Share

Bab 4

Author: Zuinal 'Aini
last update publish date: 2026-07-17 17:57:18

Kenny menatap Ella cukup lama. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Ella setelah tawaran gila darinya terlontar. Dan, saat itu juga dia menyadari bahwa perempuan dihadapannya benar-benar serius untuk balas dendam.

"Wow!" ucap Kenny, "Tawaran yang cukup gila," lanjutnya lantang.

Ella tersenyum tipis. "Ya, memang gila. Makanya aku meminta bantuanmu."

Kenny tertawa ringan mendengar ucapan Ella. Kakinya menyilang, tangannya saling menggenggam, dan matanya menatap Ella serius.

"Sebagai seorang pebisnis, aku tidak bisa asal menerima tawaran. Banyak resiko yang harus dipertimbangkan, apalagi tawaran darimu," jelas Kenny gamblang.

Sekarang giliran Ella yang tertawa renyah. Dia mengambil cangkir teh, lalu meminumnya dengan anggun sebelum merespon ucapan Kenny.

"Aku tahu betul maksudmu, dan aku jamin kamu tidak akan rugi," jelas Ella percaya diri.

"Bagaimana kamu bisa menjamin bahwa aku tidak akan rugi?" tanya Kenny menantang.

"Pertama, aku memiliki bukti kuat agar pertunanganmu besok bisa dibatalkan. Kedua, kita akan menjalin hubungan kontrak untuk memenuhi permintaan ayahmu yang ingin anaknya memiliki pasangan. Ketiga, aku akan jadi brand ambassador Jelita," jelas Ella.

"Hmm menarik, tapi aku harus tahu alasanmu ingin balas dendam kepada sahabat sendiri dan kenapa harus menjalin hubungan kontrak denganku," pinta Kenny.

"Karena selama ini dia menipuku dan berhasil merebut satu-satunya rumah ternyaman yang aku punya. Jadi, dia juga harus merasakan hal yang sama agar adil," jelas Ella pilu.

"Memangnya apa yang dia lakukan?" tanya Kenny penasaran.

Ella segera mengulurkan ponselnya yang sedang memutar video panas Leo dan Tamara. "Dia mengkhianatiku, padahal tau Leo adalah orang yang sangat berharga bagiku."

"Wah! Aku terselamatkan dari perempuan seperti dia," ucap Kenny sedikit terkejut dengan video yang dia tonton. "Lalu, bagaimana dengan pacarmu? Apakah dia tidak mendapatkan hukuman juga?"

"Tentu saja rencana balas dendam ini juga akan menghancurkan mantan pacarku. Tidak ada ampun bagi mereka berdua," ucap Ella penuh kebencian.

Kenny tersenyum tipis. "Menarik!" sahutnya sembari memegang dagu.

"Jadi, kamu mau bekerjasama denganku?" tanya Ella memastikan.

"Tentu saja, sebagai balasan telah membantu membatalkan pertunanganku," jawab Kenny antusias. Tangannya menggantung ke arah Ella.

"Terimakasih," ucap Ella dengan senyum lebar. Tangannya segera meraih uluran tangan Kenny.

"Mari bertemu dua hari lagi untuk menandatangani kontrak sebagai brand ambassador," ajak Kenny, "Oh ya, apakah kita juga akan membuat kontrak tertulis soal hubungan palsu ini?" tanyanya memastikan.

"Tidak perlu, aku tidak ingin nanti kontrak tertulis itu jatuh ke tangan orang lain dan dijadikan ancaman, seperti di film-film," jawab Ella membuat Kenny tertawa.

"Baiklah, aku ikuti semua rencanamu," balas Kenny.

"Oke, aku pamit dulu dan ada beberapa poin tentang hubungan palsu yang akan kita bicarakan saat tanda tangan kontrak nanti. Aku juga butuh waktu untuk menyusun rencana yang matang," jelas Ella gamblang.

"Oke, sampai jumpa lagi," balas Kenny dan pertemuan siang itu pun selesai.

