共有

Bab 3

作者: Sangkarachan
last update 公開日: 2025-12-23 12:45:04

Sheza memegang pipinya yang panas karena tamparan Tora kepadanya.

Dia menatap Tora marah, sedangkan Tora terkesiap dan melihat tangannya sendiri yang sudah menampar Sheza.

Salsa dan ibunya tersenyum lebar saat melihat adegan di depan mereka.

"Wah, sudah main tangan ternyata." ucap Sheza dingin.

Tak ada rasa takut di wajahnya, hanya ada rasa marah dan terluka.

Sedangkan Tora merasa jika akan ada hal lain yang Sheza lakukan setelah ini.

"Tentu saja aku menamparmu, kamu bahkan berani pulang pagi hari. Dimana kamu semalam? Adikmu mengatakan kalau kamu pergi dengan laki laki!!"

Sheza sudah bisa menduga jika Salsa dengan cepat mengadu pada Tora jika dia tak pulang semalaman.

"Oh, jadi dia mengadu pada papa? Wah, rajin sekali dia memantau hidupku!" sindir Sheza pada Salsa.

Salsa gelagapan saat Sheza menatapnya tajam.

"Kak, aku nggak ngadu. Papa tanya dimana kakak, aku hanya memberitahu tentang kakak kepada papa. Dan lagi kakak semalam kemana? Aku juga lihat kakak pergi bersama seorang laki laki? Apa itu pacar Kakak?"

Salsa terus mengoceh panjang dan itu membuat Sheza muak.

"Itu bukan urusanmu, jadi lebih baik mulut kotormu itu diam dan jangan ikut campur!"

Nada bicara Sheza mulai meninggi karena dia merasa jika Salsa kali ini sudah melewati batas kesabarannya.

"Sheza jangan membentak adikmu!"

Kali ini suara Tora mulai meninggi karena dia merasa jika Sheza kelewat batas.

"Bela saja terus meksipun papa tahu aku seperti apa. Ah, dan lagian aku pulang cuma mau ambil barang barang aku. Jadi setelah ini, kalian nggak perlu repot melihat wajahku atau kesal dengan ku!"

Setelah mengatakan itu, Sheza pergi begitu saja dari hadapan Tora yang terlihat bingung. Begitu juga dengan Salsa dan Nana.

Tapi kebingungan mereka terjawab sudah saat Sheza kembali turun membawa sebuah koper baju miliknya.

"Mau kemana lagi kamu?" bentak Tora.

Sheza menghentikan langkahnya, tanpa berbalik dia menjawab pertanyaan sang papa.

"Pergi dari rumah yang sudah seperti neraka buatku!"

Tora tercengang begitu juga dengan Nana dan Salsa. Tapi melihat Sheza tak menoleh kembali ke belakang membuat Salsa tersenyum puas. Tanpa dia repot memikirkan cara yang lain untuk mengusir Sheza ternyata Sheza lebih memilih untuk pergi sendiri.

"Tahu diri juga dia!" Batin Salsa.

Tapi detik berikutnya Salsa penasaran dengan siapa dia pergi. Pasalnya selama ini Sheza tak pernah dekat dengan siapapun. Dan foto yang di berikan kepada Tora ada foto orang lain yang di dandani seperti Sheza agar Tora percaya pasangan.

Salsa berlari ke depan ingin tahu siapa yang membawa Sheza. Tapi terlambat, mobil yang membawa Sheza sudah melaju pergi dari depan rumah Tora.

"Siapa mereka? Kenapa Sheza bisa pulang dan pergi dalam keadaan di kawal seperti itu?"

Salsa penasaran, tapi dia tak mengenali mobil milik siapaa yang membawa Sheza pergi.

Tora membanting guci mahal yang ada disebelahnya. Apa yang di lakukan Sheza begitu cepat sehingga dia tak bisa menahan kepergian Sheza saat ini.

