Beranda / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 59 Cara Berterima Kasih yang Benar

Share

Bab 59 Cara Berterima Kasih yang Benar

Penulis: Cynta
last update Tanggal publikasi: 2026-08-07 17:00:15

​"A-apa...? Maksud kamu…? Memangnya kamu mau ucapan terima kasih pakai apa? Aku traktir atau hadiah?" tanya Thalia sambil mengerjakan matanya berkali-kali.

Gadis itu sedikit tertegun mendengar pertanyaan yang tiba-tiba meluncur dari bibir pria di hadapannya.

​Zacky tidak langsung menjawab, ia mengikis jarak di antara mereka, mendekatkan bibirnya tepat di depan bibir ranum Thalia yang sedikit terbuka.

​"Aku mau kamu malam ini, Thalia," bisik Zacky rendah, suara bar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 291 Godaan di Ruang Rapat

    ​Dada Thalia berdesir hebat. Sebuah tekanan mental yang tak kasatmata mendadak menghantam mereka berdua. Musuh misterius itu tidak hanya tahu mengenai keberadaan topeng silikon di fasilitas medis rahasia kemarin, tetapi juga memantau setiap jengkal detail rencana pertunangan mereka yang seharusnya dirahasiakan. ​"Dia... Dia tahu soal rencana cincin pertunangan kita, Zacky..." cicit Thalia. Suaranya sempat bergetar halus untuk sepersekian detik, bayangan ancaman Arjuna yang manipulatif sempat melintas.​Namun, Thalia menarik napas dalam-dalam. Ia memejamkan matanya sejenak, mengusir sisa-sisa cemas yang mencoba merayap, lalu kembali membuka matanya dengan binar keberanian yang jauh lebih besar.​Thalia meraih ponsel dari tangan Zacky, meletakkannya kembali di atas meja, lalu menggenggam kedua tangan tegap pria itu dengan jemari lentiknya.​"Zacky, lihat aku," pangkas Thalia mantap, suaranya terdengar begitu jernih dan

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 290 Pagi yang Menggoda

    Thalia berdiri tegak di depan meja Ivan dengan map berkas tebal di pelukan dadanya. ​"Pak Ivan, gimana perkembangan jadwal rapat direksi untuk siang ini?" suara Thalia terdengar lembut di ruang sekretariat eksekutif.Tidak ada lagi tatapan mata ketakutan, gemetar di ujung jemari, atau keraguan yang dulu selalu menghantuinya setiap kali isu Arjuna muncul di sekitarnya. Di bawah naungan penuh cinta dan perlindungan mutlak dari Zacky, Thalia telah bertransformasi menjadi sosok wanita tangguh, percaya diri, dan sangat profesional.​Ivan menghentikan jari tangannya di atas keyboard, mendongak menatap Thalia dengan rasa kagum yang tak bisa disembunyikan.​"Semua jadwal sudah ditata rapi, Nona Thalia. Rapat divisi keuangan dan audit gabungan dipindahkan ke ruang rapat utama lantai empat puluh tepat pukul sepuluh nanti," lapor Ivan penuh rasa hormat. "Pak Zacky sudah menyetujui seluruh draf materi presentasi yang Nona susun," lanjutny

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 289 Pesen Tersembunyi

    ​Thalia melangkah mendekat ke meja kerja, matanya membelalak lebar melihat kertas bertinta merah tersebut. ​"Ini... Ini tinta merah yang sama dengan pesan di sel isolasi Arjuna kemarin, kan?!" pekik Thalia tertahan, suaranya gemetar halus. ​"Benar, Nona Thalia," jawab Ivan tegas. "Kamera CCTV basement dua merekam kejadian pada pukul 02.10 WIB tadi malam, tepat lima menit sebelum telepon interkom di penthouse berdering." ​"Katakan detailnya," perintah Zacky dingin dan bergetar menahan amarah. ​"Rekaman CCTV memperlihatkan seorang pria tinggi berjanggut tebal, mengenakan setelan jas hitam rapi dan topi fedora, berjalan sangat tenang mendekati mobil SUV milik Pak Zacky yang terparkir di slot VIP basement," lapor Ivan berurutan. ​"Pria itu meletakkan sebuah buket bunga mawar hitam segar di atas kap mobil SUV Anda, lalu menyelipkan surat bertinta merah ini di balik pita bunga tersebut..."

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 288 Sebuah Penemuan..

    ​Kecupan lembut itu berlangsung perlahan, menyerap seluruh ketegangan yang menguasai bibir pria itu. Zacky terpaku ditempatnya, matanya menyempit saat merasakan kelembutan bibir Thalia yang menenangkan jiwanya yang bergejolak.​Thalia melepaskan tautan bibir mereka perlahan, lalu menundukkan kepalanya sedikit. Bibir ranumnya menyapu permukaan dada bidang Zacky yang penuh urat kekar. Dengan penuh keberanian dan kehangatan sensual, Thalia memberikan gigitan lembut di atas otot dada sebelah kiri Zacky, tepat di atas posisi jantung pria itu berdetak.​"Aah..." erangan Zacky terdengar rendah, tangannya refleks merayap ke belakang kepala Thalia, meremas rambut cokelat gadis itu yang terurai indah.​"Fokus kamu ada di sini, Pak Zacky..." bisik Thalia sensual tepat di depan dada Zacky, napas hangatnya menyapu kulit pria itu. "Fokus sama aku, bukan sama teror murahan Arjuna."​Gairah dan kepemilikan yang murni seketika menggantikan amar

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 287 Sentuhan Penenang

    ​"Zacky, jangan angkat dulu... Tolong, hati-hati," bisik Thalia, jari tangannya meremas erat lengan tegap Zacky dari balik selimut. ​Thalia menatap layar digital telepon interkom yang terus menyala biru di kamar yang remang-remang. Meskipun keberaniannya sudah jauh berkembang, namun suara dering telpon di jam dua pagi seperti ini tetap saja memberikan insting waspada. Rasa cemas akan sosok Arjuna yang begitu manipulatif dan masih berkeliaran bebas mendadak membayangi pikirann Thalia. ​Zacky tidak menjawab kata-kata Thalia, manik matanya berkilat tajam . Dengan gerakan tenang, Zacky meraih gagang telepon lalu menekan tombol jawab. ​[Siapa?!] pangkas Zacky dingin dan datar. Suasana hening menyambut suara tegas Zacky selama beberapa detik. Tidak ada suara helaan napas, tidak ada sapaan petugas keamanan, maupun laporan panik dari tim Ivan. Dari pengeras suara interkom, tiba-tiba te

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 286 Sampai Klimaks

    ​Thalia mengangguk pelan, pipinya merona merah. Gadis itu menegakkan tubuhnya, menatap dalam manik mata Zacky. Keberanian baru memenuhi hatinya, Thalia mulai mengangkat dan menurunkan pinggulnya di atas pangkuan Zacky. ​"Ahhh... Zacky..." desah Thalia halus saat merasakan pusaka tegak itu masuk semakin dalam di setiap hentakannya. ​Zacky menahan nafasnya, matanya terpejam sejenak menikmati hentakan teratur yang dilakukan Thalia. Tangannya merayap naik, meremas paha dan squishy Thalia dengan sentuhan posesif yang membara. ​"Kamu luar biasa malam ini, Thalia," pangkas Zacky kaku disaat dadanya naik turun memburu. ​"Aku belajar dari calon suamiku..." goda Thalia berani, mempercepat tempo pergerakan pinggulnya naik turun dengan nafsu terengah-engah. ​Rasa nikmat yang semakin memuncak membawa mereka berdua ke batas klimaks.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status