ログインMendengar ucapan Alea, Raka langsung berlari menuju ruang ICU. Jantungnya berdegup kencang takut jika Nathan benar-benar pergi untuk selamanya. Ucapan dokter semalam masih terngiang-ngiang di benaknya dan Raka berharap semua ketakutan dokter itu tidak akan pernah terjadi. “Bangun, Pak. Ayo sembuh biar Bapak bisa melindungi Salsa. Bangun, Pak,” ucap Raka dalam hati. Alea menyusul Raka dari belakang. Gadis itu tak ingin kehilangan sang papa. Tidak ada ada orang yang menyayanginya melebihi sang papa.Sementara di depan ruang ICU, suasana yang tadinya tenang seketika berubah menjadi kekacauan yang sangat menakutkan. Suara peringatan dari alat medis di dalam ruangan seketika berbunyi nyaring nggak bisa didengar sampai di depan ruang ICU, memutus keheningan dan membuat hati siapa pun yang mendengarnya makin sakit.Pintu ruang ICU dibuka paksa dari luar. Beberapa dokter dan perawat berlari kencang menerobos masuk sambil mendorong troli darurat yang penuh dengan alat-alat medis, cairan obat,
Tanpa menanggapi ucapan Alea, Salsa memilih keluar dari ruangan itu. Setelah melepas pakaian steril yang tadi ia pakai, Salsa langsung menemui sang ayah. Semua orang menatapnya jijik. Tapi Salsa tak peduli itu. Dia bahkan tak berpamitan pada siapa pun ketika melangkah menjauhi ruang ICU bersama sang Ayah. Salsa tak menoleh lagi ke belakang, tapi dia mendoakan yang terbaik untuk Nathan.“Biar Ayah yang bawain tasnya, Nak,” ucap sang Ayah memberi tawaran. Salsa menggeleng dan memilih terus berjalan sambil menggandeng tangan sang ayah agar tubuhnya tidak oleng. Kakinya lemas seperti tak bertulang, bahkan seluruh tubuhnya terasa sangat dingin. Belum lagi kram di perutnya masih terasa jelas seolah sedang ada yang menggigit perutnya hingga sakit. Sesekali dia meringis menahan sakit yang menyerangnya.Saat akan belok di ujung lorong, suara Alea menghentikan langkahnya.“Tunggu,” ucap Alea. Salsa berhenti dan membalikkan badan guna bisa menatap Alea. Siapa sangka Alea malah berlari ke arahnya
Salsa dan ayahnya masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh Raka. Sementara kedua orang tua Nathan dan Alea masuk ke dalam mobil pribadi Nathan yang dikendarai oleh sopir mereka.Di dalam mobil, suasana terasa begitu hening. Raka beberapa kali melirik ke kaca spion tengah, menatap Salsa yang duduk termenung dengan wajah pucat pasi. Hati Raka terasa sakit, hingga akhirnya ia tak sanggup lagi menahan rasa bersalah yang sejak tadi menggerogoti hatinya.“Salsa, aku minta maaf...” suara Raka bergetar, menandakan Kalau pria itu benar-benar merasa bersalah pada Salsa wanita yang sangat dicintai oleh atasannya. “Aku benar-benar minta maaf tidak bisa menjaga rahasia hubunganmu dengan Pak Nathan. Saat perusahaan akan diakuisisi oleh perusahaan lain, Nyonya Abimanyu meminta Pak Nathan untuk menikahi Nona Clara agar semua masalah yang dihadapi Pak Nathan segera tuntas.”Raka menghela napas berat, mencoba menahan air mata yang mulai membendung di pelupuk matanya.“Tapi bukannya menyetujui ucapan N
Raka yang sejak tadi bungkam akhirnya tak sanggup lagi hanya berdiam diri melihat Salsa tersudut. Menurutnya ini bukan kesalahan Salsa, tapi Nathanlah yang meminta tubuh Salsa untuk dijadikan jaminan utang. Tak adil rasanya Salsa yang disalahkan seperti ini."Nyonya, apartemen ini sudah resmi diberikan oleh Pak Nathan untuk Salsa karena selama ini Salsa selalu patuh pada beliau. Bahkan surat kepemilikannya sudah sah atas nama Salsa. Anda tadi berjanji datang ke sini hanya untuk meminta Salsa menjauhi Pak Nathan, bukan untuk mengusirnya," potong Raka dengan segenap keberaniannya untuk mengingatkan orang tua Nathan kalau tindakan mereka itu salah. Raka terpaksa menyuarakan isi hatinya di depan keluarga bosnya karena situasi ini sudah benar-benar kelewat batas. Dalam hatinya, Raka tahu persis, jika sampai Nathan sadar dan tahu Salsa diperlakukan seperti ini, Nathan bisa mengamuk dan justru Nathan bisa membenci kedua orang tuanya. Raka tahu betul kalau Nathan sangat mencintai Salsa.Nam
