Share

Chapter 251

Penulis: Atieckha
last update Tanggal publikasi: 2026-09-28 23:47:05

“Oke, aku mau,” jawabnya.

“Langsung transfer sekarang juga,” jawab mantan wartawan itu setelah nominalnya disetujui tanpa ditawar sedikitpun.

Ting

Satu pesan masuk di ponselnya bahwa ada uang dengan nominal fantastis masuk ke dalam rekeningnya.

“Thanks ya,” ucapnya setelah memastikan uang itu sudah masuk di rekeningnya.

“Sama-sama.” Wartawan itu menerima foto dan video yang akan segera membuat jagat Maya dihebohkan oleh pemberitaan miring tentang Nathan Abimanyu.

Kabar miring mengenai pange
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Tila
baru mau tenang sekarang salsa dihujat lagi , kasihan amat salsa
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 251

    “Oke, aku mau,” jawabnya. “Langsung transfer sekarang juga,” jawab mantan wartawan itu setelah nominalnya disetujui tanpa ditawar sedikitpun. TingSatu pesan masuk di ponselnya bahwa ada uang dengan nominal fantastis masuk ke dalam rekeningnya. “Thanks ya,” ucapnya setelah memastikan uang itu sudah masuk di rekeningnya. “Sama-sama.” Wartawan itu menerima foto dan video yang akan segera membuat jagat Maya dihebohkan oleh pemberitaan miring tentang Nathan Abimanyu.Kabar miring mengenai pangeran bisnis dari keluarga Abimanyu seketika viral dan beritanya menjadi pemberitaan yang trending 1 di berbagai portal media hiburan dan akun gosip daring. Sebuah rekaman gambar beresolusi tinggi yang memperlihatkan sosok Nathan sedang merangkul dengan penuh cinta bahu seorang wanita berparas jelita beredar luas tanpa kendali dalam hitungan jam. Bahkan wajah keduanya tidak ditutup stiker. Publik yang selama ini mengenali Nathan sebagai sosok pria mapan yang setia dan tenang dibuat tersentak oleh

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 250

    “Aku sama sekali gak tahu kalau dia bakal manjat dan sampai menggeser meja itu. Kalau aku tahu bakal kayak gini kejadiannya, ya mana mungkin aku biarkan cucuku naik ke sana!” ucap Tuan Abimanyu membela diri. Suaranya terdengar makin pasrah, menghadapi istrinya yang sejak tadi tidak berhenti mencecar dengan berbagai macam pertanyaan yang diulang-ulang terkait musibah yang menimpa Kenzo.Gara-gara kejadian di meja dekat kolam ikan koi itu, dahi Kenzo mengalami luka sobek yang cukup serius sampai harus dilarikan ke UGD dan dirawat inap. Sekarang, pasangan suami istri paruh baya itu sedang berada di dalam mobil yang dikendarai sopir pribadi mereka, melaju menyusul ke rumah sakit sambil mengajak Kenzi yang terus menangis ingin melihat keadaan Kenzo. Awalnya Mereka menolak, tapi setelah mendapat persetujuan dari Nathan mengajak gadis kecilnya ke sana, akhirnya mereka pun langsung berangkat ke rumah sakit. Jujur saja, di hati kecil Tuan Abimanyu benar-benar merasa bersalah atas kejadian ini

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 249

    Ternyata Nathan yang lebih dulu sampai di rumah sakit. Begitu melihat mobil yang dikendarai Alea berhenti di depan lobi UGD, dia langsung berlari menghampiri. Tanpa membuang waktu, Nathan membuka pintu mobil lalu merengkuh tubuh Kenzo yang masih terus menangis sesenggukan.Nathan sengaja mengambil alih Kenzo dari pangkuan Salsa, memberi ruang agar wanita yang sedang hamil muda itu tidak kepayahan saat turun.“Tolong bawa dia masuk... darahnya keluar terus, aku takut kondisinya tambah parah,” ucap Salsa dengan wajah pucat dan mata sembab. Tangannya gemetar menunjuk luka di dahi anak mereka.“Iya, Sayang, nggak apa-apa. Kenzo anak kuat,” jawab Nathan menenangkan. Di tengah kepanikannya, dia masih sempat menahan siku Salsa, memastikan calon istrinya itu berdiri dengan baik sebelum dia bergegas berlari membawa sang putra masuk ke dalam ruang UGD.Salsa berjalan cepat mengekor di belakang Nathan, sementara Alea memilih menunggu di luar agar tidak memenuhi ruangan. Setelah diperiksa di bawa

