Beranda / Romansa / Istri Palsu Presdir / 133. Rasanya Sesak

Share

133. Rasanya Sesak

Penulis: Velmoria
last update Tanggal publikasi: 2025-09-07 23:35:27

Ivy mendongak singkat, ingin menyangkal, tapi tatapan penuh percaya diri dari Ethan membuatnya hanya bisa menggeleng cepat dengan wajah memanas.

Tidak ada wanita mana pun di dunia ini yang malu memiliki suami seperti Ethan.

Sebelum istrinya protes lagi, Ethan mendorong mundur kursi kebesarannya, lalu membantu Ivy berdiri sambil meraih tangan wanita itu.

“Ayo. Kau ikut denganku ke ruang rapat.”

“Apa?” Ivy terkejut, langsung menggeleng. “Tidak, Ethan. Aku di sini saja.”

Ethan menatap Ivy lekat-l
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Palsu Presdir   366. Aku Memilih

    Iris bertanya dengan tatapan matanya yang mengunci tatapan Declan. Declan menatap Iris lurus-lurus. Seolah jarak profesional di antara mereka sudah hangus terbakar. “Tidak.” Iris mengangguk kecil. Sudut bibirnya terangkat tipis, penuh kepuasan yang dingin. “Kalau begitu, aku juga.” Setelah itu, Iris kembali menunduk membaca dokumennya dengan tenang. Declan juga kembali merapikan berkas di samping meja dengan gerakan yang sama. Di dalam ruangan yang sepi itu, mereka tidak mengucapkan kata-kata manis yang lembut dan penuh rayuan. Apalagi sebuah pelukan atau ciuman yang panas. Tapi mereka berdua tahu, sesuatu yang gelap di antara mereka telah mengikat hidup satu sama lain. Dan mereka sangat sadar akan hal itu, terutama Iris. *** Seminggu setelah malam itu, hujan badai melanda Alden sejak sore. Listrik di gedung Winchester Corporation sempat berkedip dua kali sebelum akhirnya generator cadangan menyala, menyisakan lampu kuning yang remang di ruangan Iris. Iris sedang memotong beb

  • Istri Palsu Presdir   365. Agak Menyeramkan? Aku Tidak Yakin

    Iris berpikir sebentar. Memastikan sekali lagi bahwa hidupnya memang sedang diambil alih, tapi ia tidak merasa terganggu sama sekali.“Tidak. Lanjutkan saja.”Declan mengangguk. “Baiklah.”Iris sadar ia telah menyerahkan kendali hidupnya pada Declan. Dan ia jelas paham konsekuensi dari tindakannya itu.***Sore hari ketika menyusuri lorong kantor, Iris dihampiri oleh seorang direktur senior yang sudah lama menjadi rekan kerja Ethan.“Miss Winchester.”Iris menghentikan langkahnya. “Ya?”“Maaf mengganggu. Tadi pagi saya sempat bertemu beberapa kolega lama ayah Anda.”Iris menunggu. Sudah tahu ke arah mana pembicaraan ini akan berlanjut. “Mereka kembali menanyakan Anda,” jelas pria paruh baya itu.“Untuk apa?” Iris pun sebenarnya sudah bosan dengan pertanyaannya ini.Pria itu tersenyum tipis. “Mereka masih berharap hubungan kedua keluarga bisa berlanjut. Katanya ... kalau suatu hari Anda berubah pikiran, mereka ingin menjadi orang pertama yang mengetahuinya.”Iris tidak menunjukkan rea

  • Istri Palsu Presdir   364. Dia yang Mulai Mengatur Hidupku

    Iris terdiam sebentar. Ia mencari kata yang tepat. “Berdiri di depan orang lain.”Declan tidak langsung menjawab, lalu perlahan membuka mulut. “Kalau itu memang diperlukan.”“Karena itu tugasmu?” Kedua alis Iris sedikit terangkat.“Sebagian.” Singkat dan datar jawabannya.Kali ini Iris mengerutkan kening. “Lalu … sebagian yang lain?”Declan balas menatap Iris. Tidak lama, tapi tetap membuat Iris menunggu.“Karena saya tidak suka melihat orang terluka di depan saya.”Iris masih menatap wajah Declan. “Kau … seperti itu pada semua orang?” Ada nada penasaran yang samar.Suasana menjadi hening.“Tidak,” jawab Declan tenang.Iris mengangkat alis kembali. Ada sesuatu dalam hatinya yang terus mendorong untuk mendapatkan jawaban. “Lalu?”Declan menarik napas pendek. “Hanya pada seseorang yang menjadi tanggung jawab saya.”Iris tidak langsung merespons. Ia menatap mata Declan, mencoba mencari kebohongan, tapi sepertinya tidak ada. Akhirnya Iris mengangguk. “Kalau begitu ... jangan sampai kau m

