MasukBerulang kali Salsa mencoba menghubungi Nathan, tetapi panggilan itu tidak juga diangkat. Si kembar yang tadinya mengamuk akhirnya berhasil dibujuk oleh David. Pria itu mengajak Kenzo dan Kenzi berjalan santai menuju minimarket di ujung kompleks perumahan. Sebelum keluar rumah, Salsa lebih dulu memasangkan topi dan masker ke wajah kedua anaknya. Ia tidak ingin ada orang yang sadar atau curiga melihat kemiripan wajah si kembar dengan sosok pengusaha ternama yang wajahnya sering berseliweran di layar kaca.Setelah si kembar mulai tenang dan asyik dengan jajanan mereka, Salsa dan David duduk berhadapan di ruang tamu."Kamu nggak ke kantor?" tanya Salsa setelah melihat David memilih untuk tetap berada di rumah itu ketimbang pergi ke kantor tepat waktu."Aku yang punya restorannya, jadi aku bebas mau datang jam berapa saja," jawab David santai. Pria itu sudah rapi dengan pakaian kerjanya, padahal jarum jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. David mengedarkan pandangan sebentar sebelum
Salsa berjalan menghampiri David, membiarkan Nathan tetap mematung dengan segudang prasangka buruk di benaknya. Salsa tidak berniat membela diri di depan Nathan. Tujuan utamanya saat ini cuma meminta maaf pada David karena kemarin malam telepon dari David untuk pertama kalinya direject. Meskipun Salsa yakin kalau David pasti tahu kalau bukan dirinya lah yang mereject telepon dari pria itu."Sorry ya David, kemarin aku—" ucapan Salsa langsung terpotong sebelum kalimatnya tersusun dengan baik."Aku tahu Nathan yang angkat," potong David penuh keyakinan karena ia kenal betul karakter Salsa. Jika wanita ini tidak baik, mana mungkin dia membiarkan dirinya jatuh cinta pada ibu dua anak ini.Salsa langsung bungkam. Dia tidak membantah sama sekali tuduhan David karena kenyataannya memang itulah yang terjadi."Padahal aku cuma mau kasih tahu kalau dua hari lagi orang tuaku mau datang," lanjut David. "Mereka bilang enggak enak sama almarhum ayahmu. Waktu beliau meninggal minggu lalu, mereka lag
“Sayaaaaang,” desah Nathan menikmati indahnya dimanja oleh wanita yang ia cintai ini. Masa bodo jika nanti Salsa marah karena dirinya berhasil kembali membawa wanita ini ke surga penuh kenikmatan dunia. Salsa pun benar-benar tidak mengerti dengan tubuhnya yang selalu merespon baik sentuhan Nathan, padahal logikanya ingin menolak lagi sentuhan pria itu. Tapi dia kembali gagal. Dia justru dengan penuh kesadaran menikmati kebersamaan mereka ini.“Makasih, sayang. Aaaah,” desah Nathan lagi saat Salsa kembali menghisap bolanya yang bagian kanan. Demi apapun nikmat ini yang sangat ia rindukan selama 5 tahun ke belakang. Desahan demi desahan memenuhi kamar si kembar. Mereka benar-benar sudah terhanyut dalam permainan panas. Sampai akhirnya Salsa yang sudah tidak tahan langsung naik ke atas tubuh Nathan. Kali ini dia yang lebih dulu mengambil alih permainan. Saat miliknya mulai merasakan tusukan dari junior Nathan yang sudah tegang banget, rasa nikmat itu benar-benar nggak bisa diungkapkan
Suara desahan kecil terdengar dari mulut Salsa saat pria itu mulai meremas dada Salsa. Bayangkan saja sejak mereka kembali bertemu hanya satu kali Nathan menyentuh Salsa. Ada saja alasan Salsa untuk menolak. Mereka belum tahu sebagai suami istri lah, padahal dulu meski mereka tahu itu salah tapi karena nafsu keduanya tidak bisa dikendalikan akhirnya mereka memilih menjalani skandal hubungan itu. Dan sekarang Nathan sedang susah payah mencoba meyakinkan Salsa kalau dirinya pasti akan menikahi wanita ini. “Sayaaaaang,” bisik Nathan di samping telinga Salsa agar tidak sampai membuat kedua anak kembarnya bangun. “Sayang, aku udah gak tahan,” bisik Nathan lagi. Salsa menggeliat. Dalam tidur pun wanita itu merasakan nikmat yang luar biasa bahkan tanpa sadar dia membuka lebar kakinya hingga membuat tangan Nathan dengan leluasa bermain-main di lubang sempit Salsa. Rasanya masih tetap sama, karena Salsa melahirkan dengan sesar.Karena sudah tidak tahan dengan nafsunya, Nathan merengkuh tubuh
