Home / Mafia / RAHIM PELUNAS HUTANG / 03 | PESTA PERNIKAHAN

Share

03 | PESTA PERNIKAHAN

Author: finarsky
last update Last Updated: 2025-11-24 02:46:37

Tatapan Violet sungguh kosong dengan gaun pernikahan sederhana yang sudah menutupi seluruh tubuh kecilnya.

Menikah dengan ketua mafia yang kejam sama sekali tidak pernah terlintas di dalam angan-angan Violet sedikit pun.

Dan kini, pernikahan tersebut akan berlangsung dalam waktu dekat ini.

"Ya Tuhan, aku benar-benar terlihat seperti domba kecil yang sedang ketakutan." Gumam Violet pelan, mengambil nafas dalam-dalam lagi kemudian menghembuskan perlahan.

Suasana gereja sudah ramai, beberapa orang tersebut adalah anggota mafia Keluarga Morgan.

Tidak ada keluarga Violet maupun teman dekat wanita tersebut di dalam gereja megah itu.

BRAK!!

Pintu gereja terbuka dengan kasar tiba-tiba dimana Justin muncul, masuk ke dalam gereja dengan kemeja putih yang sudah bernoda darah.

Bibir Violet memucat seketika saat Justin sudah berdiri di depannya.

Tangan yang ada sisa darah beserta kemejanya, tidak membuat orang yang ada di dalam gereja ketakutan.

Benar, semua orang yang ada di dalam gejera tersebut sudah mengetahui bagaimana kejamnya seorang Justin.

Penuh luka ataupun darah sangat umum di dalam kehidupan mafia.

"Kemeja kau berdarah." Ucap Violet pelan.

Justin tersenyum tipis, "Bukan darahku, tenang saja."

"Sebelum aku menikah hari ini, ada sesuatu yang harus aku urus." Lanjut jawab Justin kemudian.

Setelah mengucap sumpah pernikahan di depan pendeta, tangan Justin meraih tangan Violet dengan cepat.

"Kau harus mengetahui apa prinsip seseorang yang sudah masuk ke dalam Keluarga Morgan, Princess." Ucap Justin menatap Violet.

Violet mendongakkan kepalanya, menatap kedua mata Justin begitu saja tanpa ragu.

"Katakan, Princess. Apa prinsip itu?" Ucap Juatin lagi, bertanya kepada Violet.

Violet menelan ludahnya kasar, memalingkan wajah singkat menatap semua orang yang ada di dalam gereja tersebut.

Tidak ada manusia lain yang Violet kenal di dalam gereje tersebut selain Justin.

Violet ingin mundur dari pernikahannya bersama Justin, tidak bisa.

Mereka berdua tepatnya Justin dan Violet sudah mengucap janji pernikahan, mereka kini sah menjadi pasangan suami istri secara resmi.

"Aku bersumpah, aku akan masuk ke dalam Keluarga Morgan dalam keadaan hidup dan akan keluar dari Keluarga Morgan dalam keadaan mati."

Itulah sumpah untuk masuk ke dalam marga Morgan.

Violet Anderson telah berubah menjadi Violet Morgan.

"Bagus." Jawab Justin pelan, tersenyum tipis bersamaan dengan tangan yang mendorong cincin ke jari manis Violet.

Pendeta menatap Justin dan Violet bergantian, tersenyum penuh arti kemudian mengangguk singkat menatap pria tersebut.

"Sekarang kau boleh mencium pengantinmu." Ucap Pendeta kepada Justin.

Justin menatap singkat cincin berlian yang berhasil pria itu pasangkan tepat di jari manis milik Violet.

"Entah ini ciuman pertamamu atau bukan, namun yang jelas untuk malam ini aku akan mengambil semua yang ada di dalam dirimu."

"Aku aku membuat ciuman di pernikahan kita ini tampak manis, Princess." Ucap Justin lagi kepada Violet.

Tidak menunggu jawaban Violet, Justin segera menempelakan bibirnya tepat di bibir Violet.

Mereka berdua berciuman sekaligus saling melumat singkat beberapa detik.

