تسجيل الدخول“Apa kamu yakin, sayang, dia ada hubungan spesial dengan Nathan?” tanya pak Darmawan meragukan ucapan Zara.“Tentu saja yakin, sayang. Coba pikir, apa kira-kira yang menjadi alasan paling masuk akal sampai Nathan terus menunda pernikahannya dengan Clara? Nggak mungkin karena duit, bukan? Siapa sih yang nggak tahu Clara Darmawan, siapapun yang menikah dengannya pasti akan kaya tujuh keturunan,” sahut Zara penuh keyakinan. Kali ini dia tidak akan membiarkan Salsa hidup tenang setelah dianggap menjadi penyebab perceraian ibunya dengan ayahnya Salsa. Dan yang paling menyakitkan hingga sulit untuk dimaafkan adalah, sebelum Salsa dan ayahnya benar-benar menghilang dari kehidupan mereka, dua manusia terkutuk itu mendatangi keluarga besar ibunya Zara dan membongkar hubungan terlarang antara Aditya dengan ibunya Zara sampai membuat mereka dicoret dari keluarga. Saat neneknya meninggal pun Zara dan Ibunya tidak diizinkan untuk datang ke rumah itu. Semua kerumitan hidupnya termasuk kandasnya hu
Karena rasa kesalnya sudah tidak bisa ditahan lagi, Nathan pun akhirnya mematikan ponsel Salsa tanpa mengangkat panggilan telepon dari David. Sontak membuat Salsa semakin marah pada pria ini. Andai saja tidak ada si kembar di dekat mereka, sudah pasti keduanya kembali tersulut emosi. Nathan ingin Salsa memblokir David dari hidupnya, sementara Salsa bukan tipe orang yang tidak tahu terima kasih. Dia dan David benar-benar tidak ada hubungan apapun selain atasan dan bawahan. Padahal tadi mereka sudah bermesra-mesraan, tapi ujung-ujungnya kembali nama David menjadi sumber keributan antara Salsa dan Nathan.Alea yang menyadari ketegangan itu mencoba mengalihkan fokus adik kembarnya.“Mbem, Ndut, sini,” panggil Alea melambaikan tangan, mencoba menghentikan ketegangan di antara dua orang dewasa itu. Alea bukan anak kecil lagi, dia tahu betul papanya sedang terbakar cemburu buta pada David, sementara Salsa juga tak mau dipojokkan karena merasa punya utang jasa pada pria itu. Masalahnya sebena
“Papa, hari ini Papa bacain dongeng ya?” rengek Kenzo yang tiba-tiba berlari menghampiri sang papa. Entah apa yang tadi diucapkan oleh Raka dan Alea, sampai-sampai si sulung ini mendadak nempel banget sama Nathan malam ini.“Iya, Sayang,” jawab Nathan lembut. Meskipun saat itu ia sedang bicara serius dengan Salsa, Nathan tetap mendahulukan buah hatinya. Tanpa ragu, ia merengkuh tubuh gembul Kenzo dan mengangkatnya ke atas pangkuan.Melihat Kakak kembarnya bermanja-manja, giliran si bungsu yang ikut berlari kencang mendekat. “Papa mau bacain dongeng apa?” tanya Kenzi penasaran, matanya berbinar-binar memandangi wajah papanya.Nathan yang seumur hidupnya hampir tidak pernah memegang buku dongeng seketika kebingungan. Otaknya berputar keras mencari jawaban yang pas supaya anak-anaknya tidak kecewa.Melihat papanya cuma diam mikir, suara Kenzo kembali terdengar menawari jalan keluar. “Gimana kalau Papa bacain dongeng si kancil saja?”Nathan tersenyum lega, diusapnya kepala Kenzo dengan pe
“Aku bingung sama Nathan, apalagi yang dia tunggu? Aku takut ancaman Darmawan itu benar-benar dilakukan. Aku nggak mau kita jadi gelandangan. Meskipun aku masih ada hubungan keluarga dengan Darmawan, untuk urusan seperti ini dia sama sekali nggak bisa diajak kompromi.” wanita paruh baya itu tubuhnya sampai terus berat badannya berkurang hanya gara-gara memikirkan hal ini. Setiap saat ponselnya berdering pasti masuk pesan atau telepon dari Darmawan yang berisi ancaman dan tekanan. Jujur itu membuatnya tidak tenang lagi menjalani hidup.Suaminya menggenggam erat jemari sang istri, mencoba menyalurkan sedikit kehangatan yang tersisa di tubuhnya.“Ya, Sayang... Kamu jangan berpikir terlalu keras soal ini. Jangan sampai penyakit jantung kamu kambuh lagi. Pasti ada jalan keluar untuk membujuk Nathan sebelum dua bulan batas waktu yang diberikan oleh Darmawan dan keluarganya,” hibur pria paruh baya itu. Fokus utamanya saat ini sama sekali bukan harta, melainkan keselamatan wanita yang dicinta
