Home / Romansa / Pesona Presdir Posesif / Presdir Daksa Company

Share

Presdir Daksa Company

last update publish date: 2024-03-15 10:27:20

Claudia kehilangan kata-katanya saat netranya beradu dengan manik hitam milik Ryuga. 

Ya, itu Ryuga. 

Mau sebanyak apa pun Claudia mengedipkan mata, sosok yang sedang duduk di sofa itu tetaplah Ryuga. Tidak berubah bentuk menjadi seekor kucing, siluman jadi-jadian, atau pun menghilang layaknya hantu.

Sadar akan hal itu, Claudia langsung memekik dalam hati, ‘KENAPA PRIA ITU BISA DI SINI!?

Claudia bertanya-tanya, sedang apa Ryuga di ruangan Dekan? Tidak mungkin kalau pria itu tahu identitas soal Claudia, bukan? Lagi pula, Mami sudah berjanji, bahkan dibayar mahal oleh Claudia agar privasinya itu terjaga dan aman!

Detik berikutnya, Claudia menutup mulutnya tak percaya. Apa jangan-jangan Ryuga adalah satu satu dosen juga di sini? Kebetulan macam apa ini!?

Bu Yuli yang sedari tadi melihat Claudia melirik ke arah Ryuga menangkap sinyal-sinyal asmara. Dia kira putri teman baiknya ini menyukai Ryuga. Alhasil, dia langsung berkata, “Claudia, sini masuk!” 

Bu Yuli membuka pintu lebar-lebar, sengaja memberi kesempatan bagi Claudia untuk mengejar cintanya. Namun, Claudia menggelengkan kepalanya kuat-kuat. 

“Nggak usah, Tante. Aku cuma mau kasih hampers dari Claire.” Dia menyodorkan hampers di tangan ke arah Bu Yuli. “Kalau masuk, aku takutnya ganggu.” 

Halah, jelas-jelas Claudia tidak mau masuk karena ada Ryuga.

“Nggak kok, nggak ganggu!” kekeh Bu Yuli. “Udah masuk saja sini!” Alih-alih mengambil hampers di tangan Claudia, Bu Yuli malah menyambar lengan wanita itu dan menyeretnya masuk ke dalam ruangannya.

“Tante!” pekik Claudia membelalakkan matanya seiring Bu Yuli membawanya ke dalam ruangan. 

“Kamu duduk di sini saja,” ujar Bu Yuli seraya memaksa Claudia duduk di salah satu sofa yang cukup dekat dengan tempat Ryuga. 

Setelah itu, Bu Yuli menatap Ryuga. “Pak Ryuga, kenalkan, ini adalah Bu Claudia Mada, salah satu dosen baru berprestasi yang baru bergabung dengan kampus kami,” ucap Bu Yuli memperkenalkan.

Ryuga melirik ke arah Claudia. Manik hitamnya terasa menusuk wanita itu. 

Ditatap seperti itu membuat Claudia frustasi. Bukan hanya di malam yang lalu dia salah mengenali Ryuga sebagai gigolo, dia juga kabur meninggalkan pria tersebut setelah memberikannya uang receh. Sekarang, mereka bertemu lagi di kampus sebagai dosen dan tamu dekan …. 

Astaga, mau ditaruh mana muka Claudia sekarang!?

Claudia menoleh ke arah Bu Yuli. “Tante, sepertinya Tante sedang berbincang soal hal penting, ‘kan? Nggak pantas deh aku di sini ….” Dia masih mencoba untuk kabur.

Namun, Bu Yuli menggeleng. “Clau, kamu tahu 'kan dulu Ibu kamu yang menjalankan program gelar pameran seni untuk para dosen?” tanyanya.

Claudia mengangguk. Tentu saja dia ingat program ibunya itu, tapi kenapa mengungkitnya sekarang?!

Melihat Claudia mengangguk, Bu Yuli tersenyum. “Nah, Tante akan jalankan program acara itu lagi. Kali ini, Pak Ryuga Daksa di sini, selaku presdir dari Daksa Company, akan menjadi sponsor kita,” jelas Bu Yuli dengan senyum semringah, membuat Claudia mengangguk-angguk.

Oh, presdir. Syukur bukan dosen …,’ batin Claudia. 

Namun, detik berikutnya tubuh Claudia membeku.

PRESDIR!?”

Dengan cepat, mata Claudia menatap ke arah Ryuga dengan wajah terkejut. Pria bernama Ryuga ini, yang sempat Claudia kira gigolo, ternyata adalah presdir dari perusahaan konglomerat multinasional Indonesia itu!?

