Share

Bab 2

Author: Sangkarachan
last update publish date: 2025-12-23 10:21:21

Pagi hari .....

Mata Zello terbuka lebih dahulu, memegang kepalanya yang terasa pusing.

Saat dia ingin bangun, tangannya terasa berat. Dia menoleh, matanya membeliak melihat seorang wanita masih tertidur pulas di pelukannya.

Zello mencoba mengingat apa yang terjadi dengan mereka semalam. Ingatannya berkelana pada saat malam panas Zello dengan wanita itu.

Senyum tipis muncul di wajah tampannya. Dia merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik wanita itu.

Zello membiarkan tangannya menjadi bantal tidur Sheza. Dia mengambil ponselnya lalu menyuruh Raka mencari tahu tentang apa yang terjadi. Terutama siapa yang menaruh obat kepada minumannya.

"Bawakan aku baju ganti!"

Setelah memberi perintah pada Raka, Zello kembali merebahkan dirinya dengan posisi menyamping ke arah Sheza.

"Wanita ini yang semalam mengguyur jaz mahal ku. Cantik juga ternyata." gumam Zello pelan.

Dia terus mengamati wajah Sheza yang masih tertidur nyenyak.

#

Setengah jam berlalu, terdengar ketukan di depan pintu kamar itu.

Dengan gerakan perlahan, Zello bangkit dari tidurnya meraih celananya.

Ceklek....

Terlihat Raka yang berdiri di depan pintu membawa dua paper bag yang Zello pesan.

Mata Raka melirik ke dalam dan melihat seorang wanita yang masih tertidur pulas disana.

"Mau ku congkel mata kamu?"

Raka menundukkan wajahnya dan memberikan baju yang Zello pesan.

"Tunggu di depan!"

Setelah mengatakan itu, Zello menutup pintu, masuk ke dalam kamar mandi membersihkan diri.

Saat Zello sudah masuk ke dalam kamar mandi, mata Sheza mulai terbuka. Dia memindai seluruh ruangan itu, matanya menyipit mulai mengingat apa yang terjadi padanya semalam. Sekelebat bayangan, dimana dia meladeni apa yang Zello mau. Bahkan berkali kali dia mendesah di bawah tangan kekar Zello. Wajahnya mulai memanas mengingat adegan dimana Zello terus menciuminya dengan ganas.

"Kamu sudah bangun ternyata."

Sheza menoleh, dan matanya melotot saat melihat Zello keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk mandi sepinggang.

"Kenapa kamu nggak pakai baju?" pekik Sheza tertahan.

Sheza menutup wajahnya dengan selimut. Sedangkan Zello terkekeh, rasanya lucu sekali melihat reaksi Sheza saat ini.

"Kamu sudah menikmatinya semalam, kenapa masih malu?" goda Zello.

Blush ...

Wajah Sheza semakin memerah, dia merutuki kebodohannya karena bangun kesiangan. Seharusnya dia bangun pagi dan kabur dari sana.

"Bersihkan dirimu, aku di depan. Setelah ini ada yang harus kita bicarakan!"

Tanpa menunggu jawaban Sheza, Zello keluar dari kamar itu untuk menemui Raka yang sudah menunggunya sejak tadi.

Sedangkan Sheza kembali merubah ekspresinya kembali ke ekspresi aslinya.

"Nggak apa apa aku berkorban sekali lagi jika itu bisa menghancurkan Salsa. Karena aku pastiin jika Zello nggak akan mau meliriknya sama sekali."

#

Di luar kamar, Raka yang sejak tadi menunggu Zello langsung berdiri. Dia sedikit menundukkan kepalanya saat Zello tiba disana.

"Ini berkas yang tuan minta semalam."

Zello menerima berkas pemberian Raka dan mulai membacanya. Identitas Sheza sebagai seorang model juga ada disana.

"Di luar sana banyak gosip yang mengatakan jika nona Sheza adalah perempuan nakal. Dia menghalalkan segala macam cara untuk mempertahankan namanya di dunia model."

Gerakan tangan Zello terhenti, mencerna setiap kalimat yang keluar dari mulut Raka.

Dia tersenyum samar karena dia tahu faktanya seperti apa.

