ホーム / Urban / Pewaris Tunggal Berdarah Dingin / 35. Tindakan Pencegahan Rafli

共有

35. Tindakan Pencegahan Rafli

作者: D'Rose
last update 公開日: 2025-08-04 06:52:58

Pintu tertutup kemudian terdengar suara pintu dikunci. Ruangan masih gelap, seperti enggan menyalakan saklar lampu. “Apa yang kamu lakukan?” Suara itu dikenali, Zeyon dengan sikap waspada langsung menyalakan lampu dan melihat sosok yang menariknya kedalam ruangan.

“Rafli.” Satu tarikan napas panjang yang sedari tadi ditahannya lolos begitu saja melihat waja orang yang Zeyon kenal. “Aku hanya ingin bertemu dengannya kamu enggak usah—“

“Apa Anda mau semua yang kita rencanakan secara matang, beran
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   72. Tumpang Tindih

    Pagi harinya, Zee pergi keruang tengah rumah. anak buah Zee lebih banyak dari biasanya. Penjagaan diperketat. Karena Revan sudah ada disini. "Ian. Apa dokter sudah selesai memeriksa kondisinya?""Iya Tuan." Zee langsung menuju kamar tamu yang sudah di persiapkan khusus untuk Revan.Karena di masih kurang sehat maka Zee bermurah hati hanya membelenggu kedua kakinya dengan rantai panjang. Revan masih bisa berjalan kesana kemari bahkan untuk urusan kamar mandi juga tidak masalah."ZEE!" Revan mencoba menerjang, tapi jarak jangkauan rantai membuatnya tidak bisa menyentuh Zee yang berada jauh dari ambang pintu kamar. "Ini demi kebaikanmu Revan. Kamu sedang tidak sehat. Jika aku tidak begini. Ibumu akan lebih marah padaku.""Sialan dasar Iblis!""Ckckckc, sesama iblis dilarang saling mengatai. Paham." Zee kembali melenggang meninggalkan area kamar tamu. "Jangan biarkan keluar dari kamar ini tanpa instruksiku." Instruksinya pada Ian. "Siap Tuan!" Selanjutnya, Zee langsung tancap gas menu

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   71. Singgah

    Setelah berbicara dan mendapatkan kesepakatan dengan Arun. Zee tidak meninggalkan Thea dan Arun memberikan ruang itu pada Zee. Di ruangan rawat itu hanya berisikan Thea dan Zee. Tangan Zee tidak lepas, memegangi erat tangan Thea untuk beberapa menit berlalu hingga Zee merasakan gerakan dari jari-jari Thea dalam genggamnnya."Thea!" Suara panggilan Zee membuat perlahan kesadaran Thea kembali. "Kamu enggak apa-apa?"Terlihat sekali wajah Thea merasa bersalah tapi Zee tidak bisa menahan diri untuk tidak memeluknya, tanpa menunggu penjelasan keluar dari mulut Thea. Rasa lega dihati Zee karena bisa lagi melihat Thea membuka mata. Beberapa jam yang lalu Zee sangat ketakutan akan kehilanga Thea, Zee takut akan hilang seperti Aya yang meninggalkan Zee selama-lamanya. Tepat pada saat itu, Arun masuk kedalam ruang rawat inap dan mata Thea menangkap sosok itu. Suasana menjadi sangat canggung diantara keduanya, beberapa detik. "Arun sedang apa disini?" Tanya Thea. Ah, Zee hampir melupakan kun

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   70. Mantan Ipar

    "Terserah kamu mau pakai segimana pun kartu itu tanpa limit." Thea melihat black card yang tersodor padanya. Pikir Zee harusnya ini bisa bekerja. Wanita itu suka shopping bukan?"Apa aku bisa membeli privat jet dengan kartu ini?" Oh ayolah, Zee salah. Thea sudah biasa di manjakan seperti ini sejak dulu."Silahkan saja. Tapi FYI, kita sudah punya dua benda itu." Apa Thea rela menambah biaya perawatan dan pajaknya?Selesai sarapan mereka memiliki agenda kegiatan masing-masing. Thea dan Eva yang langsung berangkat ke rumah sakit.Zee langsung masuk ke ruang kerja. Menyalakan laptop dan mulai ikut meeting virtual yang sudah dijadwalkan Evan yang sedang berada di Ibu Kota.Sebelum itu satu panggilan masuk ke ponsel milik Zee. "Ya Rafli?""Aku mau mengabarkan kalau aku sudah sampai dan berada di sisi Tuan Besar.""Kamu kenapa mengirimku penjaga baru? Aku bukan tua bangka yang tidak bisa apa-apa!" Protes Georgio terdengar dari sebrang sana, sudah Zee duga. Kehadiran Rafli bukan hanya sebaga

