Compartilhar

ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL
ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL
Autor: Zuinal 'Aini

Bab 1

Autor: Zuinal 'Aini
last update Data de publicação: 2026-07-17 17:24:52

“Yura, kamu dan tim duluan aja ke Bandara. Aku mau ke apartemen Leo dulu,” ucap Ella melalui sambungan telepon kepada menejernya.

“Hah? Harus banget malam ini? Ga bisa nunggu balik Paris aja?” balas Yura sedikit emosi melihat jalan pikiran model yang dia handle.

”Engga! Harus hari ini, bentar aja kok. Janji bakal sampai Bandara tepat waktu,” ucap Ella memelas.

”Baiklah. Kabari aku kalau sudah sampai,” ucap Yura mengalah, lalu segera mengajak timnya menuju Bandara untuk menghadiri acar Paris Fashion Week.

Senyum Ella merekah saat sampai di gedung apartemen. Sebuah lensa kamera terbaru sudah berada digenggamannya sebagai kado anniversary ke lima tahun hubungannya dengan Leo. Dia sengaja singgah sebentar untuk memberikan kejutan sebelum terbang menuju Paris demi merayakan hari jadi mereka.

”Loh? Kenapa ga kekunci?” ucap Ella pelan ketika mendapati pintu apartemen Leo tidak terkunci.

Tatapan matanya langsung beralih ke bagian bawah pintu. Perlahan Ella berjongkok untuk memastikan benda apa yang mengganjal pintu apartemen.

”Sepatu hills?” tanyanya di dalam hati sembari memegang sepatu hills berwarna merah.

Pikiran buruk langsung merasuki pikiran Ella. Hatinya menjadi gelisah dan rasa penasaran dengan siapa Leo saat ini membuatnya memberanikan diri masuk ke dalam apartemen.

Langkah Ella terhenti saat mendapati pakaian laki-laki dan perempuan yang sudah berserakan di lantai lorong pintu masuk apartemen. Napasnya tercekik melihat situasi yang tidak pernah dia bayangkan. Sebuah adegan ranjang dari laki-laki yang dia cintai bersama dengan perempuan yang selama ini dia anggap sahabat.

”Tamara? Kenapa?” batinnya pilu.

Ella berusaha melawan tubuhnya yang bergetar. Tangannya merogoh ponsel di saku. Dia segera merekam adegan panas yang sedang dinikmati oleh Leo dan Tamara, mereka berdua tidak menyadari kehadiran Ella karena telah dikuasai nafsu dan kelewat mabuk.

“Menjijikkan!” maki Ella di dalam hatinya.

Setelah merekam selama satu menit, Ella segera melangkah keluar, pergi sejauh-jauhnya dari apartemen Leo. Dia segera memasang masker hitam dan topi hitam untuk menutupi wajahnya yang sedang menangis.

”Jalan, Pak,” pinta Ella kepada supir taksi.

”Tujuannya ke mana, Mba?”

Ella diam sejenak, pandangannya menerawang ke luar jendela mobil. Dia mengambil napas pelan untuk menenangkan diri. “Ke Bandara, Pak,” ucapnya putus asa.

---

Selama di perjalanan menuju Paris kondisi Ella terlihat sangat muram. Dia tidak banyak berbicara dan memilih tidur di pesawat. Hal itu menjadi tanda tanya bagi menejer dan anggota tim karena sebelumnya dia yang paling semangat karena terpilih menjadi model dalam peragaan brand Louis Vuitton pada acara Paris Fashion Week. Namun, mereka memilih untuk diam, berniat memberikan waktu tenang kepada Ella.

Selama di Paris Ella sibuk melakukan pemotretan untuk majalah Louis Vuitton. Kesibukannya cukup membantu mengalihkan pikiran dari bayangan adegan ranjang Leo dan Tamara.

”Nice pose, Ell,” puji fotografer kepada Ella yang sedang lihai berpose di depan kamera.

Ella tersenyum hangat. “Thanks Kevin,” ucapnya, lalu melangkah menuju meja rias.

”Setelah ini kita ke gedung L’Etoile du Nord untuk persiapan catwalk nanti malam,” ucap Yura menjelaskan skedul hari terakhir Ella di Paris.

Ella mengangguk pelan, lalu kembali menatap pantulan dirinya di cermin. Wajah oval dengan bentuk mata almond miliknya sedang dirias dengan sentuhan western, membuat tatapannya terlihat tajam dan wajahnya menjadi lebih tegas.

”Kamu bisa Ella! Kamu harus bersinar lebih terang lagi!” ucap Ella di dalam hati, menyemangati diri yang sedang rapuh.

Sore telah tiba, suasana di luar gedung L’Etoile du Nord terlihat ramai dengan para awak media. Sorakan para penggemar dari berbagai kalangan selebriti menggema di setiap sudut. Jepretan serta flash kamera terlihat sibuk mengabadikan kedatangan para aktor, aktris, penyanyi, CEO brand fashion terkenal serta kolektor fashion dari berbagai penjuru dunia.

