Share

Ingin Pindah

Penulis: Chili Cemcem
last update Tanggal publikasi: 2026-04-28 23:57:18

Suasana di kediaman mewah milik Papa Rajes siang itu terasa begitu hidup namun penuh dengan dinamika tersembunyi. Meskipun Adam dan Areta menempati salah satu sayap rumah yang sangat luas dan nyaman, tetap saja ada perasaan "menumpang" yang terkadang menghinggapi benak Adam sebagai seorang kepala keluarga.

​Begitu Mama Veronica dan Papa Rajes sampai di kamar cucu mereka, ketegangan semalam langsung mencair menjadi haru biru keluarga besar.

​"Maafkan Mama, Are ... Adam ...." Mama Veronica berk
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pria Culun Itu Suamiku   Ingin Pindah

    Suasana di kediaman mewah milik Papa Rajes siang itu terasa begitu hidup namun penuh dengan dinamika tersembunyi. Meskipun Adam dan Areta menempati salah satu sayap rumah yang sangat luas dan nyaman, tetap saja ada perasaan "menumpang" yang terkadang menghinggapi benak Adam sebagai seorang kepala keluarga.​Begitu Mama Veronica dan Papa Rajes sampai di kamar cucu mereka, ketegangan semalam langsung mencair menjadi haru biru keluarga besar.​​"Maafkan Mama, Are ... Adam ...." Mama Veronica berkali-kali menciumi tangan Arkadia yang sedang tertidur pulas setelah suhunya kembali normal. "ART baru bilang tadi di bawah. Kenapa kalian tidak telepon Mama semalam? Papa bisa langsung minta kolega dokternya datang ke sini jam itu juga!"​Papa Rajes berdiri di samping boks bayi yang terbuat dari kayu mahoni berukir indah, bagian dari kemewahan rumah ini. "Betul, Dam. Di rumah ini, fasilitas apapun bisa kita datangkan secepat kilat. Lain kali, langsung lapor Papa. Jangan menanggung beban sendiria

  • Pria Culun Itu Suamiku   Arkadia Demam

    Malam yang tenang di kediaman Adam dan Areta seketika berubah mencekam saat suara tangis Arkadia terdengar berbeda dari biasanya. Bukan tangis karena lapar atau popok basah, melainkan rintihan kecil yang menyayat hati.Areta yang pertama kali menyadarinya. Saat ia mengangkat Arkadia dari boks, telapak tangannya merasakan panas yang tidak wajar dari dahi sang putra.Kepanikan Ibu Baru“Adam! Adam, bangun!” teriak Areta dengan suara gemetar.Adam langsung terduduk tegak. Ia melihat Areta berdiri di tengah kamar dengan wajah pucat pasi, mendekap Arkadia yang wajahnya tampak kemerahan. Adam segera mengambil termometer digital dan menyentuhkannya ke dahi Arkadia.38,5° Celsius.“Dia demam tinggi, Adam. Bagaimana ini? Apa aku salah memberinya makan? Atau dia tertular virus saat kita ke supermarket kemarin?” Areta mulai menyalahkan dirinya sendiri, air matanya mulai jatuh. Tubuhnya yang masih dalam masa pemulihan mendadak terasa lemas.Adam Sang PenenangMelihat Areta yang hampir his

  • Pria Culun Itu Suamiku   LDR

    Suasana Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pagi itu terasa begitu melankolis. Riuh rendah pengumuman keberangkatan dan langkah terburu-buru penumpang seolah menjadi latar belakang yang kabur bagi Luna dan Pierre. Di jari manis Luna, cincin berlian itu berkilau, menjadi satu-satunya benda yang membuat perpisahan ini terasa nyata namun tidak terlalu menyakitkan.Pierre berdiri di depan gerbang keberangkatan internasional. Ia memegang kedua tangan Luna, seolah enggan melepaskannya meski hanya untuk melewati pemeriksaan paspor.“Aku merasa seperti sedang meninggalkan separuh jiwaku di Jakarta,” bisik Pierre, menatap Luna dengan sorot mata yang sulit untuk berpaling.Luna mencoba tetap terlihat tegar, ciri khas sekretaris tangguh yang selama ini ia bangun. Ia merapikan kerah kemeja Pierre untuk terakhir kalinya. “Jangan berlebihan, Pierre. Kamu hanya pergi untuk menyiapkan tempat bagi kita. Ingat, aku tidak mau tinggal di apartemen yang berantakan di Paris nanti.”Pierre terkekeh, namun