Lalu Zello melanjutkan membaca semua informasi tentang Sheza. Dan matanya menyipit ketika mendapati fakta lain jika Sheza adalah putri kandung di keluarganya tapi di rumorkan menjadi anak haram yang di bawa ke rumah itu.

"Apa kamu sudah menemukan siapa yang memberikan obat itu kepadaku?"

"Nona Salsa, saudara tiri Nona Sheza. Tapi nona Salsa tidak tahu jika tuan sejak semalam bersama nona Sheza." jelas Raka lagi.

"Hapus CCTV dimana aku dan Sheza masuk ke kamar ini. Dan awasi terus apa yang wanita sialan itu lakukan. Jangan sampai dia membuat ulah lagi!"

Raka mengangguk mengerti, dia sempat heran dengan semua perintah yang di berikan oleh Zello kepadanya. Tapi detik berikutnya Raka berdehem saat melihat bekas merah di leher Zello yang mulai berubah keunguan.

"Mereka berdua menikmati malam panas bersama ternyata." batin Raka.

Zello terus membaca semua informasi mengenai Sheza. Tangannya sedikit meremas berkas itu saat Zello membaca sampai dimana Sheza sejak kecil disiksa. Dan Zello mulai mengingat ketika di bagian pinggang Sheza ada bekas luka yang mulai samar tapi Zello yakin bekas luka itu tak akan pernah hilang.

"Ada lagi yang tuan butuhkan?"

Raka mencoba bertanya kembali untuk memastikan jika Zello butuh sesuatu lagi.

Saat Zello ingin menjawab pertanyaan Raka, Sheza keluar dari dalam kamar dengan sudah berganti pakaian.

Dua laki laki itu menoleh bersamaan ke arah Sheza.

"Bisakah aku pulang sekarang?"

Zello menaikkan sebelah alisnya mendengar pertanyaan Sheza.

Tanpa menunggu banyak tanya lagi Zello bangkit dari duduknya.

"Aku yang antar. "

Kepala Shesa yang sejak tadi menunduk tak berani melihat Zello langsung terangkat.

"Tidak, aku bisa pulang pakai taxi." tolak Sheza

"Aku antar atau tidak pulang sama sekali."

Mata Sheza dan Raka melotot bersamaan. Raka tak habis pikir dengan cara yang di pakai Zello untuk menahan Sheza saat ini. Berbeda dengan Sheza yang mulai panik karena Zello akan mengantarnya pulang.

"Tak ada jawaban berarti pulang sama aku."

Setelah mengatakan itu, Zello menarik tangan Sheza untuk membawanya pergi dari sana.

Raka yang masih berdiri di tempatnya di buat bingung oleh sikap Zello. Raka tersadar dari lamunannya saat mendengar teriakan Zello yang memanggil namanya.

Dengan langkah tergesa, Raka menyusul Zello yang sudah berjalan meninggalkan kamar hotel itu.

#

Disisi lain....

Di rumah Sheza sedang terjadi ketegangan disana.

"Pa, aku nggak tahu kakak dimana. Semalam aku bertemu dengan kakak di pesta itu. Tapi saat pesta belum selesai aku sudah kembali ke apartemen." adu Salsa pada papanya.

Sedangkan wanita paruh baya di sebelahnya hanya diam saja dan tak ikut campur.

Tora menggebrak meja karena merasa jika Sheza semakin hari semakin liar. Dia tak kembali pulang sejak semalam di tambah aduan Salsa yang melihat jika Sheza pergi bersama seorang laki laki. Salsa juga memberikan bukti yang dia punya pada Tora. Hal itu lah yang membuat Tora semakin marah.

Saat Tora sudah marah, terlihat Sheza memasuki rumah itu dengan tenang. Tak ada ketakutan di wajahnya. Karena dia sudah bisa menebak apa yang akan terjadi pada dirinya sendiri.

Plak...

Benar saja, saat Sheza masuk ke dalam ruang tamu itu sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus Sheza. pelakunya tak lain tak bukan adalah papa kandungnya sendiri.