Peragaan busana brand Louis Vuitton terlaksanakan dengan sangat glamor dan sukses. Para model yang berpartisipasi dipuji sangat profesional dan elegan dengan daya tarik masing-masing. Salah satu model yang menarik banyak perhatian adalah Ella, mewakili darah Asia Tenggara yang kental dengan pesona eksotis.

”Ell! Berita besar!” Suara teriakan Yura sudah terdengar dari luar ruang ganti busana.

Beberapa model melirik Ella, sedangkan yang dilirik hanya bisa tersenyum segan karena teriakan menejernya. Kening Ella mengerut dan matanya memberi kode kepada Yura agar lebih kalem.

”Sorry,” ucap Yura pelan. Perempuan yang berusia sama dengan Ella itu tidak bisa menyembunyikan rasa semangatnya setelah diajak berbicara oleh Austin, seorang asisten pribadi dari CEO brand fashion terkenal di Indonesia.

”Ada apa?” tanya Ella penasaran.

”Kamu harus banget iyain tawaran bertemu CEO kali ini,” jawab Yura semangat.

”Yakin, nih? Nanti CEO aneh-aneh kaya sebelumnya lagi,” ucap Ella curiga. “Katanya buat kerja sama, eh ujung-ujungnya malah ngajak ke hotel,” lanjutnya kesal.

”Yakin banget! Yang ngajak kamu ketemu itu Kenny!” jelas Yura lebih semangat dari sebelumnya.

Kening Ella kembali berkerut, berusaha mencari tahu informasi tentang siapa Kenny di dalam pikirannya. “Kenny?”

”Iya, CEO brand Jelita yang lagi menguasai pasar asia itu,” jelas Yura.

”A ... Dia!” ucap Ella sembari menjentikkan jarinya.

”Ini kesempatan besar kamu Ell, dan tau ga? Dia juga calon tunangan Tamara, jadi kamu bisa manfaatin itu buat negosiasi. Ya ... embel-embel sahabat dekat calonnya lah,” ucap Yura menggebu-gebu.

Ella diam sejenak mendengar informasi dari Yura. Hitungan detik hatinya ngilu saat mendengar nama Tamara, tetapi dalam hitungan detik juga sebuah keinginan balas dendam kepada sahabatnya itu mencul di pikiran Ella.

”Ya ... kamu benar, ini kesempatan besar,” ucap Ella perlahan, senyum tipis tergores di bibirnya.

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 6

    (Sehari sebelum Ella tanda tangan kontrak)"Halo, Kak Joy! Apa kabar?" sapa Ella kepada seseorang di sambungan telepon."Halo, Ell! Kabar baik dong. Ada apa nih? Tumben banget nelpon?" tanya Joy."Aku ada berita hangat yang harus diupload besok sore. Kakak bisa, kan?" jawab Ella, memberikan tawaran kepada penulis platform gosip terkenal di sosial media."Waw! Bisa banget dong! Beritanya tentang apa nih?" tanya Joy semangat."Tentang kandasnya hubunganku dengan Leo karena ada orang ketiga," jawab Ella santai."What?! Demi apa?" ucap Joy tak percaya."Nanti aku kirim detail dan buktinya. Mohon kerjasamanya Kak Joy," ucap Ella yang disetujui oleh Joy, dan panggilan telepon itu pun berakhir.---(Saat ini di ruangan rapat Jelita)"Bukankah ini kesempatan bagus untuk mengumumkan bahwa aku brand ambassador terbaru dari Jelita?" usul Ella.Yura dan Kenny saling menatap untuk sesaat. Rasa bingung dengan usulan Ella dalam kondisi gosip yang baru saja naik mengenai dirinya terpancar dari wajah

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    bab 5

    "Yura! Kamu kecolongan lagi?!" Suara melengking dari Dira alias direktur Glory Entertainment memenuhi ruangannya.Yura mengernyitkan dahinya akibat teriakan atasannya. Sedangkan Ella hanya tersenyum manis seakan-akan tidak terjadi apa-apa karena sudah terbiasa mendengar teriakan yang sama di rumah."Maaf, Tante--""Panggil 'Bu' kalau di kantor!" perintah Dira memotong ucapan Yura."Eh, iya Bu. Kemarin Ella bilang hanya ingin cuti sehari karena lelah dari Paris. Saya juga tidak menyangka dia nekat membuat kontrak dengan Jelita," ucap Yura membela dirinya.Dira mengambil napas berat. Dadanya naik turun berusaha mengendalikan emosi yang meluap. "Kamu juga, Ella. Kenapa tidak berdiskusi dulu dengan saya dan menejermu?!" Sekarang giliran Ella yang diteriaki."Yura sendiri yang bilang kalau bekerjasama dengan Jelita akan menjadi batu loncatan untuk karirku, Bu," bela Ella membuat Yura ternganga karena disudutkan."Lho? Fitnah ya, Ell. Aku bilang kalau bertemu dengan CEO Jelita, bukan asal

