مشاركة

BAB 2

مؤلف: Rosela2505
last update تاريخ النشر: 2026-06-14 18:45:37

#MASA DEPAN YANG TERPOTONG

Retakan di langit terus melebar setelah suara misterius itu menghilang. Aku masih berdiri di tempat sambil menatap gadis kecil di depanku. Ucapannya terus terngiang di kepalaku.

"Kau adalah Pengendali Waktu berikutnya."

"Dan kau akan mati seperti semua Pengendali Waktu sebelumnya."

Aku bahkan belum memahami apa yang terjadi pada diriku. Beberapa saat yang lalu aku masih terbaring di ranjang rumah sakit. Sekarang aku berada di dunia asing yang dipenuhi kekuatan aneh dan orang-orang yang ingin membunuhku.

Belum sempat aku memikirkan semuanya lebih jauh, tanah di bawah kakiku kembali bergetar.

Kali ini jauh lebih kuat.

Aku dan gadis kecil itu sama-sama mendongak ke langit.

Retakan yang membentang di atas kepala kami perlahan melebar, lalu sebuah bayangan raksasa jatuh dari dalam kegelapan.

BOOOOM!

Tanah pecah.

Debu beterbangan ke segala arah.

Aku refleks menarik gadis kecil itu menjauh sebelum gelombang kejut menghantam kami.

Saat debu mulai menghilang, sosok makhluk itu terlihat jelas.

Tingginya hampir tiga meter.

Tubuhnya dipenuhi otot yang tidak wajar, sementara kulit hitamnya tampak seperti batu yang pernah dibakar di dalam tungku raksasa. Kedua matanya menyala merah terang dan menatap kami seperti mangsa.

"Apa itu?" tanyaku.

Gadis kecil itu menelan ludah.

"Wraith Hitam."

"Itu monster?"

Ia mengangguk pelan.

"Monster dari balik retakan."

Wraith Hitam itu menggeram rendah.

Tanah di bawah kakinya retak.

Lalu tubuh raksasanya menghilang.

Mataku langsung melebar.

BRAKK!

Sebuah hantaman menghantam dadaku sebelum aku sempat bereaksi.

Tubuhku terlempar puluhan meter hingga menghancurkan dinding bangunan yang sudah lapuk.

Rasa sakit menjalar ke seluruh tubuh.

Aku terbatuk keras.

Darah segar keluar dari mulutku.

"Sial..."

Aku berusaha bangkit sambil menahan nyeri di dadaku. Namun saat mengangkat kepala, napasku langsung tertahan.

Monster itu tidak mengejarku.

Ia justru berjalan menuju gadis kecil itu.

Perlahan, Tenang, Seolah yakin tidak ada yang bisa menghentikannya.

Gadis itu membeku di tempat.

Tubuhnya gemetar.

Wraith Hitam mengangkat salah satu kakinya yang besar.

Sekali injak saja sudah cukup untuk menghancurkan tubuh mungil itu.

Pemandangan tersebut membuat dadaku terasa sesak.

Entah kenapa, wajah gadis itu mengingatkanku pada anak bungsuku.

Tangisan terakhirnya kembali terngiang di telingaku.

"Ayah... jangan tutup matamu..."

Aku menggertakkan gigi.

"Tidak."

Aku menjentikkan jari.

Dunia langsung terdiam.

Angin berhenti.

Debu membeku.

Monster itu membatu seperti patung.

Waktu berhenti.

Aku terhuyung berdiri sambil memegangi dadaku. Tubuhku terasa semakin lemah setiap kali menggunakan kekuatan ini.

Namun aku tetap berjalan mendekati monster itu.

Saat berada di depannya, pandanganku langsung tertuju pada sebuah titik hitam yang berdenyut di dadanya.

Tanpa tahu kenapa, aku yakin itulah sumber kekuatannya.

Aku mengepalkan tangan.

Lalu menghantam titik itu berkali-kali.

Setelah merasa cukup, aku mundur beberapa langkah dan menjentikkan jari lagi.

Waktu kembali bergerak.

RAAAAGHHH!

Raungan monster itu menggema ke seluruh kota.

Tubuh raksasanya tiba-tiba retak dari bagian dada. Retakan hitam menyebar ke seluruh tubuhnya seperti pecahan kaca.

Sesaat kemudian tubuh itu meledak.

Gelombang kejutnya membuat debu kembali beterbangan.

Aku langsung berlutut sambil terengah-engah.

Kepalaku berdenyut hebat.

Penggunaan Batu Waktu ternyata menguras tenaga jauh lebih besar daripada yang kukira.

Namun perlahan tubuh monster itu berubah menjadi debu hitam.

Di tengah tumpukan debu tersebut, sesuatu yang berkilau menarik perhatianku.

Sebuah batu hitam sebesar kepalan tangan jatuh ke tanah.

Aku mengambilnya perlahan.

Batu itu terasa hangat.

"Itu Inti Monster," ujar gadis kecil itu.

