih dahulu? Aku bisa

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Pilihan Sulit

    Kevin menarik napas panjang. Udara malam yang dingin masuk ke paru-parunya, tetapi pikirannya justru terasa semakin panas.Mikaela masih hidup. Setidaknya sekarang ia memiliki sebuah petunjuk... Jurang Keabadian.Namun, sebelum Kevin sempat menyusun langkah berikutnya, Angelica kembali membuka mulut.“Ada satu hal lagi.”Kevin langsung menoleh. “Apa?”Wajah Angelica berubah serius. “Lilian Arkham.”Nama itu membuat suasana di sekitar mereka mendadak terasa berbeda. Angin yang sebelumnya hanya membawa aroma aspal panas dan dedaunan kini terasa menusuk kulit.“Dia berada di Lembah Angin Hitam.”Kevin mengerutkan kening. “Di mana tempat itu?”Angelica mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah pegunungan yang menjulang di kejauhan. “Wilayah terlarang di sebelah timur Sussex Mountain.”Kevin mengikuti arah telunjuknya. Di balik lapisan kabut, pegunungan hitam tampak seperti barisan raksasa yang berdiri dalam kegelapan.“Lembah itu selalu diterpa angin,” lanjut Angelica. “Tidak pernah berhen

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Teknik Jarum Feniks Api

    Ledakan terakhir mengguncang jalan tol.BOOOOM!Api hitam kemerahan dan petir biru pecah menjadi gelombang energi yang menyapu pepohonan. Debu beterbangan, aspal retak, dan udara dipenuhi aroma hangus seperti logam terbakar.Kevin berdiri dengan napas berat. Pedang spiritual api masih berada di tangannya.Di hadapannya, Angelica Wilshire terdorong mundur beberapa meter. Sepatu botnya meninggalkan dua garis panjang di atas aspal sebelum akhirnya berhenti.Darah menetes dari sudut bibirnya.Namun, Angelica belum jatuh. Ia mengangkat wajah.“Luar biasa.”Kevin menyipitkan mata.Angelica mengusap darah di bibirnya dengan punggung tangan. “Jadi selama ini kau benar-benar menyembunyikan kemampuanmu.”“Aku tidak menyembunyikannya.” Kevin menarik napas. “Aku hanya belum punya alasan untuk menggunakannya.”Angelica tertawa pendek. “Jawaban yang sombong.”“Bukankah kau yang menyerangku lebih dulu?” sindir Kevin.Angelica terdiam.Kevin mengangkat satu alis. “Jadi siapa sebenarnya yang sombong?”

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Pertarungan Kultivator Jenius

    Ledakan energi mengguncang jalan tol.BOOM!Dinding Api Neraka milik Kevin bergetar hebat ketika petir biru Angelica menghantamnya. Tanah di bawah kaki Kevin retak membentuk jaring laba-laba. Kerikil dan serpihan aspal beterbangan, sementara panas menyengat membuat udara di sekitar mereka seperti terbakar.Kevin menggeser kaki kanannya.Sret!Tubuhnya terdorong hampir sepuluh meter. Namun, ia tetap berdiri.Api hitam kemerahan masih menyelimuti tubuhnya.Angelica melayang beberapa meter di udara. Rambut panjangnya berkibar liar diterpa energi petir.“Masih bertahan?” tanyanya.Kevin mengusap darah tipis di sudut bibirnya. “Kalau hanya sebesar itu, kau masih belum cukup kuat untuk membunuhku.”Mata Angelica menyipit. “Kalau begitu coba terima yang berikutnya.”Kedua tangannya bergerak cepat membentuk segel.Langit seketika berubah gelap. Ratusan kilatan petir muncul di antara awan.“Ilmu Petir Surgawi—Sembilan Naga Petir!”Sembilan naga raksasa terbentuk dari petir biru. Sisik mereka be

