共有

32. Rencana Busuk

作者: Aksara Ocean
last update 公開日: 2026-04-29 13:58:07

Bab 32 Rencana Busuk

Harga diri Dania kembali hancur. Kali ini Melani juga berhasil mempermalukannya di depan semua orang. Dania yakin, Bashira pasti senang melihatnya direndahkan macam sampah.

"Aku dendam sama Tante Melani, Ma! Dia harus mati!" teriak Dania.

Hadi yang mendengar tangisan Dania merasa pilu. Ia hanya berdiri di depan kamar, tidak berani masuk. Karena andai dirinya masuk, Lita dan Dania pasti akan menyalahkannya. Sebab saat makan malam tadi, Hadi lebih banyak diamnya.

"Kamu tenang
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   59. Kebersamaan

    Bab 59 Kebersamaan "Jangan takut sama Tante Lita ataupun Dania. Mereka gak punya kuasa apa-apa di sini." Bashira menenangkan empat asisten rumah tangganya."Terima kasih, Non, sudah datang dan membela kami," ucap Asih mewakili teman-temannya."Sama-sama, Bi. Aku juga makasih, karena Bibi dan yang lain lebih mendengarkan apa kata Kakek Gunawan.""Kami semua akan selalu berada di pihak Non Shira dan Pak Gunawan."Bashira tersenyum mendengarnya, seperti mendapat teman setia yang tak akan pernah pergi dari sisinya."Sekarang Bibi dan yang lain kembali bekerja, ya. Kalau Tante Lita berulah lagi, jangan sungkan memberi tahu aku." Bashira lantas meninggalkan dapur.Perempuan itu naik ke lantai dua, berganti baju dan membawa baju ganti lainnya. Malam ini ia akan menginap lagi di hotel. Hatinya yang masih kecewa pada Hadi, enggan sekali bertemu dengan lelaki paruh baya itu.Setelah selesai bersiap dan menenteng satu paper bag juga tas kerja, Bashira kembali ke bawah. Saat itulah ia berpapasan

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   58. Menahan Malu

    Bab 58 Menahan MaluDatangnya Gunawan dengan membawa peringatan, otomatis membuat posisi Hadi semakin terancam. Selama beberapa saat, ia dan Lita kompak membisu di tempat semula."Pak Gunawan terlalu ikut campur, Pa. Dia merasa lebih berhak atas Bashira, padahal Papa adalah ayah kandung anak itu!" Lita menoleh pada Hadi, berucap sangat pelan tapi sarat akan amarah yang cukup besar.Hadi diam saja."Segera lakukan sesuatu, Pa, supaya Pak Gunawan tidak memandang rendah posisi Papa di rumah ini.""Diam, Ma!" titah Hadi tak mau mendengar apa pun lagi. "Papa Gunawan tau semua yang terjadi pada kita dan Bashira. Itu artinya, dia punya mata-mata di rumah ini."Lita melotot mendengar itu. Ia lekat menatap Hadi."Jadi maksud Papa ... semua orang yang bekerja di sini tunduk pada Pak Gunawan?"Hadi tak mau menjawab pertanyaan itu. Ia memilih berdiri."Mau ke mana, Pa?""Jangan pernah sekali pun membicarakan pernikahan Bashira dan Sabian di rumah ini.""Gak bisa begitu, Pa!" bentak Lita tak terim

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   57. Ancaman Gunawan

    Bab 57 Ancaman Gunawan"Kita berdua tidak punya masalah, Ra!""Punya!" timpal Bashira mengingatkan. "Jangan pernah lupakan masalah yang Papa timbulkan sendiri!""Masalah apa maksud kamu ini? Kamu membuat seakan-akan Papa adalah orang tua yang buruk!"Bashira menatap tajam Hadi. Andai lelaki paruh baya itu bukan ayah kandungnya, mungkin ia akan langsung meludahinya tanpa ragu. Semua itu dikarenakan, Hadi sangat playing victim."Pertama, Papa mendesak supaya aku membantu Papa mendapatkan posisi lebih tinggi di hotel ini. Karena aku menolak, Papa makin berubah dan menganaktirikan aku. Kedua, Papa menyetujui hubungan Dania dan Arion, dengan maksud supaya aku merasa terusik, bukan? Dan yang ketiga, Papa terang-terangan menjadikan Dania prioritas." Bashira membeberkan semuanya tanpa ragu.Lita melotot mendengarnya. Sungguh berani sekali Bashira bicara panjang lebar seperti itu. Sementara Hadi dibuat bungkam seketika. Lelaki paruh baya itu perlahan mundur, satu hal yang membuat Lita menggera

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   56. Amarah Di Tengah Malam

