Share

Flashback

Penulis: Eljanes Crocus
last update Tanggal publikasi: 2026-05-29 08:11:54

Begitu banyak remah camilan berserakan di atas meja, dengan gelas anggur yang tak dibiarkan kosong.

Mengenakan kostum tipis, 5 pelayan itu siap berdiri melayani para pria yang tampak asik bersenda gurau.

Di sisi lain Ryan duduk santai mengawasi, tangannya tiba-tiba merogoh ke dalam saku, mengeluarkan botol kecil berisi cairan bening.

Matanya melirik ke depan, memastikan tak ada yang menyadari sebelum dituangkannya ke dalam gelas.

"Ehem!"
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pria milik 'ARANA'   Gengsi sang kakak

    Ana melirik kakaknya, Leo, yang duduk tepat di seberang meja. Sejak tadi, pria yang biasanya menjadi orang paling vokal menentang hubungannya dengan Max, tampak jauh lebih tenang.Leo menikmati hidangannya dengan saksama, memotong daging steak dengan gerakan presisi seolah ia mulai menerima kenyataan pahit bahwa adiknya kini bukan lagi tanggung jawabnya.Namun, ketenangan itu terusik saat rasa mual tiba-tiba naik ke kerongkongan Ana. Aroma truffle dan rempah masakan yang tadinya menggugah selera, mendadak berubah menjadi bau yang menusuk dan memuakkan. Perutnya bergejolak hebat.Ana membekap mulutnya dengan serbet, wajahnya memucat seketika dalam hitungan detik.Tanpa suara, sebuah tangan besar mendarat di punggung Ana. Max, dengan kepekaan yang tajam, mengelus punggung istrinya dengan gerakan memutar yang menenangkan. Sorot matanya yang dingin berubah menjadi penuh perhatian."Ada apa?" tanya Citra, ibu Ana, dengan raut cemas yang kentar

  • Pria milik 'ARANA'   Makan malam keluarga

    Malam itu, kemacetan Jakarta seolah tak berani menyentuh iring-iringan mobil hitam mengilap yang dikirimkan Max. Tidak tanggung-tanggung, Max mengirimkan satu unit Rolls-Royce untuk orang tua Ana, dan masing-masing satu unit Mercedes-Benz untuk keluarga paman dan sepupu-sepupunya.Sarah dan Mia duduk di dalam kabin mobil yang kedap suara, jemari mereka meraba jok kulit yang terasa begitu mahal. Alih-alih merasa senang, wajah mereka justru masam, mencari celah untuk mencela namun hanya bisa terpana saat mobil-mobil itu berhenti di lobi sebuah hotel bintang lima yang telah dipesan secara privat."Ini berlebihan," gumam Sarah saat mereka melangkah menuju penthouse dining room yang menyajikan pemandangan 360 derajat kota Jakarta. "Pasti ini semua hasil dari hutang."Namun, ucapan Sarah tertelan saat ia melihat Max berdiri di ujung meja panjang. Pria itu tampak sangat berkuasa dalam setelan bespoke suit yang membalut tubuh tegapnya."Tunggu..." Sarah m

  • Pria milik 'ARANA'   Anak angkat

    Di lantai bawah, Helena menatap Max dengan tatapan memohon. "Lalu bagaimana, Max? Meski terlambat... aku ingin membujuknya. Aku ingin Syla kembali."Max terdiam sejenak, menatap kosong ke arah taman luar yang mulai gelap. "Tidak ada cara lain, Bu. Syla sudah dibutakan oleh kebencian. Kita harus menghancurkan Sidney dulu lalu mengambil alih seluruh asetnya. Biarkan mereka jatuh hingga ke titik terendah."Suara Max terdengar dingin tanpa ampun. "Setelah mereka tidak punya apa-apa lagi, selanjutnya terserah Ibu. Ibu bisa datang sebagai penyelamat dan mengajak putri Ibu pulang. Saat itulah dia tidak punya pilihan selain bersandar pada Ibu.""Tapi..." Max menjeda kalimatnya, "jika aku tahu dia melakukan kejahatan yang lebih parah di luar pemalsuan wasiat ini, Ibu tidak boleh melindunginya. Hukum tetap harus berjalan."Helena mengangguk pelan dengan wajah lesu. "Baiklah."​Max berbalik, meninggalkan ibunya yang masih meratapi nasib di sofa. Ia