Nana yang sejak tadi diam menghampiri Tora, mengusap pundak suaminya itu agar tak kembali marah.

"Pa, tenanglah. Sheza pasti hanya marah sesaat. Dia akan kembali pada kita. Dia tak bisa apa apa diluar sana tanpa bantuan kita. Jangan khawatir berlebihan."

Tora mengambil napas panjang lalu menghembuskan nya perlahan. Apa yang dikatakan istrinya itu benar. Selama ini semarah marahnya Sheza pasti dia akan pulang. Meksipun di rumah itu dia akan disiksa tapi Sheza tetap jadi anak yang penurut bagi Tora.

"Mama benar, dia nggak punya apa apa, dia pasti kembali!"

Nana tersenyum samar melihat Tora yang sudah marah pada Sheza. Sepertinya rencananya dan juga Salsa berhasil.

#

Sementara itu, di dalam mobil. Sheza terlihat diam, Zello yang ada di sebelahnya merasa aneh.

"Kamu nyesel pergi dari rumah itu?"

Sheza mengangkat kepalanya, tapi mata Zello membola saat melihat pipi Sheza merah bekas tamparan.

"Siapa yang lakuin ini sama kamu?"

Nada bicara Zello berubah dingin, Zello menarik dagu Sheza agar Sheza mau melihat ke arahnya.

"Jawab, kamu punya mulut!" geram Zello.

Sheza menepis tangan Zello dan membiarkan Zello marah kepadanya.

"Kalau kamu memilih diam, aku sendiri yang akan cari tahu. Dan aku patahkan tangannya yang sudah berani menamparmu!"

Sheza memejamkan matanya saat mendengar suara Zello meninggi.

"Nggak usah di cari tahu, aku sendiri yang akan mengurusnya!"

Sudah banyak rencana yang ada di kepala Sheza untuk membalas perbuatan Salsa kepadanya. Terlebih saat ini, Sheza bisa membuat Zello berada di sampingnya dan mendukungnya.

Mobil bergerak menuju tempat tinggal Sheza yang baru dan itu juga atas paksaan dari Zello. Tentu saja dia tak akan menolak apa yang di berikan Zello kepadanya. Dia akan menggunakan itu untuk melawan keluarganya terutama Salsa dan ibunya.

Tak lama, mereka tiba di kediaman Zello. Sebuah hunian yang menurut Sheza terlalu besar jika dia tinggal disana sendirian.

Raka membantu Sheza menurunkan kopernya, berbeda dengan Zello yang masih berada di dalam mobil.

"Tinggal disini, kamu bebas melakukan apa saja disini. Aku langsung pergi!"

Sheza mengangguk, dia tak peduli Zello akan melakukan apa. Yang terpenting saat ini dia bisa keluar dari rumah itu. Meskipun harus mengorbankan dirinya sendiri.

Raka yang melihat Zello diam di dalam mobil merasa aneh karena dua orang ini seperti orang perang dingin.

Zello yang melirik Sheza sudah masuk ke dalam rumahnya berdecak kesal. Seperti nya apa yang mereka lewati semalam tak berarti apa apa buat Sheza.

"Tuan muda, kita mau kemana?"

"Perusahaan, tapi batalkan semua meting yang ada hari ini!"

Raka ingin membantah tapi melihat wajah Zello yang masam Raka memilih untuk diam.

Selama dalam perjalanan Zello terlihat berpikir serius. Tapi berkali kali juga dia terlihat menghela napas nya panjang.

"Tuan muda, kita sudah sampai."

Zello sedikit tersentak saat Raka memberitahu mereka jika mereka sudah sampai di perusahaan.

"Raka, apa yang membuat wanita kesal dengan pasangannya?" tanya Zello tiba tiba.

Uhuk....

Raka tersedak ludahnya sendiri, dia melirik tuannya dari kaca spion.