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 248

    Salsa berlari keluar rumah seperti orang kesetanan. Napasnya tersengal-sengal karena dia benar-benar ketakutan luar biasa melihat anaknya terjatuh, jantungnya seperti mau melompat keluar dari cangkangnya saat wanita itu melihat dahi dan wajah putra sulungnya sudah berlumuran darah di dekat kolam ikan.“Mamaaaaaa!” jerit Kenzo histeris, tangannya menggapai-gapai seolah tempat paling aman adalah di pelukan sang mama, begitu melihat bayangan sang mama berlari makin dekat. Suara tangisnya melengking, semakin membuat situasi di rumah itu menjadi sangat panik.Tuan Abimanyu di samping kolam tak kalah panik. Wajah pria tua itu pucat pasi, tangannya gemetar hebat berusaha menahan tubuh Kenzo agar tidak bergerak yang bisa memicu darah keluar semakin banyak. Beliau sendiri yang tadi mengajak cucu kembarnya duduk-duduk santai di teras dekat kolam. Sementara dua pengasuh si kembar sedang masuk ke dalam rumah untuk mengambil mangkuk camilan—karena memang sudah masuk jadwal jam makan camilan anak-a

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 247

    "Kenapa sih Aditya bisa ada di mana-mana?" tanya Salsa dengan raut sendu, setiap kali ada masalah selalu nama itu yang muncul membuatnya jadi mual sekaligus khawatir kalau pria itu tidak akan pernah hilang dari hidup Salsa."Mungkin dia tahu kalau dulu dia masuk penjara gara-gara Papa yang membongkar semua kebusukannya," jawab Alea, mencoba memberi sudut pandang yang masuk akal dari semua kejadian yang ia ketahui selama ini. Dan dirinya pun tahu sang Papa melakukan itu karena Aditya sudah berani mengusik hidup wanita yang dicintai Papanya."Dan itu semua gara-gara aku..." sahut Salsa lirih. Wajahnya seketika berubah makin sendu, karena rasa bersalah yang begitu besar sehingga gara-gara dirinya Nathan justru harus terlibat dalam dendam sang mantan tunangan.Alea tersenyum manis, menatap Salsa dengan penuh pengertian. Dia benar-benar paham apa yang dirasakan Salsa. "Sa, Papa itu belum pernah melakukan hal sejauh ini buat orang lain. Kamu bisa lihat sendiri seberapa besar pengorbanan yan

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 246

    “Angkat saja teleponnya, Pak,” usul Raka pada atasannya sekaligus calon mertuanya sambil melirik layar gawai di atas meja yang terus bergetar tanpa henti. Nathan mengangguk menyetujui ucapan Raka. Tangannya lantas menggeser ikon hijau lalu menempelkan ponsel itu ke telinga. “Halo?” sapa Nathan. Suara tawa berat yang samar dan penuh racun langsung menyambutnya dari seberang sana. Tanpa ada basa-basi atau sapaan ramah, pria itu bersuara dengan intonasi dingin yang penuh ancaman. “Jangan merasa kamu sudah menang, Nathan... Sebentar lagi kamu juga akan hancur sehancur-hancurnya seperti Darmawan!” Tuuuuut Sambungan telepon langsung diputus secara sepihak, menyisakan suara sengau yang berdengung di telinga. Nathan menyipitkan mata, menatap layar ponselnya yang kembali gelap dengan dahi berkerut heran. “Siapa, Pak?” tanya Raka yang ikut tegang melihat perubahan raut wajah atasannya. Nathan menggeleng karena dirinya memang tidak mengenali suara orang tersebut. “Entahlah. Aku tidak

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Masih Perawan

    Nathan menatap tubuh Salsa dari atas hingga bawah, sementara gadis itu hanya bisa meneteskan air mata sampai akhirnya suara Nathan membuatnya buru-buru mengusap air mata yang membasahi kedua sudut matanya.“Jangan buat nafsuku hilang. Kau disini wajib melayani nafsuku dan membuatku puas,” ujar pria

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Besar

    “Ta–tapi saya gak mau pakai baju ini, Om,” cicit Salsa, mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya yang sudah hampir habis ditelan ketakutan setiap kali bertemu dengan Nathan.Nathan yang sejak tadi sibuk di depan MacBook seketika berhenti mengetik. Dia menoleh ke sumber suara, menatap Salsa dengan r

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Lingerie

    Braaaaak Pintu kamar Zara dibuka lebar hingga menimbulkan dentuman yang cukup keras membuat Salsa kaget. “Kurang ajar! Kamu ngintip, ya?” tuduh Aditya kesal. Dia keluar untuk mencari tahu apa sebetulnya yang pecah di depan kamar calon istrinya. Dan betapa kesalnya dia mendapati Salsa di sana. Ad

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Suara Desahan

    Ting. Satu pesan baru masuk lagi dari Nathan. Pria itu mengirimkan sebuah titik lokasi vila yang menjadi tempat pertemuan mereka besok siang. Belum sempat Salsa mencerna semuanya, satu pesan beruntun kembali masuk. “Jangan bilang apa pun pada Alea tentang perjanjian panas ini. Paham!” Hati Salsa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status