Para tamu bersorak senang melihat Justin dan Violet berciuman intim di atas altar, benar-benar sumpah pernikahan yang meriah untuk Justin Morgan sebagai ketua mereka.

"Resmi sudah.. Aku resmi menikah dengan Justin, Justin Morgan."

"Ketua mafia seperti dewa pencabut nyawa yang kejam, seorang raja sekaligus seorang monster."

"Kau adalah Violet Morgan sekarang ini, seorang persembahan untuk raja mafia malam ini."

Begitulah jeritan batin Violet saat wanita tersebut sudah berada di dalam mobil yang sama dengan Justin.

Upacara pernikahan telah selesai.

Mereka berdua tepatnya Violet dan Justin kini melakukan perjalanan pulang bersama dengan tujuan mansion Morgan.

"Wow, pengantin Justin sangat cantik." Ucap seoranga wanita yang tiba-tiba menyambut kedatangan mereka.

Tangan Violet ditarik oleh dua orang wanita begitu saja, masuk ke dalam mansion tersebut kemudian mendorong wanita tersebut agar duduk di salah satu kursi kosong.

Semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut menatap Violet.

Acara lemparan penahan gerter telah tiba.

Justin akan melepaskan sebuah ikatan kecil yang melingkar di paha Violet menggunakan giginya.

Wow, acara yanh sungguh menegangkan untuk Violet.

"Justin sungguh seksi, Violet benar-benar beruntung bisa mendapatkan Justin."

"Justis memang tampak sekaligus seksi."

"Semua wanita mengakuinya."

"Tapi Violet tidak akan beruntung atas pernikahan ini."

"Violet tidak akan merasa beruntung setelah Justin selesai menaklukkannya malam ini."

"Terlihat seperti domba yang menikah dengan serigala besar."

"Violet tidak akan selamat dari ranjang Justin."

Kalimat itulah yang mampu masuk ke dalam indra pendengaran Violet hingga wanita tersebut hanya terdiam kaku, menatap Justin yang berjalan mendekat ke arah dirinya.

Justin menatap Violet, berjongkok dengan perlahan dan mulai membuka gaun pernikahan tersebut tanpa ragu.

Dengan santai dan penuh keyakinan, gigi Justin berhasil menarik turun kain yang melingkar di paha Violet tersebut hingga terlepas.

Justin melempar kain tersebut entah kemana, pria tersebut tidak peduli.

Bagaimana dengan Violet?

Detak jantung Violet berdegup kencang bukan main dengan mata yang menatap Justin, menurunkan kain itu dengan santai.

"Kakimu bergetar hebat, Princess." Ucap Justin menatap Violet bersamaan dengan tangan yang berada di kaki wanita tersebut, menghentikan getaran itu.

Justin dan Violet saling menatap satu sama lain, mata mereka saling memandang hingga pria tersebut tersenyum tipis begitu saja.

Justin masih tidak menyangka jika pria tersebut akan menikah dengan sembarang wanita mengingat Justin sendiri sudah tidur dengan banyak wanita di luar sana.

Semua wanita dengan senang menawarkan tubuhnya sendiri hanya untuk tidur dengan Justin.

Memohon kepada Justin tanpa ragu dan tanpa malu.

Tidur dalam artian lain, berhubungan ranjang yang panas tepatnya.

"Kaki kau bergetar karena takut denganku.."

"Atau kau tidak sabar melewati malam yang bersemangat denganku di atas ranjang kita, Princess?" Ucap Justin kemudian bertanya kepada Violet.

Dengan nafas menderu karena takut sekaligus panik menjadi satu, Violet tetap memberanikan diri untuk membalas tatapan Justin.

"Justin.." Panggil Violet pelan, berusaha menarik kakinya dari tangan Justin.

Tangan Justin berada di paha Violet semakin rapat, bibir pria tersebut lagi dan lagi tersenyum tipis menatap Violet.

Wajah Violet benar-benar terlihat ketakutan sekaligus gugup menjadi satu.

"Mungkin aku bisa membuat kakimu tidak bergetar lagi seperti sebelumnya, Princess." Ucap Justin pelan kepada Violet.