“Bukankah harusnya kamu yang bicara baik-baik dengan Nathan? Dan harusnya dia itu mendengarkanmu. Dia bukan tipe orang yang tidak tahu terima kasih. Kalau kamu datang ke sini untuk meminta kami mendesak dia, bahkan sebelum kamu datang pun kami sudah berulang kali melakukannya. Alasan dia tetap sama, dia masih sibuk dengan pekerjaannya dan takut membuatmu terlalu sering kesepian disaat kalian sudah menikah. Dia juga ingin setelah menikah nanti dia bisa menjadi sosok suami yang baik untuk kamu, Clara, dan waktunya sudah tidak fokus lagi untuk bekerja,” ucap pria paruh baya itu panjang lebar. Pria itu menatap calon menantunya, berharap agar kalimat yang sudah ia susun hati-hati itu bisa diterima dengan baik oleh gadis di depannya ini.Jujur saja hati Clara berbunga-bunga mendengarnya. Dan ia semakin yakin kalau Nathan sebenarnya juga mencintainya hanya saja pria itu terlalu gengsi untuk mengakuinya. Meski hatinya berjingkrak girang tapi ia tetap menjaga wajahnya agak tetap serius di hada
Di saat Nathan sedang berjuang mati-matian—membujuk Salsa agar mau menerima lamarannya dan berusaha meyakinkan wanita itu bahwa menikah tanpa restu orang tua bukanlah sebuah kutukan tapi keadaan yang memaksa itu harus terjadi—situasi yang sangat bertolak belakang justru sedang terjadi di kota London.Clara telah menjejakkan kakinya di sana. Sebetulnya ia sudah tiba sejak kemarin. Berhubung kedua orang tua Nathan sedang berada di rumah mereka di Prancis—sebuah rumah yang sangat jarang mereka kunjungi selama beberapa tahun terakhir—mereka terpaksa setengah mati memburu waktu untuk kembali ke London. Mereka sangat paham tabiat Clara, wanita itu memiliki temperamen yang buruk dan mereka tidak ingin membuat Clara mengamuk hanya karena dibiarkan menunggu terlalu lama.Sekitar jam delapan malam, suasana di ruang keluarga rumah megah kawasan elit London itu terasa begitu berbeda. Kedua orang tua Nathan duduk berhadapan dengan Clara. Sejak awal, pria paruh baya itu beserta istrinya sudah memil
“Ta–tapi saya gak mau pakai baju ini, Om,” cicit Salsa, mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya yang sudah hampir habis ditelan ketakutan setiap kali bertemu dengan Nathan.Nathan yang sejak tadi sibuk di depan MacBook seketika berhenti mengetik. Dia menoleh ke sumber suara, menatap Salsa dengan r
Braaaaak Pintu kamar Zara dibuka lebar hingga menimbulkan dentuman yang cukup keras membuat Salsa kaget. “Kurang ajar! Kamu ngintip, ya?” tuduh Aditya kesal. Dia keluar untuk mencari tahu apa sebetulnya yang pecah di depan kamar calon istrinya. Dan betapa kesalnya dia mendapati Salsa di sana. Ad
Ting. Satu pesan baru masuk lagi dari Nathan. Pria itu mengirimkan sebuah titik lokasi vila yang menjadi tempat pertemuan mereka besok siang. Belum sempat Salsa mencerna semuanya, satu pesan beruntun kembali masuk. “Jangan bilang apa pun pada Alea tentang perjanjian panas ini. Paham!” Hati Salsa
“Tapi, Om…” “Kalau kamu punya barang berharga sebagai jaminan, boleh pakai itu. Asal nilai jualnya lebih besar dari uang satu miliar yang kamu butuhkan sekarang,” ucap Nathan cepat, memotong kalimat Salsa sebelum gadis itu sempat menyelesaikannya. Salsa tampak semakin frustasi. Detik jam dinding







