Share

Bab 4

Author: Viraadee
last update publish date: 2023-09-12 10:24:07

"Aku talak kamu Irani Mayangsari."

Hancur sudah rumah tangga yang selama ini Irani bangun bersama Aditya. Ibarat sebuah kaca yang dilempar dengan batu besar dan kaca itu hancur berkeping-keping seperti itulah bahtera rumah tangga Irani saat ini.

'Tenang, sabar, kuasai dan jangan berdebat lagi Irani,' pikir wanita itu berusaha tetap tenang dan tidak ingin menunjukkan emosinya di depan Aditya.

Sejak Irani tahu suaminya memiliki selingkuhan dan sudah menikah siri, sejak saat itu Irani tidak berharap lagi akan melanjutkan pernikahannya dengan Aditya. Perempuan itu hanya menunggu saat yang tepat untuk bercerai, dan mungkin sekarang sudah saatnya.

"Beberapa hari ini kamu sudah kelewat batas Irani, kalau kamu tidak berani sama aku, mungkin aku masih bisa memberimu kesempatan dan posisi sebagai istriku," kata Aditya.

Seperti biasa Irani hanya tersenyum miring mendengar itu. "Kamu pikir aku sangat menginginkan posisi itu mas? Posisi menjadi istrimu? Kalaupun kamu mau kasih aku kesempatan aku juga tidak akan mengambilnya mas, tenang saja! Aku sudah tidak membutuhkannya—"

"Ya tentu saja. Karena Tarina jauh lebih berhak daripada kamu."

"Terimakasih, terimakasih sudah melepasku, aku merasa bersyukur bisa terbebas dari laki-laki tukang selingkuh sepertimu," ujar Irani berusaha sekeras mungkin untuk tetap tenang.

Dia membiarkan Aditya berpikir buruk dan salah terhadapnya kalau dia tidak bisa apa-apa tanpa Aditya. Itu tidak masalah, kadang-kadang kita memang harus membiarkan orang lain berpikir keliru.

Bagi Irani, dia harus menghadapi semuanya dengan sikap tenang, baginya tenang adalah hal yang mahal. Bersikap diam bukan berarti kalah, namun itu adalah bentuk pengendalian diri.

Prinsip yang Irani pegang adalah tenang, tenang seperti laut yang dalam. Semakin tenang sebuah lautan maka semakin dalam pula lautan itu dan pada waktunya dia akan menenggelamkan segalanya.

"Jangan sok kamu Irani. Setelah ini kamu ga akan bisa hidup enak lagi."

"Wah," ujar Irani menatap Aditya dengan berani. "Apa benar begitu mas? Bagaimana kalau hidupku jauh lebih baik dan lebih bahagia setelah ini?"

Aditya mentertawakan Irani yang ia pikir tidak akan mungkin seperti itu. "Iya kamu harus mencari laki-laki yang mau menerimamu supaya kamu bisa hidup bahagia. Lagipula siapa yang mau sama janda yang ga punya apa-apa," hina Aditya dengan kesombongannya.

Irani hanya diam dan dia pikir tidak perlu menunjukkan apa yang ia miliki sekarang. Dia pikir akan membiarkan Aditya dan selingkuhannya merasa menang atas semua itu tapi Irani juga tidak ingin merasa kalah dalam hal ini.

Pagi hari Irani sudah siap untuk angkat kaki dari rumah Aditya dan membawa Mishka bersamanya. Irani akan menempati rumah yang yang baru saja Ia beli setelah mengetahui perselingkuhan suaminya saat itu.

Hari ini Aditya memberitahukan kabar perceraiannya pada Tarina. "Aku sudah menalaknya, kita akan membereskan kasus perceraian ini secepatnya," kata Aditya pada Tarina.

Tentu saja wanita itu sangat senang mendapatkan kebahagiaan itu. "Makasih ya sayang, udah tepatin janji kamu sama aku," ujar Tarina sambil memeluk Aditya dengan manja.

"Setelah ini, kita akan hidup bahagia," lanjutnya lagi.

Ya Tarina pikir segampang itulah kehidupannya bersama Aditya nanti. Dia menjadi istri dan nyonya di rumah Aditya, lalu memiliki anak dan hidup terjamin bahagia selamanya.

"Tapi aku tetap harus memperjuangakan hak asuh Mishka," kata Aditya.

"Ya udah gapapa, aku dukung kok," kata Tarina meskipun dia tidak suka Aditya memperjuangkan hak asuh Mishka.

Hari itu kebetulan Tarina bertemu dengan Irani. Aditya sudah lebih dulu kembali ke kantor dan Tarina masih di mall jalan-jalan.