Justin kemudian mendekatkan bibirnya tepat di samping telingan Violet.

"Tapi aku akan membuat kau tidak bisa turun dari ranjang kita, Princess.. Tidak bisa berjalan apalagi."

"Itu sangat mudah untuk aku lakukan malam ini."

"Diatas ranjang kita, kau akan mengerang nikmat di bawah tubuhku."

"Kau akan memohon kepadaku, Violet. Kau akan memohon kepadaku agar aku segera memasuki tubuhmu."

"Ingat itu, Violet."

--

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • RAHIM PELUNAS HUTANG   08 | TEMAN RANJANG JUSTIN ??

    "Kau wanita yang bernama Violet itu?" Suara wanita yang datang tiba-tiba menghampiri Violet. Violet yang sedang duduk di teras samping mansion seketika memalingkan wajahnya, menatap wanita tersebut. Wanita cantik dengan pakaian seksi, tubuh berisi sekaligus rambut hitam panjang kini berdiri tegap di depan Violet. Kedua tangan wanita itu terlipat rapat di depan dada, wajah menampilkan kesombongan dan bibir yang menunjukkan ekspresi penuh remeh. "Kau siapa?" Tanya Violet kemudian. Daripada bertanya-tanya penasaran kepada dirinya sendiri, Violet lebih memilih memberanikan bertanya begitu saja tanpa ragu. "Gracia Holland." Jawab wanita tersebut, memperkenalkan diri kepada Violet. Violet mengerutkan keningnya menatap kebingungan siapa wanita yang bernama Gracia itu. "Kau pasti ingin mengetahui siapa aku, bukan?" Tanya Gracia, terdengar sombong seperti sebelumnya.Gracia kemudian mengibaskan rambut panjangnya penuh percaya diri kemudian menatap remeh ke arah Violet. "Aku adalah sat

  • RAHIM PELUNAS HUTANG   07 | PERCAYA & SETIA

    "Eughhh.." Erang Violet bersamaan dengan membuka matanya perlahan. Sinar matahari berhasil masuk ke dalam kamar Justin dimana Violet terpaksa harus membuka matanya.Mata Violet melotot terkejut saat melihat tangannya sendiri memeluk tubuh Justin dengan hangat."Astaga, aku benar-benar menyentuhnya." Gumam Violet kepada dirinya sendiri.Violet segera mengubah posisinya menjadi duduk kemudian melihat tubuhnya sendiri di bawah selimut tebal itu."Tidak ternyata." Ucap Violet pelan dengan bernafas lega setelah menyadari bahwa wanita tersebut belum bercinta dengan Justin.Benar, Violet tidak akan melepas keperawanannya sebelum wanita tersebut benar-benar siap menerima Justin. Tidak peduli dengan waktu yang telah ditentukan oleh Justin, Violet hanya ingin bercinta dalam keadaan siap dan tentunya berani.Malam pertama dan penuh perbincangan sebelumnya telah Violet lewati, tanpa rasa takut dan tegang seperti sebelumnya. Malam yang harusnya Justin bercinta dengan Violet, berubah menjadi mal

  • RAHIM PELUNAS HUTANG   06 | KEPERAWANAN

    "Mengapa kau selalu menegang saat aku menyentuhmu, Princess?" Tanya Justin, menatap Violet yang sedang duduk di pinggir ranjang itu. Desahan serta erangan palsu yang keluar dari bibir Violet sebelumnya sukses membuat Keluarga Morgan percaya jika mereka berdua telah bercinta. Bercinta dengan brutal, saling menikmati satu sama lain hingga saling memiliki. "Aku sedang bertanya kepada kau?" "Kau tidak akan menjawabnya?" Lanjut ucap Justin bertanya kepada Violet.Violet dengan perlahan mendongakkan kepala menatat Justin, mencoba untuk tidak takut lagi dengan pria tersebut."Tidak." Jawab Violet singkat kemudian mengalihkan pandangan matanya ke arah lain.Tidak menatap kedua mata tajam Justin adalah pilihan yang tepat saat ini.Violet sadar jika Justin mungkin saja marah kepadanya mengingat wanita tersebut belum siap untuk melakukan hal itu.Melakukan adegan ranjang yang panas sekaligus penuh kenikmatan di malam pertama mereka.Justin berjalan mendekat ke arah Violet dan duduk tepat di