    Bab 56 Amarah Di Tengah MalamDada Lita seakan dihantam habis-habisan mendengar berita itu. Ia gegas berdiri. Gerakannya yang cepat dan tiba-tiba itu membuat Hadi terusik dari tidurnya."Ada apa, Ma?" tanya Hadi, dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka.Lita tak menjawab. Ia masih sibuk mendengar ocehan Dania di telepon. "Sudah kamu pastikan, Dan, kalau Arion gak mengarang cerita?""Ya ampun, Ma, buat apa Arion mengarang cerita? Dari tadi mukanya kusut, aku sampai gak bisa bikin dia terangsang!" ucap Dania frontal."Ini semua gak bisa dibiarkan!" Lita langsung menatap tajam pada Hadi, setelah memutus panggilannya dengan Dania begitu saja. "Kenapa Papa gak ngasih tau Mama, kalau pernikahan Bashira dan Sabian akan dipercepat?""Apa?" Hadi bertanya linglung."Bashira dan Sabian akan menikah tahun ini, Pa! Papa pasti sudah tau kan?" tuduh Lita dengan jari mengacung ke wajah Hadi."Papa sama sekali gak tau soal itu, Ma!" sanggah Hadi. Lelaki paruh baya itu lekas meninggalkan kamar, henda

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   55. Penolakan!

    Bab 55 Penolakan!"Bashira dan Sabian akan segera menikah."Arion mengacak rambutnya. Perkataan Melani beberapa jam lalu, berhasil menghancurkan mood-nya hari ini."Kita cari rencana untuk menggagalkan pernikahan itu, Ma!""Mana bisa! Di belakang mereka ada keluarga Pakusadewo!"Sekarang Arion memukul setir kemudi. Ia tak mampu membayangkan, jika kelak Bashira dan Sabian resmi menjadi sepasang suami istri. Itu artinya, jalan untuknya mendapatkan Bashira benar-benar telah buntu."Apa yang harus aku lakukan?" Arion menerawang jauh ke depan, padahal di depannya hanya ada tembok kokoh.Saat ini, ia sedang berada di basement klub malam, hendak menyusul Dania yang sejak tadi merengek minta ditemani. Sayangnya Arion tak bisa menolak, sebab Dania pasti akan curiga mengapa dirinya tiba-tiba tak jadi datang.Kepala Arion bertambah berat ketika masuk ke area klub. Musik berdentum keras. Puluhan orang berbaur, menari seperti kehilangan akal sehat. Pandangan Arion pun berkeliling, mencari di mana

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   54. Pemain?

    Bab 54 Pemain?"Kamu kasihan sama aku, ya?" tanya Bashira saat di mobil."Apa kelihatannya begitu?" Sabian malah balik bertanya, menoleh sebentar pada Bashira.Sekarang Bashira diam. Sejak tadi, ia tak melihat Sabian menumpahkan sorot kasihan padanya. Lelaki itu malah terlihat seperti ingin memberinya perlindungan ekstra."Ra, aku tau betul kamu bukan perempuan lemah. Selama ini kamu bisa bertahan di rumah, meski di sana ada Dania dan Tante Lita. Tapi untuk berhadapan dengan Om Hadi, aku yakin kamu akan bertarung dengan perasaan kamu sendiri. Sejujurnya kamu enggan berkonflik dengan Om Hadi."Itu benar, dan Bashira tak perlu repot-repot membantah asumsi Sabian."Maka dari itu, serahkan Om Hadi padaku," sambung Sabian."Mau kamu apakan papaku?" tanya Bashira dengan mata memicing. Sejak masuk mobil, ia tak lagi mengenakan kacamata hitamnya."Nggak akan diapa-apain, kok. Tapi setidaknya kalau ada aku, Om Hadi akan segan memarahi kamu."Bashira tertawa mendengarnya. Ia percaya Sabian tak

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   45. Jebakan?

    Bab 45 Jebakan?Sabian menatap curiga pada Anton yang telah meninggalkan ruangannya. Sudah jelas ada yang aneh. Jika benar terjadi keruntuhan di sebuah proyek yang tengah ditangani oleh perusahaan Atmadja, maka sudah pasti berita akan menyebar di mana-mana.Akan tetapi sampai detik ini, tidak ada s

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   44. Kekhawatiran Hadi

    Bab 44 Kekhawatiran HadiMelihat hari-hari Dania lebih bahagia, tentu Hadi turut merasa senang. Ia juga selalu menyambut baik Arion yang kerap datang ke rumah untuk menjemput Dania. Namun, di lubuk hatinya yang paling dalam, ada keresahan yang membuat Hadi tidak tenang. Contohnya saja hari ini. Ke

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   43. Dibohongi Arion

    Bab 43 Dibohongi Arion"Kamu pasti bercanda, kan?" tuduh Dania sedikit menjauh. Jujur saja ia terkejut.Tiba-tiba Arion menanyakan apa ia mau menjadi kekasihnya, padahal hubungan mereka tidak terlalu dekat."Nggak, aku serius, Dania. Aku merasa kamu adalah perempuan paling baik yang pernah aku temu

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   42. Kembali Berdusta

    Bab 42 Kembali Berdusta"Hari ini kamu harus bisa menemui Arion," ucap Lita selesai sarapan.Rumah besar mereka dalam keadaan sepi. Bashira belum kembali dari Lombok, sedangkan Hadi baru saja berangkat ke kantor."Kemarin aku udah telfon dia, Ma, tapi gak diangkat. Kayaknya ... Arion gak mau terlib

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status