"Hai mb Ira, apa kabar sekarang mba?" sapa Tarina bermaksud menyindir Irani setelah diceraikan oleh Aditya.

"Kamu pikir apa? Aku akan menangis guling-guling sambil memohon pada Aditya untuk pertahanin aku? Sorry ya Tarina, bukankah kalau di sekitar ada belatung sudah seharusnya kita meninggalkannya atau membersihkannya? Pasti kamu tahu apa maksudku."

Tarina menatap Irani dengan wajah tidak suka. Dia tahu apa maksud Irani berbicara seperti itu.

"Denger ya mba, jangan sok kamu. Sekarang kamu itu udah ga punya apa-apa lagi–"

"Oh ya?" Irani segera menyela ucapan Tarina yang sudah mulai menghinanya.  "Bagaimana kalau aku punya banyak hal yang ga kamu punya?"

"Hahaha apa? Sesuatu yang kamu punya itu cuma mas Aditya mba, dia segalanya bagimu tapi sekarang mas Aditya udah ga pilih kamu mba."

Irani tidak menampakkan emosinya sedikitpun di depan Tarina, dirinya harus tetap kuat dan tenang menghadapi semua ini.

Sama seperti saat Irani membiarkan Aditya menghinanya tidak memiliki apa-apa. Irani juga membiarkan Tarina berpikiran hal yang sama.

"Itulah bedanya kelasmu dan kelasku Tarina. Kelas pelakor sepertimu memang hanya bisa berpikiran pendek seperti itu. Tidak masalah, ambil saja suamiku karena aku justru kasihan sama kamu. Lagipula pengkhianat memang cocok dengan pengkhinat."

"JAGA MULUTMU MBA!" peringat Tarina sambil menunjuk wajah Irani. Dia sungguh emosi dengan apa yang Irani katakan. "Lagipula perilakumu juga menunjukkan kelasmu yang rendahan. Kamu cuma perempuan kampung yang dinikahi laki-laki kaya seperti Mas Aditya. Tapi kembali aku peringatkan mba, bahwa perempuan miskin dan kampungan sepertimu tidak akan bisa membuat suamimu betah dan bertahan sama kamu. Sejatinya kayu bakar yang dipungut dari hutan tidak akan pernah bisa dan mustahil menjadi emas meskipun diletakkan di istana dan dijaga oleh raja."

Setelah Irani merasa ceramah Tarina sudah selesai barulah dengan tenang, Irani menurunkan jari telunjuk Tarina dan tersenyum padanya.

"Apa yang kamu katakan memang benar Tarina, lagipula konotasimu itu tidak sesuai untukku. Tapi baiklah kalau kamu menganggapku seperti itu. Kayu bakar memang tidak akan bisa menjadi emas, tapi jangan lupa kalau dia juga bisa membakar habis istana yang kamu bilang ditempati oleh raja dan para penghuni di dalamnya termasuk pelakor sepertimu, tunggu saja bagaimana aku akan membakar habis kesombonganmu itu."

Irani hanya melihat hidung Tarina yang kembang kempis dengan wajahnya yang menatap dirinya dengan penuh kebencian.

"Oowh tenang saja Tarina, jangan memelihara emosimu itu. Kamu ke sini karena ingin shopping kan? Lihat! Aku sudah belanja sebanyak ini, tapi kamu masih belum membawa apa-apa. Ayo lebih baik kamu belanja saja," ujar Irani sambil memperlihatkan barang-barang belanjaannya yang sangat mahal hingga Tarina terkejut.

Tarina menjadi penasaran darimana Irani mendapatkan uang untuk belanja sebanyak itu, padahal setahunya, Aditya sudah mengurangi uang belanjanya dan tidak memberikan uang lebih pada Irani.

Melihat ekspresi wajah Tarina yang melihat pada barang-barang belanjanya membuat Irani tahu bahwa Tarina pasti penasaran dengannya.

"Kenapa lihat barang-barangku seperti orang bingung begini Tarina? Kamu mau juga? Atau penasaran dengan harganya? Ah ini hanya barang-barang biasa yang dibeli oleh orang miskin sepertiku, kamu yang sangat kaya pasti tidak akan tahu," ujar Irani mencoba merendah padahal barang-barang itu harganya sangat fantastis.

Tarina hanya menyimpan rasa penasarannya saja dan berpikir untuk mencaritahu lewat Aditya.

