Home / Mafia / RAHIM PELUNAS HUTANG / 02 | CALON SUAMI

Share

02 | CALON SUAMI

Author: finarsky
last update Last Updated: 2025-11-22 12:22:13

"Pergilah!" Perintah Justin.

Lily dan Violet seketika saling memalingkan wajah, bertatapan satu sama lain kemudian mengangguk singkat ke arah Justin.

"Kau yang pergi, Violet tetap tinggal." Ucap Justin tiba-tiba.

Violet seketika menghentikan langkahnya begitu saja sedangkan Lily hanya mengangguk pelan seolah mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja kepada wanita tersebut.

Violet membalikkan tubuhnya begitu saja dan berjalan hati-hati, mendekat kembali ke arah Justin yang saat ini sedang duduk di kursi kebesarannya.

"Untuk apa kau datang ke tempat ini?" Tanya Justin, bersuara berat hingga membuat Violet sedikit merinding karena takut.

"Untuk menghancurkan bisnisku?"

"Seperti itu? Kau dendam karena hutangmu itu?"

Violet menggelengkan kepalanya begitu saja sebagai jawaban atas pertanyaan Justin yang penuh dengan tuduhan itu.

"Lantas, untuk apa kau ke tampatku?"

"Bukankah kau tidak terima opsi dari kedua penawaran yang telah aku berikan kepadamu?" Ucap Justin lagi bertanya kepada Violet.

Demi apapun jika masalah memojokkan seperti ini Justin Morgan adalah juaranya.

Justin mampu membuat lawan bicaranya mati kutu hanya dengan suara besar yang bagi Violet memang sangat membuatnya teritimidasi.

"Aku menunggu jawabanmu, Princess. Bukan terdiam takut seperti ini."

"Aku tidak takut denganmu." Sahut Violet dengan berusaha menutupi ketakutannya.

Justin berdecih pelan kemudian berjalan mendekat ke arah Violet, tangan pria tersebut meraih leher tiba-tiba hingga wanita itu mendongak begitu saja.

Nafas Violet seketika tercekat mengingat tangan kekar Justin benar-benar menekan area lehernya.

"Jawab aku, Vio. Untuk apa kau datang ke tempatku selain menjawab opsi penawaran yang telah aku berikan sebelumnya?" Tanya Justin dengan nada penuh penekanan.

Bola mata yang berwarna biru milik Justin kini menatap tajam tepat ke arah mata Violet yang terlihat ketakutan itu.

Violet tidak pernah berhubungan dengan wanita kejam maupun kasar apalagi seorang mafia seperti Justin.

Justin memang terkenal tampan serta memiliki kekuasaan yang kuat dalam dunia bisnis maupun perdagangan yang lain di setiap wilayah.

Namuan Justin Morgan juga terkenal dengan tidur bersama banyak wanita, wanita diluar sana memohon kepada pria tersebut untuk sekedar melakukah hal gila yang panas di ataa ranjang.

Bukan rahasia umum lagi jika Justin adalah pria penakluk wanita, hanya sebatas ranjang.

"Hanya minum, aku ingin minum disini."

"Tolong lepaskan aku." Ucap Violet kemudian dengan tatapan memohon kepada Justin.

Bibir Justin tersenyum miring setelah mendengar jawabab Violet bersamaan dengan menarik tangannya cepat dari leher wanita tersebut.

Leher Violet seketika memerah akibat cengkeraman tangan Justin malam ini.

"Kau mengatakan hanya ingin minum di tempatku tapi kau melakukan hal gila lainnya, Princess."

"Kau hampir menghancurkan tempat ini dengan memancing keributan diluar sana."

"Kau mengira kau ini siapa?!" Ucap Justin lagi menatap Violet yang sedang menundukkan kepalanya.

"Angkat kepalamu! Aku tidak suka wanita lemah." Perintah Justin bersamaan dengan mendongakkan kepala Violet menggunakkan tangannya dengan kasar.

Violet dengan cepat berdiri dari duduknya dan mendorong pelan Justin agar pria tersebut menjauh begitu saja saat panggilan tiba-tiba masuk ke dalam ponselnya.

"Ibumu sedang kambuh malam ini, Vi."

"Datanglah ke rumah sakit dengan cepat."

"Tolong usahakan membawa uang setengahnya saja dahulu agar ginjal dari pendonor untuk Ibumu bisa di simpan oleh pihak rumah sakit."