  • Istri Palsu Presdir   363. Siang Bersamamu

    “Kecepatan langkah Anda ternyata punya arti tertentu.”Iris mengernyit, namun tidak membalas ucapan Declan.Lift tertutup.Dan Iris menilai, suasana di antara mereka terasa jauh lebih ringan dibandingkan sejak pagi tadi.***Dua puluh menit kemudian, mereka tiba di sebuah restoran semi outdoor yang cukup teduh di sudut utara Alden.Udara siang terasa sejuk karena banyaknya pohon besar yang menaungi area makan terbuka itu.Begitu duduk, Iris langsung mengambil menu.“Aku pesan sup jamur dan pasta lemon.”Pelayan mengangguk lalu menoleh ke Declan.“Saya ikut yang paling cepat selesai saja.”Iris langsung mengangkat kepala dari menu. “Kau makan untuk hidup atau sedang dihukum?”Declan terlihat sedikit terdiam sebelum akhirnya menjawab, “Saya tidak terlalu memikirkan makanan.”“Itu menyedihkan.” Iris mengangkat alis. “Begitu ya, Miss?” Declan tampak berpikir.Iris menutup menu. “Makanan yang buruk bisa merusak suasana hati seharian.”“Dan makanan bagus?” tanya Declan, serius. Seakan sela

  • Istri Palsu Presdir   362. Sang Asisten

    Direktur itu membuka kembali dokumennya dengan cepat. “Kemungkinan ada revisi dari tim keuangan, Miss Winchester.”“Kemungkinan bukan jawaban.” Nada suara Iris tidak tinggi, tapi langsung membuat suasana berubah tegang.Declan, yang sejak tadi diam, membuka tablet tipis di depannya. Matanya bergerak cepat membaca beberapa data sebelum akhirnya ia memutar layar itu sedikit ke arah Iris.“Versi minggu lalu menggunakan proyeksi lama,” ucap Declan tenang. “Tim keuangan menggantinya tadi subuh, tapi file pembandingnya belum diperbarui.”Iris melihat layar itu sebentar. Dan … tepat sekali. Ia kembali menatap direktur di depannya. “Lain kali, pastikan saya tidak menjadi orang terakhir yang mengetahui perubahan data perusahaan saya sendiri.”“Maaf, Miss Winchester.” Pria paruh baya itu sekilas menunduk, lalu melirik tajam Declan.Sementara Iris bersandar pelan di kursinya. Lalu, tanpa menoleh pada Declan, ia berkata singkat, “Catat itu.”“Sudah,” jawab Declan.Jemari Iris berhenti mengetuk me

  • Istri Palsu Presdir   361. Pendamping Baru

    Ethan tidak membantah. Ia justru kembali memangkas jarak di antara mereka sehingga Ivy bisa merasakan deru napasnya. “Dan mereka memang akan selalu selamat. Karena itulah kita berlatih,” ucap Ethan rendah, suaranya sangat dalam. “Aku tidak memaksa mereka, Ivy. Aku hanya memberi mereka sarana untuk menjaga apa yang paling berharga bagi mereka. Sama seperti aku menjagamu, Sayang.” Ivy tidak lagi membuka mulut untuk mendebat suaminya. Ia selalu percaya pada Ethan. Baik dulu, sekarang, ataupun nanti sampai akhir hidup mereka. Sementara dua penerus Winchester sudah memantapkan banyak niat dan rencana dalam benak mereka. Menatap ayah dan ibu mereka dengan tatapan hangat, bangga, dan bahagia sekaligus. *** Tahun-tahun setelah insiden di Alden Hall berlalu seperti deru angin yang tenang namun pasti. Di kantor pusat Winchester Corporation, sebuah plakat logam di meja jati utama perlahan diganti. Nama Ethan Winchester tidak lagi terukir di sana sebagai Presiden Direktur. Nama pria pa

  • Istri Palsu Presdir   241. Dia Kembali

    Dokter memeriksa respon pupil Ethan, menekan perlahan di atas tulang alis. Lalu ia mengamati angka monitor selama beberapa detik. Ada perubahan kecil di sana, meski tidak terlalu terlihat, tapi menumbuhkan harapan besar.“Kami melihat peningkatan yang konsisten sejak pagi,” ujar dokter itu akhirnya

  • Istri Palsu Presdir   240. Aku Menunggu

    Ivy tidak tahu berapa lama ia berdiri di depan pintu IGD. Yang ia tahu hanya suara-suara cepat dari monitor yang naik turun.Lalu semenit kemudian, pintu ditutup.“Maaf, Nona. Kami harus menutup area,” ujar seorang perawat, bernada sopan dan tegas sekaligus.Ivy hanya mengangguk. Tidak ada tenaga u

  • Istri Palsu Presdir   238. Runtuh Seketika

    Hanya kilatan lampu putih besar yang menerobos kabut hujan. Ban mobil yang melintasi genangan besar menyebabkan hydroplaning mendadak. Bagian belakang mobilnya tergelincir ke kiri. Ethan mencengkeram kemudi kuat-kuat. “Sial!” “Ivy—tunggu!” Ia berusaha menahan mobil tetap lurus, tapi hujan san

  • Istri Palsu Presdir   235. Pria yang Kupilih

    Arthur menatap cucunya lekat-lekat. Penuh dugaan, namun ia sudah menebak apa yang akan Ivy bicarakan dengannya.“Ayo, ke ruang kerjaku,” perintahnya datar, menghabiskan langkahnya di tangga, dan melewati Ivy.Ivy menghela napas pelan, lalu mengikuti sang kakek.Mereka duduk bersamaan di kursi masin

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status