Home / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 178 Semakin Gugup

Share

Bab 178 Semakin Gugup

Author: Cynta
last update publish date: 2026-08-31 15:01:10

​"Aku... Aku tidak takut padamu, Zacky," lirih Thalia, matanya menatap manik mata hitam Zacky yang teduh.

"Aku cuma... aku cuma nervous memikirkan rapat jam sepuluh nanti. Dan... dan soal ancaman Arjuna..."

​Raut wajah Zacky seketika berubah menjadi lebih kaku dan dingin saat nama Arjuna disebut. Ia melepaskan genggaman tangannya, lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi.

​"Aku sudah katakan padamu, Thalia. Jangan pernah memikirkan pria brengsek itu la
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 178 Semakin Gugup

    ​"Aku... Aku tidak takut padamu, Zacky," lirih Thalia, matanya menatap manik mata hitam Zacky yang teduh. "Aku cuma... aku cuma nervous memikirkan rapat jam sepuluh nanti. Dan... dan soal ancaman Arjuna..." ​Raut wajah Zacky seketika berubah menjadi lebih kaku dan dingin saat nama Arjuna disebut. Ia melepaskan genggaman tangannya, lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi. ​"Aku sudah katakan padamu, Thalia. Jangan pernah memikirkan pria brengsek itu lagi," tegas Zacky dengan nada penuh dominasi. "Ivan sedang membereskan urusan itu. Sebelum sore ini berakhir, Arjuna tidak akan pernah bisa mengganggumu lagi seumur hidupnya." ​"Tapi Zacky... bagaimana kalau dia benar-benar menyebarkan rekaman itu ke media?" bisik Thalia cemas, bibirnya bergetar. "Aku tidak peduli pada diriku sendiri, tapi kalau namamu dan reputasi AR Corp ikut hancur karena aku... Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri."

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 177 Menagih Giliran? 

    ​"Z-Zacky! Kamu sengaja kan buat aku makin panik?!" cicit Thalia gagap, matanya membelalak lebar mendengar ancaman pria di hadapannya itu. ​Zacky hanya menaikkan satu alisnya, menatap Thalia dengan raut wajah yang mendadak kembali datar namun penuh intrik. "Aku tidak pernah bercanda dengan ucapanku, Thalia. Kamu mau kita membatalkan rapat kuartal hanya untuk membiarkanmu menagih giliranku sekarang juga?" ​"T-tidak! Jangan bicara seperti itu, Zacky!" seru Thalia setengah berbisik. ​Gadis itu buru-buru turun dari pangkuan Zacky. Kaki terasa sedikit lemas saat menapak lantai berkarpet tebal, membuat tubuhnya sempat limbung sejenak sebelum akhirnya dengan cepat menyeimbangkan diri. Pipi Thalia tampak merona, sangat mirip kepiting rebus. ​Tanpa berani menatap mata tajam Zacky lagi, Thalia setengah berlari menuju pintu kamar pribadi yang terletak di sudut ruangan. ​KLEK!

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 176 Sentuhan di Bawah Meja

    Thalia memberanikan diri membuka kaitan sabuk pinggang Zacky tanpa menunggu aba-aba lagi.. ‘Aku pasti bisa melakukannya..’ batin Thalia. ​Bunyi gesper yang bergesekan terdengar samar di tengah keheningan ruangan. Tangannya lalu menurunkan resleting celana pria itu perlahan, membiarkan udara dingin ruangan menerpa area intim Zacky yang sudah menegang sempurna. ​"Aarrghh... Thalia..." erang Zacky pelan, kepalanya sedikit mendongak ke belakang, menyandarkan punggungnya di kursi kerja dengan mata terpejam rapat. ​Tangan kekarnya mengepal kuat di sandaran kursi, menahan gelombang nikmat luar biasa yang mendadak bergejolak di tubuhnya akibat sentuhan tangan Thalia. ​Gadis itu menarik napas dalam-dalam, lalu mengeluarkan pusaka milik Zacky yang sudah sangat keras dari balik segitiga pengamannya. ​Ukurannya yang luar biasa besar membuat Thalia sempat menelan ludah gugup, namun rasa pen

