Home / Romansa / Pesona Paman Seno / PPS | Menjauh

Share

PPS | Menjauh

Author: Karl Valerie
last update publish date: 2026-08-03 12:15:19

Seno memilih untuk meredakan emosinya di belakang rumah. Di sana terdapat kursi panjang yang sering dia gunakan untuk bersantai. Sembari menikmati angin sepoi-sepoi yang berhembus menggerakkan pepohonan yang ada di sekitar rumahnya.

Setelah pertengkarannya dengan Hanum beberapa waktu lalu, Seno langsung pergi begitu saja meninggalkan wanita itu. Dan di sinilah dia berada, berbaring di atas kursi panjang dengan menumpukan kepalanya pada sandaran kursi.

Begitu banyak hal yang terjadi akhir-akhir
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pesona Paman Seno   PPS | Panggilan Video

    Rindu memasukkan beberapa baju ke dalam tas untuk dia bawa saat menginap di rumah mendiang kedua orang tuanya besok. Rencananya dia akan tinggal di sana selama 3 hari.Rindu merasa senang karena dia tidak akan pergi sendiri. Ada Seno yang akan menemaninya. Dia tidak akan kesepian selama di sana.Selain ingin mengunjungi makam orang tuanya, Rindu juga ingin mengetahui perkembangan penyelidikan kasus kematian Heru dan Rinda yang dilakukan oleh Rudi. Sampai detik ini, sahabat ayahnya itu masih terus membantunya mengumpulkan bukti.Rudi mengatakan jika ada hal penting yang ingin dia sampaikan secara langsung pada Rindu. Gadis itu pasti akan merasa puas setelah mengetahuinya.Rindu sendiri merasa heran kenapa Rudi memintanya untuk menemuinya. Pasalnya, pria itu biasanya hanya akan memberi kabar lewat pesan atau telepon. Tapi walau bagaimanapun, Rindu tetap menuruti permintaan Rudi. Karena dia merasa segan dengan pria sepantaran ayahnya itu yang telah membantunya sejauh ini.Sibuk dengan ke

  • Pesona Paman Seno   PPS | Menjauh

    Seno memilih untuk meredakan emosinya di belakang rumah. Di sana terdapat kursi panjang yang sering dia gunakan untuk bersantai. Sembari menikmati angin sepoi-sepoi yang berhembus menggerakkan pepohonan yang ada di sekitar rumahnya.Setelah pertengkarannya dengan Hanum beberapa waktu lalu, Seno langsung pergi begitu saja meninggalkan wanita itu. Dan di sinilah dia berada, berbaring di atas kursi panjang dengan menumpukan kepalanya pada sandaran kursi.Begitu banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini di kehidupannya. Tentang perasaannya yang semakin dalam pada Rindu. Dan hubungan mereka yang semakin lengket satu sama lain.Rindu selalu bisa membuat harinya yang membosankan menjadi lebih berwarna. Tidak hanya karena perhatiannya, tapi juga tingkah manisnya yang menggemaskan.Ingin sekali Seno menyusul gadis itu ke kamarnya. Tapi dia masih waras untuk tidak berbuat demikian. Mengingat jika di rumah saat ini masih ada Hanum.Berbicara mengenai wanita itu membuat Seno mendengus kasar. Dia be

  • Pesona Paman Seno   PPS | Bertengkar

    Seno dibuat menegang saat mendengar suara wanita yang sangat dikenalinya. Dengan gerakan patah-patah dia menoleh, mendapati sosok istrinya yang tengah menatapnya dengan sorot penuh selidik.Seno mengumpat pelan, dan berusaha untuk tetap bersikap tenang. Dia yakin Hanum tidak akan memperpanjang masalah ini jika dirinya bisa memberikan alasan yang logis."Kenapa kamu diam saja, Mas? Aku tanya kenapa kamu bisa keluar dari kamar Rindu? Kalian sedang apa?" cecar Hanum yang merasa kesal dengan sikap Seno.Seno berdehem samar dan berjalan mendekati Hanum. Dengan masih mempertahankan raut datarnya, pria itu menjawab pertanyaan dari sang istri."Aku mendengar suara teriakan Rindu saat baru pulang. Jadi aku langsung bergegas melihatnya. Dia takut mendengar suara petir. Ditambah tadi listrik tiba-tiba padam." jelas Seno berusaha meyakinkan.Hanum tampak masih belum sepenuhnya percaya dengan alasan tersebut. Wanita itu masih betah menatap Seno dengan pandangan mengintimidasi. Yang dibalas pria it