Bersambung.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Rahasia Istri yang Diselingkuhi    Bab 37

    "Gimana dengan urusan kamu Aryan? Apa kamu sudah membereskan semuanya?" tanya Bu Naya pada putranya itu, Aryan.Laki laki itu hanya mengangguk dan tersenyum, bu Naya merasa lega akhirnya Aryan tidak lagi diberitakan buruk oleh orang orang tidak dikenal itu. Hanya Irani yang mengenal mereka, tapi karena Aryan sudah membuat wanita itu bekerja dengannya maka ia malah menjadi harus terseret juga kedalam berita murahan itu.Aryan sudah membereskan semuanya, ia sudah berhasil menjebloskan Aditya ke penjara atas tuntutan pencemaran nama baik. Aditya mungkin memang kaya karena laki laki itu juga memiliki pekerjaan dan gaji yang tinggi, tapi jika dibandingkan dengan Aryan, jelas Aryan pemenangnya."Dia tidak berpikir dulu sebelum bertindak, biarkan hari ini laki laki itu merasakan dinginnya penjara, lain kali kalau dia masih berani mencari gara gara denganku, tidak akan aku ampuni seperti saat ini," tutur Aryan dengan penuh percaya diri.Laki laki itu ternyata sudah berubah sejak kabar buruk y

  • Rahasia Istri yang Diselingkuhi    Bab 36

    Hari sudah malam, Irani masih berusaha mencari Mishka di rumah teman temannya dan bertanya satu satu namun tidak ada yang tahu bocah itu ada di mana sekarang.Perempuan itu sudah tidak berdaya lagi, ia datang ke rumah Zana dan sudah putus asa. Satu satunya orang yang Irani sayangi saat ini hanyalah Mishka. Tentu saja ia tidak akan bisa menerima semua ini."Ini minum dulu," ujar Zana sambil memberikan sebotol minuman pada Irani. Kali ini Zana menemani perempuan itu mencari Mishka, Zana mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia tidak tega melihat Irani dalam keadaan seperti ini."Tenang dulu, kita pasti bisa nemuin Mishka kok, sabar yah," ujarnya lagi melihat Irani sudah berkali-kali mengusap air matanya.Saat mereka sedang fokus mengemudi tiba tiba sebuah pesan masuk muncul di handphone milik Irani. Sebuah pesan yang menunjukkan nama Aryan di sana."Kamu sedang mencari Mishka anakmu kan? Kali ini karena keras kepalamu untuk tetap resign dari perusahaanku dan karena kamu juga su

  • Rahasia Istri yang Diselingkuhi    Bab 35

    "Mishka ga ada di sekolah?" tanya Irani tidak percaya. Pagi tadi dia sendiri yang mengantar anak itu ke sekolah, sekarang ga mungkin kalau dia ga ada, batin Irani dengan cemas.Perempuan itu berpikir pasti Aditya dan Tarina mulai membuat rencana licik untuk bisa mengusik hidupnya. Setelah apa yang mereka perbuat kemarin, sekarang pun masih belum puas lagi mengganggu hidupnya.Kali ini Irani tidak jadi bertemu dengan Aryan dan membahas masalah resign yang sudah ia bicarakan kemarin namun masih belum mendapatkan persetujuan juga darinya.Perempuan itu buru buru ke sekolah Mishka karena Aditya mengatakan hal yang tidak bisa ia terima."Ga mungkin Mishka ga ada, tadi pagi saya anter dia Bu, di sekolah ini, di depan gerbang sekolah. Coba ibu cek cctv deh saya yakin pasti ada," pinta Irani sudah sangat khawatir dengan anaknya. Mishka ga mungkin tiba tiba menghilang seperti ini apalagi di sekolahnya. Ga mungkin ada yang menculiknya di sekolah kan? tanya Irani pada dirinya sendiri dan sudah

  • Rahasia Istri yang Diselingkuhi    Bab 34

    Niat hati ingin menjatuhkan Irani karena Tarina merasa dirinya memiliki kesempatan untuk menuduh Irani tapi ternyata malah masih belum berhasil juga.Padahal Irani sudah tidak peduli lagi dengan Tarina dan mantan suaminya itu, ia sampai heran kenapa Tarina tidak pernah mau lepas untuk terus mengusik hidupnya dan mencari gara gara dengannya? Ternyata setelah mendapatkan Mas Aditya pun Tarina masih belum puas juga."Maaf Pak, hari ini saya mau mengajukan resign," jelas Irani pada Aryan, atasannya yang akhir akhir ini membuatnya pusing juga karena Irani ternyata malah harus melakukan double job atas perintah Aditya. Perempuan itu memberikan surat resign padanya setelah mempertimbangkan semuanya.Laki laki itu tentu saja tidak terima dan menolaknya. "Tidak bisa, pengajuan yang kamu inginkan saya tolak," jawab Aryan dengan mudahnya."Tapi pak, saya sudah tidak bisa bekerja lagi di sini, saya mau resign!" Sama seperti Aryan yang tidak terima, Irani juga sama. Aryan menatap Irani yang sudah