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 4

    Kenny menatap Ella cukup lama. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Ella setelah tawaran gila darinya terlontar. Dan, saat itu juga dia menyadari bahwa perempuan dihadapannya benar-benar serius untuk balas dendam."Wow!" ucap Kenny, "Tawaran yang cukup gila," lanjutnya lantang.Ella tersenyum tipis. "Ya, memang gila. Makanya aku meminta bantuanmu."Kenny tertawa ringan mendengar ucapan Ella. Kakinya menyilang, tangannya saling menggenggam, dan matanya menatap Ella serius."Sebagai seorang pebisnis, aku tidak bisa asal menerima tawaran. Banyak resiko yang harus dipertimbangkan, apalagi tawaran darimu," jelas Kenny gamblang.Sekarang giliran Ella yang tertawa renyah. Dia mengambil cangkir teh, lalu meminumnya dengan anggun sebelum merespon ucapan Kenny."Aku tahu betul maksudmu, dan aku jamin kamu tidak akan rugi," jelas Ella percaya diri."Bagaimana kamu bisa menjamin bahwa aku tidak akan rugi?" tanya Kenny menantang."Pertama, aku memiliki bukti kuat agar pertunanganmu bes

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 3

    Suhu kota Jakarta mulai terasa panas di pukul sepuluh pagi. Jalanan yang ramai menjadi pemandangan dari salah satu coffee shop tempat Ella membuat janji dengan Leo dan Tamara. Es dari kopi susu milik Ella sudah lama mencair. Dia sengaja datang setengah jam lebih cepat untuk mempersiapkan hati sebelum bertemu Leo dan Tamara."Hai, Ella!" "Halo, Sayang!"Panggilan dari Leo dan Tamara datang serentak dari arah belakang. Ella segera berbalik badan, berusaha memasang senyum manis."Hai!" sapa Ella, lalu berlari ringan ke arah Leo dan merangkul pinggangnya. Ella sengaja bersifat manja kepada Leo di depan Tamara. Matanya menangkap perubahan mimik wajah Tamara yang sedikit kesal, tetapi segera diubah dengan senyum palsu. "Ih ... gemes banget deh pasangan model dan fotografer ini," ucap Tamara dengan nada manja."Apasih, biasa aja, namanya juga orang pacaran," balas Ella, lalu melepaskan rangkulan tangannya dari pinggang Leo. "Eh, tapi kenapa kalian bisa datang barengan?" tanyanya, berting

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 2

    Aula tempat dilaksanakannya pesta penutupan acara Paris Fashion Week sudah dipenuhi oleh para tamu undangan. Tawa khas saling beradu dengan percakapan penuh sanjungan. Musik melantun lembut membuat suasana menjadi hangat. Ella mengenakan dress panjang dengan potongan off shoulder bewarna emarald green. Rambutnya dibiarkan tergerai dengan jepitan kecil sebagai pemanis. Wajah Ella sengaja dirias dengan sentuhan nude, memancarkan aura elegan sekaligus seksi. Dia berjalan memasuki pesta, menuju salah satu meja yang hanya diisi oleh seorang laki-laki berparas asia. ”Selamat malam, Kenny,” sapa Ella hangat. Laki-laki berusia dua puluh delapan tahun dengan stelan jas hitam segera berdiri dari kursinya. Tangannya yang kekar langsung menggantung ke arah Ella. Senyumnya yang manis ikut tergores di bibir warna merah muda alami. ”Selamat malam Ella, senang bisa bertemu denganmu,” sapa Kenny sembari menerima jabatan tangan Ella. ”Ternyata pemilik brand Jelita lebih muda dari bayanganku,” puji

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 1

    “Yura, kamu dan tim duluan aja ke Bandara. Aku mau ke apartemen Leo dulu,” ucap Ella melalui sambungan telepon kepada menejernya. “Hah? Harus banget malam ini? Ga bisa nunggu balik Paris aja?” balas Yura sedikit emosi melihat jalan pikiran model yang dia handle. ”Engga! Harus hari ini, bentar aja kok. Janji bakal sampai Bandara tepat waktu,” ucap Ella memelas. ”Baiklah. Kabari aku kalau sudah sampai,” ucap Yura mengalah, lalu segera mengajak timnya menuju Bandara untuk menghadiri acar Paris Fashion Week.Senyum Ella merekah saat sampai di gedung apartemen. Sebuah lensa kamera terbaru sudah berada digenggamannya sebagai kado anniversary ke lima tahun hubungannya dengan Leo. Dia sengaja singgah sebentar untuk memberikan kejutan sebelum terbang menuju Paris demi merayakan hari jadi mereka. ”Loh? Kenapa ga kekunci?” ucap Ella pelan ketika mendapati pintu apartemen Leo tidak terkunci. Tatapan matanya langsung beralih ke bagian bawah pintu. Perlahan Ella berjongkok untuk memastikan b

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status