"Ada pendonor ginjal yang sehat dan aku takut jika kau tidak membayar minimal setengahnya, ginjal ini akan di ambil oleh pasien lain."

"Cepatlah datang, Vi. Mari kita diskusikan segera kelanjutan penanganan ini."

Tubuh Violet seketika terdiam kaku dengan layar ponsel yang sudah berwarna hitam di tangannya.

Dengan keberanian yang entah berasal darimana, isi otak Violet saat ini hanya Elle seorang.

Elle harus segera di operasi, Elle harus sembuh dan Elle harus sehat apapun yang terjadi.

Hidup Violet hanya untuk kesembuhan Elle, wanita tersebut tidak akan peduli lagi dengan dirinya sendiri mengingat Elle bagi Violet adalah segalanya.

"Aku pilih opsi pertama, menikah dengan kau dan memberikan kau anak dalam kurun waktu satu tahun." Ucap Violet tiba-tiba kepada Justin dan tepat di depan pria tersebut.

Justin seketika mengerutkan keningnya setelah mendengar pernyataan Violet yang tergolong tiba-tiba tersebut.

"Kau sekarang berusia berapa? Harus usia 21 tahun agar nama kau bisa tercatat di kantor sipil." Jawab Justin bertanya kepada Violet, bernada serius seperti sebelumnya.

Violet meraih lengan Justin, "Malam ini usiaku genap 21 tahun sesuai dengan permintaanmu."

"Mari menikah besok dan aku mohon kepadamu malam ini tolong pinjamkan aku uang lagi."

"Aku akan melakukan apapun untuk kau." Ucap Violet kemudian kepada Justin.

Mata Violet yang biasanya tampak terlihat hangat kini terlihat putus asa, putus asa atas segala masalah yang terus saja datang berkali-kali.

Justin seketika tersenyum ringan setelah mendengar pernyataan Violet sebelumnya, wanita tersebut hanya mementingkan uang dan untuk ke depannya akan terus demikian.

Tidak ingin berdebat lagi karena Justin sudah mendapatkan tujuannya, pria tersebut segera mengambil sebuah cek yang ada di meja kerjanya.

"Kau butuh uang berapa malam ini?" Tanya Justin menatap Violet.

Sadar akan tangannya yang masih melingkar di lengan Justin, Violet segera menarik tangannya begitu saja dengan cepat.

"150 miliar, aku membutuhkan 150 miliar." Jawab Violet tanpa ragu.

Dengan ringannya tangan Justin menuliskan nominal tersebut di atas kertas cek yang ada di tangannya.

"Aku berikan kau 300 miliar malam ini dan besok aku akan jemput kau untuk pergi ke gedung sipil."

Tangan Justin meraih pipi Violet, "Jagalah aset kecantikan ini, Princess. Aku tidak ingin melihat kau wajah terpaksa yang cantik ini saat kita menikah besok."

"Jangan mencoba untuk melarikan diri, aku akan menemukan kau di setiap tempat manapun itu bahkan hingga kau terkubur di dalam tanah."

"Pulanglah.." Perintah Justin kemudian kepada Violet.

Tidak menanggapi pernyataan Justin yang terdengar penuh ancaman tersebut, Violet memutuskan untuo berlari keluar dari tempat tersebut dengah segera.

Mata Violet menatap cek yang saat ini ada di tangannya, tubuh sekaligus rahimnya terhitung sudah dibeli oleh Justin Morgan selama satu tahun ke depan.

"Hidup bersama dengan Justin mungkin akan menyakitkan namun jika ada Ibu di sisiku dan melihat Ibu kembali sehat pasti semua akan baik-baik saja." Gumam Violet pelan kemudian menghela nafas pasrah dengan alur hidupnya.

Nafas Violet kembali lega setelah sampai di rumah sakit karena cek tersebut berhasil membayar operasi Elle.

"Ibu.." Panggil Violet bersamaan memeluk Elle yang terlihat lemas di atas ranjang rumah sakit.

Tangan Elle mengusap lembut rambut Violet, "Dokter mengatakan bahwa Ibu akan segera di operasi dengan ginjal yang sehat."

"Kau dapat uang darimana, Vi?" Tanya Elle kemudian.

Violet mengusap air matanya kasar dengan bibir tersenyum manis setelah mendengar pertanyaan Elle.

Violet memutuskan menyembunyikan semuanya termasuk menukar tubuh sekaligus rahim miliknya hanya untuk mendapatkan uang sebanyak itu dari Justin.

