Home / Fantasi / Raja Logistik di Dunia Zombie / 46. Invasi Kelompok Broto

Share

46. Invasi Kelompok Broto

Author: SleepyFace
last update publish date: 2026-05-20 10:52:33

Di luar gudang, pertempuran di base kelompok Joni masih berlangsung brutal.

DOR! DOR! DOR!

Rentetan tembakan terus bersahutan di sepanjang area pabrik.

Barikade kendaraan terbakar. Kaca pecah di mana-mana. Dan asap mulai memenuhi sebagian halaman base.

Namun meski kehilangan beberapa posisi depan, kelompok Joni masih bertahan keras.

Pak Bram berdiri di balik reruntuhan forklift sambil terus menembakkan sniper rakitan Deri ke arah pasukan Broto yang mencoba maju.

DOR!

Satu anggota Broto langsung roboh di balik kendaraan.

“Jangan kasih mereka napas!”

Pak Bram langsung berteriak ke anggota lain.

“Suppress terus!”

Beberapa penembak kelompok Joni langsung menghujani area depan dengan tembakan bertubi-tubi.

DOR DOR DOR DOR!

Kelompok Broto pun terpaksa berlindung lagi di balik kendaraan mereka namun jumlah mereka jauh lebih banyak.

Dan mereka terus mencoba menekan maju sedikit demi sedikit.

Di sisi lain, Deri sibuk berpindah posisi sambil membawa senapan modifikasinya.

“Sebelah kanan! Sebelah kanan!”

Dia langsung menembaki tim flank kelompok Broto yang mencoba masuk lewat jalur samping.

DOR DOR DOR!

Beberapa orang langsung jatuh mundur namun tekanan tetap besar.

Peluru terus menghantam barikade. Percikan api beterbangan dari besi kendaraan dan beberapa anggota kelompok Joni mulai terlihat kelelahan karena harus terus menahan serangan tanpa henti.

“Bang!”

Salah satu anggota berteriak ke Pak Bram.

“Peluru depan mulai tipis!”

Pak Bram langsung menggertakkan gigi.

“Jangan berhenti nembak! Kalau mereka masuk kita habis!”

Sementara jauh di belakang pertahanan, suara samar generator dan aktivitas evakuasi masih terdengar.

Mereka semua sekarang cuma punya satu tujuan. Menahan base tetap hidup sampai Joni kembali.

DOR! DOR! DOR!

Tembakan terus bersahutan tanpa henti di area depan base.

Namun kali ini kelompok Broto mulai berubah taktik.

Raka yang melihat pertahanan depan terlalu kuat langsung berteriak dari balik kendaraan.

“GRANAT!”

Beberapa anggota langsung mengambil granat rakitan dan granat militer bekas yang masih mereka simpan.

Pak Bram yang melihat langsung membelalakkan mata.

“Cover!”

Namun semuanya terlambat. Beberapa granat langsung dilempar ke arah sisi tembok dan barikade utama.

BOOOM!!

Ledakan pertama menghantam pagar besi.

BOOOM!!

Ledakan kedua langsung mengguncang dinding pabrik tua.

Retakan besar muncul dan ledakan ketiga—

DUAAAAARRR!!

Sebagian tembok sisi luar akhirnya jebol. Debu dan pecahan beton langsung beterbangan ke mana-mana.

“ARGH!”

Beberapa anggota kelompok Joni terpental jatuh akibat ledakan itu.

Deri refleks melindungi wajahnya sambil batuk karena debu tebal.

“Anjing…”

Pak Bram langsung sadar situasinya berubah buruk.

“MUNDUR! Tarik ke belakang!”

Karena celah besar sekarang terbuka di sisi pertahanan mereka dan kelompok Broto langsung melihat kesempatan itu.

“MEREKA JEBOL! MASUK!”

Puluhan anggota Broto langsung bersorak sambil menyerbu menuju lubang tembok yang hancur tadi.

DOR DOR DOR!

Mereka mulai menembaki area dalam base sambil memaksa masuk.

Kelompok Joni terpaksa mundur perlahan ke area pabrik dalam sambil terus membalas tembakan.

“Jangan pisah! Bentuk garis baru!”

Pak Bram terus memberi komando sambil menembak mundur.

Deri juga ikut mundur sambil sesekali menghajar anggota Broto yang terlalu maju dengan tembakan brutal dari senjatanya.

Namun kini musuh sudah berhasil masuk ke dalam base mereka dan kelompok Broto mulai semakin percaya diri.

Sorakan dan tawa mereka terdengar keras saat mereka menyerbu lewat tembok yang jebol itu.

Kelompok Broto terus menekan maju melewati tembok yang hancur.

