Home / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 63 Keraguan Dalam Hati

Share

Bab 63 Keraguan Dalam Hati

Author: Cynta
last update publish date: 2026-08-08 17:00:26

​Thalia menggeleng pelan mendengar pertanyaan Zacky yang meresahkan.

"N-nggak kok, Zacky... Aku nggak kesakitan sama sekali," cicit Thalia lirih dengan pipi merona merah.

Tangannya meremas pinggiran selimut tebal yang membungkus tubuh polosnya. Ia menundukkan kepalanya, tidak berani menatap langsung manik mata Zacky yang begitu dalam memperhatikannya.

Pria itu memiringkan posisinya, menopang kepalanya dengan satu tangan seraya menatap wajah Thalia yang tampak serb
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 95 Perasaan yang Menyiksa

    Seketika itu, dada Thalia terasa seperti dihantam batu besar yang sangat berat. Tangannya yang memegang gelas kopi mendadak terasa lemas dan bergetar hingga nyaris tumpah. ​"M-meluk Pak Zacky...?" cicit Thalia dengan suara bergetar. ​"Iya! Seriusan!" seru Maya antusias. "Karyawan kantor pada heboh ngomongin di grup chat! Katanya nama cewek itu Sabrina dan baru balik dari luar negeri!" ​Maya menghela napas kagum seraya bersedekap dada. "Yah... Pantesan aja Pak Zacky selama ini dingin banget dan nggak pernah mau dekat sama cewek manapun di kantor. Ternyata selera Pak Zacky kelas atas banget! Denger-denger sih, cewek bernama Sabrina itu calon pasangan yang cocok banget buat Pak Zacky!" ​Kata-kata Maya bagaikan sembilu yang menusuk ulu hati Thalia terdalam. Air mata rasanya ingin menetes saat itu juga, namun Thalia sekuat tenaga mencengkeram rok kemejanya untuk me

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 94 Gosip di Kantor

    ​"Aku... Aku mau minta satu hal sama kamu," ucap Thalia berhati-hati, menahan napas menunggu reaksi pria itu. ​"Katakan saja, Thalia." ​"Tolong... Tolong jangan pernah umumkan hubungan kita atau janji pertunangan ini di kantor ya," pinta Thalia lirih namun terdengar sangat serius. ​Dahi Zacky seketika berkerut tajam. "Kenapa? Kemarin kamu sudah bilang belum siap, dan aku menundanya. Tapi kenapa harus disembunyikan di kantor?" ​"Aku... Aku nggak mau ada rumor aneh-aneh di kantor, Zacky!" potong Thalia cepat, matanya menatap Zacky penuh permohonan. ​"Semua orang di kantor tahu kalau aku ini cuma asisten pribadi baru. Kalau tiba-tiba mereka tahu kita punya hubungan spesial apalagi mau bertunangan sam kamu, mereka pasti berpikir aku pakai cara kotor untuk goda kamu! Belum lagi masalah Arjuna semalam... Aku takut nama baik kamu terancam karena status keluargaku yang hancur!" ​Zacky m

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 93 Berusaha Menghindar

    ​"Z-Zacky... Biar aku sendiri aja..." gumam Thalia canggung, berusaha menghindar pelan. ​"Diam di tempatmu, Thalia," potong Zacky tegas dengan nada lembut, menahan bahu mungil gadis itu agar tidak bergerak. ​Suasana di kamar utama penthouse itu mendadak hening selama beberapa menit. Tangan Zacky masih mengusap helai rambut Thalia dengan sangat telaten, sesekali melirik pantulan wajah polos gadis itu dari kaca cermin di hadapan mereka. ​"Siapa yang meneleponmu tadi, Zacky?" tanya Thalia akhirnya, berusaha memecah keheningan dengan suara yang sangat pelan. ​"Papa," jawab Zacky singkat. ​Thalia menelan salivanya yang terasa pahit. Hatinya ingin sekali meluapkan semua pertanyaan tentang siapa sosok 'Sabrina' yang membuat papa Zacky menelponnya pagi-pagi, namun rasa takut dan harga dirinya menahan lidahnya. ​'Aku tidak berhak cemburu... Aku ini siapa?' batin Thalia miris. ​"Kenapa melamun?" tegur Zacky, nadanya terdengar rendah. Ibu jarinya bergerak menyentuh dagu Thali

