Compartilhar

12. Debu dan Ledakan

Autor: SleepyFace
last update Data de publicação: 2026-05-13 22:46:16

Setelah kelompok itu benar-benar pergi dan suara mereka menghilang, Joni kembali menoleh ke dalam gudang.

Sepi lagi.

Yang tersisa hanya tumpukan besi—plat bengkok, rebar patah, kawat kusut. Semua terlihat seperti rongsokan yang tidak kepakai.

Joni justru nyengir.

“...nah.”

Dia melangkah masuk.

“Yang begini harta gue.”

Tanpa buang waktu, dia langsung mulai. Tangannya menyentuh satu per satu—rebar yang patah, kawat yang kusut, plat yang penyok.

Cahaya muncul.

Satu.

Dua.

Berkali-kali.

Barang-baran
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Raja Logistik di Dunia Zombie   57. Pengorbanan Mila

    Keesokan paginya suasana ruang utama markas Broto kembali penuh ketegangan.BROTO berdiri sambil memegang kepalanya sendiri frustrasi.Sementara Nada duduk santai di sofa depan meja sambil memainkan pisau kecil di tangannya.“…jadi gitu.”Nada menyilangkan kaki santai.“Charles minta pengiriman dipercepat.”Broto langsung membanting botol ke dinding.PRAANG!!“DIPERCEPAT TERUS! ORANG GUE MATI! PABRIK GUE HANCUR!”Nada bahkan tidak berkedip sedikit pun malah dia menatap Broto datar.“Kalau lu gagal nyelesaiin kesepakatan…”Senyumnya muncul tipis.“…Charles ga segan ngirim tank ke sini.”Ruangan langsung sunyi dan Broto perlahan diam karena dia tahu itu bukan ancaman kosong.Charles bisa sebesar sekarang bukan cuma karena organisasinya disiplin. Tapi juga karena dia punya kendaraan militer sungguhan.Tank.Dan Charles terkenal ga ragu nembakin pelurunya ke siapa aja yang ganggu urusannya.Di sudut ruangan, Ray malah ketawa kecil santai sambil nyalain rokok.“Kalau gitu… gue pindah aja k

  • Raja Logistik di Dunia Zombie   56. Sindy Dulu yang Penting

    Di dalam sebuah ruangan luas bekas kantor militer, Nada berdiri di depan meja besar sambil menyilangkan tangan.Di depannya duduk seorang pria bertubuh tegap dengan potongan rambut pendek rapi dan seragam militer yang sudah dimodifikasi.Charles.Berbeda dari kelompok lain, markas kelompok Charles terlihat jauh lebih terorganisir.Peta militer menempel di dinding, radio komunikasi aktif di beberapa meja, dan suara kendaraan berat sesekali terdengar dari luar.Nada membuka pembicaraan santai.“Broto lagi kacau. Dua awakenernya hilang. Beberapa tim loot juga abis.”Charles bahkan tidak terlihat terlalu peduli.“Itu bukan urusan gue sekarang.”Nada mengangkat alis tapi Charles tetap menatap peta di depannya.“Broto itu kelompok kecil. Yang penting…”Tatapannya berubah serius.“…pasokan combat drugs jangan sampe putus.”Nada langsung sadar nada suaranya berubah.“…seburuk itu?”Charles akhirnya menghela napas pelan lalu menunjuk area barat di peta besar.“Gerombolan zombie di barat makin

  • Raja Logistik di Dunia Zombie   55. Rumah Baru

    Malam itu di ruangannya, Joni duduk santai di kursinya sambil melihat Putri yang berdiri di depan meja.Lampu ruangan redup dan suasana jauh lebih tenang dibanding beberapa jam lalu saat mereka masih saling tembak. Joni menyandarkan tubuhnya lalu bertanya santai.“Gimana? Udah liat sendiri?”Putri perlahan mengangguk. Selama beberapa jam tadi, Deri memang membawanya keliling base.Dia melihat area produksi. Pos pertahanan. Orang-orang biasa yang hidup jauh lebih teratur dibanding kelompok Broto.Tidak ada pemisahan jelas antara awakener dan non-awakener bahkan operator biasa pun terlihat dihargai.Putri menunduk sebentar sebelum akhirnya berkata pelan.“…apa orang-orang yang ikut aku bisa dibawa ke sini?”Joni langsung mengangkat alis.“Lah? Orang mana?”Putri diam beberapa detik terlihat ragu namun akhirnya tetap menjawab.“…orang-orang di Broto.”Joni langsung mengernyit.“Engga engga.”Dia langsung menggeleng.“Lu tau kenapa gue mau ngancurin Broto kan?”Putri langsung diam lagi da