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 175 Sebuah Tantangan

    ​"A-apa maksud Zacky...?" cicit Thalia gugup, manik matanya membelalak lebar menatap pria didepannya yang kembali sibuk dengan dokumen di atas meja kerja. ​Pipinya langsung merona merah padam, seolah tersiram air panas mendengar ucapan ambigu yang baru saja dilontarkan Zacky. Pria itu justru mengabaikannya tampak fokus membalik lembaran demi lembaran laporan keuangan di depannya dengan tenang, seolah apa yang baru saja ia katakan bukanlah sebuah kalimat yang mampu meruntuhkan pertahanan dan kewarasan seorang Thalia. ​"Z-Zacky..." panggil Thalia lagi dengan suara bergetar kecil, jemarinya meremas erat ujung rok span hitam yang ia pakain saat ini. ​"Kamu... kamu tidak sedang bercanda, kan?" ​Zacky menghentikan pergerakan pulpen di tangannya. Ia mendongak perlahan, menatap Thalia dengan sorot mata hitam yang mendadak berubah menjadi sangat tajam, penuh tantang

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 174 Godaan di Balik Kursi

    ​"T-tolong... Jangan sampai ada pertumpahan darah atau masalah hukum baru untuk Pak Zacky..." cicit Thalia khawatir, matanya menatap Zacky dengan binar permohonan tulus. "Aku tidak ingin nama baik AR Corp tercemar lagi karena masalah pribadiku..." ​Zacky menatap gadis di sampingnya itu cukup lama. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang sangat menawan. ​"Jangan khawatirkan hal yang tidak perlu, Thalia," desis Zacky rendah percaya diri. "Ivan tahu bagaimana cara membereskan serangga tanpa mengotori tanganku.." ​Ivan menundukkan kepalanya hormat, menyembunyikan senyum tipis melihat betapa posesif dan lembutnya pimpinannya yang biasanya tampak dingin dan kaku itu di depan asisten pribadi. ​"Saya permisi untuk menyelesaikan tugas ini, Pak Zacky, Nona Thalia," ucap Ivan sopan sebelum melangkah keluar dan menutup pintu ruangan CEO kembali. ​Setelah Ivan keluar, suasana di dalam ruangan kembali hening dan tenang. ​Thalia menghembuskan napas panjang, mencoba menetral

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 173 Perlindungan Tanpa Celah

    ​Thalia spontan mendongak, menatap Ivan dan Zacky dengan tatapan penasaran, menunggu informasi Ivan menyebutkan nama seseorang. ‘Siapa.. Siapa yang menyebarkan gosip itu..?!’ batinnya. "Ada transaksi mencurigakan di rekening Nona Maya dua hari lalu dari sumber tak dikenal, dan alamat IP pengunggah file berasal dari komputer kerja miliknya," ucap Ivan, memberikan informasi lebih lengkap ​"P-Pak Ivan... Maya...? Maya divisi penasaran? Sahabatku... Tidak mungkin dia melakukan itu..." cicit Thalia terbata-bata, suaranya bergetar menahan rasa tidak percaya. ​Zacky menoleh ke arah meja sebelah kirinya, menatap Thalia dengan pandangan tajam nan tegas. ​"Di dunia bisnis dan di sekitar perusahaan, tidak ada sahabat sejati, Thalia," pangkas Zacky dingin tanpa keraguan. "Orang yang paling dekat denganmu sering kali menjadi orang yang paling mudah dimanfaatkan oleh musuhmu." ​"Tapi Zacky... Maya selalu baik padaku sejak pertama aku masuk ke AR Corp..." bisik Thalia lirih, matanya berkaca

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status