Ingin rasanya Claudia menjambak rambutnya sendiri. ‘Claudia, kebodohan macam apa yang sudah kamu lakukan!?

Mengira seorang presdir sebagai seorang gigolo, dan meninggalkan uang receh untuknya, pasti Ryuga menganggap Claudia telah menghinanya!

Tunggu, apa Ryuga juga akan membunuhnya!?

Ahhh! Claudia mau gila!!!

Tepat pada saat benak Claudia menggila, suara seseorang berdiri dari sofa terdengar, membuat Bu Yuli dan Claudia menoleh. Ternyata, Ryuga yang berdiri dari duduknya.

“Saya rasa, Anda punya tamu lain, Bu Yuli,” ujar Ryuga, mengisyaratkan bahwa dia terganggu dengan keberadaan Claudia. “Karena demikian, saya akan pamit terlebih dahulu.”

Mendengar itu, Claudia ingin bersorak, ‘Ya pergilah, Ryuga! Pergi dan jangan kembali lagi di hadapanku!’

Namun, Bu Yuli malah berkata, “Tunggu sebentar, Pak Ryuga.” Wanita itu berdiri, menahan kepergian Ryuga. “Jangan pergi dulu. Percakapan kita belum selesai.”

Kalimat Bu Yuli membuat Claudia menatap kenalan ibunya itu dengan wajah merengut, mempertanyakan kenapa kepergian Ryuga harus ditahan. Semakin lama pria itu di sini, sepertinya reputasi Claudia akan semakin terancam. Bisa-bisa Ryuga membongkar kejadian di malam lalu!

Ah, tapi tidak mungkin juga. Presdir Daksa Company ini pasti juga harus menyelamatkan reputasinya sendiri, ‘kan?

Ditinggal dengan uang receh oleh seorang wanita muda, itu sangat memalukan.

Berhasil menahan Ryuga, Bu Yuli pun lanjut menjelaskan, “Claudia ini adalah dosen Seni Rupa yang baru masuk. Dia yang saya rekomendasikan untuk menjadi penanggung jawab program acara gelar pameran seni nanti.”

Claudia kaget. Sejak kapan dia setuju untuk menjadi bagian dari program apa pun itu yang Bu Yuli sebutkan barusan?

Bu Yuli melanjutkan, “Dengan sifat Claudia yang tenang dan bertanggung jawab, ditambah dengan kemampuannya yang luar biasa perihal karya seni, saya merasa dia sangat cocok untuk posisi ini, Pak Ryuga.”

Claudia meneguk ludah. Apa ini perasaannya atau Bu Yuli tampak seperti seorang ibu yang sedang mempromosikan putrinya?

Sementara itu, Ryuga melirik ke arah Claudia, matanya memicing penuh keraguan. “Tenang dan bertanggung jawab? Saya rasa lebih cocok mengatakan bahwa dia berjiwa bebas.”

Komentar Ryuga membuat tubuh Claudia mematung. Wanita itu perlahan memutar kepalanya ke arah Ryuga, lalu tersenyum penuh arti pada pria tersebut.

‘Apa maksud Anda, Pak Ryuga?’ Itu yang sepertinya dikatakan oleh wajah Claudia.

Ucapan Ryuga membuat Bu Yuli agak kaget. “Sepertinya … Pak Ryuga mengenal Claudia?”

Claudia melirik Bu Yuli, lalu menoleh lagi ke Ryuga cepat. Wajahnya tampak memohon agar pria itu tidak mengatakan apa pun yang macam-macam. Sekali aib kemarin terbongkar, bukan hanya karirnya, tapi reputasinya sebagai putri sang ibu akan hancur di depan Bu Yuli!

Hal itu membuat sudut bibir Ryuga terangkat, lalu dia menatap Bu Yuli. “Kami ….”

Mata Claudia membola. Pria itu mau bilang apa?!

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (10)
goodnovel comment avatar
Ken Aziz
asli jadi penasaran ni
goodnovel comment avatar
Yulianto
jalan ceritanya bagus
goodnovel comment avatar
Yulianto
lanjut thorr
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pesona Presdir Posesif   FINAL