  • Pria Culun Itu Suamiku   Lamaran

    Kehidupan di rumah setelah kepulangan dari rumah sakit ternyata tidak semudah sketsa gaun yang indah. Areta, yang biasanya perfeksionis dan terkontrol, kini berhadapan dengan realita menjadi ibu baru. Kurang tidur yang kronis dan perubahan hormon pascapersalinan membuat mood-nya menjadi sangat labil.Malam itu, jam menunjukkan pukul dua pagi. Arkadia baru saja terlelap setelah menangis selama dua jam karena kolik. Areta duduk di pinggir tempat tidur dengan rambut berantakan dan lingkaran hitam di bawah matanya.Adam, yang juga terjaga namun sempat terlelap sebentar di kursi, terbangun dan mencoba membantu. Ia mendekat dengan langkah pelan, membawa segelas air putih hangat.“Are, minumlah dulu. Kamu sudah sangat lelah,” ucap Adam lembut.Areta menoleh, namun alih-alih senyuman, tatapannya tajam dan penuh amarah yang tertahan. “Air? Kamu baru bangun dan menawariku air setelah aku berjuang sendirian menenangkan Arkadia selama dua jam?”Adam tertegun, mencoba tetap tenang. “Maaf, Ar

  • Pria Culun Itu Suamiku   Berdua Hanya Denganmu

    Sinar matahari pagi yang menembus celah gorden kamar apartemen Luna terasa jauh lebih hangat dari biasanya. Luna terbangun dengan senyum yang langsung mengembang di wajahnya. Ia tidak langsung beranjak, melainkan menyentuh puncak kepalanya, teringat usapan lembut Pierre semalam.Baru saja ia merenggangkan tubuh, ponsel di atas nakas bergetar. Nama “Pierre (Paris)” muncul di layar. Luna berdeham, mengatur suaranya agar tidak terdengar terlalu girang.“Halo?” ucap Luna, berusaha terdengar seperti orang yang baru bangun tidur tapi tetap profesional.“Selamat pagi, ma belle,” suara bariton Pierre terdengar segar di seberang sana. “Aku sudah berada di bawah, di depan lobi apartemenmu. Aku berpikir, sarapan di hotel sangat membosankan. Maukah kamu menemaniku sarapan sebentar lalu aku antar kamu berangkat kerja ke kantor Rajawali Jaya?”Luna bangkit dari tempat tidur, berjalan menuju balkon dan mengintip ke bawah. Benar saja, mobil yang sama dengan semalam sudah terparkir manis di san

  • Pria Culun Itu Suamiku   Luna dan Pierre

    Sore harinya, mereka berkumpul di ruang tengah. Papa Rajes tampak sibuk mengambil foto sang cucu dari berbagai sudut, sementara Mama Veronica bolak-balik memastikan sup sehat untuk Areta tersedia.“Arkadia, lihat Kakek,” ujar Rajes dengan suara yang dipaksakan imut—sesuatu yang belum pernah dilihat Areta sebelumnya dari sosok ayahnya yang kaku.Areta bersandar di bahu Adam, menikmati keramaian kecil di rumahnya. Tidak ada lagi suasana sepi yang dingin. Sekarang, rumah itu penuh dengan suara tawa, diskusi tentang popok, dan rencana masa depan.“Rasanya aneh ya, Adam,” bisik Areta. “Dulu kita hanya bicara tentang persaingan bisnis, sekarang kita bicara tentang kapan Arkadia harus menyusu.”Adam mencium pelipis istrinya. “Itulah indahnya hidup, Are. Kita sudah selesai menjahit masa lalu yang retak, sekarang saatnya kita menikmati pakaian kebahagiaan yang baru ini.”Di tengah kehangatan itu, Arkadia menggeliat kecil dan membuka matanya, seolah menyadari bahwa ia kini telah berada di

  • Pria Culun Itu Suamiku   Dilema Areta

    Areta menunggu momen yang tepat. Begitu ia mendengar suara gemericik air dan denting piring dari arah dapur, pertanda Adam sedang sibuk membereskan bekas sarapan mereka, ia segera bangkit dari kursinya. Dengan langkah berjinjit dan jantung yang masih berdegup kencang, ia menyelinap masuk ke dalam ka

  • Pria Culun Itu Suamiku   Ketahuan Tapi Manis

    Adam bangkit dari tempat tidur, berjalan mendekati pintu kamar mandi. Ia berdiri tepat di depan pintu, masih dengan aura tenang yang membuat Areta di dalam sana semakin gemetar.​"Are, aku sudah siapkan handuk bersih di depan pintu," ucap Adam lembut, suaranya kembali ke mode "Adam si suami perhati

  • Pria Culun Itu Suamiku   Minum Kamu

    Di dalam mobil mewah yang sudah menunggu di lobi (kali ini bukan motor matic), Areta mulai sedikit tersadar. Ia merasa berada di pelukan yang sangat hangat dan sangat wangi, aroma parfum mahal yang sama dengan CEO Rajawali."Dam...?" gumam Areta lirih, matanya terbuka sedikit melihat rahang tegas

  • Pria Culun Itu Suamiku   Rencana Jahat

    “Aku di sini untuk menyaksikan kehancuranmu, Areta! Aku tahu kamu dapat undangan makan malam pribadi. Aku hanya ingin semua orang tahu kalau kamu memanfaatkan kecantikanmu untuk mendekati Pak CEO!”Di tengah keriuhan itu, pintu besar ruangan VIP terbuka. Luna, sang sekretaris, melangkah keluar den

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status