LOGIN"Tenang saja," jawab Hui Shen sambil tersenyum tipis. "Aku sudah menyegel kekuatan Jantung Duality sebelum kau bisa menyerap sepenuhnya."
Mendengar hal itu, Zhang Liu menghela napas lega. Hui Shen masih melanjutkan perkataannya.
"Tapi kau harus memenuhi syarat lain dan mencari tanaman langka untuk membuka setiap segelnya."
Tekad Zhang Liu semakin kuat saat mendengar dirinya mewarisi kekuatan legendaris.
"Di mana aku bisa menemukannya?"
"Di tempat yang berbahaya," jawab Hun Mo, bibirnya menyeringai jahat. "Dan kau akan sulit mendapatkannya dengan tubuh lemah itu. Oleh karena itu, berikan saja tubuhmu pada—"
"Diam, Hun Mo!" Hui Shen langsung menyela dan menegurnya. Dia menjentikkan jari.
Seketika muncul tali yang mengikat tubuh Hun Mo, serta kain yang membungkamnya. Dia tak bisa bicara dan hanya bisa meronta.
Zhang Liu berkedip beberapa saat melihat interaksi unik mereka.
Hui Shen kembali berbicara. "Untuk persyaratan membuka segel, kami akan memberitahumu nanti. Saat ini kau sudah membuka segel pertama. Hanya enam segel tersisa."
Zhang Liu mengangguk paham. Tapi ada sesuatu yang ingin ia tanyakan.
"Aku tak menyangka bisa membuat inti jiwa. Apa itu karena bantuan kalian? Padahal sebelumnya, sekeras apa pun aku selalu gagal mengumpulkan energi qi."
Hun Mo berhenti meronta. Dua sosok di depannya saling pandang, lalu kembali menatap Zhang Liu. Hanya Hui Shen yang bisa menjawab saat ini.
"Bukan karena kau gagal mengumpulkan energi qi. Tapi tubuhmu yang butuh banyak energi qi untuk mengisinya. Kau punya wadah energi qi yang sangat besar."
"Sungguh?!" Tak habis-habisnya Zhang Liu dikejutkan dengan fakta di tubuhnya.
Hui Shen mengangguk pelan. "Mungkin karena itu juga, kau bisa dengan mudah menerima kekuatan kami. Tapi, untuk sekarang fokus saja pada kesembuhanmu."
Sementara itu di dunia asli, setelah api unggun mulai menghangatkan udara, kesadaran Zhang Liu berangsur pulih. Kekuatan suci dari dewa Hui Shen menyembuhkannya.
Zhang Liu terbangun dengan tatapan bingung. Dia menangkap sosok asing yang memunggunginya dekat api unggun. Dengan langkah tanpa suara, Zhang Liu bangkit lalu mencekik leher pria itu.
"Akh!" Pria itu meringis kesakitan, sekaligus terkejut. Dalam hati bergumam syok. 'Bagaimana bisa aku tak sadar dia mendekat?'
Tapi Zhang Liu tak peduli. Matanya menyipit penuh waspada. "Siapa kau? Katakan nama dan dari sekte mana kau berasal."
"A-aku, Zhu Pei. Aku hanya seorang tabib dari desa," jawab pria itu dengan terbata-bata. "Tenanglah dulu. Aku hanya ingin menyelamatkanmu."
Zhang Liu terdiam sejenak, matanya masih penuh kecurigaan. Padahal dia hanya waspada saja. Tapi pria di depannya itu sudah sangat ketakutan. Keringat dingin muncul di pelipisnya.
‘A-apa yang kulihat ini sekarang sungguhan?’ Dalam hati Zhu Pei bergumam. Tubuhnya gemetar dengan wajah yang pucat. 'Bagaimana bisa ada manusia memiliki dua cahaya berlawanan yang mengikutinya?'
Zhang Liu memiringkan kepala, sedikit heran dengan reaksi Zhu Pei. Dalam hati bergumam pelan. 'Apa aku terlalu keras mencekiknya?'
Tapi tak lama, terdengar suara Hun Mo di kepalanya. "Berhati-hatilah, dia bisa melihat kami."
'Benarkah?' batin Zhang Liu terkejut.
Hui Shen membalas. "Dia punya Mata Kebenaran. Di dunia ini seharusnya hanya kau yang bisa."
Zhang Liu terdiam sejenak. Dua sosok itu bisa mengetahui apa yang dia pikirkan. Mereka saling berbicara dalam kepalanya.
Zhang Liu ingat pernah membaca tentang legenda seseorang yang memiliki Mata Kebenaran. Itu sangat jarang dan hanya muncul 100 tahun sekali dari sekte Zhanlang, yang ahli dalam teknik racun.