  • Pesona Paman Seno   PPS | Permintaan Seno

    Rindu tak langsung menanggapi ucapan Seno barusan. Gadis itu masih diam, mencoba mencerna apa yang sebenarnya terjadi.Apa dengan dirinya memberi seorang anak untuk Seno, pria itu tidak akan meninggalkannya? Lalu bagaimana jika yang terjadi sebaliknya? Mengingat hubungan mereka yang masih belum jelas arah tujuannya.Seno tahu, Rindu pasti merasa keberatan dengan permintaannya. Terbukti dengan diamnya gadis itu yang membuat dirinya merasa canggung. Seno sadar diri, dia terlalu banyak menuntut gadis itu."Em, lupakan saja ucapan Paman tadi, Sayang. Em, lebih baik kita bicara yang lain saja." timpal Seno terdengar kikuk.Rindu tampak mengangguk, masih mengunci rapat bibirnya. Untuk saat ini dia belum ingin memikirkan permintaan Seno terlalu jauh. Dia ingin fokus dengan balas dendamnya yang sempat terhenti karena dirinya yang terlalu fokus dengan kebersamaannya bersama Seno."Kamu hanya membuat kopi saja?" tanya Seno mencoba memecah kecanggungan di antara mereka.Rindu mengangguk sembari

  • Pesona Paman Seno   PPS | Masih Rahasia

    Rindu yang awalnya ingin membuat Hanum merasa kesal dengan mengirim foto Seno yang berada di dekapannya buru-buru menarik pesannya lagi. Gadis itu tidak ingin terang-terangan menabuh genderang perang dengan Hanum. Dia tidak ingin membuat semuanya berakhir dengan mudah. Hubungan ini masih harus dirahasiakan.Biarkan Hanum dihantui rasa penasaran dengan perubahan sikap Seno. Rindu ingin wanita itu sendiri yang mencari tahu apa yang terjadi pada suaminya. Dan pelan-pelan Rindu akan membuka perselingkuhan mereka melalui Seno.Kali ini Rindu kembali menjadikan Seno sebagai batu loncatan. Setelah berhasil membuat pria itu jatuh cinta padanya, dia juga akan memanfaatkan perasaan Seno untuk memenuhi kebutuhan balas dendamnya.Rindu tahu jika apa yang dia lakukan memang terdengar jahat. Tapi hanya inilah satu-satunya cara yang terpikirkan olehnya untuk bisa membalaskan dendam pada Hanum. Dengan menggunakan Seno sebagai pelaku utama untuk membuat hidup Hanum sengsara.Rindu yakin, wanita itu be

  • Pesona Paman Seno   PPS | Pesan Misterius [+]

    Hujan terus mengguyur dengan begitu derasnya tiada henti. Sudah lebih dari satu jam, tapi tak ada tanda-tanda hujan akan segera reda. Ditambah petir yang menyambar dengan suara menggelegar. Membuat suasana siang ini begitu mencekam.Tapi semua itu tidak dirasakan oleh pasangan kekasih yang saat ini tengah bermesraan di dalam kamar. Siapa lagi kalau bukan Rindu dan Seno yang masih betah berpelukan di atas ranjang tanpa melakukan aktivitas apapun.Hawa dingin yang menusuk kulit membuat mereka enggan untuk beranjak. Keduanya lebih memilih menghangatkan diri dengan saling berpelukan. Dan sesekali mempertemukan bibir mereka dalam sebuah ciuman.Sesekali tangan Seno akan dengan nakal menyelinap masuk ke dalam pakaian yang Rindu kenakan. Meremas gundukan kenyal yang menjadi favoritnya.Tentu Rindu membiarkan hal itu terjadi. Dia tidak merasa risih karena telah terbiasa dengan sentuhan yang Seno berikan pada tubuhnya. Bahkan dirinya sendiri yang terkadang memintanya pada pamannya itu."Emnh..

  • Pesona Paman Seno   PPS | Tidak Pulang

    Seno mengelap keringat yang membasahi pelipisnya dengan punggung tangan. Rasanya benar-benar melelahkan karena sejak tadi dia tidak berhenti bergerak kesana kemari.Siang ini bengkel miliknya begitu ramai. Banyak dari para pelanggan setianya yang datang untuk memperbaiki kendaraannya. Sehingga Seno

  • Pesona Paman Seno   PPS | Mesra Bersama Paman [+]

    Entah sejak kapan posisi Rindu telah berbaring di atas ranjang. Dengan Seno yang mengungkung tubuh mungilnya menggunakan kedua lengan kekarnya. Bibir pria itu tak henti mengecupi wajah Rindu. Membuat gadis itu terkikik geli karena gesekan kumis tipis pria itu. Belaian tangan Seno yang singgah di w

  • Pesona Paman Seno   PPS | Sandiwara

    Rindu menatap langit-langit kamarnya dengan pandangan menerawang. Pikirannya berkelana mengingat apa yang baru saja dia lakukan bersama Seno beberapa waktu lalu.Masih teringat jelas di benaknya ketika pria itu menyentuh setiap jengkal tubuhnya dengan sentuhan panas nan memabukkan. Membuat dirinya

  • Pesona Paman Seno   PPS | Terganggu?

    Tak terasa sudah lebih dari dua minggu Rindu selalu sibuk memasak setiap paginya. Kadang kala dia juga memasak menu makan malam ketika Hanum menyuruhnya. Semua itu dia lakukan tidak semata ingin menarik perhatian Seno saja, namun juga karena hobi.Seperti sekarang, Rindu baru saja selesai menata ma

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status