"Masih berani kamu pulang?"

to be continued

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 69

    Gita dan Meliya benar benar langsung di skak matt oleh Raka. Tak lama Sheza keluar bersama Cila karena Cila memaksa untuk bertemu dengan mereka. "Bisa tidak, kalian tak buat keributan disini? Kurang semua yang kalian nikmati sampai kalian mengemis disini?" Gita dan Meliya sontak langsung menoleh ketika mendengar suara Cila. Meliya tentu saja geram dengan Cila karena merasa semua perkataan Cila menghina dirinya. "Cila jangan kurang ajar, kamu nggak lupa kan selama ini mama ku yang urus kamu? Kalau nggak ada mama kamu juga nggak bakal bisa hidup sampai sekarang!" "Dan kalau nggak ada aku, kalian juga gag bisa menikmati semua kemewahan itu. Meliya, aku nggak pernah lupa bagaimana kalian memukul ku dan juga menjadikan aku pembantu di rumahku sendiri. Aku nggak lupa kalau kalian bikin nenek ku meninggal karena kalian mengadu pada nenek jika aku hamil anaknya James. Aku nggak pernah lupa semua itu. Dan sekarang kalian nggak tahu malunya datang kemari minta sesuatu yang nggak ma

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 68

    Jumpa pers itu berlangsung aman dan semua memberi komentar yang baik. Hanya beberapa saja yang komentar nya sedikit tak menyenangkan. Terlebih karena sebelumnya Raka dan Cila tak terlihat pacaran tapi tiba tiba mereka menikah. "Ribet sekali karena selalu ada orang orang yang selalu berpikiran buruk tentang apa yang kita lakukan." Sheza mengeluh kesal karena banyak orang yang mempermasalahkan tentang apa yang mereka lakukan. Kenapa hal sepele saja di pertanyakan oleh mereka. Zello yang berada di sampingnya mengusap kepala Sheza lembut. "Biarkan saja jangan dipikirkan." Sheza mengambil napas panjang lalu menyandarkan kepalanya di dada Zello. Saat ini mereka sedang berkumpul dengan orang tua Raka di kediaman Farhan. Mereka akan mengadakan pesta kecil kecilan di mansion Farhan karena baik Raka dan Cila tak ingin pergi kemana mana mengingat keluarga Cila masih mencari keberadaan Cila. "Aku pikir mereka akan datang kemari mencari Cila." Zello melirik Sheza yang masi

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 67

    Raka benar benar menyembunyikan Cila dari keluarganya sampai kedua orang tuanya datang kesana untuk menikahkan Raka dan juga Cila. Keluarga Sentanu sudah menyelediki semuanya dan Cila bisa menikah tanpa di hadiri keluarganya. "Nggak sabar banget lihat mereka menikah, lagian aku ngrasa aneh kenapa Raka lama sekali menyembunyikan Cila disana. Jangan jangan udah ini mereka." bisik Sheza pada Zello. Zello menggelengkan kepalanya pelan, dia meraih pundak Sheza untuk di pelukannya. Selama seminggu ini mereka sibuk menyiapkan pernikahan Raka juga Cila. Mengatur semua keamanan agar kedua orang tua angkat Cila tak sampai tahu. Dibantu dengan pengacara kepercayaan mendiang orang tua Cila akhirnya pernikahan itu terlaksana. Dan dengan pernikahan sah itu, semua harta peninggalan kedua orang tua Cila serta kakek dan neneknya semua sah jatuh ke tangan Cila di hadapan pengacara dan notaris. Raka menggunakan kekuasaan keluarga Sentanu untuk mempermudah semuanya. Meskipun awalnya pen

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 66

    Setelah apa yang mereka lewati bersama, Raka melihat Cila yang sedang terlelap di dalam pelukannya. Dia menghubungi seseorang untuk menyiapkan pernikahannya dengan Cila. Zello juga sudah mengabari jika ayah dan ibunya juga sudah setuju. "Zello, bagaimana keluarga itu?" Raka menanyakan semua pada Zello karena saat ini gantian Zello yang membantu Raka untuk mengurus masalah keluarga Cila. "Mereka mengambil alih perusahaan yang harus nya milik Cila. Memaksa Cila menikah dengan laki laki itu agar warisannya tetap bisa di kendalikan. Dan satu lagi yang harus kamu tahu, laki laki itu sudah mempunyai anak dan istri. Tapi mereka ada diluar negeri." Mata Raka sempat membola, lalu penasaran dengan apa yang Zello temukan setelahnya. "Jadi Meliya dan kedua orang tuanya juga di bohongi?" tanya Raka lagi. "Ya, tepat sekali. Uang yang diberikan pada James kemudian lari ke tangan istri dan anak James. Dan mereka bahkan sama sama tahu dengan apa yang dilakukan James dengan Meliya." Zello