Aku menatap batu tersebut.

"Inti Monster?"

Ia mengangguk.

"Manusia memiliki inti kekuatan. Monster memiliki inti pertarungan."

Aku langsung teringat batu merah milik gladiator yang masih kusimpan di saku celana.

Jadi batu itu juga sebuah inti.

"Kegunaannya?"

"Inti Monster dapat memperkuat tubuh, refleks, insting bertarung, dan daya tahan."

Aku kembali menatap batu hitam di tanganku.

Kalau mengikuti logika dunia ini, aku bisa langsung menyerap kekuatan tersebut.

Namun setelah berpikir beberapa saat, aku memasukkan batu itu ke dalam saku.

Bersama batu inti api milik gladiator.

Gadis kecil itu tampak heran.

"Kau tidak akan menggunakannya?"

Aku menggeleng.

"Aku bahkan belum memahami Batu Waktu."

Tanganku menyentuh dadaku perlahan.

"Kalau aku terus menambah kekuatan tanpa memahami yang sudah kumiliki, kemungkinan besar aku akan mati lebih cepat."

Aku kemudian menatapnya.

"Siapa sebenarnya kau?"

Gadis itu terdiam cukup lama sebelum menjawab.

"Namaku Lira."

"Lira?"

Ia mengangguk.

"Aku memiliki Batu Masa Depan."

Aku membeku.

"Batu Masa Depan?"

"Aku bisa melihat kemungkinan masa depan. Kadang-kadang aku bisa memanggil diriku dari masa depan."

Aku langsung teringat suara wanita dewasa yang keluar dari tubuhnya sebelumnya.

Jadi itu bukan ilusi.

"Kalau begitu, kau pasti tahu apa yang sedang terjadi."

Ekspresi Lira langsung berubah serius.

"Arjon."

Ini pertama kalinya ia menyebut namaku.

"Ada sesuatu yang harus kau ketahui."

Perasaan tidak nyaman langsung muncul di dadaku.

"Apa?"

Lira menatap retakan langit di atas kami.

"Para Penguasa Waktu sudah mengetahui Batu Waktu memilih pemilik baru."

Aku mengernyit.

"Penguasa Waktu?"

"Mereka adalah penguasa wilayah-wilayah besar di Bonua Toru."

Lira menggigit bibirnya pelan.

"Dan mereka memburu setiap pemilik Batu Waktu."

Aku terdiam.

"Kenapa?"

Karena tidak ada Penguasa Waktu yang menginginkan kemunculan Pengendali Waktu baru."

Dadaku terasa berat.

Aku baru tiba di dunia ini.

Namun rupanya seluruh dunia sudah mulai memburuku.

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
تعليقات (2)
goodnovel comment avatar
Sweet.Moon2025
Ya ampun ...
goodnovel comment avatar
Lala Yeye
lanjjjjjuuuuuut thor
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 54

    Aku melangkah lebih dekat dan memperhatikan lengan mekanis yang terpasang pada tubuh pemuda itu. Sambungan logamnya terlihat rumit, dipenuhi ukiran jalur energi yang berdenyut samar setiap kali ia menggerakkan jarinya."Bagaimana itu bisa terjadi?" tanyaku.Pemuda tersebut mengikuti arah pandanganku, lalu mengangkat lengan mekanisnya seolah benda itu merupakan hal yang paling biasa di dunia."Yang ini?"Aku mengangguk."Karena tubuh manusia terlalu lemah."Jawaban itu membuatku mengernyit. Melihat reaksiku, pemuda itu segera menunjuk ke arah dinding bengkel yang dipenuhi berbagai gambar dan rancangan. Hampir seluruh permukaannya tertutup sketsa tubuh manusia yang dimodifikasi dengan komponen mekanis, mulai dari lengan dan kaki buatan hingga rancangan yang tampak seperti kerangka tempur lengkap."Aku ingin keluar dari Benteng Waktu."Aku menatapnya beberapa saat sebelum bertanya, "Lalu apa hubungannya dengan semua ini?"Senyum lebar muncul di wajahnya."Karena tidak ada yang tahu apa y

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 53

    Bahkan beberapa catatan menggambarkan hewan-hewan purba yang belum pernah kulihat selama berada di Bonua Toru.Aku akhirnya menutup salah satu buku dan menatap tetua desa."Informasi ini sangat tua."Pria tua itu mengangguk."Karena memang itu yang kami miliki.""Lalu bagaimana dengan informasi yang lebih baru?"Untuk pertama kalinya, senyum tipis di wajahnya berubah menjadi ekspresi yang agak pahit."Itulah masalahnya."Aku langsung memahami maksudnya.Selama bertahun-tahun, satu-satunya orang yang membawa kabar dari dunia luar adalah Jacob.Ketika Jacob datang, mereka memperoleh cerita baru.Ketika Jacob pergi, hubungan mereka dengan dunia luar ikut terputus.Sejak saat itu, mereka hanya bisa menebak-nebak bagaimana keadaan Bonua Toru berkembang tanpa pernah benar-benar melihatnya.Kesadaran itu membuatku perlahan menutup buku yang berada di tanganku.Karena jika penduduk Benteng Waktu hidup dalam ketidakpastian, sebenarnya aku juga tidak jauh berbeda.Aku memang berasal dari dunia