"Bunuh saja dia dan rebut matanya. Itu bisa membuatmu jauh lebih kuat dan kau akan menguasai dunia," suara Hun Mo kembali berbisik menghasut.
Tapi Hui Shen segera membantah. "Dasar iblis bodoh. Justru bagus kita bertemu seseorang dari sekte Zhanlang. Mereka pasti punya tanaman langka yang Zhang Liu butuhkan."
Zhang Liu menggelengkan kepala karena suara berisik itu memekakkan telinganya. Dia kembali fokus pada pria di depannya, yang masih tercekik.
"T-tolong, lepaskan aku. Biarkan aku hidup," Zhu Pei memohon dengan sepenuh hati. Suaranya sedikit gemetar.
Zhang Liu menyipit tajam. "Akan kulepaskan jika kau berkata jujur."
"A-aku sudah jujur. Sungguh! Apa kau akan membunuh orang yang menyelamatkanku? Itu sangat jahat!" seru Zhu Pei memberanikan diri demi nyawanya.
Cengkeraman Zhang Liu perlahan melemah. Hati nuraninya yang tersisa merasa bersalah jika menyakiti orang yang menolongnya. Zhang Liu melepaskan cengkeramannya.
Zhu Pei terjatuh ke tanah. Dia terbatuk-batuk, sekaligus mencoba meraih banyak oksigen. Tubuhnya masih gemetar.
'Astaga. Dia benar-benar menyeramkan,' batin Zhu Pei masih sedikit ketakutan.
Zhang Liu kemudian berlutut sejajar dengan pria itu dengan wajah datar. Tatapannya tajam dan penuh tekanan.
"Sekarang katakan kenapa kau bisa ada di sini? Apa kau bersekongkol dengan sekte Tiansheng untuk menyerang sekteku?"
'Apa aku bisa lolos darinya?' Zhu Pei terus memikirkan cara untuk melepaskan diri dari kutukan itu. Dia tak mau berurusan dengan orang seperti Zhang Liu.Tapi Zhu Pei hanya diam dan tetap menuruti perintah Zhang Liu. Mereka menggali tanah dan menguburkan mayat-mayat anggota sekte Dianyu.Dan terakhir, Zhang Liu membaringkan mayat Ketua Sekte, Yuan Bo. Dia menyimpan pedang milik gurunya sebagai kenangan terakhir. Dia berdoa dengan sungguh-sungguh di makam mereka.'Guru, dan semua senior. Maaf karena hanya aku yang selamat. Tapi aku janji, akan membalaskan dendam atas kematian kalian.'Setelah beberapa saat hening, Zhang Liu berdiri. Wajahnya kembali datar dan dingin."Kita pergi.""Ke mana?" tanya Zhu Pei, berusaha tidak terdengar terlalu penasaran."Kita mencari bahan yang kubutuhkan," kata Zhang Liu, mengulang informasi yang Hui Shen beritahu dalam kepalanya. "Pucuk Bunga Lili Hitam, dan Darah Burung Gagak Betina."Zhu Pei mengerutkan kening. "Pucuk Bunga Lili Hitam itu langka, biasa
"Benar!" seru Hun Mo bersikeras. "Jika kau memilihku, kau akan menjadi raja iblis selanjutnya, dan dunia ini akan tunduk padamu."Perkataan Hun Mo begitu menggoda bagi sebagian orang yang haus akan kekuasaan. Tapi saat Zhang Liu hampir terbawa, tiba-tiba Hui Shen menyela. Suaranya terdengar tenang namun dalam."Kekuasaan mutlak datang dengan harga yang mutlak pula, Zhang Liu. Kau akan kehilangan dirimu sendiri dalam hawa nafsu dan kegelapan. Hun Mo hanya ingin menguasai tubuhmu.""Diam kau, Hui Shen!" geram Hun Mo kesal. Tapi Hui Shen masih tetap menasihati Zhang Liu dengan tegas dan penuh kelembutan."Kekuatanku memberimu ketabahan dan kebijaksanaan untuk menahan amarah yang membabi buta. Biarkan cahaya dewa membimbing amarahmu menjadi keadilan, bukan pembantaian."Zhang Liu terkatung-katung di antara kedua pilihan itu. Amarahnya berteriak memilih Hun Mo, kekuatan brutal dan instan untuk pembunuhan. Tetapi nurani dan akal sehatnya cenderung pada jalan Hui Shen."Aku, tidak bisa memil