---

Suasana ruang makan di kediaman keluarga Witjaksono terlihat ramai oleh anggota keluarga besar. Mereka terlihat bahagia, apalagi Witjaksono dan Karin karena anak semata wayang mereka akhirnya bertunangan esok hari.

"Selamat sore Pa, Ma, dan semuanya" sapa Kenny dari pintu ruang makan, membuat kedua orangtuanya terkejut dan bahagia dalam waktu bersamaan.

"Astaga! Tumben sekali anak kesayangan Mama pulang. Kamu ga sabar ya buat acara besok?" goda Karin dengan senyum sumringah.

Kenny memeluk hangat Mamanya, lalu duduk di kursi meja makan. "Hmm, kurang tepat sih, Ma," jawabnya enteng.

"Memang ada masalah apa lagi? Kamu jangan buat kekacauan lagi ya! Sudah pertunangan yang ketiga kali ini, apa tidak malu gagal terus?!" bentak Witjaksono dengan suara serak-serak basah.

"Pa, jangan langsung emosi gitu. Kita dengerin dulu penjelasan Kenny," ucap Karin membela anaknya.

"Bener kata Mama, Pa," jawab Kenny songong, membuat papanya berdecak kesal.

"Jadi, sekarang ada masalah apa?" tanya Karin.

"Sebenarnya ucapan Papa ada benarnya, tapi--"

"Dasar anak ini!" teriak Witjaksono memotong ucapan Kenny.

"Pa!" bantah Karin, menghentikan emosi suaminya yang akan mengeluarkan seribu kata-kata kesal kepada anak mereka.

"Dengar dulu dong Pa," ucap Kenny menggoda papanya. "Jadi, kali ini bukan aku yang jadi biang masalahnya, tapi calon tunanganku, Tamara," lanjutnya membuat seluruh anggota keluarga bingung.

"Maksud kamu apa, Ken? Jangan aneh-aneh ya, anaknya teman Tante itu baik lho," jelas Lara.

"Nah, itulah masalahnya Tante. Ternyata dia punya sisi liar yang tidak Tante tahu," jawab Kenny santai. "Beruntung aku dapat video ini sebelum acara pertunangan, kalau ga, bisa hancur nama baik keluarga kita," lanjutnya mengompori.

Seluruh anggota keluarga tak bisa berkata-kata saat Kenny memperlihatkan video perselingkuhan Tamara. Wajah mereka mengekspresikan perasaan kesal dan marah.

"Jadi gimana Pa, Ma, Om, Tante? Kalian yakin tetap melanjutkan pertunangan ini dan menerima dia sebagai menantu?" tanya Kenny mengompori.

Witjaksono mengambil napas berat. Wajahnya merah padam, menandakan amarah yang memuncak.

"Hubungi orang tua Tamara, katakan malam ini aku dan Karin akan menemui mereka membahas pembatalan pertunangan!" perintah Witjaksono kepada asisten pribadinya.

"Pilihan yang sangat bijak, Pa," ucap Kenny penuh kemenangan.

Witjaksono kembali mengambil napas berat. "Entah kapan kamu akan menemukan jodoh, tidak ada satu pun perjodohan yang berhasil," ucapnya putus asa.

"Papa tenang saja, kali ini biar aku yang mencari pasanganku sendiri," ucap Kenny sungguh-sungguh.

Semua anggota keluarga menatap Kenny tak percaya. Bocah tengil yang biasanya anti cinta dan hubungan romansa tiba-tiba mendeklarasikan diri untuk mencari pasangan.

"Ka-kamu serius, Nak?" tanya Karin penuh harapan.

"Iya, Ma. Jadi, tolong berhenti mencarikanku jodoh," pinta Kenny pelan.

"Perempuan mana yang berhasil menarik perhatianmu?" tanya Witjaksono curiga.

"Sabar ya, Pa. Aku sedang berusaha, dan jika sudah saatnya akan aku perkenalkan kepada keluarga ini," jawab Kenny tengil.