"Memang tuan sudah punya status yang pasti dengan nona Sheza?" celetuk Raka tanpa sadar.

Mata Raka membola saat menyadari perubahan wajah Zello saat ini. Tapi Zello tak marah, dia hanya menendang kursi yang di duduki Raka saat ini.

Duk....

Setelah melakukan itu, Zello turun dari dalam mobil di ikuti oleh Raka. Aura Zello saat ini membuat semua orang merasa takut. Apalagi Zello datang dengan wajah masamnya.

"Tuan muda sepertinya sedang red Day!"

to be continued

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 54

    Zello benar benar melindungi Sheza dalam hal apapun. Terlebih saat Zello tahu jika Aruna berniat mempermalukan Sheza dengan pakaian yang tak layak. "Zello, ini bukan seperti yang kamu pikirkan. Aku hanya memberinya gaun seperti itu karena cocok dengan image nya." Zello menatap tajam kepada Aruna. Bisa bisanya merendahkan istrinya sampai seperti itu. "Jadi kamu berpikir jika istri yang selalu aku manjakan dengan semua barang mewah bahkan tak pernah ada cacatnya layak mendapatkan pakaian yang tak pantas di pakai? Kamu berniat membuat Sheza malu?" bentak Zello keras. Aruna sampai berjingkat karena kaget dengan nada keras dari Zello. Aruna pucat pasi, pasalnya Aruna tak menyangka jika Zello akan semarah ini. Aruna berpikir jika Zello tak pernah mencintai Sheza dan hanya menjadikannya pelarian dan pengganti. "Ze-zello bukan seperti itu." cicit Aruna takut. "Lalu seperti apa?" Kali ini bukan Zello yang bicara, melainkan Sheza. Sejak tadi dia membiarkan Zello bicara ka

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 53

    Sheza masih berada di ruang ganti bersama asisten managernya. "Wah, nggak nyangka banget kalau baju jelek tadi bisa jadi cantik dan indah begini." "Nggak ada yang jelek, jika memang seorang designer, dia nggak akan bikin pakaian yang akan merusak citra dan pelanggannya." tegur Sheza pada asisten managernya. Asistennya mengangguk sembari meminta maaf, dia tahu jika Sheza bukan orang yang sembarangan menghina orang lain dan karyanya. Setelah semua selesai, Sheza keluar dari ruang ganti. Ternyata saat ingin masuk ke dalam ruang pemotretan dia melihat Zello ada disana bersama Aruna sang designer yang memberikannya baju tak layak untuk pengambilan gambar. Sheza dan asistennya langsung berhenti, memilih mendengar apa percakapan Aruna juga Zello di dalam sana. "Nona nggak mau kesana? Seperti nya designer baru itu ingin mendekati tuan Zello." Asisten manager itu melihat tak suka pada Aruna. Sementara Sheza hanya diam memperhatikan dari tempatnya. Dia tersenyum samar ket

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 52

    Waktu berlalu setelah semua kejadian buruk menimpa Sheza dan Zello. Mereka semakin lengket dan semakin bahagia meskipun mereka kehilangan anak yang masih belum di ketahui jenis kelaminnya. Zello dan keluarganya berhasil meyakinkan Sheza jika perjalanannya masih panjang. Moza tak pernah menyalahkan Sheza dan menuntut Sheza untuk segera hamil anak Zello. Saat ini Sheza tengah menunggu gilirannya untuk pemotretan brand fashion baru dimana designer nya dari awal tak pernah senang dengan keberadaannya. Moza sudah memberi pesan jika ada masalah di perusahaan Sheza harus segera memberitahu. Tapi Sheza masih bisa mengatasinya. Jangan lupakan anak buah Zello yang selalu siaga di dekatnya. Meskipun tak terlihat tapi Sheza tahu jika mereka ada di dekat Sheza. Para kru perusahaan juga mengenal Sheza sebagai menantu kesayangan Moza. Meskipun tanpa Moza sekalipun Sheza tetap bisa terkenal dengan kemampuannya. "Sheza, ini pakaian mu yang akan di kenakan untuk pemotretan." Sheza mengerutka