"T-tidak." Zhu Pei langsung menggeleng cepat. "Aku tidak tahu apa-apa soal penyerangan itu."Namun Zhang Liu sama sekali tak percaya. Kemarahan karena kehancuran sektenya masih membara. Dia tak mudah mempercayai siapa pun sekarang."Jangan main-main, Zhu Pei. Kau bisa melihat dua sosok di belakangku. Jadi aku bisa saja membunuhmu sekarang."Zhu Pei seketika menelan ludah. Jantungnya semakin berdebar panik.'D-dia tahu aku bisa melihatnya?'Dengan penuh kepasrahan, Zhu Pei akhirnya menunduk. Fakta tentang mata kebenarannya sudah terlanjur ketahuan."Aku memang bukan seorang tabib dari desa. Aku dari sekte Zhanlang, tapi sudah lama kabur karena aku diincar karena mataku. Jadi sekarang hanya bekerja sebagai tentara bayaran."Zhang Liu mendengus. Kedua tangannya dilipat. "Aku tak peduli dengan masalahmu. Yang kutanyakan, apa kau berkaitan dengan penyerangan sekteku?""Aku benar-benar tidak tahu. Kebetulan saja aku datang saat sektemu diserang. Aku hanya datang mengambil tanaman obat di si
"Tenang saja," jawab Hui Shen sambil tersenyum tipis. "Aku sudah menyegel kekuatan Jantung Duality sebelum kau bisa menyerap sepenuhnya."Mendengar hal itu, Zhang Liu menghela napas lega. Hui Shen masih melanjutkan perkataannya."Tapi kau harus memenuhi syarat lain dan mencari tanaman langka untuk membuka setiap segelnya."Tekad Zhang Liu semakin kuat saat mendengar dirinya mewarisi kekuatan legendaris."Di mana aku bisa menemukannya?""Di tempat yang berbahaya," jawab Hun Mo, bibirnya menyeringai jahat. "Dan kau akan sulit mendapatkannya dengan tubuh lemah itu. Oleh karena itu, berikan saja tubuhmu pada—""Diam, Hun Mo!" Hui Shen langsung menyela dan menegurnya. Dia menjentikkan jari.Seketika muncul tali yang mengikat tubuh Hun Mo, serta kain yang membungkamnya. Dia tak bisa bicara dan hanya bisa meronta.Zhang Liu berkedip beberapa saat melihat interaksi unik mereka.Hui Shen kembali berbicara. "Untuk persyaratan membuka segel, kami akan memberitahumu nanti. Saat ini kau sudah memb
"Jangan dengarkan dia! Bunuh mereka semua!" Hun Mo meraung, memerintahkan hal sebaliknya.Tapi tubuh Zhang Liu sendiri yang memutuskan. Dia membaringkan tubuh gurunya perlahan. Tubuhnya sedikit gemetar, mendorongnya untuk berdiri."Maafkan aku, Guru. Aku pasti akan membalaskan dendam sekte kita."Dengan sisa kekuatan, Zhang Liu melesat meninggalkan tempat itu secepatnya. Kakinya membawanya menuju bukit kecil di pinggiran sekte. Setiap langkah adalah siksaan. Setiap tarikan napas seperti mengisap pecahan kaca.Kekuatan mengerikan yang Zhang Liu gunakan tadi seperti racun yang menggerogoti dari dalam. Pembuluh darahnya terasa terbakar. Otot-ototnya menegang dan hampir robek.Zhang Liu mencapai balik bukit, tersembunyi dari pandangan. Di sini, bau api dan darah sudah tidak terlalu kuat. Hanya ada bau tanah dan daun basah.Zhang Liu tidak bisa lagi menahannya. Kekuatannya habis. Dia terjatuh di antara semak-semak. Pandangannya mengabur, berubah menjadi kegelapan. Di ambang ketidaksadaran,
"Beraninya mereka menyerang sekteku. Tidak bisa dimaafkan!"Kekuatan yang mendidih di dalam Zhang Liu meluap. Itu bukan energi qi yang dia kenal. Dia melangkah keluar dari reruntuhan perpustakaan.Setiap jejak kakinya meninggalkan jejak retakan di tanah. Asap hitam membumbung dari paviliun latihan yang ambruk. Teriakan telah berhenti, digantikan oleh senyap gemerisik api."Lihatlah." Suara berat dan menyeramkan itu kembali bergema di kepalanya. Dia adalah sisi gelap jantung duality, Raja Iblis Hun Mo. "Mereka menghancurkan semuanya. Tunjukkan pada mereka arti kekuatan sejati."Amarah yang sudah menyala-nyala, disiram minyak oleh bisikan itu. Zhang Liu tidak banyak berpikir lagi. Dia mengambil sebuah pedang yang tergeletak di tanah.Di depan sana, terdapat dua anggota Tiansheng yang masih mencari mangsa."Sepertinya tidak ada lagi yang tersisa, ayo kemba—" Kalimat itu tidak selesai ketika mereka melihat sosok Zhang Liu."Bukankah itu bocah di perpustakaan tadi? Bagaimana bisa dia masih