  • Pria milik 'ARANA'   Rahasia kelam

    Di lantai bawah, suasana mendadak hening. Max berdiri mematung di dekat jendela besar, sementara Helena memperhatikan putranya dari sofa. Sebagai ibu, ia sadar ada sesuatu yang mengusik ketenangan Max. Wajah kaku putranya itu seakan sedang menahan badai besar yang siap meledak kapan saja."Ada apa, Max?" tanya Helena lembut.Max tidak langsung menjawab. Ia membalikkan tubuh, menatap ibunya dengan tatapan yang sulit diartikan. "Syla kemarin datang menemuiku."Tring!Gelas teh yang dipegang Helena berdenting halus saat bersentuhan dengan tatakannya. Tangan wanita itu bergetar. Ia terdiam, raut wajahnya berubah tegang, namun ia memilih bungkam, seolah sedang menimbang-nimbang rahasia yang harus ia simpan selamanya."Dia bilang, dia adik kandungku," lanjut Max dengan suara rendah. "Aku tidak memiliki ingatan apa pun tentangnya. Karena itu, aku menganggapnya gila dan mengusirnya."Helena membuang muka, menatap hampa ke arah lantai. Ia

  • Pria milik 'ARANA'   Rumah suami

    Di dalam ruang kerja yang kedap suara itu, suasana mendadak terasa berat. Ana duduk gelisah di sofa, jemarinya meremas satu sama lain, sementara matanya sesekali melirik ke arah meja kerja besar di sudut ruangan.Di sana, Max berdiri sebelum akhirnya duduk dengan khidmat. Wajahnya mengeras, sangat serius, seolah dunia sedang dipertaruhkan dalam tumpukan kertas yang diberikan Fero. Bunyi lembaran dokumen yang dibalik terdengar tajam di tengah keheningan.Pikiran Ana melantur jauh pada bisikan Fero sebelumnya. "Sebenarnya siapa yang mereka maksud?" batin Ana getir. Tangannya tanpa sadar mengelus perutnya yang masih rata. "Jangan bilang... ada gadis lain di luar sana yang juga sedang mengandung anaknya?"Rasa sesak yang asing merayapi dada Ana. Ia merasa seperti terjebak dalam labirin rahasia pria yang kini menjadi suaminya.Sementara itu, di balik meja kerja, Max terpaku pada baris demi baris hasil penyelidikan Fero tentang Syla.Max menari

  • Pria milik 'ARANA'   Konflik di lantai teratas

    Ana duduk terdiam di deretan kursi tunggu rumah sakit. Aroma antiseptik yang tajam biasanya membuatnya mual, namun perhatiannya kini teralih sepenuhnya pada layar televisi besar yang terpasang di sudut ruangan.Sebuah berita finansial sedang memutar cuplikan konferensi pers megah. "...kehadiran Djiwa Group, perusahaan global yang baru saja meresmikan cabang utamanya di Indonesia, diprediksi akan mengubah peta ekonomi nasional secara drastis. Di sisi lain, saham Sidney Group dilaporkan anjlok ke titik terendah dalam satu dekade terakhir. Para analis menduga ada persaingan pasar yang memojokkan Sidney... mereka bahkan mulai mempertanyakan langkah apa yang akan diambil oleh direktur perusahaan untuk menghadapi krisis tersebut."Mata Ana menyipit. Nama Djiwa Group terdengar asing namun otoritasnya mampu mengguncangkan dunia. Saat itulah, sebuah bayangan tinggi menutupi pandangannya."Ayo. Aku sudah selesai."Max berdiri di depan, menggenggam kantong p

  • Pria milik 'ARANA'   Berpindah tubuh

    Tut... Tut... Tut... Suara monoton alat medis itu adalah hal pertama yang menyambut kesadaran Reta. Aroma antiseptik yang tajam menusuk indra penciumannya, kontras dengan hawa sejuk pendingin ruangan yang membelai kulit. Reta mengerang pelan. Matanya mengerjap, beradaptasi dengan cahaya lampu pu

  • Pria milik 'ARANA'   Pengkhianatan

    "S-sakit... Kenapa gelap sekali?" batin Reta. Hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang menyentak kesadaran Reta. Namun, rasa nyeri yang hebat di sekujur tubuh memaksanya tetap terpejam. "Argh!" Reta mengerang, merintih dalam sesak. Saat kelopak matanya perlahan terbuka, ia tertegun. Dunianya jun

  • Pria milik 'ARANA'   Salah orang

    Pukul 19.00 Hamparan lantai yang begitu luas, cahaya terang serta hentak kaki yang saling bersahutan. Di depan rak kaca, terlihat bayangan gadis tengah berjalan bersama kakak laki-lakinya. Kedua tangan mereka sibuk menenteng beberapa kantong plastik, "Mau beli apa lagi?" gumam Leo, Melirik ujung

  • Pria milik 'ARANA'   Ziarah duka

    Kediaman keluarga Pratama terasa tenang. Meski tak semegah rumah keluarga Sidney, perabotan di sini tertata rapi. Areta, yang kini menghuni tubuh Arana, teringat bahwa keluarga ini terpaksa memecat pelayan demi membiayai pengobatannya. "Biar Leo saja yang mengantar Ana ke atas," tawar Leo sigap. C

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status