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   69. Keras Kepala

    "Perasaan awal kita enggak ada yang salah. Ini tumbuh dan aku hanya mencoba membantumu memperjelas semuanya. Bahwa kita saling mencintai.""Engga Revan, ini salah! Aku hanya akan mencintai Jun dan kamu seharusnya enggak mengkhianati sahabatmu dengan cara seperti ini."Zee mulai berpikir, pasti semua ini ada kaitannya dengan kecelakaan lima tahun yang lalu. "Dengar Thea, jauh sebelum Jun mencintaimu. Aku yang lebih dulu mencintaimu, dialah yang merebut kesempatan itu dariku."Sudah Zee duga dari dulu cara pandangan Revan pada Thea hingga saat ini masih mengisyaratkan tatapan penuh cinta. "Bahkan jauh saat kedua orang tuamu menjodohkan kamu dengan Arun. Aku sudah lebih dulu dijodohkan denganmu oleh kakek Georgio, tapi tiba-tiba saja dia jatuh sakit dan kepala keluarga digantikan oleh ayahmu. "Satu persatu hal, yang dikatakan oleh Revan membuat Zee terkejut. Jika hal ini tidak direkayasa, maka semuanya menjadi jelas sekarang.Kenapa Zara membawa Georgio ke negara serta di wilayah keku

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   68. Kejujuran

    Sesampainya disana. Zee merasa semuanya baik-baik saja, seperti bisnis normal pada umumnya. Lalu Zee beranjak ke ruangan staff. Semua Zee periksa dari printilan kecil hingga laporan keuangan kafe ini. Ternyata Evan memiliki bakat hebat dalam mengelola bisinis.Buktinya Evan mampu membangun sistem manajemen yang baik, sehingga walaupun keadaan seperti ini datang, dalam artian tidak dipantau bos atau pemilik bisnis setiap hari. Semuanya berjalan lancar dan juga rinciannya tertulis rapih di dalam laporan. Benar-benar sedetail itu.Untung tadi Zee membawa laptop, setelah selesai mengecek semua printilan kedai kopi. Zee jadi punya waktu untuk mengerjakan tugas perusahaan lainnya yang ada di ibu kota."Tuan, mau dibuatkan apa?" Salah satu barista menawari Zee. Tidak aneh-aneh Zee memesan secangkir kopi hitam pikirnya itu akan membuat Zee segar kembali.Tapi ponsel Zee bergetar dan keningnya berkerut melihat kontak yang tampil di layarnya. "Kakek? Ada apa menelepon?""Bagaimana kabar Thea d

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   67. Tidak Ada Habisnya

    Tidak bisa tidur, Zee putuskan untuk memantau pekerjaan yang di ibu kota secara online. Sebagian besar adalah laporan kerja daily.Georgio masih tinggal di rumah sakit yang dipercaya Zee untuk mengurus kakeknya. Sebagaimana dulu Aya dan juga Thea yakini bahwa disanalah beliau menjalani proses pengobatan.Tidak terasa ternyata matahari sudah mengintip dibalik tirai jendela. Tadinya setelah semuanya beres. Zee hendak pergi ke kamar, tapi harum masakan menguar. Terlebih lagi ini harum masakan rumah dulu."Wah, kamu yang nyiapin semuanya?" Tentu saja hanya Aya yang bisa membuat ini. Zee cepat kedapur dan itu Thea.Rupanya Zee melupakan bahwa gadis kecil yang lama tidak ditemuinya ini sudah bertumbuh dengan sangat cepat untuk jadi wanita, seorang istri dan juga seorang ibu."Tentu siapa lagi yang tahu sarapan favorite Zee yang aneh? Telor kocok dengan tambahan kecap manis sebelum di goreng.""Masakan telur terenak itu ya.. begini!" Langsung ditariknya kursi serta dan sendokan pertama telur

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   49. Semakin Rumit

    Saat Zee masuk kedalam rumah, semua wajah yang ada disana memandang ke arahnya dengan cemas. Bahkan Niken datang berlari dan langsung memeluk Zee. 'Seburuk itukah kondisi Kakek.' batin Zee."Sayang, bisnismu lancar di Ibu Kota?" Zara datang membuat Zee bertanya mengapa orang ini bisa ada di rumah

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   45. Hal Rumit Lainnya

    Setibanya di Ibu kota, mereka langsung memesan tike hotel. Lebih baik dari yang kemarin, pertama misi kali ini bukan untuk mengungkap identitas Zee sebagai anggota keluarga Theodora kepada pihak asing. Kedua semua transaksi dilakukan atas nama Raka. Itulah kegunaan Raka dibawa di misi kali ini juga

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   43. Jodoh Yang Disiapkan

    "Bagaskara.""Hm! Kakek merasa kurang setuju dengan keluarga itu, selain karena Tedi terlalu banyak memiliki kerja sama dengan mereka aku tidak yakin semua itu kerja sama bisnis biasa. Pasti mereka mempunyai rencana yang tidak ketahui.""Aku juga berpikir demikian, apalagi beberapa kali mendapati T

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   41. Hampa

    "Semuanya berjalan dengan baik." Itu kalimat pertama saat Eva bertemu dengan Rafli di teras rumah. Eva mengangguk dan setelahnya Rafli memilih untuk meninggalkan orang-orang yang menyambut kedatangan mereka. Beberapa anggota lain yang tidak suka melihat kelakuan Rafli dan hendak mencegahnya pergi b

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status