Jumlah mereka terlalu banyak.

Dan perlahan garis pertahanan kelompok Joni mulai terdorong semakin dalam ke area pabrik utama.

DOR! DOR! DOR!

Peluru terus beterbangan di lorong-lorong pabrik.

Beberapa anggota kelompok Joni bahkan mulai mundur sambil menyeret teman mereka yang terluka.

Pak Bram terus menembak sambil berteriak memberi komando.

“Jangan lepas garis! Tahan sini!”

Namun tekanan mereka semakin berat. Raka bahkan mulai mendorong anggota Broto maju terus melalui celah tembok.

“Masuk terus! Mereka hampir habis!”

Di tengah kekacauan itu, Deri tiba-tiba menarik lengan Pak Bram.

“Pak!”

Pak Bram menoleh cepat.

“Apa?!”

Deri menunjuk ke belakang.

“Tahan bentar! Gue ambil senjata!”

Pak Bram mengernyit bingung.

“Senjata apa lagi?!”

Namun Deri sudah berlari masuk ke dalam base bersama beberapa anggota lain.

Pak Bram menggertakkan gigi lalu kembali fokus menahan serangan.

DOR! DOR! DOR!

Namun semakin lama, mereka makin tertekan. Kelompok Broto mulai masuk lebih dalam.

Sampai di satu titik, Pak Bram bahkan mulai bersiap mundur lagi ke gedung berikutnya dan tepat saat itu—

“TIARAP!”

Suara Deri terdengar dari belakang. Pak Bram refleks menoleh.

Lalu—

BOOOOM!!

Sebuah granat rakitan meluncur dan meledak tepat di tengah kelompok Broto yang sedang menyerbu.

Jeritan langsung terdengar.

“AAAAARGH!”

Serpihan besi brutal dari granat rakitan Deri menghajar beberapa anggota sekaligus.

Pak Bram langsung membelalakkan mata dan dari belakang, Deri akhirnya muncul lagi bersama beberapa anggota non-tempur yang tadi mengungsi.

Mereka semua membawa kotak-kotak besar penuh granat rakitan, molotov, dan peluru tambahan.

Deri menyeringai liar sambil menendang salah satu kotak ke depan.

“Abisin aja! Pake semua buat nahan mereka!”

Semangat anggota kelompok Joni langsung naik lagi. Beberapa langsung mengambil granat rakitan dan molotov tanpa ragu.

“LEMPAR!”

BOOOM!!

WOOOSSH!!

Ledakan dan kobaran api langsung menghantam area tembok yang jebol.

Molotov menyebar api ke kendaraan dan lantai penuh oli serta puing.

Granat rakitan menghujani kelompok Broto dengan serpihan brutal.

“AAAAAH!”

“API! API!”

Beberapa anggota Broto langsung terbakar hidup-hidup. Yang lain roboh penuh serpihan logam. Suasana langsung berbalik kacau.

Serbuan mereka mendadak tertahan total bahkan beberapa anggota Broto mulai panik mundur dari celah tembok karena ledakan terus menerus.

BOOOM!!

Granat rakitan kembali meledak di dekat celah tembok.

WOOOSSH!!

Api molotov menyebar liar di area depan membuat kelompok Broto benar-benar kehilangan momentum serangan mereka.

“MUNDUR!”

“ANJING MUNDUR!”

Beberapa anggota Broto mulai berlarian keluar dari area tembok sambil menghindari ledakan dan kobaran api.

Namun kelompok Joni sekarang justru mulai menekan balik.

“Dorong mereka keluar!”

Pak Bram langsung berteriak sambil maju menembak.

DOR! DOR! DOR!

Anggota kelompok Joni mulai bergerak maju sambil terus melempar granat rakitan dan molotov tanpa henti.

BOOOM!!

“AAAAARGH!”

Kelompok Broto benar-benar kacau sekarang.

Raka bahkan sampai berlindung di balik kendaraan sambil melihat rentetan ledakan itu dengan wajah tidak percaya.

“Anjing…”

Dia melihat satu lagi granat rakitan dilempar dari dalam base.

“Kelompok ini granatnya ga abis-abis apa?!”

Dani yang biasanya menjadi ujung tombak mereka juga tidak muncul lagi.

Situasi makin buruk dan akhirnya Raka menggertakkan gigi lalu berteriak.

“MUNDUR! Kembali ke mobil!”

Sisa anggota kelompok Broto langsung mulai mundur sambil menyeret korban luka mereka.

Mereka masuk kembali ke kendaraan satu per satu sebelum akhirnya konvoi mulai kabur menjauh dari base kelompok Joni.

Salah satu anggota Broto masih panik bertanya.