"Awas saja kalau semua ini omong kosong! Papa pastikan tidak ada jatah warisan untukmu!" ancam Witjaksono.

"Aman, Pa," jawab Kenny santai. "Baiklah, aku pamit dulu, ada urusan penting yang harus dikerjakan. Silakan lanjutkan makan-makannya," pamitnya meninggalkan rumah dengan suasana kacau balau.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 6

    (Sehari sebelum Ella tanda tangan kontrak)"Halo, Kak Joy! Apa kabar?" sapa Ella kepada seseorang di sambungan telepon."Halo, Ell! Kabar baik dong. Ada apa nih? Tumben banget nelpon?" tanya Joy."Aku ada berita hangat yang harus diupload besok sore. Kakak bisa, kan?" jawab Ella, memberikan tawaran kepada penulis platform gosip terkenal di sosial media."Waw! Bisa banget dong! Beritanya tentang apa nih?" tanya Joy semangat."Tentang kandasnya hubunganku dengan Leo karena ada orang ketiga," jawab Ella santai."What?! Demi apa?" ucap Joy tak percaya."Nanti aku kirim detail dan buktinya. Mohon kerjasamanya Kak Joy," ucap Ella yang disetujui oleh Joy, dan panggilan telepon itu pun berakhir.---(Saat ini di ruangan rapat Jelita)"Bukankah ini kesempatan bagus untuk mengumumkan bahwa aku brand ambassador terbaru dari Jelita?" usul Ella.Yura dan Kenny saling menatap untuk sesaat. Rasa bingung dengan usulan Ella dalam kondisi gosip yang baru saja naik mengenai dirinya terpancar dari wajah

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    bab 5

    "Yura! Kamu kecolongan lagi?!" Suara melengking dari Dira alias direktur Glory Entertainment memenuhi ruangannya.Yura mengernyitkan dahinya akibat teriakan atasannya. Sedangkan Ella hanya tersenyum manis seakan-akan tidak terjadi apa-apa karena sudah terbiasa mendengar teriakan yang sama di rumah."Maaf, Tante--""Panggil 'Bu' kalau di kantor!" perintah Dira memotong ucapan Yura."Eh, iya Bu. Kemarin Ella bilang hanya ingin cuti sehari karena lelah dari Paris. Saya juga tidak menyangka dia nekat membuat kontrak dengan Jelita," ucap Yura membela dirinya.Dira mengambil napas berat. Dadanya naik turun berusaha mengendalikan emosi yang meluap. "Kamu juga, Ella. Kenapa tidak berdiskusi dulu dengan saya dan menejermu?!" Sekarang giliran Ella yang diteriaki."Yura sendiri yang bilang kalau bekerjasama dengan Jelita akan menjadi batu loncatan untuk karirku, Bu," bela Ella membuat Yura ternganga karena disudutkan."Lho? Fitnah ya, Ell. Aku bilang kalau bertemu dengan CEO Jelita, bukan asal

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 4

    Kenny menatap Ella cukup lama. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Ella setelah tawaran gila darinya terlontar. Dan, saat itu juga dia menyadari bahwa perempuan dihadapannya benar-benar serius untuk balas dendam."Wow!" ucap Kenny, "Tawaran yang cukup gila," lanjutnya lantang.Ella tersenyum tipis. "Ya, memang gila. Makanya aku meminta bantuanmu."Kenny tertawa ringan mendengar ucapan Ella. Kakinya menyilang, tangannya saling menggenggam, dan matanya menatap Ella serius."Sebagai seorang pebisnis, aku tidak bisa asal menerima tawaran. Banyak resiko yang harus dipertimbangkan, apalagi tawaran darimu," jelas Kenny gamblang.Sekarang giliran Ella yang tertawa renyah. Dia mengambil cangkir teh, lalu meminumnya dengan anggun sebelum merespon ucapan Kenny."Aku tahu betul maksudmu, dan aku jamin kamu tidak akan rugi," jelas Ella percaya diri."Bagaimana kamu bisa menjamin bahwa aku tidak akan rugi?" tanya Kenny menantang."Pertama, aku memiliki bukti kuat agar pertunanganmu bes