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 65

    Cila yang sudah bosan di balkon masuk ke dalam berbarengan dengan Raka yang juga ingin menghampiri nya. Tabrakan tak bisa di hindari. Duk...... "Eh ..... aw ....." Cila terkejut dan hampir terjengkang ke belakang jika Raka tak langsung menahan pinggang Cila . Pandangan mereka bertemu, Raka terpaku pada wajah mungil Cila yang sialnya membuat jantungnya berdetak lebih kencang dari pada sebelumnya. Raka meneguk ludahnya kasar, pasalnya matanya tak sengaja melihat sesuatu yang membuat suhu tubuhnya meningkat. "Astaga, aku baru sadar kalau Cila memakai pakaian seperti ini!" batin Raka. "Ra-raka, bisa lepaskan aku?" tanya Cila gugup Jantungnya berdetak lebih cepat saat ini. Raka yang tersadar langsung melepaskan Cila yang sedang berada dalam pelukannya. Sialnya saat Cila ingin menjauh rambutnya tersangkut di kancing kemeja Raka. "Aw ....." Cila akhirnya mendekat kembali ke arah Raka. Di mencoba menarik rambutnya paksa tapi ternyata dia malah semakin kesakitan. "Diam C

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 64

    Cila duduk termenung di balkon apartemen Raka. Hari ini Raka mengatakan jika dia ada urusan dengan Zello di kantor. Cila dilarang keras keluar dari apartemen Raka apapun yang terjadi. Dan benar saja, ponselnya terus berbunyi dan yang menerornya adalah Meliya. Semua sumpah serapah dan makian keluar dari mulut Meliya. Cila yang sudah tak kuat memilih mematikan ponselnya dan meletakkan begitu saja ponsel itu. Meskipun Raka meninggalkan Cila sendirian di apartemen dia memantau semua yang Cila lakukan dari ponselnya yang terhubung dengan CCTV apartemennya. "Ayah dan ibumu sudah setuju tinggal kau bereskan masalah Yulia. Jangan sampai Sheza tahu jika kau masih bermasalah dengan wanita lain!" "Sepertinya telat, aku sudah mendengar semuanya." Dua orang itu langsung menoleh ketika mendengar suara seseorang dan itu adalah Sheza. Raka meneguk ludahnya kasar ketika Sheza menatap nya tajam. "Siapa Yulia, jika kamu nggak mau jujur sama aku, jangan harap aku restui kamu menikahi Cila

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 63

    Malam itu Raka benar benar gelisah, semalaman dia tak bisa memejamkan matanya karena Cila terus memeluknya dengan erat. Raka yang merasa jika Cila sudah tertidur pulas perlahan melepaskan pelukan Cila. Dia kembali menghubungi Zello untuk memastikan semuanya. "Kamu yakin mau bantuin dia?" tan

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 62

    Raka benar benar membawa Cila makan di tempat yang dia mau. Bukan di sebuah restoran, tapi Raka membawa Cila pulang ke apartemen miliknya dengan membawa beberapa makanan yang sengaja di pesan Raka sebelum pulang ke apartemen. Cila mengaduk aduk makanannya karena kesal dengan Raka. Bisa bisanya di

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 61

    Raka memberitahu Moza jika dia sudah selesai dengan urusannya dengan Vika yang lainnya. Raka memang sengaja tak langsung pulang karena dia akan langsung bosan ketika melihat kemesraan Zello juga Sheza disana. Raka berjalan sendirian di pusat kota. Lalu tak sengaja dia melihat seorang wanita se

  • RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS   Bab 60

    Moza bertepuk tangan seperti anak kecil yang baru saja mendapat cokelat. "Kamu baru tahu takut sekarang, lantas sebelum ini kenapa kamu nggak takut sama sekali?" Kali ini Moza mengambil alih semuanya. Dia kembali menjadi Moza yang menakutkan untuk semua orang. Siapa yang tak kenal dengan putri

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status