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 51

    Berita penangkapan Salsa dan Nana tersebar luas di media sosial. Sheza melihatnya di ruangannya. Sejak dia siuman, Sheza hanya diam saja meskipun Zello mengajaknya bicara. Moza juga baru saja kesana untuk mengantar beberapa makanan yang diminta oleh Zello. "Sayang ... kamu mau makan lagi?" Sheza hanya menjawab dengan gelengan kepala. Dia tak bernafsu untuk sekedar makan. Jika bukan karena Moza yang menyuapinya langsung mungkin sampai sekarang Sheza tak akan menyentuh makanan sama sekali. Zello menghela napasnya panjang, dia tak ingin memaksa Sheza untuk sekarang. Beruntung Moza tadi kesana dan itu sedikit membantu. Sheza meraba perutnya yang datar. Zello yang melihat itu ikut merasakan sakit. Mereka bahkan tak tahu jika disana sudah ada malaikat kecil mereka. Tanpa sadar air mata Sheza kembali menetes. "Zello, aku bodoh sekali. Aku tak bisa menjaganya." Zello merengkuh tubuh Sheza yang terlihat kurus saat ini. Dia mengusap punggung Sheza. Tak hanya Sheza yang merasakan

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 50

    Sheza pergi dari sana dengan perasaan tak karuan. Sementara Nana dan Salsa di bawa pergi tanpa bisa bertemu dengan Tora lagi. Tepat saat Sheza ingin masuk ke dalam mobil, tubuh Sheza limbung. Hampir saja Sheza ambruk ke tanah jika Zello tak langsung menangkapnya. "Sayang ...." Zello berusaha membangunkan Sheza tapi tubuh Sheza semakin dingin. "Bawa ke rumah sakit, yang disini biar aku yang urus." Raka menyuruh Zello membawa Sheza ke rumah sakit. Dia khawatir jika Sheza butuh penanganan khusus setelah dia keguguran. Zello mengemudikan mobilnya seperti orang kesetanan. Setelah mendapat info jika Sheza nekat kembali bersama Raka untuk membalas dendam saat itu juga Zello meminta orang tuanya membawa Zello kembali menyusul Sheza. "Sayang ... bertahan sebentar ya ... " Zello tak peduli jika banyak orang yang mengklakson dirinya. Dia tetap menerobos beberapa mobil yang menghadang di depannya. Tak berapa lama, Zello sampai di sebuah rumah sakit. Dia membawa Sheza masu

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 49

    Salsa menggeleng keras karena melihat Nana sedang di siksa oleh Sheza. Tak hanya menampar, Sheza juga menendang Nana berkali kali. Meskipun Nana meminta ampun tapi Sheza tak melepaskan nya begitu saja. Mengingat semua yang terjadi membuatnya gelap mata. Mata Raka membola saat Sheza mengambil sebuah pisau dan ingin menusuk Nana. Tapi dari belakang Raka muncul seorang yang berlari dengan cepat ke arah Sheza. Memeluk tubuh Sheza dengan kuat. Mencegah Sheza melakukan hal keji dengan tenaganya. "Sayang..... jangan....." Tubuh Sheza mematung saat mendengar suara yang sangat di kenali. Raka yang melihat Zello ada disana menghela napas lega. Meskipun dia bingung kenapa tiba tiba Zello sudah ada disana. Zello yang sudah sadar mencari keberadaan istrinya, awalnya Moza dan Farhan ingin menutupinya tapi ternyata Zello memaksa ingin tahu kemana Sheza. Zello sadar di saat Sheza baru saja berangkat bersama Raka. Untuk itulah akhirnya Zello bisa menyusul Sheza meskipun dia belum b

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status