“Nyonya, anak saya dan pak Nathan saling mencintai. Anda tidak boleh seperti ini. Lagian asal kalian tahu kalau-”“Yah,” tegur Salsa. Isakan kecil masih terdengar membuat sang Ayah langsung terdiam. Alea pun masih terlihat sesenggukan karena sesak di dadanya sangat membuatnya sulit bernafas. Dia benar-benar tidak pernah menyangka hubungan antara sahabat terbaiknya dan sang papa sudah berjalan sejauh ini. Rasa percaya di hatinya seketika hancur berkeping-keping. Rasanya tak ada lagi satu pun orang di dunia ini yang bisa ia percaya, bahkan papanya sendiri. Sementara Raka sebenarnya tak pernah berniat membuka rahasia besar itu. Namun, karena Alea terus mendesaknya disusul ancaman pada asisten sama papa, Raka akhirnya menyerah dan membeberkan segalanya yang ia ketahui tentang atasannya dengan Salsa—sebuah rahasia yang selama ini dijaga mati-matian oleh Nathan Abimanyu dari keluarganya."Apa cinta yang anak kamu punya bisa membuat anakku mempertahankan perusahaannya?"Pertanyaan yang san
“A–Alea,” ucap Salsa terbata. Bibirnya bergetar air mata rembes dari kedua sudut matanya saat melihat kedatangan sang sahabat di apartemen ini. Sementara Alea juga matanya bengkak karena terlalu banyak menangis. Tanpa basa-basi ucapan anaknya Nathan seketika membuat hati Salsa hancur.“Kenapa kamu pacari papaku di belakangku? Kenapa kamu mengkhianati persahabatan kita? Kenapaaaa?” Teriak Alea sambil berderai air mata. Tubuhnya bergetar hebat menahan sakit sekaligus kecewa di saat yang bersamaan. Alea datang bersama kedua orang tua Nathan dan Raka. Harusnya Salsa tak perlu bertanya kenapa Alea bisa buka pintu apartemen ini sendiri, pasti Raka yang memberitahukan password apartemen ini.Di tengah keterkejutan yang luar biasa yang Salsa rasakan, wanita yang sedang hamil muda itu pun berusaha untuk menjelaskan pada sahabatnya kenapa dia tidak jujur selama ini.“Aku bisa jelasin semua, Al. Aku-” Salsa tak sanggup bicara lagi dia berjalan mendekat ke arah sahabatnya, berniat untuk memeluk A
“Tapi, Om…” “Kalau kamu punya barang berharga sebagai jaminan, boleh pakai itu. Asal nilai jualnya lebih besar dari uang satu miliar yang kamu butuhkan sekarang,” ucap Nathan cepat, memotong kalimat Salsa sebelum gadis itu sempat menyelesaikannya. Salsa tampak semakin frustasi. Detik jam dinding
Di dalam taksi online, air matanya menetes membasahi layar ponselnya yang menunjukkan jam digital. Sepuluh menit perjalanan rasanya seperti berabad-abad. Begitu mobil berhenti di depan sebuah gerbang rumah mewah di pusat kota, Salsa langsung turun.Rumah mewah itu berdiri megah, seolah tak tersentu
Salsa berjalan mondar-mandir di depan ruang ICU, lalu bersandar lemas ke dinding ruang tunggu. Tatapan matanya terus-terusan tertuju pada pintu kaca buram di depannya. Pikiran Salsa sudah kacau sejak mendapat kabar kalau ayahnya kritis dan mengalami pendarahan hebat di otak akibat kecelakaan maut ya
Di sisi lain, layar ponsel di genggaman Zara mendadak terasa panas saat sebuah unggahan video di media sosial menampilkan sosok Aditya. Di dalam rekaman video itu, Aditya berjalan menunduk dengan tangan terborgol, dikelilingi beberapa petugas kepolisian yang menggiringnya masuk ke mobil tahanan. T