  • RAHIM PELUNAS HUTANG   05 | ISTRIKU, VIOLET MORGAN

    "Akhirnya kita ada di puncak acara malam ini.." "Puncak acara yang sudah lama kita nantikan sejak pagi sebelumnya." "Puncak acara kita malam ini adalah.." "Melihat Justin bercinta dengan Violet, di dalam kamar mereka." "Violet yang terdengar masih perawan akan mengerang nikmat di bawah tubuh Justin." Violet yang memiliki tubuh lebih pendek dari Justin seketika mendongakkan kepalanya menatap pria tersebut dengan mata melotot. Para tamu sendiri yang mendengar hal tersebut seketika bersorak riang sekaligus senang bukan main. "Ini tradisi keluarga Morgan." Ucap Justin menundukkan kepalanya menatap Violet. Violet menelan ludahnya kasara setelah mendengar kalimat pernyataan Justin sebelumnya. Tradisi, katanya? Bagi Violet itu adalah tradisi gila yang benar-benar menjijikkan. Demi apapun itu, Violet sudah merasa gila belum ada satu hari penuh menjadi istri seorang Justin Morgan. "Semuanya keluar, aku akan membuat Violet mendesah malam ini di dalam kamar ini.

  • RAHIM PELUNAS HUTANG   04 | PERTUNJUKAN

    Justin yang masih berjongkok tepat di bawah Violet kembali tersenyum tipis melihat pengantin wanita itu kini tampak ketakutan menatap. Wajah Violet memerah, tersipu malu mengingat sangat banyak anggota keluarah Morgan yang melihat aktivitas Justin. Aktivitas dimana Justin yang melepaskan kain kecil tepat di paha Violet sebelumnya. "Pipimu semakin memerah, Princess." "Kau tersipu malu setelah aku melakukannya dengan sempurna ritual ini?" Tanya Justin kemudian kepada Violet. Mata Violet berkaca-kaca seketika setelah mengingat bahwa pernikahan gila yang terjadi ini adalah sebatas kontrak, kontrak untuk membayar hutang. Violet semakin merasa takut hingga tanpa sadar mulai meneteskan air matanya, tubuhnya yang masih belum tersentuh siapapun akan menjadi santapan lahap untuk Justin. Santapan serigala besar di atas ranjang dan itu akan terjadi malam ini. "Ritual gila." Jawab Violet pelan. Violet mengusap air matanya kasar begitu saja dengan tatapan tajam mengarah tepat ke mata biru

  • RAHIM PELUNAS HUTANG   03 | PESTA PERNIKAHAN

    Tatapan Violet sungguh kosong dengan gaun pernikahan sederhana yang sudah menutupi seluruh tubuh kecilnya. Menikah dengan ketua mafia yang kejam sama sekali tidak pernah terlintas di dalam angan-angan Violet sedikit pun. Dan kini, pernikahan tersebut akan berlangsung dalam waktu dekat ini. "Ya Tuhan, aku benar-benar terlihat seperti domba kecil yang sedang ketakutan." Gumam Violet pelan, mengambil nafas dalam-dalam lagi kemudian menghembuskan perlahan. Suasana gereja sudah ramai, beberapa orang tersebut adalah anggota mafia Keluarga Morgan. Tidak ada keluarga Violet maupun teman dekat wanita tersebut di dalam gereja megah itu. BRAK!! Pintu gereja terbuka dengan kasar tiba-tiba dimana Justin muncul, masuk ke dalam gereja dengan kemeja putih yang sudah bernoda darah. Bibir Violet memucat seketika saat Justin sudah berdiri di depannya. Tangan yang ada sisa darah beserta kemejanya, tidak membuat orang yang ada di dalam gereja ketakutan. Benar, semua orang yang ada di da

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status