    “Kamu di mana, Runa?” suara Anjani terdengar tajam dari seberang telepon. “Bukankah aku sudah bilang? Aku cuma ke luar sebentar, Jani,” jawabnya santai. Tangannya memutar sedotan plastik yang baru saja dia lepaskan dari kemasan susu kotak strawberry di tangannya. “Sebentar kamu bilang?!” Aruna segera menjauhkan ponsel dari telinganya. Nada suara tinggi Anjani membuatnya kaget. Tak sengaja pandangannya tertuju pada jam di layar ponsel yang kini sudah menunjukkan pukul delapan malam lebih. Sementara dirinya sudah ke luar sejak awal kedatangannya ke kota ini. Jelas kepergiannya bukan waktu yang bisa disebut sebentar. “Kalau sampai Daddy-mu tahu kamu tidak bersamaku,” jeda Anjani dengan nada semakin panik. Dia mengembuskan napas berat dan melanjutkan, “aku bisa habis nanti.” Aruna menghela napas pendek. Dia menatap langit-langit kamar, seolah tengah memikirkan sesuatu yang jauh lebih rumit daripada kekhawatiran Anjani saat ini. “Tenang saja,” gumamnya pelan. “Aku sudah menghubungi D

  • Pesona Presdir Posesif   Terungkap

    Jika bukan karena menginginkan penjelasan lebih lanjut, Aruna tidak akan bersedia diajak menuju kamar hotel tempat Argus menginap. Perasaan canggung yang semula menyelimuti tergantikan oleh rasa penasaran. Siapa gadis yang mirip dengannya itu? Berbagai macam dugaan memenuhi benak Aruna. ‘Apa jangan-jangan Om Papa punya anak dari wanita lain selain Natasha?’ batinnya seraya menatap Argus yang tengah membuka tas dan mengeluarkan satu berkas. Aruna meringis. Jujur saja, sejak dulu dia tidak pernah memiliki prasangka baik terhadap ayah biologisnya itu. “Om Papa …?” panggilnya pelan, sedikit ragu. Mendengar itu, Argus langsung mengalihkan pandangan pada putrinya. Sorot matanya tampak jauh lebih lembut. Mungkin itulah yang membuat Aruna mempertimbangkan untuk menyuarakan apa yang ada di dalam pikiran. “Aku tidak pernah mendengar kabar soal Natasha lagi. Bagaimana dia sekarang?” Nama itu disebut lagi. Natasha. Wanita yang telah membawa Aruna ke dunia, juga sekaligus yang tega menelantar

  • Pesona Presdir Posesif   Satu Rahasia Lagi

    Satu ucapan Pras berhasil menggores luka baru di sudut hati Aruna. Dia tertegun. Di antara banyaknya hal yang bisa diucapkan, haruskah Pras memerintahkan dirinya untuk melepas pelukan? Alih-alih menuruti, lengan Aruna malah semakin melingkari erat pinggang pria itu, seolah lupa dengan situasi mereka saat ini. Aruna menempelkan kepalanya di dada Pras dan menantangnya, “Kalau aku tidak mau?” Beruntung Anjani cepat-cepat menyeret koper keduanya masuk ke dalam lift sehingga kini dia harus terjebak menyaksikan drama hubungan sepasang kekasih yang di ambang kehilangan harapan itu. Dia memilih tak bersuara. Namun, saat menengok ke belakang dan bertemu tatap dengan Pras, Anjani mengangkat jari tengahnya dan mengumpat padanya. Bibirnya bergerak mengatakan sesuatu. Tanpa suara. “Bas-tard!” umpatnya. Melihat Pras yang terlihat baik-baik saja tentu memancing kemarahan Anjani. Bisa-bisanya selama ini dia tak menghubungi Aruna, tapi bisa menghubungi Aland dan memberitahu kepergiannya ke

  • Pesona Presdir Posesif   Bab Bertemu Pras

    Satu minggu kemudian ….Agenda untuk pergi ke luar kota yang sudah lama ditunggu-tunggu Aruna, kini akhirnya terlaksana. Mobil yang ditumpanginya dari bandara baru saja tiba di depan hotel Aguwa Palace.Dengan semangat yang menyala, Aruna memilih menurunkan kopernya sendiri dari bagasi.Menyaksikan itu, Anjani menggelengkan kepala. Dia menyeletuk iseng dengan senyum samar menggoda, “Bisa sekalian bawa koperku juga nggak, Run?”Dan tanpa diduga, Aruna langsung mengiakan. “Boleh, sini,” angguknya.Seketika Anjani terperangah. Belum sempat dia mengatakan bahwa dirinya hanya bercanda, Aruna lebih dulu menyambar koper miliknya dan menyeretnya masuk ke dalam hotel yang cukup mewah itu.Aruna sempat memutar kepalanya ke belakang. “Kak Pras beneran menginap di hotel ini ‘kan?”Meski perasaannya diliputi rasa gembira, di sisi lain Aruna merasa cemas. Bagaimana jika ternyata dia tak bertemu Pras di hotel ini?Cepat-cepat Anjani menganggukkan kepalanya. “Iya, aku jamin Kak Pras menginap di hotel