"Dari temanku, Bu. Tidak perlu Ibu memikirkan Violet mendapatkan uang itu darimana."

"Yang terpenting saat ini adalah Ibu akan sembuh dan akan segera hidup dengan normal sekaligus sehat seperti sebelumnya." Ucap Violet kemudian kepada Elle.

Violet mengusap wajahnya kasar, matanya terlihat sembab tepat setelah keluar dari kamar inap Elle.

"Kau baik-baik saja, Vi? Jangan berfikiran yang tidak-tidak, Ibumu akan sembuh." Ucap seorang Dokter yang tiba-tiba datang menghampiri Violet di teras rumah sakit.

Edward Smith, Dokter bedah rumah sakit tempat Elle dirawat selama ini dan teman lama Violet di bangku sekolah.

"Jika kau membutuhkan bantuan tambahan uang untuk operasi Ibumu, aku ada.. Kau bisa memakainya dulu."

"Tidak, Edward.. Biaya operasi Ibu sudah lunas, aku sudah melunasi semuanya." Jawab Violet dengan bibir tersenyum tipis menatap Edward.

"Secepat itu, Vi? Kau mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu beberapa jam darimana?" Tanya Edward lagi dengan nada tidak percaya sekaligus penasaran.

"Calon suamiku, calon suamiku yang memberikannya kepadaku."

---

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • RAHIM PELUNAS HUTANG   08 | TEMAN RANJANG JUSTIN ??

    "Kau wanita yang bernama Violet itu?" Suara wanita yang datang tiba-tiba menghampiri Violet. Violet yang sedang duduk di teras samping mansion seketika memalingkan wajahnya, menatap wanita tersebut. Wanita cantik dengan pakaian seksi, tubuh berisi sekaligus rambut hitam panjang kini berdiri tegap di depan Violet. Kedua tangan wanita itu terlipat rapat di depan dada, wajah menampilkan kesombongan dan bibir yang menunjukkan ekspresi penuh remeh. "Kau siapa?" Tanya Violet kemudian. Daripada bertanya-tanya penasaran kepada dirinya sendiri, Violet lebih memilih memberanikan bertanya begitu saja tanpa ragu. "Gracia Holland." Jawab wanita tersebut, memperkenalkan diri kepada Violet. Violet mengerutkan keningnya menatap kebingungan siapa wanita yang bernama Gracia itu. "Kau pasti ingin mengetahui siapa aku, bukan?" Tanya Gracia, terdengar sombong seperti sebelumnya.Gracia kemudian mengibaskan rambut panjangnya penuh percaya diri kemudian menatap remeh ke arah Violet. "Aku adalah sat

  • RAHIM PELUNAS HUTANG   07 | PERCAYA & SETIA

    "Eughhh.." Erang Violet bersamaan dengan membuka matanya perlahan. Sinar matahari berhasil masuk ke dalam kamar Justin dimana Violet terpaksa harus membuka matanya.Mata Violet melotot terkejut saat melihat tangannya sendiri memeluk tubuh Justin dengan hangat."Astaga, aku benar-benar menyentuhnya." Gumam Violet kepada dirinya sendiri.Violet segera mengubah posisinya menjadi duduk kemudian melihat tubuhnya sendiri di bawah selimut tebal itu."Tidak ternyata." Ucap Violet pelan dengan bernafas lega setelah menyadari bahwa wanita tersebut belum bercinta dengan Justin.Benar, Violet tidak akan melepas keperawanannya sebelum wanita tersebut benar-benar siap menerima Justin. Tidak peduli dengan waktu yang telah ditentukan oleh Justin, Violet hanya ingin bercinta dalam keadaan siap dan tentunya berani.Malam pertama dan penuh perbincangan sebelumnya telah Violet lewati, tanpa rasa takut dan tegang seperti sebelumnya. Malam yang harusnya Justin bercinta dengan Violet, berubah menjadi mal