“Bang! Dani gimana?!”

Raka langsung masuk ke mobil sambil menutup pintu keras.

“Dia awakener.”

Tatapannya dingin.

“Pasti aman.”

Lalu konvoi mereka langsung menjauh meninggalkan area base yang masih dipenuhi asap dan api kecil.

Di sisi lain, kelompok Joni akhirnya mulai bersorak lega.

“WOOO!”

“Mereka kabur!”

“Kita berhasil nahan!”

Beberapa anggota bahkan langsung terduduk kelelahan sambil tertawa lega setelah berhasil mengusir invasi besar itu.

Namun di tengah suasana itu, Deri tiba-tiba membeku.

“…eh.”

Pak Bram menoleh dan Deri langsung melihat ke arah gudang tempat Joni tadi masuk.

“Bang Joni gimana?”

Pak Bram langsung ikut menoleh.

Dan tanpa bicara lagi, mereka berdua langsung berlari ke arah gudang dengan wajah tegang namun sebelum mereka sampai—

KREEEK.

Pintu gudang perlahan terbuka sendiri. Semua orang refleks menoleh dan beberapa detik kemudian Joni keluar dengan langkah santai.

Tubuhnya penuh luka dan oli namun wajahnya justru terlihat puas.

Di belakangnya, dia sedang menyeret tubuh Dani yang pingsan di lantai beton.

Kedua kaki Dani terlihat patah dengan posisi mengerikan dan seluruh tubuhnya penuh oli hitam.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Raja Logistik di Dunia Zombie   52. Perang Bayangan

    Beberapa hari berikutnya, perang antara kelompok Joni dan Broto mulai berubah menjadi perang bayangan bukan lagi serangan frontal.Melainkan perburuan, dan dimulai dengan salah satu kelompok kecil yang diam-diam sudah diajak kerja sama oleh Pak Kusno.Mereka pura-pura tetap menjadi survivor biasa di area sekitar wilayah Broto.Dan pagi itu radio komunikasi kelompok Joni berbunyi.“Base. Kelompok Broto keluar.”Suara samar terdengar dari HT kecil.“Empat mobil. Arah selatan.”Di ruangan komunikasi, anggota langsung mencatat lalu menyampaikan informasi itu ke Joni.Beberapa menit kemudian konvoi kecil kelompok Joni langsung bergerak keluar.Joni di mobil depan bersama Pak Bram sambil melihat peta kasar area.“Mereka biasanya loot apa di selatan?”Pak Bram menjawab sambil terus memperhatikan jalan.“Gudang makanan sama bengkel lama.”Joni mengangguk kecil.“Berarti jalur baliknya kemungkinan lewat sini.”Dia menunjuk jalan industri sempit di peta. Dan benar saja beberapa jam kemudian rom

  • Raja Logistik di Dunia Zombie   51. Pabrik Perang

    Tidak lama setelah Sindy kabur keluar ruangan, pintu kembali terbuka. Deri masuk sambil mengernyit.“Bang…”Dia menunjuk ke arah luar.“Si Sindy kenapa merah banget mukanya?”Joni yang masih agak bengong langsung refleks duduk lebih tegak.“…hah?”Deri makin curiga.“Lu marahin dia?”“Engga.”Jawaban Joni terlalu cepat namun Deri langsung menyipitkan mata.“…curiga gue.”Namun sebelum Deri sempat lanjut, Joni buru-buru mengalihkan topik.“Udah upgrade?”Wajah Deri langsung berubah semangat.“Udah.”Dia langsung membuka panel traitnya.“Schematic sekarang berubah jadi Machinist.”Joni langsung nyengir.“Wah. Sekarang lu masokis?”Deri langsung melotot.“BUKAN MASOKIS! Machinist!”Joni langsung ketawa ngakak.“Mirip anjir namanya.”Deri cuma geleng-geleng kesel dab Joni lalu kembali serius.“Yaudah. Fungsinya apa sekarang? Udah dites?”Deri langsung mengangguk semangat.“Sedikit.”Dia duduk lalu mulai menjelaskan sambil gerak-gerakin tangan excited.“Sekarang gue bisa bikin blueprint le