  • Rahasia Istri yang Diselingkuhi    Bab 33

    "Hai mba Ira, ternyata pinter juga ya kamu?" tanya Tarina tersenyum remeh pada Irani saat mereka bertemu di sebuah cafe.Irani sama sekali tidak tertarik melihat wajah perempuan yang sudah merebut suaminya. Terlihat kasar, tapi itu fakta. Pelakor, sangat memalukan. Tarina masih belum mendapatkan respon dari Irani. "Aku ga nyangka aja loh mba kalau perselingkuhan yang kamu tuduhkan ke Mas Aditya sama aku itu bisa kamu balas dengan perselingkuhan juga antara kamu sama laki laki itu?" tanya Tarina lagi.Irani tahu siapa yang Tarina maksud. Tentu saja Aditya. Pintar sekali perempuan itu berusaha memancing emosi. Tapi tenang, Irani harus bisa menghadapinya dengan manis."Jaga bicaramu Rin! ujar Irani dengan lembut dan tentu saja tetap tenang. "Apa kamu belum puas telah menghancurkan rumah tangga aku dan sekarang apa? Kamu masih mau cari gara gara juga setelah kamu sudah mendapatkan suamiku dan posisiku?"Irani sebenarnya tidak tertarik menanggapi wanita yang sudah menjadi Istri dari mant

  • Rahasia Istri yang Diselingkuhi    Bab 32

    "Aryaaan, Aryaaan, Aryan bangun dong ini udah siang. Mama mau nunjukin kamu hal penting. Ayo bangun dulu," suruh Bu Naya, mamanya Aryan.Pagi-pagi sekali bu Naya sudah terkejut melihat anaknya menjadi bahan pembicaraan orang-orang di media sosial."Apa sih Ma, hari ini Aryan libur Ma, bangun nanti juga gapapa," ujar laki-laki itu dengan malasnya."Ga, ga bisa. Kamu harus lihat ini dulu. Ini maksudnya apa? Coba kamu jelasin sama mama," pinta Bu Naya sambil menarik Aryan untuk bangun dan memperlihatkan ponsel miliknya.Dengan terpaksa Aryan pun bangun dan melihat berita tentang dirinya. "Kok bisa gini sih? Ini maksudnya apa? Aryan ga ngerti Ma," jawabnya bingung. "Kamu dituduh selingkuh sama Irani. Jadi Irani itu janda? Dia udah punya suami sebelumnya? Tapi kenapa mantan suaminya jadi ikut nyeret kamu juga dalam hal ini? Ini gimana maksudnya?" tanya Bu Naya panik."Laki-laki kurang ajar, dia yang aku temuin kemarin malam sama Irani Ma. Aryan ga nyangka dia malah bawa-bawa aku jadi sel

  • Rahasia Istri yang Diselingkuhi    Bab 6

    "Selama aku masih hidup, dia lebih aman bersamaku," ujar Irani dengan tegas.Aditya boleh menganggapnya tidak memiliki apa-apa karena memang itu yang ingin Irani tampakkan di depan Aditya.Irani pikir lebih baik Aditya tidak mengetahui bahwa dirinya bisa hidup berkecukupan dan memiliki ekonomi yang

  • Rahasia Istri yang Diselingkuhi    Bab 5

    Rasa penasaran Tarina masih ia pendam sampai di rumahnya. Dia pikir Irani tidak mungkin memiliki banyak uang untuk belanja sebanyak itu. Aditya bilang kemarin dia sudah mengurangi uang belanjanya menjadi setengahnya, darimana Irani mendapatkan uang untuk membeli barang-barang mahal? "Mas, tadi ak

  • Rahasia Istri yang Diselingkuhi    Bab 3

    Sehari setelah pertemuan Tarina dan Aditya, perempuan itu harus mendapatkan masalah karena sebagian teman kerjanya tahu hubungan pernikahan sirinya dengan Aditya. Semua itu karena Irani. Tarina pun mencoba menghubungi Aditya untuk bicara padanya. Sayangnya Irani yang justru mengangkatnya. "Hallo

  • Rahasia Istri yang Diselingkuhi    Bab 2

    Hari ini weekend dan Mishka anak perempuan Aditya sangat bersemangat untuk menghabiskan waktunya bersama orang tuanya.Sejak sarapan pagi Aditya mendapatkan telepon dari Tarina, laki-laki itu mengangkatnya dan menjauh dari Mishka dan Irani."Sebentar ya sayang, kamu main dulu nanti kita jalan-jalan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status