  • Pesona Presdir Posesif   Ending Diana Garvi

    Pulang dari apartemen Anjani, senyum di bibir Aruna mengembang lebih lebar sampai-sampai Garvi yang menjemputnya sore itu merasa sedikit keheranan. Demikian, dibalik setir kemudinya, pria itu bertanya, “Apa ada kabar baik hari ini?”Di kursi penumpang, Aruna menoleh dengan penuh semangat. Kepalanya mengangguk kuat-kuat. “Yap, sebenarnya memang ada kabar baik. Tapi, karena ini masih rahasia, jadi Kak Garvi nggak boleh tahu dulu.”Seandainya saja kabar pernikahan Dirga diumumkan, bukankah itu akan menjadi kabar baik bagi orang-orang terdekatnya? Namun, karena sudah berjanji untuk tidak memberitahu siapapun, Aruna terpaksa mengunci mulutnya rapat-rapat.Pun, rencananya dengan Anjani yang akan pergi ke luar kota untuk mengurus urusan bisnis juga enggan Aruna beritahukan pada kakak laki-lakinya itu. Apalagi dia memiliki niatan lain untuk menemui Pras. Kalau sampai informasi itu bocor, besar kemungkinan pertemuan mereka akan gagal.Demi menghindari itu, Aruna memilih merahasiakannya dan mem

  • Pesona Presdir Posesif   Tawaran Anjani

    Aruna memiliki pilihan untuk menolak. Sayangnya, dia berakhir mengiakan permintaan Dirga. Tentu untuk mengulik tujuan tersembunyi pria tersebut. “Ada hubungan apa kamu dengan keluarga ini?” tanyanya sambil menoleh ke arah Dirga yang duduk di kursi kemudi mobil. Ya, keduanya sudah berpindah tempat dari cafe tadi dan meluncur pergi menuju mansion keluarga Blair. Mobil Dirga terparkir berhenti tak jauh dari mansion mewah di sekitar mereka. Belum sempat memberikan respons, ponsel Dirga berdering. Pria itu langsung mengangkatnya. Dan dalam hitungan detik, Dirga larut dalam pembicaraan panggilan tersebut. Sejujurnya Aruna merasa penasaran dan berniat menguping. Namun, itu bukan hal baik untuk dilakukan. Jadi, selagi menunggu Dirga selesai, Aruna mengotak-atik ponselnya. Pun, jari tangannya sibuk menekan layar ponsel. Aruna sibuk memikirkan hal lain, satu di antaranya adalah tentang keluarga Blair. Dia membatin, ‘Sudah lama aku nggak pernah melihat Natasha.’ Dimana wanita itu sekarang?

  • Pesona Presdir Posesif   Singkat, Padat, Oke

    “Ryuga Ryuga.”Tidak ingin membuat suaminya itu cemburu dan berakhir salah paham, Claudia mengangkat kedua tangannya dan menyentuh pipi Ryuga agar mendongak supaya bertukar pandangan dengannya.Sepasang manik hitam Ryuga yang menyorotnya tajam cukup berhasil membuat Claudia terintimidasi. Claudia m

  • Pesona Presdir Posesif   Cemburunya Ryuga

    Valky …Berulang kali Ryuga memikirkan nama itu saat membersihkan dirinya di kamar mandi. Seingatnya, Aruna tidak memiliki teman pria dengan nama yang disebutkan tadi.Kalau begitu, kemungkinan besar Claudia mungkin saja mengenalnya? Dilanda penasaran, cepat-cepat Ryuga menyelesaikan kegiatan mandi

  • Pesona Presdir Posesif   Mas Valky?

    Itu semua dibuktikan dalam sekejap melalui ketukan di pintu kamar Claudia diiringi suara gadis yang terdengar begitu jelas sampai ke dalam. Demi mendengar suara Aruna yang mengalun dengan hati-hati, Ryuga yang sudah menukik kedua alisnya dengan kesal mendadak memudar. “Dad … Mom … Aruna ganggu ngga

  • Pesona Presdir Posesif   Aku Merindukanmu

    “Kamu sama Aland membicarakan apa, Ryuga?”Pertanyaan itu sukses membuat Ryuga terdiam dan menatap Claudia lamat-lamat. Dia baru saja selesai mengantar Claudia ke kamar mandi dan membantunya naik kembali ke kamar atas milik istrinya itu.Claudia menolak menggunakan kamar tamu yang letaknya ada di b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status