  • Raja Logistik di Dunia Zombie   50. Awal Serangan Balik

    Beberapa hari setelah serangan kelompok Broto, ruangan rapat kelompok Joni kembali dipenuhi anggota inti mereka.Namun kali ini suasananya berbeda, kali ini lebih serius, lebih berat karena sekarang semua orang sadar, mereka sudah resmi masuk perang besar antar kelompok.Joni duduk di ujung meja sambil melihat satu per satu orang di ruangan itu.“Mulai laporan.”Tatapannya berpindah ke Sindy terlebih dulu.“Sindy.”Sindy langsung membuka beberapa catatan di depannya.“Soal combat drugs…”Tatapannya naik ke Joni.“Setelah abang kasih sampelnya buat aku teliti lebih lanjut…”Dia menarik napas kecil.“…aku bisa ngilangin efek sampingnya.”Ruangan langsung diam dan Deri langsung menoleh cepat.“…hah?”Namun Sindy melanjutkan dengan serius.“Efek gagal organ, kerusakan saraf, sama stimulasi berlebihan itu muncul karena beberapa komponen kimianya ga stabil.”“Kalau dipisah dan diseimbangin ulang… harusnya bisa jauh lebih aman.”Mata Joni langsung menyipit tertarik dan Sindy lalu menambahkan

  • Raja Logistik di Dunia Zombie   49. Pharmatrix

    Sindy menatap layar biru transparan itu dengan napas masih tidak stabil.Tulisan di depannya perlahan berhenti berubah.═══════════Trait: Pharmatrix═══════════“…Pharmatrix?”Suaranya pelan penuh bingung namun sebelum dia sempat memahami lebih jauh, Pak Bram langsung memeluknya erat.“SINDY!”Pria itu sampai menangis lega sambil memegang kepala anaknya.“Lu hidup… Syukur…”Joni yang berdiri di dekat sana juga akhirnya menghembuskan napas panjang lega setelah tegang sejak tadi.Sementara Sindy sendiri masih terlihat blank. Matanya berkedip beberapa kali sebelum akhirnya sadar sesuatu.“…kok aku hidup?”Pak Bram langsung menoleh ke Joni dan Joni akhirnya menjelaskan singkat.“Kristal. Kita pake kristal zombie ke luka lu.”Sindy langsung membeku mendengar itu karena dia tahu artinya lalu Joni menyipitkan mata sedikit.“Lu sekarang awakener?”Sindy perlahan menoleh lagi ke layar biru yang masih mengambang di pandangannya. Beberapa detik kemudian dia mengangguk pelan.“…iya.”Joni langsu

  • Raja Logistik di Dunia Zombie   48. Bangun, Sindy

    Tubuh Sindy semakin kejang hebat di atas kasur.KRAK… KREEET…Tali pengikat mulai berderit keras karena tubuhnya terus bergerak tidak normal.Kasur darurat itu bahkan ikut bergeser sedikit di lantai akibat hentakan tubuh Sindy yang semakin brutal.“ARGH—!”Suara napas dan erangan aneh keluar dari tenggorokannya.Mila langsung mundur beberapa langkah dengan wajah pucat.“Bang… Ini ga normal…”Pak Bram yang melihat itu justru semakin hancur. Air matanya tidak berhenti jatuh sambil terus memegang kepalanya sendiri.“Sindy…”Namun Joni tetap berdiri di dekat tempat tidur dengan wajah tegang. Tatapannya tidak lepas dari tubuh Sindy.Lalu urat hitam mulai muncul perlahan dari sekitar luka di perutnya.Menyebar sedikit demi sedikit. Mata beberapa anggota langsung membesar ketakutan. Karena mereka semua tahu seperti apa awal perubahan zombie.Deri refleks langsung mengangkat senjatanya sedikit dan Joni langsung sadar situasinya makin berbahaya.“Senjata.”Suara Joni terdengar berat.“Kasih gu

  • Raja Logistik di Dunia Zombie   47. Pilihan Terakhir

    Joni keluar dari gudang sambil terus menyeret tubuh Dani yang tidak sadarkan diri di lantai beton.Suara gesekan tubuh dan oli terdengar kasar di tengah suasana base yang masih penuh asap dan sisa pertempuran.Begitu melihat Deri dan Pak Bram di depan, Joni langsung bertanya santai.“Udah selesai?”Deri yang masih melongo melihat kondisi Dani langsung menjawab cepat.“Mereka kabur.”Pak Bram ikut mengangguk.“Udah mundur semua.”Lalu dia melihat ke arah luar base yang rusak cukup parah.“Tapi…”Tatapannya kembali ke Joni.“…mereka sebenernya dari mana sih?”Joni berhenti sebentar.Tatapannya menyapu area gerbang yang hancur dan tembok pertahanan yang dulu mereka perkuat mati-matian.Kini sebagian sudah runtuh penuh bekas ledakan dan api. Alisnya mengernyit melihat kerusakan itu.“…kelompok Broto.”Nada suaranya berubah dingin.“Mereka balas dendam soal pabrik energi itu.”Deri langsung menghela napas kasar.“Anjing…”Lalu matanya turun lagi ke arah Dani yang diseret Joni.“…terus ini

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status