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Bertemu Sahabat Lama

    Kevin berdiri di atas kap mobil Hilux dengan pedang spiritual api masih menyala di tangannya.Namun, api itu mendadak bergetar. Bukan karena angin pegunungan... melainkan karena sosok gadis yang baru saja turun dari mobil.Rambut panjangnya bergerak diterpa angin. Wajahnya terlihat tenang, hampir tanpa emosi. Pakaian hitam yang dikenakannya berkibar ringan, memperlihatkan aura kultivasi yang jauh lebih kuat daripada tiga penyerang sebelumnya.Kevin menatapnya dengan mata melebar. “Angelica...?”Gadis itu tersenyum tipis. “Sudah lama, Kevin.”Dada Kevin terasa sesak. Angelica Wilshire.Gadis yang dahulu selalu berdiri di depannya ketika ia dibully di Sekte Medis Kuno. Saat para murid senior mengejeknya sebagai anak pembawa sial, Angelica-lah yang mengusir mereka. Saat Kevin dipukuli karena dianggap tidak berguna, Angelica diam-diam mengobati luka-lukanya.Bagi Kevin, Angelica adalah salah satu dari sedikit orang yang benar-benar bisa dipercaya.Namun, kini gadis itu berdiri di

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Menuju Kansas City

    Mobil Hummer hitam melaju dengan kecepatan sedang di jalan tol menuju Kansas City. Deru mesin terdengar stabil, bercampur dengan suara ban yang menggilas aspal dan hembusan pendingin udara.Kevin duduk di balik kemudi. Kedua tangannya tetap tenang mengendalikan setir, sementara matanya sesekali bergerak ke kaca spion.Kiara duduk di sampingnya, memandang jalan panjang yang membentang di depan. Di kursi belakang, Sasha dan Amber duduk bersebelahan. Selama hampir dua jam perjalanan dari Brixtone City, mereka telah membicarakan banyak hal... mulai dari Mikaela, Presiden Eleanor Smith, hingga kemungkinan bahwa Lilian Arkham sedang menyiapkan rencana yang jauh lebih besar.Namun, pembicaraan itu mendadak terputus ketika Amber mengelus perutnya.“Aku lapar!” Suara itu terdengar seperti pengumuman darurat.Sasha langsung mengangkat tangan. “Aku juga!”Kiara menoleh ke belakang. “Kalian baru saja makan sebelum berangkat.”“Itu sudah dua jam lalu,” jawab Amber dengan wajah serius. “Dalam kondis

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Racun Iblis Darah dan Teknik Jarum 12 Naga Emas

    Bau darah yang tipis bercampur wangi obat memenuhi ruangan luas itu.Kevin melangkah mendekat ke sisi ranjang.Gadis itu cantik.Wajahnya halus, bulu matanya panjang, bibirnya pucat hampir keunguan. Namun, seluruh kulitnya terlihat kehilangan warna—seperti bunga yang kehabisan air.Di bagian dada ki

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Minta Bantuan

    Tatapan Cynthia tak bergeser sedikit pun dari wajah Kevin. Angin sore menyapu halaman luas kediaman Windsor, mengibaskan ujung rambutnya, tapi sorot matanya tetap tajam dan fokus.“Aku butuh bantuanmu,” ucapnya akhirnya.Suaranya lebih pelan dari biasanya. Tak lagi dominan, tak ada nada perintah. Ta

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Kakak Pertama

    Ruangan itu langsung sunyi lagi.Arthur Windsor menatap pelayan itu lama, alisnya berkerut dalam.“Adik… seperguruan?” ulangnya perlahan, seperti memastikan ia tidak salah dengar. “Kamu yakin tidak salah orang?”Nama itu terlalu besar untuk dianggap sepele.Cynthia Spencer.CEO dari salah satu kong

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Hinaan Putri Windsor

    Isabella tertawa kecil. Suaranya tipis dan tajam.“Ini?” ulangnya dengan nada merendahkan. “Ayah, serius?”Arthur mengernyit. “Isabella.”Namun, gadis itu tidak berhenti. Tatapannya menyapu Kevin dari kepala hingga kaki, bibirnya melengkung sinis.“Dia terlihat seperti orang desa yang kebetulan dip

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status