  • Raja Logistik di Dunia Zombie   54. Pilihan Putri

    Di belakang kendaraan kelompok Joni, dua anggota sedang buru-buru membalut lengan Joni yang tertembak.“Anjing…”Joni meringis sambil memegang lengannya.“Baru sembuh bentar udah ketembak lagi.”Pak Bram berdiri di sampingnya sambil tetap mengawasi area depan dengan sniper di tangan lalu dia menoleh datar ke arah Joni.“…kenapa tadi ga langsung ditembak aja cewek itu?”Joni mendengus kecil kesal.“Karena dia bukan musuh gue.”Pak Bram mengangkat alis.“Serius?”Namun sebelum Joni sempat menjawab lagi—BOOOOM!!Ledakan besar tiba-tiba mengguncang area dalam pabrik. Semua orang langsung membeku.“…hah?”Lalu—BOOOOM!!Ledakan kedua menyusul. Api besar mulai terlihat dari dalam area pabrik dan detik berikutnya teriakan orang-orang menggema keluar.“AAAAARGH!!”“API!”Beberapa anggota kelompok Broto tiba-tiba berlarian keluar dari dalam pabrik dengan tubuh terbakar hidup-hidup.Api menyelimuti seluruh badan mereka. Mereka berguling di tanah sambil menjerit kesakitan.Pemandangan itu bahkan

  • Raja Logistik di Dunia Zombie   53. Api Pengkhianat

    Keesokan paginya konvoi kelompok Broto kembali keluar dari markas mereka.Beberapa kendaraan pickup bergerak membawa anggota bersenjata lengkap menuju area loot di sisi timur kota.Namun kali ini Putri ikut bersama mereka. Dia duduk di atas kap mobil paling depan sambil memandang jalan kosong dengan ekspresi datar.Api kecil sesekali muncul di ujung jarinya lalu menghilang lagi. Sementara anggota lain terlihat jauh lebih santai karena merasa aman ada Putri bersama mereka.“Kalau ada kelompok sialan itu lagi… langsung dibakar aja sama mbak Putri.”Beberapa orang bahkan tertawa kecil namun Putri sama sekali tidak menanggapi. Pikirannya masih kacau sejak beberapa hari terakhir.Dan jauh dari sana radio kecil milik salah satu kelompok kecil sekutu Joni mulai berbunyi.“Base. Konvoi Broto keluar. Lima kendaraan. Arah timur.”Di ruang komunikasi kelompok Joni, anggota langsung mencatat cepat lalu menyampaikan laporan itu.Tidak lama kemudian mesin kendaraan kelompok Joni mulai menyala satu

  • Raja Logistik di Dunia Zombie   52. Perang Bayangan

    Beberapa hari berikutnya, perang antara kelompok Joni dan Broto mulai berubah menjadi perang bayangan bukan lagi serangan frontal.Melainkan perburuan, dan dimulai dengan salah satu kelompok kecil yang diam-diam sudah diajak kerja sama oleh Pak Kusno.Mereka pura-pura tetap menjadi survivor biasa di area sekitar wilayah Broto.Dan pagi itu radio komunikasi kelompok Joni berbunyi.“Base. Kelompok Broto keluar.”Suara samar terdengar dari HT kecil.“Empat mobil. Arah selatan.”Di ruangan komunikasi, anggota langsung mencatat lalu menyampaikan informasi itu ke Joni.Beberapa menit kemudian konvoi kecil kelompok Joni langsung bergerak keluar.Joni di mobil depan bersama Pak Bram sambil melihat peta kasar area.“Mereka biasanya loot apa di selatan?”Pak Bram menjawab sambil terus memperhatikan jalan.“Gudang makanan sama bengkel lama.”Joni mengangguk kecil.“Berarti jalur baliknya kemungkinan lewat sini.”Dia menunjuk jalan industri sempit di peta. Dan benar saja beberapa jam kemudian rom

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status