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 92 Bayangan Cemburu

    ​"Zacky... Aku sudah selesai mandi, akan bersiap secepatnya," cicit Thalia pelan sambil membuka pintu kamar mandi yang tidak tertutup rapat. ​Gadis itu melangkah keluar dengan piyama handuk merah muda yang membungkus tubuh mungilnya. Rambut hitamnya terlihat masih basah, terurai pasrah di atas bahu, meneteskan sisa air yang berkilauan di bawah sorotan lampu kamar. ​Namun, langkah kaki Thalia seketika terhenti kaku di dekat pintu. Pandangannya tertuju pada sosok Zacky yang berdiri membelakanginya di samping ranjang, menggenggam ponsel di telinga. Saat pria itu memutar tubuhnya pelan, manik matanya seketika menggelap memperhatikan sosok Thalia yang berdiri mematung di dekat kamar mandi. ​[Ada hal yang jauh lebih penting saat itu, Pa,] sahut Zacky datar tanpa mengalihkan pandangan sedikit pun dari wajah pucat Thalia. [Hal penting apa sampai kamu tega membiarkan Sabrina di pinggir jalan, Zacky?! Dia baru datang dari luar negeri tapi kamu mengabaikannya!] ​[Aku sudah minta Ivan unt

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 91 Aku Belum Siap

    Thalia terbangun dengan tubuh yang terasa jauh lebih segar, meski pipinya masih menyisakan bekas lebam tipis. Saya menoleh, ia melihat Zacky sudah bersiap dengan kemeja putih formalnya yang rapi, sedang memasang kancing lengan kemejanya. “Zacky, kamu sudah bangun?!” Thalia bersandar di kepala ranjang memperhatikan pria itu. ​"Pagi, Thalia. Gimana kondisimu? Udah baikan?" sapa Zacky tenang dengan nada penuh perhatian, membuat pipi Thalia merona. ​"Udah lebih baik. Kamu udah rapi, mau berangkat kerja sepagi ini?!" Thalia memperhatikan Zacky yang berjalan ke arahnya. Pria itu duduk tepat di samping, menghadapnya, tanpa aba-aba mendaratkan kecupan singkat di bibir merah gadis itu. "Mandi dan bersiaplah. Hari ini kita ke kantor bersama." ​"Eh? Ke kantor?! Tapi pipi aku kan masih ada bekas lebamnya, Zacky.. Aku malu" keluh Thalia polos seraya memegangi pipinya. ​"Tidak ada alasan. Hari ini ada hal penting yang harus aku umumkan di depan seluruh karyawan," tegas Zacky santai, membe

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 90 Kehangatan di Dalam Kamar

    ​Thalia memejamkan matanya, membalas ciuman lembut pria itu dengan mengalungkan tangannya di leher Zacky. Rasa takut dan trauma yang sempat menyiksanya perlahan menguap, berganti rasa hangat dan kepuasan yang menyelimuti hatinya. ​Zacky melepaskan tautan bibir mereka secara perlahan, ibu jarinya mengusap bibir Thalia yang merona basah. “Thalia, aku siapkan air hangat dulu ya.. Berendamlah agar tubuhmu sedikit lebih rileks..” tanganya mengusap lembut kepala gadis itu penuh perhatian. Thalia hanya mengangguk pasrah, tersenyum melihat perhatian dan kelembutan Zacky padanya. Berbeda jauh dengan perlakuan kasar Arjuna selama ini. Zacky berjalan ke kamar mandi menyalakan air hangat dan menyiapkan keperluan mandi untuk Thalia. Selama ini, dia tidak pernah menyiapkan apapun sendiri, tapi demi gadis itu, Zacky rela melakukan segalanya. “Airnya sudah siap, mau aku bantu mandikan?!” tanya Zacky sambi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status