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 3

    Suhu kota Jakarta mulai terasa panas di pukul sepuluh pagi. Jalanan yang ramai menjadi pemandangan dari salah satu coffee shop tempat Ella membuat janji dengan Leo dan Tamara. Es dari kopi susu milik Ella sudah lama mencair. Dia sengaja datang setengah jam lebih cepat untuk mempersiapkan hati sebelum bertemu Leo dan Tamara."Hai, Ella!" "Halo, Sayang!"Panggilan dari Leo dan Tamara datang serentak dari arah belakang. Ella segera berbalik badan, berusaha memasang senyum manis."Hai!" sapa Ella, lalu berlari ringan ke arah Leo dan merangkul pinggangnya. Ella sengaja bersifat manja kepada Leo di depan Tamara. Matanya menangkap perubahan mimik wajah Tamara yang sedikit kesal, tetapi segera diubah dengan senyum palsu. "Ih ... gemes banget deh pasangan model dan fotografer ini," ucap Tamara dengan nada manja."Apasih, biasa aja, namanya juga orang pacaran," balas Ella, lalu melepaskan rangkulan tangannya dari pinggang Leo. "Eh, tapi kenapa kalian bisa datang barengan?" tanyanya, berting

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 2

    Aula tempat dilaksanakannya pesta penutupan acara Paris Fashion Week sudah dipenuhi oleh para tamu undangan. Tawa khas saling beradu dengan percakapan penuh sanjungan. Musik melantun lembut membuat suasana menjadi hangat. Ella mengenakan dress panjang dengan potongan off shoulder bewarna emarald green. Rambutnya dibiarkan tergerai dengan jepitan kecil sebagai pemanis. Wajah Ella sengaja dirias dengan sentuhan nude, memancarkan aura elegan sekaligus seksi. Dia berjalan memasuki pesta, menuju salah satu meja yang hanya diisi oleh seorang laki-laki berparas asia. ”Selamat malam, Kenny,” sapa Ella hangat. Laki-laki berusia dua puluh delapan tahun dengan stelan jas hitam segera berdiri dari kursinya. Tangannya yang kekar langsung menggantung ke arah Ella. Senyumnya yang manis ikut tergores di bibir warna merah muda alami. ”Selamat malam Ella, senang bisa bertemu denganmu,” sapa Kenny sembari menerima jabatan tangan Ella. ”Ternyata pemilik brand Jelita lebih muda dari bayanganku,” puji

  • ROMANSA BALAS DENDAM SANG MODEL    Bab 1

    “Yura, kamu dan tim duluan aja ke Bandara. Aku mau ke apartemen Leo dulu,” ucap Ella melalui sambungan telepon kepada menejernya. “Hah? Harus banget malam ini? Ga bisa nunggu balik Paris aja?” balas Yura sedikit emosi melihat jalan pikiran model yang dia handle. ”Engga! Harus hari ini, bentar aja kok. Janji bakal sampai Bandara tepat waktu,” ucap Ella memelas. ”Baiklah. Kabari aku kalau sudah sampai,” ucap Yura mengalah, lalu segera mengajak timnya menuju Bandara untuk menghadiri acar Paris Fashion Week.Senyum Ella merekah saat sampai di gedung apartemen. Sebuah lensa kamera terbaru sudah berada digenggamannya sebagai kado anniversary ke lima tahun hubungannya dengan Leo. Dia sengaja singgah sebentar untuk memberikan kejutan sebelum terbang menuju Paris demi merayakan hari jadi mereka. ”Loh? Kenapa ga kekunci?” ucap Ella pelan ketika mendapati pintu apartemen Leo tidak terkunci. Tatapan matanya langsung beralih ke bagian bawah pintu. Perlahan Ella berjongkok untuk memastikan b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status