“Apa kamu yakin, sayang, dia ada hubungan spesial dengan Nathan?” tanya pak Darmawan meragukan ucapan Zara.“Tentu saja yakin, sayang. Coba pikir, apa kira-kira yang menjadi alasan paling masuk akal sampai Nathan terus menunda pernikahannya dengan Clara? Nggak mungkin karena duit, bukan? Siapa sih yang nggak tahu Clara Darmawan, siapapun yang menikah dengannya pasti akan kaya tujuh keturunan,” sahut Zara penuh keyakinan. Kali ini dia tidak akan membiarkan Salsa hidup tenang setelah dianggap menjadi penyebab perceraian ibunya dengan ayahnya Salsa. Dan yang paling menyakitkan hingga sulit untuk dimaafkan adalah, sebelum Salsa dan ayahnya benar-benar menghilang dari kehidupan mereka, dua manusia terkutuk itu mendatangi keluarga besar ibunya Zara dan membongkar hubungan terlarang antara Aditya dengan ibunya Zara sampai membuat mereka dicoret dari keluarga. Saat neneknya meninggal pun Zara dan Ibunya tidak diizinkan untuk datang ke rumah itu. Semua kerumitan hidupnya termasuk kandasnya hu
Karena rasa kesalnya sudah tidak bisa ditahan lagi, Nathan pun akhirnya mematikan ponsel Salsa tanpa mengangkat panggilan telepon dari David. Sontak membuat Salsa semakin marah pada pria ini. Andai saja tidak ada si kembar di dekat mereka, sudah pasti keduanya kembali tersulut emosi. Nathan ingin Salsa memblokir David dari hidupnya, sementara Salsa bukan tipe orang yang tidak tahu terima kasih. Dia dan David benar-benar tidak ada hubungan apapun selain atasan dan bawahan. Padahal tadi mereka sudah bermesra-mesraan, tapi ujung-ujungnya kembali nama David menjadi sumber keributan antara Salsa dan Nathan.Alea yang menyadari ketegangan itu mencoba mengalihkan fokus adik kembarnya.“Mbem, Ndut, sini,” panggil Alea melambaikan tangan, mencoba menghentikan ketegangan di antara dua orang dewasa itu. Alea bukan anak kecil lagi, dia tahu betul papanya sedang terbakar cemburu buta pada David, sementara Salsa juga tak mau dipojokkan karena merasa punya utang jasa pada pria itu. Masalahnya sebena
“Ta–tapi saya gak mau pakai baju ini, Om,” cicit Salsa, mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya yang sudah hampir habis ditelan ketakutan setiap kali bertemu dengan Nathan.Nathan yang sejak tadi sibuk di depan MacBook seketika berhenti mengetik. Dia menoleh ke sumber suara, menatap Salsa dengan r
Braaaaak Pintu kamar Zara dibuka lebar hingga menimbulkan dentuman yang cukup keras membuat Salsa kaget. “Kurang ajar! Kamu ngintip, ya?” tuduh Aditya kesal. Dia keluar untuk mencari tahu apa sebetulnya yang pecah di depan kamar calon istrinya. Dan betapa kesalnya dia mendapati Salsa di sana. Ad
Ting. Satu pesan baru masuk lagi dari Nathan. Pria itu mengirimkan sebuah titik lokasi vila yang menjadi tempat pertemuan mereka besok siang. Belum sempat Salsa mencerna semuanya, satu pesan beruntun kembali masuk. “Jangan bilang apa pun pada Alea tentang perjanjian panas ini. Paham!” Hati Salsa
“Tapi, Om…” “Kalau kamu punya barang berharga sebagai jaminan, boleh pakai itu. Asal nilai jualnya lebih besar dari uang satu miliar yang kamu butuhkan sekarang,” ucap Nathan cepat, memotong kalimat Salsa sebelum gadis itu sempat menyelesaikannya. Salsa tampak semakin frustasi. Detik jam dinding