  • RAHIM PELUNAS HUTANG   06 | KEPERAWANAN

    "Mengapa kau selalu menegang saat aku menyentuhmu, Princess?" Tanya Justin, menatap Violet yang sedang duduk di pinggir ranjang itu. Desahan serta erangan palsu yang keluar dari bibir Violet sebelumnya sukses membuat Keluarga Morgan percaya jika mereka berdua telah bercinta. Bercinta dengan brutal, saling menikmati satu sama lain hingga saling memiliki. "Aku sedang bertanya kepada kau?" "Kau tidak akan menjawabnya?" Lanjut ucap Justin bertanya kepada Violet.Violet dengan perlahan mendongakkan kepala menatat Justin, mencoba untuk tidak takut lagi dengan pria tersebut."Tidak." Jawab Violet singkat kemudian mengalihkan pandangan matanya ke arah lain.Tidak menatap kedua mata tajam Justin adalah pilihan yang tepat saat ini.Violet sadar jika Justin mungkin saja marah kepadanya mengingat wanita tersebut belum siap untuk melakukan hal itu.Melakukan adegan ranjang yang panas sekaligus penuh kenikmatan di malam pertama mereka.Justin berjalan mendekat ke arah Violet dan duduk tepat di

  • RAHIM PELUNAS HUTANG   05 | ISTRIKU, VIOLET MORGAN

    "Akhirnya kita ada di puncak acara malam ini.." "Puncak acara yang sudah lama kita nantikan sejak pagi sebelumnya." "Puncak acara kita malam ini adalah.." "Melihat Justin bercinta dengan Violet, di dalam kamar mereka." "Violet yang terdengar masih perawan akan mengerang nikmat di bawah tubuh Justin." Violet yang memiliki tubuh lebih pendek dari Justin seketika mendongakkan kepalanya menatap pria tersebut dengan mata melotot. Para tamu sendiri yang mendengar hal tersebut seketika bersorak riang sekaligus senang bukan main. "Ini tradisi keluarga Morgan." Ucap Justin menundukkan kepalanya menatap Violet. Violet menelan ludahnya kasara setelah mendengar kalimat pernyataan Justin sebelumnya. Tradisi, katanya? Bagi Violet itu adalah tradisi gila yang benar-benar menjijikkan. Demi apapun itu, Violet sudah merasa gila belum ada satu hari penuh menjadi istri seorang Justin Morgan. "Semuanya keluar, aku akan membuat Violet mendesah malam ini di dalam kamar ini.

  • RAHIM PELUNAS HUTANG   04 | PERTUNJUKAN

    Justin yang masih berjongkok tepat di bawah Violet kembali tersenyum tipis melihat pengantin wanita itu kini tampak ketakutan menatap. Wajah Violet memerah, tersipu malu mengingat sangat banyak anggota keluarah Morgan yang melihat aktivitas Justin. Aktivitas dimana Justin yang melepaskan kain kecil tepat di paha Violet sebelumnya. "Pipimu semakin memerah, Princess." "Kau tersipu malu setelah aku melakukannya dengan sempurna ritual ini?" Tanya Justin kemudian kepada Violet. Mata Violet berkaca-kaca seketika setelah mengingat bahwa pernikahan gila yang terjadi ini adalah sebatas kontrak, kontrak untuk membayar hutang. Violet semakin merasa takut hingga tanpa sadar mulai meneteskan air matanya, tubuhnya yang masih belum tersentuh siapapun akan menjadi santapan lahap untuk Justin. Santapan serigala besar di atas ranjang dan itu akan terjadi malam ini. "Ritual gila." Jawab Violet pelan. Violet mengusap air matanya kasar begitu saja dengan tatapan tajam mengarah tepat ke mata biru

  • RAHIM PELUNAS HUTANG   03 | PESTA PERNIKAHAN

    Tatapan Violet sungguh kosong dengan gaun pernikahan sederhana yang sudah menutupi seluruh tubuh kecilnya. Menikah dengan ketua mafia yang kejam sama sekali tidak pernah terlintas di dalam angan-angan Violet sedikit pun. Dan kini, pernikahan tersebut akan berlangsung dalam waktu dekat ini. "Ya Tuhan, aku benar-benar terlihat seperti domba kecil yang sedang ketakutan." Gumam Violet pelan, mengambil nafas dalam-dalam lagi kemudian menghembuskan perlahan. Suasana gereja sudah ramai, beberapa orang tersebut adalah anggota mafia Keluarga Morgan. Tidak ada keluarga Violet maupun teman dekat wanita tersebut di dalam gereja megah itu. BRAK!! Pintu gereja terbuka dengan kasar tiba-tiba dimana Justin muncul, masuk ke dalam gereja dengan kemeja putih yang sudah bernoda darah. Bibir Violet memucat seketika saat Justin sudah berdiri di depannya. Tangan yang ada sisa darah beserta kemejanya, tidak membuat orang yang ada di dalam gereja ketakutan. Benar, semua orang yang ada di da

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status