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 52

    Angin malam berembus perlahan melewati wajahku, tetapi pikiranku sudah berada jauh di tempat lain. Jika Jacob benar-benar hidup selama ratusan tahun di dunia luar, maka seharusnya ia memiliki lebih banyak waktu daripada siapa pun. Namun, justru dirinya yang terus mengatakan bahwa waktunya semakin sedikit. Artinya, ancaman yang dihadapinya pasti jauh lebih besar daripada yang pernah kubayangkan. "Ada satu kejadian yang masih kuingat dengan jelas." Aku kembali menatap sang tetua. "Apa itu?" "Suatu hari Jacob kembali dalam keadaan terluka." Jantungku berdetak lebih cepat karena selama ini aku selalu menganggap Jacob sebagai sosok yang hampir tidak terkalahkan. "Seberapa parah?" "Cukup parah hingga para tabib desa harus merawatnya selama beberapa hari." Aku terdiam. Sulit membayangkan seseorang dengan kekuatan sebesar itu dipaksa mundur hingga kembali ke Benteng Waktu dalam keadaan terluka. Tetua melanjutkan ceritanya. "Dia tidak pernah menjelaskan siapa yang menyer

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 51

    Namun, ketika diucapkan dalam konteks ini, rasanya menjadi jauh lebih besar.Karena selama ini aku menerima keberadaan Bonua Toru sebagaimana adanya.Sebuah dunia yang berbeda dari Bumi.Sebuah tempat yang dipenuhi Batu Kekuatan, naga, dan berbagai ras yang tidak pernah kulihat sebelumnya.Namun Jacob ternyata tidak berpikir seperti itu.Ia mempertanyakan semuanya.Termasuk dunia tempat ia tinggal."Semakin lama Jacob melakukan penelitian, semakin banyak kejanggalan yang ia temukan."Tetua menunjuk salah satu menara kristal yang menjulang di kejauhan."Teknologi kami terlalu maju.""Lalu?""Dan tidak ada yang tahu dari mana asalnya."Aku menatap menara tersebut.Jika dipikir-pikir, memang tidak masuk akal.Bahkan sebagian teknologi yang kulihat di desa ini terasa lebih maju daripada yang pernah kulihat ketika masih hidup di Bumi.Namun tidak ada penj

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 50

    Maka kekuatan yang dimilikinya pasti berada jauh di atas apa pun yang mampu kubayangkan saat ini.Namun, pada akhirnya ia tetap mati Tetap tidak kembali Dan tetap gagal menepati janjinya.Pertanyaan itu terus berputar di dalam kepalaku hingga sebuah suara tiba-tiba memecah keheningan."Lihat ini."Lira berdiri di dekat salah satu rak logam yang berada di sudut ruangan.Di tangannya terdapat sebuah benda berbentuk silinder kecil yang sebelumnya tidak kami sadari keberadaannya.Permukaannya dipenuhi ukiran simbol waktu yang hampir sama dengan lambang pada Batu Waktu milikku."Apa itu?" tanyaku."Aku tidak tahu."Lira melangkah mendekat lalu menyerahkannya kepadaku.Begitu benda tersebut menyentuh telapak tanganku, Batu Waktu yang berada di dadaku langsung berdenyut keras.Cahaya kebiruan menjalar di sepanjang permukaan silinder itu seperti aliran energi yang baru saja terbangun dari tidur panjang.Sebelum aku sempat bereaksi, cahaya tersebut melonjak ke udara dan membentuk lingkaran bes

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 49

    Keheningan memenuhi ruangan setelah penjelasan sang tetua berakhir.Tak seorang pun langsung berbicara. Bukan karena penjelasannya sulit dipahami, melainkan karena kenyataan yang tersembunyi di balik penjelasan itu terasa jauh lebih berat daripada yang sebelumnya kami bayangkan.Jika Jacob memang meninggalkan Benteng Waktu tiga tahun yang lalu menurut hitungan penduduk desa, lalu menjalani hidup selama tiga ratus tahun di dunia luar sebelum akhirnya meninggal, maka ada satu pertanyaan yang terus mengusik pikiranku dan menolak pergi.Apa yang sebenarnya ia lakukan selama rentang waktu sepanjang itu?Aku menyandarkan tubuh ke kursi sambil memandangi cahaya lampu kristal yang bergoyang pelan di atas meja. Cahaya kebiruan itu memantul pada permukaan kayu dan menciptakan bayangan-bayangan samar yang bergerak perlahan di sepanjang dinding ruangan."Tiga ratus tahun bukan waktu yang singkat," ucapku akhirnya.Tetua desa mengangguk pelan

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status